Seorang wanita bernama Tiara Indah Soraya yang merupakan wanita yang sukses dengan kariernya sebagai desainer dan pemilik butik terkenal.
Tapi dibalik kesuksesannya tidak sebanding dengan kisah cintanya. Diusianya yang sudah dipenghujung kepala 2 membuatnya selalu diteror oleh ibunya untuk segera menikah.
Setiap hari ibunya selalu bertanya tentang laki laki bahkan dia juga sering menjodohkannya dengan banyak laki laki tapi semuanya selalu berakhir dengan ketidakcocokan.
Hal itu membuat ibunya sangat frustasi karena di usianya yang sudah tua dia ingin sekali menimang cucu dari putri tunggalnya.
Hingga akhirnya dia bertemu dengan Rivan dan besoknya langsung diajak menikah tanpa mengetahui asal usul dari pria tersebut.
Bagaimana kehidupan Tiara setelah menikah dengan Rivan? apakah rumah tangga mereka akan bahagia atau malah sebaliknya.
yuk ikuti dan baca novel keduaku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aura Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lebam
Pagi harinya Tiara terbangun dengan badan yang sakit semua, itu mungkin karena efek dia yang ditarik dengan paksa oleh 2 pria jahat tadi malam. Selain itu juga ada beberapa lebam ditubuhnya, dan semalam itu semua belum terlihat.
Dia juga terbangun setelah dibangunkan oleh Nita yang mengetuk pintunya dari luar karena belum melihat Tiara yang belum bangun padahal jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Nita juga merasa aneh tidak biasanya Tiara bangun kesiangan seperti sekarang ini. Nita juga semakin khawatir dengan kondisi sahabatnya setelah kejadian semalam.
" Ra...! bangun..! sudah jam 8 ayo sarapan!" panggil Nita dengan suara keras sambil mengetuk pintu kamar tamu berkali kali yang ditempati Tiara. Tapi belum ada sahutan sama sekali dari dalam kamar yang semakin membuat Nita tambah mencemaskan Tiara
" Ra...!" panggilnya lagi karena belum ada sahutan dari Tiara sedari tadi.
" Iya Nit... sebentar lagi" jawab Tiara dengan suara keras tapi masih dengan mata yang tertutup masih mengantuk karena badannya terasa sakit semua.
" Aku tunggu di dapur!" katanya masih dengan suara keras lalu beranjak dari sana dan pergi menuju dapur tanpa mendengar jawaban Tiara lagi dari dalam.
Tiara yang masih enggan bangun dari tidurnya merasa sulit bangun dengan mata yang masih tertutup dia melanjutkan tidurnya lagi. Tanpa terasa dia sudah tidur kembali setelah setengah jam kemudian dibangunkan lagi oleh Nita.
Nita mengetuk pintu kamar tamu lagi setelah dirasa Tiara yang belum terlihat menyusul dirinya yang sudah menunggunya di meja makan untuk sarapan.
' Gimana aku bisa bermimpi tentang Rivan?' batinnya penuh tanda tanya saat dia benar benar terbangun dari tidurnya setelah dipanggil Nita dengan suara keras. Karena selama ini dia tidak pernah memimpikan seorang laki laki apalagi mereka baru saja bertemu tanpa sengaja.
Didalam mimpinya dia bertemu kembali dengan Rivan dan entah bagaimana ceritanya dia bisa tinggal bersama dengan Rivan di rumah yang terlihat bak istana.
Dengan terpaksa Tiara bangun dari tidurnya dan langsung mencuci wajahnya terlebih dahulu di wastafel kamar mandi dengan langkah gontai menahan rasa sakitnya. Begitu dia selesai mencuci wajahnya dia menatap ke kaca yang ada didepannya. Tiara langsung membelalakkan matanya saat melihat wajahnya yang terdapat lebam di pipi dan bibirnya.
Lalu dia juga menyingkap baju di lengannya yang terasa sakit. Ternyata benar saja lengannya terdapat lebam yang banyak dan sudah membiru itu pasti karena tarikan tangan 2 pria jahat semalam yang terus menariknya dengan paksa.
" Ternyata baru sekarang rasa sakitnya terasa" ucapnya sambil memegang beberapa lebam yang ada di tubuhnya.
" Tapi bagaimana aku menutupi semua ini dari ayah dan ibu?" katanya lagi sambil memejamkan mata merasa bingung.
Dengan wajah yang bingung dan penuh lebam di wajah dan tubuhnya terutama di bagian tangannya yang terdapat banyak lebam dan juga bekas tangan mereka.
Lalu dia keluar dari kamar yang ditempatinya setelah mencuci wajahnya. Dia berjalan dengan menundukkan kepalanya. Di meja makan Nita sudah menunggu lama sejak dari dia membangunkan Tiara hingga setengah jam kemudian membangunkan Tiara lagi yang kedua kalinya.
Begitu tiba didepan meja makan Tiara dengan wajah lelahnya langsung duduk di depan Nita. Tiara mencoba menutupi wajahnya yang lebam dari Nita tapi keburu diketahui oleh Nita yang langsung membelalakkan matanya terkejut.
" Ra..! wajah kamu lebam semua!?" bertanya dengan suara yang keras karena terkejut. " Apa itu terasa sakit?" lanjutnya bertanya dengan wajah yang dipenuhi kecemasan.
Tiara langsung mengangkat wajahnya dan tersenyum tipis dan sendu karena Nita mengetahui semuanya. Nita saja bisa tau bagaimana dengan orang tuanya saat mengetahui keadaannya yang sebenarnya.
" Iya Nit... aku juga baru tau, dan badan aku rasanya sakit semua" ucapnya dengan wajah yang sedih. " Bagaimana kalau orang tuaku tau semuanya Nit..? aku bingung" lanjutnya justru mencemaskan orang tuanya padahal dirinya yang sedang sakit.
" Apa badan kamu juga banyak yang kayak gitu?" tanya Nita juga mengkhawatirkan keadaan sahabatnya.
Tiara menganggukkan kepalanya menandakan membenarkan semua yang ditanyakan oleh Nita. Dia masih sebagian melihat semua lebamnya hanya di bagian tangan saja tapi dia yakin tubuhnya juga dipenuhi banyak lebam kebiruan.
" Ya sudah kita sarapan dulu, nanti aku anterin kamu ke rumah sakit" ajak Nita untuk segera memakan sarapannya.
Lalu mereka memakan sarapan yang sudah disiapkan oleh pembantu Nita yang hanya datang kerumahnya saat pagi hingga sore hari.
Untungnya ini hari minggu jadi dia dan Nita memang libur karena Tiara memberi semua karyawannya libur di hari Minggu semuanya, kecuali yang ada di mall karyawannya selalu masuk apalagi hari Minggu. Itu karena mall akan semakin banyak pengunjung. Mereka menggunakan shift untuk mengatur jadwal masuk karyawannya agar bisa bergantian liburnya.
" Oh ya aku sempat penasaran, siapa yang sudah bantuin kamu kemarin?" tanya Nita disela sarapan mereka.
Tiara langsung mengangkat kepalanya saat Nita menanyakan tetang laki laki yang sudah menolongnya tadi malam hingga mengantar dirinya sampai di rumah Nita dengan selamat
" Entahlah, dia juga tamu di acara pertunangan putrinya bu Dewi dia bernama Rivan" jawab Tiara dan Nita mendengarkan dengan seksama. " Dia bilang saat itu dia sedang ada di sana sambil menerima telpon, lalu dia denger aku berteriak dan dia langsung mencari dan nolongin aku" cerita Nita seperti yang diceritakan oleh Rivan saat dia menolong dirinya waktu itu.
" Gimana apa dia tampan?" tanya Nita antusias dengan wajah pria yang menyelamatkan Tiara semalam, karena Nita ingin sahabatnya itu bisa dekat dengan seorang pria.
Sudah bertahun tahun dia melihat Tiara yang selalu gagal jika harus berhubungan dengan seorang pria. Itu yang membuat sahabatnya merasa khawatir dengan keadaan Tiara. Bahkan ibunya selalu mencarikan jodoh untuk Tiara tapi selalu saja gagal karena tidak sesuai dengan kriteria sahabatnya itu.
" Dia lumayan tampan... tapi sepertinya dia sudah punya istri, karena terlihat dari wajahnya yang sudah berumur" jawab Tiara santai sambil menghembuskan nafasnya berat saat mengingat wajah tampan Rivan tapi sikapnya terlihat sangat dewasa dan dingin saat di hotel kemarin.
" Emang kamu tau dia sudah beristri?" tanya Nita kesal dengan pemikiran Tiara yang selalu melihat semua pria dari sikapnya.
Tiara langsung saja menggelengkan kepalanya tidak tau. Memang dia tidak tau pasti siapa Rivan karena yang mereka bicarakan saat didalam mobil hanya mengenai kondisi Tiara saat itu yang sedang kacau.
Hingga mereka berdua menyelesaikan sarapannya dengan terus bercerita dan bertanya. Lalu sesuai dengan perkataannya tadi Nita akan mengantarkan Tiara periksa ke dokter.
Setelah selesai memeriksakan kondisi Tiara, Nita masih mengajak Tiara untuk tinggal lagi di rumahnya. Dia tidak ingin orang tau Tiara melihat kondisi putrinya yang seperti itu. Mungkin besok dia akan mengantar Tiara pulang ke rumahnya.
## Terima kasih atas dukungan para reader yang dengan setia membaca novel aku. Tetap tuliskan komentar kalian dan dukungan dengan memberikan like, hadiah dan votenya.🙏🙏🤗🤗