NovelToon NovelToon
TEROR!

TEROR!

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Sinopsis

Sabrina, seorang gadis desa yang cerdas, berhasil meraih impiannya berkuliah di kampus elite ibu kota lewat jalur beasiswa.

Namun, kehidupan barunya yang tampak sempurna hancur berantakan ketika sebuah tragedi tak terduga terjadi: Sabrina nekat melompat dari lantai atas gedung kampus dan tewas seketika.

Kematian tragis tersebut menyisakan tanda tanya besar bagi orang-orang di sekitarnya. Apa yang sebenarnya terjadi di balik tembok kampus megah itu hingga mendorong Sabrina mengambil langkah se-ekstrem itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa kamu serius denganku?

Tiga bulan berlalu sejak malam di kamar hotel itu. Hubungan rahasia di antara mereka terus berjalan rapat di balik layar, tersembunyi dari pergaulan mewah Julian.

Setelah hari dimana Sabrina menyerahkan dirinya pada Adrian, hubungan mereka tetap berjalan rahasia.

Sabrina mulai bertanya-tanya, apakah ada keseriusan Adrian pada hubungan mereka.

Tapi, dia masih belum berada untuk bertanya langsung pada Adrian.

"Kamu kenapa sayang? Kamu nggak sehat?" Tanya Adrian saat melihat Sabrina yang kelihatan tidak bersemangat sedikitpun.

"Aku tidak apa-apa kak, cuman capek aja, tugas kuliah lagi numpuk." Ujar Sabrina.

Melihat respons lembut dari Sabrina, Julian tersenyum lega. Ia meraih telapak tangan Sabrina, mengusapnya perlahan sebelum mendaratkan sebuah kecupan hangat di punggung tangan gadis itu.

"Ya udah, kalau kamu capek, habis ini langsung aku antar pulang ya," ujar Julian manis, memberikan perhatian yang selalu berhasil meluluhkan hati Sabrina.

Namun, perhatian kecil itu kini terasa bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. Di satu sisi, Julian begitu manis dan protektif saat mereka sedang berdua.

Tetapi di sisi lain, Julian sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda ingin membawa hubungan ini ke permukaan. Di depan dunia luar, Sabrina tetaplah sosok rahasia yang tak tersentuh oleh pergaulan Julian.

Saat mobil Julian mulai membelah jalanan kota menuju kawasan kosnya, Sabrina menyandarkan kepala di jendela kaca. Pandangannya menatap kosong pada kerlap-kerlip lampu jalanan.

Sebuah usapan lembut di paha Sabrina membuyarkan lamunannya. Julian meliriknya sekilas sambil tetap memegang kemudi.

"Kenapa melamun terus, Sayang? Beneran cuma capek kuliah, kan?"

Sabrina menoleh, menatap wajah samping Julian yang tampan dan sempurna. Keberaniannya kembali diuji.

"Kak..." panggil Sabrina pelan, suaranya hampir tenggelam oleh deru mesin mobil.

"Ya?" sahut Julian santai tanpa mengalihkan pandangan dari jalan.

"Kakak... pernah berpikir tentang masa depan hubungan kita tidak?"

Pertanyaan yang mendadak itu membuat pegangan tangan Julian pada kemudi sempat mengencang sekilas.

Keheningan langsung menyelimuti kabin SUV mewah tersebut selama beberapa detik, hanya diselingi oleh deru mesin dan lantunan musik pelan.

Julian menoleh sebentar ke arah Sabrina dengan alis terangkat halus, mencoba menjaga raut wajahnya agar tetap tenang dan terkendali.

"Masa depan?" ulang Julian pelan, mengulas senyum tipis yang sarat akan pesona namun sulit ditebak arahnya.

"Kok tiba-tiba nanya gitu?"

Sabrina meremas jemarinya di atas pangkuan, jantungnya berdegup kencang.

Rintangan tak kasatmata yang selama tiga bulan ini menghimpit dadanya akhirnya runtuh juga.

"Aku cuma... kepikiran aja," bisik Sabrina dengan suara pelan namun menuntut jawaban.Ia menatap Julian yang kembali fokus memperhatikan jalanan di depan.

"Sudah tiga bulan kita kayak gini. Kakak selalu baik, selalu perhatian sama aku, tapi hubungan kita masih rahasia. Teman-teman Kakak tidak ada yang tahu tentang aku, dan kita cuma bisa jalan berdua sembunyi-sembunyi."

Sabrina menarik napas panjang yang terasa berat, lalu memberanikan diri melanjutkan.

"Aku cuma mau tahu, di mata Kakak, aku ini sebenarnya siapa? Apa Kakak beneran serius sama aku?"

Mobil Julian melambat saat mendekati lampu merah. Lelaki itu menarik rem tangan, memutar posisi duduknya sepenuhnya menghadap Sabrina.

Ada sorot mata rumit yang berkelebat di manik mata Julian, perpaduan antara keterkejutan, sedikit tekanan, namun dengan cepat dilapisi kembali oleh keahliannya menyusun kata-kata manis.

Julian mengikis jarak, meraih kedua tangan Sabrina yang gemetar dan meremasnya hangat.

"Sabrina, dengarin aku," ujar Julian dengan intonasi suara yang begitu dalam dan lembut, menatap tepat ke dalam mata gadis itu.

"Kenapa kamu harus ragu? Kamu pikir selama ini aku cuma main-main?"

Ia menggeleng pelan, mengusap punggung tangan Sabrina dengan ibu jarinya.

"Aku belum ngenalin kamu ke teman-teman atau publik bukan karena aku nggak serius, Sab. Pergaulan aku itu rumit, penuh drama, dan aku cuma nggak mau kamu terganggu atau jadi bahan omongan mereka. Aku cuma mau melindungi kamu," lanjut Julian penuh penekanan, menyusun alibi yang begitu rapi hingga terdengar sangat masuk akal bagi gadis polos seperti Sabrina.

"Soal janji aku malam itu, aku nggak pernah lupa. Kamu sudah kasih hal paling berharga buat aku, dan aku menghargai itu. Jadi tolong, jangan raguin perasaan aku ya?"

Tatapan penuh keyakinan dan kata-kata dari Julian seketika membuat lidah Sabrina kelu. Gejolak keraguan di dalam dadanya kembali terhimpit oleh rasa cinta yang terlalu besar, membuat ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Apakah ia yang terlalu berburuk sangka, atau memang Julian hanya sedang berusaha melindunginya?

Mobil itu kembali melaju membelah malam setelah lampu lalu lintas berganti hijau. Di dalam kabin yang sepi, Sabrina menunduk, menatap jemarinya yang masih berada dalam genggaman erat Julian. Kata-kata melindungi yang diucapkan Julian terdengar begitu indah, namun ada bagian kecil di dalam lubuk hati Sabrina yang tetap merasa hampa dan tak tenang.

Tak lama kemudian, mobil mewah itu berhenti di tepi jalan raya, tepat di mulut gang sempit menuju kos Sabrina.

Julian mematikan mesin, memutar tubuhnya, lalu merengkuh bahu Sabrina dan menarik gadis itu ke dalam pelukannya.

Ia menyesap aroma rambut Sabrina, meresapi kehangatan gadis itu dengan hembusan napas berat.

"Jangan dipikirin lagi ya, Sayang?" bisik Julian lembut di samping telinganya.

"Aku cuma mau kamu percaya sama aku. Udah, malam ini kamu istirahat yang cukup. Jangan mikir yang aneh-aneh lagi."

Sabrina mengangguk pelan dalam dekapan itu.

"Iya, Kak..."

Julian melepaskan pelukannya, lalu mendaratkan kecupan hangat di kening Sabrina cukup lama. Sabrina tersenyum tipis, mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Ia lalu membuka pintu mobil, melangkah turun, dan melambaikan tangan pelan saat mobil hitam itu menghilang di balik kegelapan jalan raya.

1
Nurr Tika
apa teman"julian ada hubunganya dengan kematian sabrina
Nurr Tika
julian km ga akan hidup tenang
Nurr Tika
kayanya sabrina hamil terus julian ga mau tanggung jawab
Nurr Tika
nanti km menyesal sabrina
Nurr Tika
sabrina knpa langsung suka sih harusnya selidiki dulu
Nurr Tika
ternyata julian palayboy
Siti Yatmi
nah kan..bener 1 lagi test pack menghancurkan wanita bodoh....sabrina kamu sadar ga sih...kamu itu cinta bukan budak nafsu, setiap ketemu ko pasti anu2..ya hamil lah...
Siti Yatmi
test pack.....jawaban yg selalu membuat hancur wanita bodoh....
Siti Yatmi
ya Tuhan sabrina..kasian banget kamu, terlalu naif kamu jd cwe....
Siti Yatmi
nah..kan hamidun...deh...hadehhh..sabrina oon amat sih..ga selamanya itu pil bisa cegah kehamilan...astogeeeee....
Siti Yatmi
masih abu2 sementara..menerka nerka...😄
Siti Yatmi
ya Tuhan sabrina..lo mah bukan polos, tapi begoooo....pacaran aja belom lama, udh mau aja di anu anu..haduhh
Siti Yatmi
hadehhh .julian....kamu mah bukan cinta, tapi nafsu....harus nya sabrina jgn mau...
Siti Yatmi
ngga ada caption nya thor..🤣
Siti Yatmi
thor...itu flash back kah???sumpah..ga mudeng aku...😄
Maple latte: iya itu flashback🤭 aduhh🤣
total 1 replies
Siti Yatmi
kaya lagu kotak...🤭
Siti Yatmi
masih teka teki banget..hemmmm...ayo thor...jadi penasaran tingkat dewa...wk2
Maple latte: 🥰🥰 Sabar ya, pelan2 aja🤭
total 1 replies
Siti Yatmi
ya ampun julian....org mah ikut kata hati, bukan kata temen, ya kali temen lu mati, lu juga ikut..dablek banget ih...
Siti Yatmi
kaya nya julian cinta sama sabrina,tapi ego nya terlalu tinggi, kasian sabrina ..
Riska Salahudin
masih penasaran apa yg membuat sabrina bundir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!