Cerita ini mengkisahkan seorang wanita cantik yang bekerja di sebuah perusahaan besar milik seorang pria terhormat,sesuatu terjadi pada kedua nya dan memaksa mereka untuk menikah dan mengikat sebuah status di antara mereka,namun keterpaksaan menikah di antara kedua nya membuat mereka yang dekat tinggal satu atap tapi berasa berjarak.
pernikahan ini, hanya mereka dan keluarga yang tahu,tak ada satu orang pun yang di perusahaan yang mengira mereka adalah suami istri,kira - kira seperti apa kisah Rara dan Rehan menjalani status suami istri mereka,Yuk di simak.
Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14 - Lift Terbuka
Tidak butuh lama,Pintu lift terbuka dan terkejut Bu Rossa dan Irwan melihat Rehan sedang bersandar tertidur di samping nya seorang wanita.
"Rehan." Panggil Bu Rossa menghampiri membangun kan.
Rehan terbangun bersama dengan Rara mengucek - ngucek mata nya. Rara lekas berdiri dengan cepat.
"Syukur lah,akhirnya terbuka."Ucap Rara tersenyum senang.
Bu Rossa melihat Rara dan tersenyum"kamu siapa?." Tanya Bu Rossa.
"Saya Rara Bu,saya bekerja di sini." Jawab Rara dengan sopan.
"Saya permisi dulu ya Bu,saya harus segera pulang." Ucap Rara yang ingin segera pulang.
"Eh tunggu Rara,ini kan sudah malam,bagaimana kalau kamu pulang bareng saya dan Rehan saja." Ucap Bu Rossa menawarkan tumpangan.
Sebelum Rara menjawab,Bu Rossa lekas memegang tangan Rara dan keluar dari lift.
Mata Rara melirik ke arah jam dinding,DNA melihat jam menunjukan pukul 1 malam. "Terima kasih Bu,kalau tidak merepotkan." Ucap Rara yang tidak menolak karena ia juga takut pulang selarut ini dengan Taxi online.
Rehan hanya diam dan melihat kedua wanita itu berbicara.
"Pak Rehan,saya benar - benar minta maaf pak,saya tadi tertidur." Ucap Pak Tarno yang sangat takut Rehan akan memecat nya.
"Sudah lah,ayo pulang Rehan,ini juga sudah malam,wajar saja kalau Dia tertidur." Ucap Bu Rossa yang merasa ini bukan sepenuhnya salah Pak Tarno.
Rehan lalu berjalan melewati semua orang tanpa mengatakan apapun.
"Terima kasih Nyonya."Ucap Pak Tarno.
"Iya - iya,lain kali harus lebih siap siaga,sudah lah,Ayo Rara kita pulang." Ajak Bu Rossa.
"Pulang dulu Pak Tarno." Ucap Rara dan Pak Tarno mengangguk.
Bu Rossa tersenyum melihat ke sopanan Rara pada sesama pekerja,dan berjalan keluar.
"Rehan,kamu mau kemana?,Mobil Mama di sana"Tanya Bu Rossa melihat Rehan berjalan ke arah yang berbeda
"Aku bawa mobil Ma,di parkiran."Ucap Rehan.
"Kalau begitu,Ayo Pa,kita naik mobil Rehan saja." Ajak Bu Rossa.
"Untuk apa Ma?." Tanya Pa Irwan.
"Yah kita antar Rara pulang." Jawab Bu Rossa menarik tangan suami nya,agar suami nya tak bertanya lagi dan lekas ikut.
Rehan membuang nafas dengan berat,tidak mengerti kenapa mama nya sangat ingin mengantar Rara.
Di dalam Mobil.
"Rara." Panggil Bu Rossa.
"Iya Bu."Jawab Rara.
"Kamu sudah lama kerja di kantor Rehan?." Tanya Bu Rossa.
"Baru 6 Bulan Bu." Jawab Rara.
"Oh begitu,kamu kok pulang malam sekali?."Tanya Bu Rossa lagi.
"Saya lembur Bu,soal nya tadi kerjaan saya hilang tiba - tiba di komputer ,jadi saya kerjakan ulang." jawab Rara dan Bu Rossa mengangguk
Rehan yang mendengar hanya fokus menyetir,namun ia juga mendengarkan pembicaraan kedua wanita yang duduk di belakang nya.
"kamu tinggal sama siapa saja dirumah?." Tanya Bu Rossa lagi.
"Sama Nenek dan Adik saya Bu."
"Orang tua kamu?."
"Sudah meninggal Bu." Jawab Rara dengan santai meski ia sangat mengantuk.
"Oh,maaf ya,Tante gak tahu." Ucap Bu Rossa lagi.
"gak apa - apa Bu."Balas Rara tersenyum kecil.
"Kalau boleh Tante tahu,Kamu sama Rehan pacaran ya?." Tanya Bu Rossa dan membuat Rehan yang mendengar tiba - tiba batuk - batuk.
Khuk
Khuk
Khuk
Sementara Rara tersenyum kecil dan ingin menjawab tidak,namun belum sempat menjawab Pak Irwan memotong pembicaraan mereka.
"Sudah lah Ma,Mama bertanya terus,Dia juga lelah menjawab pertanyaan Mama yang gak ada habis nya.." ucap Pak Irwan yang merasa istri nya sedang menggali informasi.
"Papa..,Mama kan hanya bertanya." Jawab Bu Rossa cemberut.
Tiba - tiba Mobil Rehan berhenti di sebuah rumah yang di beri tahu alamat nya dari Rata.. "Sudah sampai." Ucap Rehan datar.
"Makasih Ya Bu,Pak sudah mengantar saya." Ucap Rara.
"Iya nak."Jawab Pak Irwan tersenyum.
"Terima kasih juga Pak Rehan." Ucap Rara,namun Rehan tidak menjawab nya.
"hati - hati Rara." Ucap Bu Rossa dengan lembut dan Rara segera turun dari mobil.
Mobil Rehan pun kembali di jalan kan meninggalkan rumah Rara,dan segera Rara masuk ke dalam rumah,yang sudah di tunggu adik nya yang lekas membuka kan pintu untuk Kaka nya.