Mengisahkan tentang kisah cinta Daniel David Johanes seorang perwira angkatan laut yang bertemu dengan teman masa kecilnya Joanna Josephine Josep mahasiswi semester akhir fasultas kedokteran jurusan dokter gigi di Universitas Negeri Surabaya. Apakah Daniel bisa merebut hati Joanna yang sering dipanggil Anna ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nurul Ada Lagi
Rutinitas Anna tetap berjalan seperti biasanya. Sudah dua bulan dia dan suaminya bertugas di pasmar tiga ini. Berarti kondisi kesehatan kehamilan Anna sudah lima bulan dan tadi Anna sudah memeriksa kesehatannya ke poli kandungan dan hasilnya dia bersama calon bayinya sehat. Dokter kandungan merujuk Anna agar ke kota sorong bertemu dengan dokter kandungan dengan alat USG yang bagus. Disarankan Anna ke rumah sakit angkatan laut atau bisa ke rumah sakit umum.
"Mas, tadi adek periksa kandungan semua sehat. Tetapi ade penasaran pengen lihat hasil USG yang cangih."
"Kalau begitu kita ke rumah sakit angkatan laut saja ya sayang."
"Boleh mas." Daniel langsung mencium perut istrinya. Dia ajak berbicara calon anaknya.
"Anak papi yang hebat, baik - baik di perut mami ya. Jangan nakal. Harus sayang mami ya. Papi dan mami bekerja untuk kamu."
Anna sudah mendapat informasi istri Kapten yang judes kepadanya lewat nyonya Dewi Dirgantara istri dari kapten Agus Dirgantara. Ternyata namanya Nyonya Susi Haris istri dari Kapten Andi Haris. Informasi yang Anna peroleh bahwa keluarga ibu Susi itu adalah keluarga perwira tinggi.
"Katanya sepupunya adalah dokter tentara pangkat Letnan satu katanya surat perintahnya menjadi dokter di Kilik di kesatuan ini."
"Ooooo. Aku heran kenapa dia membenci saya."
"Maaf ya Anna. Katanya ibu Anna itu perebut pacar orang. Pacar sepupunya."
"Sepupunya???"
"Yang dokter, yang mau bertugas disini."
Anna mulai merangkai setiap kalimat yang di ucapkan oleh ibu Dewi. Apakah yang dimaksud dokter Nurul Pratiwi. Namun Anna kembali sadar, dia tidak mau membuang energinya untuk memikirkan hal yang tidak penting. Saat ini Dewi sedang membantu Anna menyelesaikan program kerja seksi sosial. Dalam waktu dekat akan ada kegiatan bakti sosial. Apa yang mau dilakukan dan siapkan harus di susun baik agar semua bisa berjalan dengan baik dan di setujui oleh ibu komandan selaku ketua jalasenastri di pasmar tiga ini.
"Bu Anna rumahnya rapi ya, senang berberes ya??"
"iya, suka sekali." Anna memberikan lauk dan kue yang dia buat kepada Dewi bawa pulang.
"Ibu Anna, kerja tetapi masih bisa masak dan buat kue ya."
"Aku suka kerjakan semua ini. Makanya tidak ada beban dan aku senang mengerjakannya."
Anna dan Daniel baru pulang dari kota Sorong, begitu kagetnya Daniel dan Anna waktu melihat dokter Nurul Pratiwi di pos depan.
"Sayang, apa harus ada dia di markas besar ini." Daniel langsung menggenggam tangan istrinya dan langsung di cium.
I love you Joanna Josephine Josep. Hanya kamu yang mas mau. Mas sudah berjanji kepada Tuhan untuk menjaga kamu."
Anna sudah tidak mood, berarti yang di maksud ibu Dewi itu adalah dokter Nurul.
"Mas tahu, Ibu Susi istrinya Kapten Andi Haris dan dokter Nurul Pratiwi mantan kamu itu sepupuan." Daniel langsung memeluk istrinya dan mencium belakang leher Anna istrinya.
"Mereka ngak penting dalam hidup mas. Yang penting itu kamu yang sedang mengandung buah cinta kita."
"Mas tahu, kalau dokter Nurul Pratiwi di tugaskan disini?"
"Dan mas tahu, kalau dokter Nurul juga sudah menikah dengan laki - laki orang Manado." Anna langsung melihat suaminya.
"Semua mas tahu??"
"Iya kami satu letting, jadi berita satu dengan yang lain pasti kami tahu. Namun semua itu tidak penting buat mas."
"Apa dia di tempatkan disini untuk mengoda mas lagi."
"Diakan lagi menjalani masa hukuman."
"Hukuman??"
"Iya. Pertama meninggalkan kepercayaannya, kedua dia sengaja menggugurkan anaknya. Ketiga dia KDRT suaminya."
"KDRT??? Suaminya???"
"Berkedok anggota."
Anna hanya bisa berdoa dan memberi kepercayaan kepada suaminya. Setiap pagi dia bangun, berdoa dan menyerahkan semua kekuatirannya.
Karena weekend Anna membiasakan diri joging di lapangan yang ada di depan rumah mereka. Daniel yang ketakutan langsung menemani istrinya. Sebenarnya Daniel sangat kuatir jika istrinya bertemu dengan Nurul Pratiwi.
Dua putaran sudah Daniel menemani Anna, Nurul sekarang ada di rumah dinas sepupunya Susi. Dia sedang mengamati Daniel dan Anna.
"Jangan macam - macam kak. Kamu disini karena di hukum. Seharunya kamu di pecat, namun karena om, papanya kakak. Kak Nur masih bisa berdinas disini." Nurul Pratiwi hanya mendengar nasehat adik iparnya.
Andi Haris sudah menasehati istrinya untuk jangan terlibat dengan tingkah kakak sepupunya, atau membuat masalah membantu kak Nurul. Dia takut akan berakibat buruk bagi kak Nurul dan bagi kariernya.
"Kamu dengar aku ma, jangan merusak karier aku."
"Iya Pa."
"Jangan ngarang - ngarang cerita tentang Mayor Marinir Daniel Johanes dan istrinya. Ingat itu mas. Aku ngak mau di hukum karena istri yang tidak disiplin."
"Iya pa."
Saat ini Kapten Marinir Andi Haris sangat tidak suka keberadaan kak Nurul Pratiwi di rumah dinas mereka.
Anna dan Daniel yang baru selesai joging langsung mandi dan mulai menyiapkan sarapan. Anna langsung masak berat karena tadi mereka hanya menikmati sarapan kue dan roti.
btw turut berdukacita juga atas dipanggil pulang Opa tercinta
sayang sekali, Alena sudah tidak perawan, kalau masih perawan, meskipun orang tua sudah setuju, tinggalkan saja Daniel, biarkan Daniel berjuang untuk mendapatkan Alena , ini ya sudah sulit
Anna harus jual mahal, supaya Daniel dapat pelajaran, kalau untuk mendapatkan kamu, Daniel harus berjuang
mestinya ceritanya Daniel dan Anna tidak tinggal satu rumah dulu yah, meskipun ada orang tua, biarkan Anna kost di luar, dan mereka berdua harus menjaga kekudusan mereka sampai selesai pemberkatan