Cerita ini menceritakan tentang kehidupan seorang mahasiswa baru di sebuah Universitas di Indonesia.
Seorang gadis broken home yang sederhana, yang memiliki sifat arogan, jutek, dan enggan dekat dengan laki-laki. Sejauh ini, dia selalu menghindar dari para lelaki yang mendekatinya. dia tidak ingin dekat dengan lelaki2 itu. Hal ini, disebabkan karena dia sangat kecewa kepada papanya yang telah meninggalkan dia dan mamanya demi wanita lain. Hingga dia menutup rapat hatinya, untuk menghindari lelaki-lelaki yang mendekatinya. Dia memasang wajah arogan dan sangat jutek. sebenarnya, dia sangat manis apalagi kalau tersenyum. Sayangnya, senyuman itu hanya berlaku untuk orang terdekatnya
di sisi lain, ada seorang pria tampan yang selalu menganggap semua wanita itu sama. mengejar pria hanya memandang harta dan rupa, yahh karena selama hidupnya para gadis yang mendekatinya hanya selalu memikirkan wajah tampan dan kekayaannya saja. Baginya, hanya Maminya lah wanita yang berbeda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Avralia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan siang bareng
-di kantin-
Aluna dan Rey sampai di kantin, para mata mahasiswa tak pernah lepas dari dua orang yang sedari tadi jalan bersama ini. Tak terkecuali orang di seberang sana yang sedang menahan amarahnya
"Awas lo *****, gue bakal bikin lo nyesel karena udah rebut Rey dari gue" Geramnya, lalu dia pergi dari kantin
Rey mengajak Aluna mencari tempat duduk, tadi Aluna sudah menghubungi Sesil dan Talia untuk menyusul ke kantin
"Duduk sebelah sana" tunjuk Rey pada sepasang bangku
"Nggak, ntar kan ada temen gue" Tolak Aluna
'Uh sial, gapapa Rey tenang lo harus rebut hati singa kecil ini' batin Rey, dia sebenarnya ingin makan berdua dengan Aluna
"Yaudah itu sebelahnya yang panjang" Tunjuk Rey lagi pada meja makan yang berisi 6 bangku
"Ok" Jawab Aluna lalu berjalan menuju bangku yang Rey tunjuk
"Mau pesen apa? biar gue yang pesenin" Tawar Rey pada Aluna
"Hmmm Bakso aja sama jus jeruk" Jawab Aluna
"Oke cantik, tunggu sini ya" Jawab Rey sambil menepuk puncak kepala Aluna. Aluna hanya menjawab dengan anggukan
"Woi Lun, gila ya udah ada cowok sahabatnya ditinggalin aja" Pekik Talia, dia datang bersama Sesil tentunya
"Tau nihhh si kutub utara" Tambah Sesil ikutan kesal
"Aduh sorry lah, kalian kan liat sendiri tadi Rey yang narik gue" Jawab Aluna
"Kalian pacaran?" Selidik Sesil
"Gak" "Iya" Jawab Aluna dan Rey bersamaan. Rey sudah selesai memesan makanan untuknya dan Aluna
"Lah mana yang bener?" Tanya Talia, Aluna langsung menatap tajam pada Rey. Sedangkan yang ditatap hanya menunjukkan tampang Watados
"Bentar lagi, doain gue biar bisa luluhin singa cantik ini" Jawab Rey
Sesil dan Talia melongo dia terkejut karena Rey yang terkenal dingin, cuek, tak tersentuh bisa berkata semanis itu?
"Woww itu pasti, tapi gimana kalo lo juga bantuin gue deket sama temen lo ke gue kak?" Celetuk Talia
"Siapa?" Tanya Rey
Sebelum Talia menjawab, Aluna langsung menyela
"Eh Lia, ntar dulu bahas itu kalian pesen makanan sana dulu gue laper nih gak enak mau makan duluan" sahut Aluna
"Iyaiya yuk sil" Talia beranjak pergi bersama Sesil
"Apa maksud lo bilang gitu ke temen gue?" tanya Aluna pada Rey setelah Talia dan Sesil pergi
"Apa?" tanya Rey
"Ck, gausah sok gak tau deh"
"Lun, lo berhasil luluhin gue. Jadi, biarin gue usaha luluhin hati lo"
"Hm, terserah lo"
"Makasih cantik"
"Hai udah nih, makan yuk" Pas sekali Sesil dan Talia kembali dari memesan makanan
"Jadi, gimana kak?" tanya Talia lagi
"Sama siapa?" Tanya Rey
"Kak Kenan" Jawab Talia sambil tersenyum manis
Uhukk...uhuk.. uhukkk
Tiba tiba saja Sesil tersedak minumannya
"Eh Sil, lo gapapa? pelan dong" Ucap Talia khawatir
"Gapapa kok ini pedes banget makanya buru-buru minumnya" Jawab Sesil
Aluna hanya mengamati ekspresi wajah Sesil, Aluna tahu betul ada yang Sesil sembunyikan tapi dia tidak tau
"Kak Rey" Panggil Talia lagi
"Oh iya, lo kan kemaren udah gue bikin jalan bareng Ken"
"Iya, dan itu bikin gue makin jatuh cinta sama Kak Ken lo mau kan Kak bantuin gue?" Tanya Talia dengan mata berbinar
"Gue coba, tapi gue gak janji" jawab Rey. Sebenarnya Rey tahu kalau saat ini sahabatnya itu sedang menyukai seorang gadis, tapi dia tidak tahu siapa gadis itu
"Yeayyy, makasih kak"
"Udah udah ayo makan" Sela Aluna
Tidak lama kemudian
"Woi bro, gilaa mimpi apa gue liat balok es yang alergi wanita makan semeja sama 3 bidadari cantik" Ucap seseorang yang membuat keempat orang yang sedang menikmati makanan mereka menoleh ke sumber suara dan ternyata adalah Ann yang sedang jalan ke arah mereka bersama Ken
"Kita boleh gabung?" tanya Ken
"Eh boleh kok Kak duduk aja duduk" Jawab Talia antusias
"Hai cantik kita ketemu lagi" Sapa Ann pada Talia
"Hai Kak" Jawab Talia tersenyum manis
"Dan ini Aluna kan yang kemaren ngebentak balok es di cafe hahahah" tanya Ann sambil tertawa sangat keras
"Diem lo" bentak Rey, Aluna hanya menatap tajam Ann yang masih terus tertawa
Sadar kalau mendapat tatapan mematikan dari semua orang Ann langsung terdiam
"Oke oke sorry, dan ehm lo? Nama lo siapa? Oh ya sorry gue ga panggil lo cantik karena udah ada nona Talia yang gue panggil cantik? Gapapa kan? Gue panggil manis aja deh gimana?" Tanya Ann pada Sesil yang sedari tadi terdiam menyaksikan sekitarnya
"Gue Sesil Kak"
"Nama yang bagus, oke manis apa lo udah punya pacar?" tanya Ann
"Ann gausa mulai deh lo buaya" peringat Ken
"Ganggu aja sih lo"
"Kalian gausa dengerin Ann, dia emang buaya" Ken berucap pada ketiga gadis yang sedang duduk manis di hadapan mereka ini
"Syirik aja lo bro, orang ganteng bebas dong, ya kan cantik?" Tanya Ann pada Talia
"Apa kak?" tanya Talia polos, dia tidak tahu apa yang dimaksud Ann
"Gue ganteng, iya kan?" Jelas Ann
"Of course, Lo emang ganteng tapi masih ganteng an Kak Ken hehehe" Cengir Talia sambil menatap wajah Ken yang berada di hadapannya
BWAHAHAHAH
Tawa Ken dan Rey pecah mendengar tutur polos Talia
"Lo denger bro?" Ledek Ken pada Ann
"Waw, kalah lo sama Ken" Sindir Rey
Ann mendengus kesal
"Cantik lo buta ya? Jelas jelas ceweknya banyakan gue, mantan banyakan gue berarti ganteng gue dong dari dua cecenguk ini" Protes Ann tidak terima
"Hahaha, iyaiya kak lo ganteng kok tapi gue sukanya Kak Ken. Jadi, sorry ya?" Jelas Talia
Semua terkejut dengan ucapan Talia. bisa bisa nya dia bilang suka semudah itu di hadapan orang nya?
Hebat
Sedangkan Ken hanya tersenyum saja mendengar itu
"Huh, gue jamin lo bakal pindah hati ke gue cantik. Tunggu aja nanti" ucap Ann percaya diri
"Gue tunggu kak" Talia menantang
Ann mendengus kesal
"Eh Ken mau kemana lo" tanya Ann saat Ken berdiri
"Beli makan lah, laper bacot mulu" ucap Ken sambil melenggang pergi
"Tunggu woi!!" Ann berlari mengejar Ken
Saat mereka pergi tiba tiba handphone Rey berdering
Drrrttt...Drrttt
"Halo Pi, Assalamualaikum" Ucap Rey saat mengangkat telfon
"Waalaikumsalam. Rey, nanti papi ada meeting sama rekan bisnis papi. siapin VVIP room di cafe kamu" Ucap papi Rey di seberang sana
"Iya pi nanti Rey siapin"
"Yasudah, Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" Ucap Rey lalu menutup telfonnya
"Lun, nanti siapin VVIP room buat papi sama rekan bisnisnya" pinta Rey pada Aluna yang dijawab anggukan oleh Aluna
Tidak lama kemudian Ken dan Ann kembali dengan membawa makanan mereka. Rey, Aluna, Sesil, dan Talia menunggu sampai mereka berdua selesai makan sambil berbincang bincang dan bercanda.
Hal itu, tidak lepas dari perhatian mahasiswi disana. Semua iri dengan ketiga mahasiswi baru itu, bagaimana tidak? mereka mahasiswi semester satu bisa bercanda dan makan bersama dengan para pangeran kampus? Benar benar luar biasa. bahkan kakak tingkat cewek yang mendekat pada mereka saja tidak berhasil. Yah, mungkin hanya berhasil pada Ann, namun hanya menjadi mainan baru untuk cassanova itu. Lalu Ken? Mereka tidak pernah mendapat perlakuan buruk dari Ken, tapi tetap saja tidak ada yang berhasil mendekati Ken lebih dari teman. Rey sendiri? jangan tanya, dia hampir tidak menganggap manusia manusia seperti itu ada di dunia.
TBC
PLEASE LIKE,COMMENT, AND VOTE