"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUA PULUH SATU
"Lupakan perasaan itu! Saya tidak ingin kamu terluka karena perasaan kamu pada saya"
Senyum diwajah cantik itu hilang seketika, apa maksudnya itu? Apa Arjuna tidak ingin dirinya jatuh cinta
Aluna merasa hatinya sedih, rasanya seperti teriris namun luka itu tidak terlihat. Apa wanita sepertinya tidak berhak jatuh cinta pada pria seperti Arjuna?
"Ya"
"Saya tidak bermaksud, tapi jarak diantara kita terlalu jauh. Dan kamu tahu status saya" Ucap Arjuna lembut
"Saya tau, saya juga tau posisi saya disini! Setelah bayi ini lahir maka kerja sama kita akan berakhir juga"
Aluna memaksakan senyumnya, dengan sedikit kesulitan ia bangun dari pangkuan suaminya
"Bukan itu maksud saya, Aluna! Saya hanya.."
"Tidak masalah tuan, saya permisi kekamar dulu! Saya sedikit lelah" Wanita cantik itu berlalu meninggalkan ruang kerja, tanpa bisa dicegah, air mata itu luruh juga
Aluna tidak mengerti kenapa ia merasa sedih, harusnya dari awal ia sadar diri dan bukannya larut dalam rasa nyaman itu
"Maafkan saya Aluna, saya hanya tidak ingin kamu semakin terjebak dengan pria penuh masalah seperti saya"
Ya, Arjuna sadar akan perasaannya pada wanita yang kini tengah mengandung buah hatinya itu
Dirinya merasa nyaman, namun ia sadar jika hidupnya tidak sempurna. Jika ia memaksa agar Aluna tetap bersamanya karena cinta, wanita itu akan mendapat masalah
William tentu akan mencari wanita yang telah melahirkan penerus Bimantara, dan nyawa Aluna bisa saja dalam bahaya
Ini lebih baik, membuat wanita itu membencinya. Setelah bayi itu lahir, dirinya akan memiliki perusahaan Bimantara dan Aluna bisa menjalani hidupnya dengan tenang tanpa ancaman dari orang-orang yang rakus akan harta
"Harusnya aku sadar sejak awal, tuan Arjuna berlaku baik karena aku mengandung anaknya" Aluna berbaring di atas tempat tidur
Tubuhnya bergetar karena tangis, ia sudah berusaha untuk tidak menangis, tapi entah kenapa air mata ini tidak bisa berhenti
Arjuna masuk ke kamarnya bersama sang istri, pandangannya tertuju pada Aluna yang meringkuk dibawah selimut dengan posisi membelakanginya
Pria tampan itu mendekat, duduk ditepi tempat tidur sambil memandang punggung wanita yang beberapa bulan ini mengisi hatinya
"Kamu sudah tidur?" Arjuna bertanya, ia tahu jika istrinya itu belum tidur, karena bahunya terlihat bergetar mungkin Aluna tengah menangis
"Maafkan saya, kamu tidurlah!" Arjuna mendekat, mengecup pipi wanitanya lalu meninggalkan kamar
Aluna menutup mulutnya, tidak ingin suara tangis nya keluar. Bahkan Arjuna saja tidak lagi ingin berada di ranjang yang sama
Entah jam berapa sekarang, Aluna berusaha bangun karena ia kesulitan dengan perut besarnya itu, biasanya akan ada Arjuna yang membantunya bangun
Setelah membersihkan diri, wanita hamil itu keluar dari kamar dan menuju ruang makan, Aluna menatap penuh tanya karena tidak ada suaminya disini
"Dimana tuan Arjuna?" Panggilan itu berubah lagi, semalam saat Arjuna menyadarkan dirinya akan perbedaan status diantara mereka, maka Aluna sadar jika dirinya hanyalah seorang pekerja
"Tuan sedang dirumah utama, semalam beliau mendapatkan telepon dari nyonya Zoya"
Aluna tidak membalas, wanita cantik itu memilih duduk dan membiarkan pelayan melayani kebutuhannya
"Apa Joseph juga ikut?"
"Tidak, tuan Joseph menunggu karena hari ini adalah jadwal nyonya untuk periksa Kandungan" Bona menjawab
Aluna menghela napasnya, entah kenapa ia malah merasa tidak napsu makan. Beberapa bulan terakhir Arjuna selalu ikut jika jadwal untuk dirinya melakukan pemeriksaan
Sekarang pernikahan ini kembali pada setelan awal, dimana Arjuna yang dingin dan tidak tersentuh
Dimana saat itu dirinya merasa tidak memiliki suami. Harusnya Arjuna biarkan saja seperti itu agar dirinya ini tidak terbiasa
"Saya sudah kenyang" Aluna mendorong piring yang berada dihadapannya
"Nyonya harus makan banyak, ini perintah tuan Arjuna"
Mendengar nama itu entah kenapa membuat hati Aluna menjadi sakit. Untuk apa pria itu menunjukkan sikap jika dia perhatian
"Saya akan makan jika saya mau, bukan karena perintah" Tegasnya "Saya mau kerumah sakit sekarang!"
Bona mengangguk, gadis itu membantu sang nyonya bangun dari duduknya
Keduanya melangkah hingga terlihat Joseph yang menunggu disamping mobil mewah berwarna putih
Pria itu bertindak sebagai pengawal pribadi bagi wanita hamil ini
Aluna tidak menyapa seperti biasanya, semua pelayan merasa heran karena Aluna yang terkenal ramah dan cerewet sejak tadi diam saja
Mobil melaju, sekitar satu setengah jam barulah mereka tiba dirumah sakit. Ini karena jarak Villa yang ditempati oleh Aluna sangat jauh dari pusat kota
Dokter Samuel menyambut seperti biasa, Aluna masuk dengan ditemani oleh Bona sementara Joseph menunggu di luar
"Ada apa Bona?" Aluna menyadari perubahan wajah pelayan pribadinya ini
"Saya sakit perut nyonya"
"Kamu kekamar mandi saja, saya bisa sendiri"
"Saya tidak bisa meninggalkan nyonya sendirian disini!" Bona tidak mungkin lalai dalam pekerjaannya karena jika sesuatu yang buruk terjadi maka nyawanya akan melayang
"Kamu gak liat disini ada dokter Samuel sama perawat" Aluna tidak menggeleng, semua pelayan memang terkesan berlebihan
"Tapi.."
"Sudahlah! Pergi sana! Nanti jadi penyakit loh"
Akhirnya Bona keluar dari ruang tersebut, ia beruntung karena sang nyonya begitu pengertian
"Kita lihat bayinya" Aluna berbaring dengan dokter Samuel yang membantu
Dokter tampan itu menatap sang pasien dengan tatapan penuh tanya, tidak biasanya Aluna terlihat tidak bersemangat
"Apa saya boleh bertanya?"
Pertanyaan sangat dokter menyadarkan Aluna dari lamunannya
"Dokter ingin tanya apa?"
"Apa kamu bahagia?"
Wanita hamil itu mengernyit, apa maksud dari pertanyaan dokter kandungan ini
"Maksud dokter?"
"Saya tau hubungan kamu dan tuan Arjuna" Jujur saja Aluna terkejut, namun ia sadar jika dokter tampan ini adalah salah satu orang kepercayaan suaminya
"Saya dengar dari dokter Nancy jika kamu adalah istri rahasia tuan Arjuna, kamu dinikahi hanya untuk melahirkan penerus bagi keluarga Bimantara"
Aluna terdiam, jika mengingat itu maka rasanya hatinya ini sangat terluka
"Ya, saya memang dibayar untuk itu" Aluna menjawab yang sebenarnya
"Apa kamu menerimanya?"
"Saya dan tuan Arjuna terlibat kontrak kerja sama, saat itu saya butuh banyak uang dan tuan Arjuna menawarkan pekerjaan" Ujar Aluna membuat dokter Samuel menghela napasnya
"Jadi kamu akan pergi setelah melahirkan anak-anak kamu?" Dokter tampan itu membantu pasiennya itu untuk bangun
"Itu memang kesepakatan yang sudah saya tandatangani"
"Apa kamu tidak memiliki rasa keterikatan dengan janin ini? Apa sebagai seorang ibu kamu bersedia berpisah dari mereka?"
Aluna diam, tidak dipungkiri jika hatinya menginginkan kedua buah hatinya ini, rasanya ia tidak akan sanggup jika membiarkan mereka dirawat oleh orang lain
Ia merasa memiliki mereka, calon buah hatinya ini telah menjadi bagian dari dirinya
"Saya memang harus pergi"
"Pikirkan lagi Aluna! Apa kamu sanggup mengetahui jika kedua buah hati yang kamu lahirkan dengan bertaruh nyawa akan memanggil wanita lain sebagai ibu?"
Aluna tersentak, ini tidak benar. Ia menginginkan anak-anak nya, namun Arjuna tidak ingin mempertahankan dirinya disisi pria itu
Apa jadinya dirinya jika wanita pertama yang mendekap kedua buah hatinya adalah wanita lain
Wanita itu yang akan menyaksikan langkah pertama putra-putranya, wanita itu yang akan menjaga mereka saat tengah sakit