NovelToon NovelToon
My Soulmate

My Soulmate

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Perjodohan / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:114.3k
Nilai: 5
Nama Author: She_Vent

By She_Vent


Seperti orang yang hilang akal Kalycha senyum-senyum sendiri sambil menggigit kuku jari telunjuknya. Ia sangat terpesona dengan ketampanan pria yang berdiri di depannya itu.

"Hello... Are you okey?" Pria itu menjentikkan jarinya di depan Kalycha membuat Kalycha tersadar dari lamunannya.

"I'm fine. Sorry I did not mean it. (Saya baik, maaf saya tidak sengaja)"

"Oke ga masalah" menjawab dengan cool, lalu berjalan meninggalkan Kalycha. Namun baru beberapa langkah ia berjalan tiba-tiba langkahnya terhenti mendengar teriakan Kalycha.

"Kak... boleh minta nomor HPmu?"


🎀 Penasaran kelanjutan Ceritanya???
Kepoin yuk 😂
Semoga kamu semua terhibur 🤗

👉 Bebas Komentar apa saja yang penting tetep Sopan ya 👍
👉 Bebas Promo, Iklan dan Lain-lain

Disini mah kita BEBAS yang penting HAPPY 😃

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon She_Vent, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perebutan Posisi

Seorang Pria tampan begitu bersemangat untuk menyambut pagi. Setelah shalat subuh ia tak lagi tidur. Ia membereskan kamar tidurnya. Entah angin apa yang membuatnya begitu bersemangat. Ia bersenandung sambil bersiul.

"Alvin... Bangun sayang." ucap perempuan paruh baya sambil membuka pintu kamar Alvin putranya.

Dia adalah Ibu Alvin yang terlihat masih cantik diusianya yang terbilang tidak muda lagi.

"Tumben anak Bunda sudah rapi, biasanya jam segini masih molor." yang disindir malah cengengesan. "Kesambet jin apa kamu nih? Kok Bunda jadi merinding gini masuk kamar kamu."

"Iiih Bunda, bukannya seneeeengg gitu anaknya yang cakepnya setara tingkat Internasional ini bangun pagi, terus udah siap beresin tempat tidur lagi. Alvin kan bantu Bunda biar ga repot lagi ntar bersihinnya." ucap Alvin sambil memeluk tubuh Dian dari belakang lalu mencium pipi sang Bunda.

"Justru itu yang buat Bunda merinding. Kok tumben tumbenan kamu beresin kamar kamu. Emang kesambet jin apa kamu Vin?" mengacak-acak rambut Alvin.

"Kesambet jinnya Jinny oh Jinny. Puas Bunda..." Alvin keluar kamarnya meninggalkan sang Bunda.

"E...ee... Kok malah ngambek sih..." Dian keluar mengikuti putra bungsunya.

"Kenapa tuh anak Bun? Pagi-pagi mukanya udah ditekuk begitu?" Tanya sang Kakak pada Dian.

"Tadi Bunda masuk kamar dia, terus Bunda kaget liat dia udah rapi terus tempat tidurnya juga udah rapi. Bunda heran dong. Terus Bunda tanya dia kesambet jin apa? Tumben-tumbenan kan..." Sang Bunda mencari pembenaran dari putra sulung.

Alfa hanya geleng-geleng kepala saja.

"Di dukung dong Bun... Itu tandanya dia udah belajar mandiri." ucap Alfaro sambil tersenyum melihat adiknya.

"Kakak tuh, kalau mau ngejek aku bilang aja ga usah pake bilang belajar mandiri segala." Protes Alvin. "Udah ah, males ngomong sama Bunda." meletakkan roti yang tadi sempat dimakannya.

"Ayah mana Bun...?" tanya Alvin

"Ada masih... Ya ampun Bunda lupa." Teringat kalau Dian belum membangunkan suaminya.

Melihat Dian berlari ke kamarnya Alvin pun ikut dari belakang. Dilihatnya Ayahnya sedang merapikan dasi yang dikenakannya.

"Ayah maaf ya, tadi bangunin Alvin dulu eh jadi lupa sama Ayah." ucap Dian lalu membantu memakaikan dasi suaminya.

"Iya ga apa-apa." ucap Indra lalu mencium kening istrinya. "Kamu ngapain berdiri disitu?" Tanya Indra yang melihat putra bungsunya mematung dekat pintu.

"Oh iya lupa. Yah, Avin boleh pinjem mobil ga?"

"Buat apa? Nanti yang ambil rapot kamu Kak Alfa aja ya. Ayah ga sempat ada meeting pagi ini."

"Bunda aja deh kalau Ayah ga sempat jangan Kak Alfa."

"Bisa berabe urusannya kalau Kak Alfa yang kesekolahan. Abis deh gue diledekin kalau sempat ga dapet posisi nomor satu lagi."

"Bunda nanti mau ke Bandung sayang kerumah Tante kamu. Nanti sehabis ambil rapot kamu sama Kak Alfa nyusul Bunda ya, kan udah libur kamunya."

"Bunda ga asyik ah. Pulang sekolah Alvin mau jalan sama temen-temen Alvin. Yah boleh ya Alvin pinjam mobil?" masih ingat pada tujuan awalnya.

"Ya udah, tapi hati-hati bawanya jangan ngebut-ngebutan. Nanti tetap Alfa yang kesekolahan kamu." ucap Indra lalu keluar kamar di ikuti Alvin dan Dian.

...***...

Hari yang ditunggu-tunggu oleh Alvin pun tiba yaitu pembuktian dirinya bisa atau tidak mengalahkan Kalycha. Dengan semangat 45 Alvin mendekati Kalycha dan teman-temannya yang duduk di kantin sekolah.

"Udah siap lo buka hati lo buat gue?" Tanya Alvin dengan penuh percaya diri.

"PD banget sih lo? Hasilnya aja belum keluar dan belum tahu siapa pemenangnya." Kalycha tampak cuek. "Jangan sampe lo gantung diri dipohon cabe gara-gara ga bisa ngalahin gue." ucap Kalycha datar.

Sementara Jenny dan Amanda bingung mendengar apa yang mereka bicarakan tapi ikut menertawakan ucapan Kalycha yang meledek Alvin.

"Ga mati dong Cha kalau bunuh diri dipohon cabe kenapa ga sekalian aja lo bilang dipohon toge. Haha..." Amanda turut mengejek Alvin.

"Sial lo... Tapi kalau gue menang, gue mau lo ikut jalan sama gue hari ini."

"Kemana?" tanya Jenny semangat.

"Yang diajak siapa yang antusias siapa?" Ejek Amanda.

"Sirik loh Man." ucap Jenny yang tak mau kalah.

"Gue cuma mau ngajak si Cicak, tapi kalau Lo pada mau ikut boleh deh, ntar lo pada bareng Boby sama Frans aja."

"Males ah kalau ada Cantika." ucap Amanda yang tak suka melihat Cantika.

"Mereka udah putus. Nih kesempatan lo Manda pepet si Boby" ucap Alvin.

"Iiiihhh apaan sih, lo lupa slogan kita apa?" tanya Amanda.

"ANTI PACARAN" ucap ketiga gengs Wacana tegas.

"Tapi kan lo suka sama Boby?"

"Tau dari mana lo, kalau si Aman suka sama Boby?" kali ini Kalycha yang ikut bicara.

"Gue cowok Cicak, gue bisa lihatlah. Jelas-jelas si Manda naksir sama Boby. Jenny naksir gue tapi keburu hati gue udah gue serahin buat lo duluan akhirnya dia nikung ke si Frans. Kita itu Three pairs yang sangat-sangat serasi." Alvin tersenyum membayangkan mereka tiga pasangan serasi.

"Serasi? Dilihat darimana?" tanya Kalycha.

"Dari monas pake pipet Cha." ucap Amanda dan membuat mereka tertawa.

Yang dikatakan Alvin tidaklah salah, kedua sahabatnya Kalycha itu memang menyukai Boby dan Frans tapi tidak dengan Kalycha. Dia hanya menganggap Alvin sebagai rivalnya.

...***...

Pengumuman hasil ujian kenaikan kelas pun berlangsung. Saat ini semua murid dibariskan diaula sekolah. Kepala sekolah akan mengumumkan siswa siswi berprestasi. Kepala sekolah akan mengumumkan juara Umum saja sementara juara kelas akan diumumkan dikelas masing-masing.

Sebelum mengumumkan siapa yang berprestasi kepala sekolah memberikan wejangan sebagai nasehat untuk siswa-siswi nya agar tetap semangat belajar dan berkarya karena merekalah generasi selanjutnya yang akan memimpin negeri ini kedepannya.

"Baiklah Ibu akan umumkan juara dari kelas sepuluh dulu. Sebagai juara ketiga diraih oleh Amanda Ida Pertiwi."

Amanda begitu senang dengan bangga ia pun naik ke atas podium.

"Wah dia lagi, dia lagi." ucap salah seorang siswa.

"Udah cantik pinter lagi, ga salah sih kalau dia penerima beasiswa dari sekolah ini." ucap salah satu pengangumnya.

"Beruntung tuh si anak miskin bisa sekolah disini karena beasiswa yang dia dapat." Cibir Cantika tidak suka pada Amanda dan gengs nya.

Berbagai pujian ataupun hujatan sudah biasa Amanda dengar tapi dia tidak peduli karena kedua sahabatnya itu akan selalu bersamanya tanpa melihat status keluarganya yang berasal dari kalangan bawah.

"Selanjutnya Juara dua jatuh kepada..."

"Plis Kalycha Plis...wahai Langit dan Bumi berpihaklah padaku kali ini saja." Batin Alvin.

"Lo ga kan bisa ngalahin gue Vin." Batin Kalycha.

"Sepertinya juara kali ini berbeda dengan semester sebelumnya." ucap Kepala Sekolah.

"Apa???" Kedua siswa itu sangat terkejut.

"Jangan bilang gue kalah dari si Tikus." Kalycha.

"Hehe... Kalah kan lo, siap-siap aja lo jadi pacar gue." Alvin terlihat PD kalau dirinya lah yang akan menang.

"Pertarungan yang sengit tampaknya karena selisihnya hanya beda satu angka." ucap kepala sekolah. "Dan Juara kedua jatuh kepada...." lagi-lagi Ibu Kepala Sekolah membuat keduanya tampak tegang.

"Dan juara dua tajuh kepada Alvin Van Berger dan langsung saja kita panggilkan juara bertahan kita Kalyca Lixui Bramasta"

Riuh suara tepuk tangan dari teman-temannya mengantarkan Alvin dan Kalycha naik ke atas podium. Alvin terlihat sangat kecewa karena tetap tidak bisa menyaingi Kalycha. Sementara Kalycha juga sangat kecewa pada dirinya sendiri karena nilainya hanya beda satu angka dari Alvin. Itu tandanya ia hampir saja tersaingi oleh Alvin.

"Gue pengen tetep ajak lo jalan setelah ini Cak..." Bisik Alvin saat mereka sudah berdiri di depan umum diatas podium, sementara Kalycha hanya diam saja.

"Emang lo mau ngajak Icha kemana?" tanya Amanda yang mendengar ajakan Alvin pada Kalycha.

...***...

Kalycha sudah berada diparkiran bersama teman-temannya. Karena rengekan dari Amanda akhirnya Kalycha memutuskan akan ikut jalan-jalan bersama dengan Alvin dan teman-temannya.

Namun sebelum Kalycha masuk kedalam mobil Alvin, Kalycha mendengar bunyi dering ponselnya. Ia segera mengambil dan melihat benda pipih yang sudah berada dalam genggamannya.

"Bu Nayla... Ngapain sih dia nelpon gue."

Alvin melihat perubahan raut wajah Kalycha saat melihat ponselnya.

"Bentar ya gue angkat telpon dulu." Kalycha menjauh dari teman-temannya.

"Ada apa Bu? Icha mau jalan sama temen-temen Icha nih." ucap Kalycha setengah berbisik.

"Sayang, tadi pihak butik telpon Ibu, katanya baju kamu udah selesai. Dan kamu diminta untuk fitting baju yang terakhir."

"Bu, suruh diantar kerumah aja. Udah pas deh tuh bajunya. Icha mau jalan nih."

"Tapi Daddy udah suruh asintennya jemput kamu sayang. Mungkin bentar lagi nyampe."

Benar saja belum juga Nayla menyelesaikan ucapannya mobil Haidar sudah memasuki parkiran sekolah dimana tidak jauh dari tempatnya berdiri.

"Iiiss... Kenapa sih Daddy ga bilang dulu ke Icha. Icha kan jadi ga enak sama temen-temen Bu."

"Tadi Daddy lupa bilang sama kamu sayang."

Kalycha yang sudah mulai menerima kebaikan Nayla. Kalycha tahu kalau Nayla tulus menyayanginya.

Flashback On

Saat mereka selesai makan malam dirumah Nayla. Mama Gea masuk ke dalam kamar Nayla dan saat itu Kalycha ingin mengambil ponselnya yang tersimpan di tas sekolahnya dikamar Nayla tanpa sengaja Kalycha mendengar pembicaraan mereka.

"Teh... Kamu kenapa kok pake ngambek segala. Kamu kan tahu kalau adik-adik mu emang suka iseng orangnya." Mama Gea duduk ditepi tempat tidur sambil mengelus lembut rambut putrinya.

"Teteh malu Mah..." masih dengan posisi telungkup.

"Kenapa kamu harus malu?"

Nayla membalikkan badannya lalu duduk menghadap Mama Gea.

"Apa Kalycha belum bisa terima kamu?" tebak Mama Gea dan membuat Nayla terkejut dan menundukkan kepalanya.

"Kenapa Mama bisa berpikiran seperti itu?"

"Mama ini seorang Ibu teh, Mama tahu saat ini kamu sedang berusaha mendekatkan diri sama Icha. Mama bisa lihat kalau Icha juga belum bisa menerima kamu sepenuhnya. Tapi sayang Mama yakin ketulusan kamu menyayanginya akan membuatnya lambat laun membuka hatinya untukmu. Wajar jika dia belum bisa menerima teteh, karena sebelumnya ia punya Ibu yang sangat menyayanginya. Mama lihat Icha anaknya baik meskipun agak sedikit jutek dan cuek. Kamu harus bisa mencintai anaknya sebelum kamu mencintai bapaknya."

"Mama apaan sih."

"Lah bener atuh teh. Menikah itu bukan cuma untuk menyatukan dua hati jadi satu, tapi juga menyatukan dua keluarga besar. Kalau kamu belum bisa mencintai anaknya sebaiknya kamu ga usah menikah deh. Karena yang akan menikahi kamu itu bukanlah pria bujangan tapi pria yang sudah mempunyai anak. Jadi mau tidak mau kamu juga harus mencintai anaknya. Meskipun bapaknya juga mencintai teteh tapi Teteh juga harus mencintai anaknya juga."

"Teteh sayang sama Icha Ma... Tapi sepertinya Icha belum bisa menerima Teteh jadi Ibu sambungnya."

"Berusaha atuh teh..."

"Hemm..."

Nayla memeluk Mama Gea. Beban yang dipundaknya serasa berkurang setelah mendapat sedikit nasehat dari sang Mama.

"Udah atuh, kamu makan dulu sana. Udah tua juga pake ngambek segala." Mama menepuk pelan punggung putrinya.

Kalycha kembali turun karena tidak ingin Nayla dan Mama Gea tahu kalau dia mendengar semua pembicaraan mereka. Dan semenjak saat itu Kalycha mulai membuka hatinya untuk Nayla.

Flashback off

Kalycha berjalan mendekati teman-temannya.

"Pake alasan apa coba gue ke mereka? Ga mungkin kan gue bilang mau fitting baju buat nikahan Daddy."

"Udah nelponnya? Udah bisa berangkat?" tanya Alvin.

"Maaf ya gue ga bisa ikut, bokap gue udah nyuruh orang buat jemput gue." Kalycha melirik kearah Haidar dan semua temannya melihat kearah yang dimaksud Kalycha.

"Yaa... Ga seru dong Cha." ucap Amanda.

"Maaf ya." Kalycha berjalan meninggalkan teman-temannya.

Mana suaramu My Receh 😍

She Kangen 😭😭

1
Yani Cuhayanih
kebetulan disini lagi musim kemarau panaaaaaas
Yani Cuhayanih
Sayaaaaaang aku maluuu..
Yani Cuhayanih
Aku percaya thor panjaaaaang bangeettt kayak kereta api expresss
Gissa_Chieko
mantap thor
Silent Codex
nangis.....
💞 Lily Biru 💞
semoga Icha cepet sadar
Gissa_Chieko
semangat
Gissa_Chieko
komen
Gissa_Chieko
oke
Gissa_Chieko
mampir. mantap thor
She_Vent: Terimakasih ya 🙏
total 1 replies
💞 Lily Biru 💞
fiks, eps selanjutnya lahiran, wkwk
💞 Lily Biru 💞
lanjut kak she vent
maduan
kaka author kalau sembilan bulan kmudian mah udh ngelhirn thor anaknya udh umur 1 bulan.
tpi mksh thor dh up
💞 Lily Biru 💞
semangat kk, salam dari ADEK gue BAD
She_Vent: Done ya Kakak. Terimakasih buat dukungannya selalu 😊
total 1 replies
xia.SIA_
semangat ya Thor,jangan lupa mampir juga 🤗
She_Vent: Done ya. Mari tetap saling mendukung 🤗
total 1 replies
Hinata soyo
singgah juga di tepat ku ya
She_Vent: Semangat, udah banyak boom like aku. Nanti lanjut lagibya
total 1 replies
maduan
semongko thor..
maduan
hamidul ya thor kayanya sikali
Clearesta Santoso
ngidam x thor
💞 Lily Biru 💞
lanjut kkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!