NovelToon NovelToon
Dari Benci Menjadi Bucin

Dari Benci Menjadi Bucin

Status: tamat
Genre:Idola sekolah / Tamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖

Kenzo yang keras dan Anisa yang berani selalu tak akur, saling berselisih setiap hari. Namun saat terpaksa bekerja sama, benci perlahan berubah menjadi cinta manis yang tak disadari keduanya. Dari yang saling menentang, kini berubah menjadi tak bisa berpaling satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25.Janji Saling Membantu

Setelah melewati cobaan berat bersama dan berhasil bangkit berdiri tegak, hati Kenzo maupun Anisa kini terasa semakin erat terjalin. Mereka menyadari betapa berartinya kehadiran satu sama lain saat dunia terasa berat. Dan pada sore yang tenang itu, di ruangan yang perlahan sepi, di bawah sisa cahaya matahari yang meredup, keduanya berdiri berhadapan dengan hati yang tulus untuk mengucapkan satu janji sederhana namun bermakna mendalam.

Kenzo menatap Anisa lekat-lekat, matanya memancarkan ketulusan yang tak disembunyikan lagi. Napasnya diembuskan perlahan, seakan menyusun kekuatan untuk mengucapkan kata-kata yang akan menjadi pegangan hati mereka selamanya.

"Anisa..." suaranya terdengar rendah namun begitu jelas dan tegas. "Selama ini kau sudah banyak membuktikan padaku. Bahwa kau tak hanya kuat berdiri sendiri, tetapi juga sanggup menjadi penopang saat aku mulai goyah. Maka hari ini... aku berjanji padamu. Akan selalu ada untukmu. Tak peduli apa pun yang terjadi, tak peduli seberapa berat cobaan yang datang, aku tak akan membiarkanmu menghadapinya sendirian. Saat kau kesulitan, aku akan menolong. Saat kau rapuh, aku akan menguatkan. Saat kau menangis, aku akan ada di sisimu. Akan kubantu kau berdiri tegak, sama seperti yang pernah kulakukan untuk diriku sendiri."

Anisa menatapnya dengan mata yang perlahan berkaca-kaca. Kalimat-kalimat itu menyentuh hatinya begitu dalam, hingga tak mampu ia menahan rasa haru yang meluap-luap. Ia tak menyangka akan mendengar janji seindah itu dari mulut seseorang yang dulu selalu bersitegang dengannya. Perlahan ia menarik napas panjang, lalu menatap balik ke dalam manik mata Kenzo dengan ketulusan yang sama.

"Dan aku pun berjanji padamu, Kenzo," jawab Anisa pelan namun penuh keyakinan, suaranya bergetar namun teguh. "Kau tak perlu selalu menanggung beban sendirian sambil tersenyum tenang di hadapan semua orang. Jika suatu saat hatimu terasa berat, jika suatu saat kekuatanmu mulai habis... datanglah padaku. Biarlah aku menjadi tempatmu beristirahat sejenak. Biarlah aku yang membantamu menanggung beban itu. Aku akan mendengarkanmu, menguatkanmu, dan menemani langkahmu. Karena sejak hari itu kita berjuang bersama... nasibmu juga menjadi nasibku."

Kenzo menatapnya lekat-lekat, lalu perlahan tangannya terulur lembut menggenggam kedua jemari Anisa. Genggamannya hangat, kokoh, namun penuh kelembutan seakan tak ingin menyakiti sedikit pun. Anisa pun membalas genggaman itu erat, merasakan kekuatan dan ketulusan yang mengalir dari ujung jemarinya hingga ke dalam hati.

"Mulai sekarang..." lanjut Kenzo perlahan, matanya tak beralih sedikit pun dari wajah Anisa, "...kita tak lagi menyembunyikan kesulitan satu sama lain. Tak ada yang malu meminta tolong. Tak ada yang gengsi mengakui kelemahan. Karena kita adalah dua orang yang saling melengkapi. Saat kakimu lelah, aku yang akan mendampingi langkahmu. Saat pikiranku buntu, kaulah yang akan memberi jalan keluar. Kita saling bantu, Anisa. Dalam keadaan apa pun. Sampai kapan pun."

"Ya..." Anisa mengangguk pelan, air mata bahagia menetes halus di pipinya namun ia tak lagi menyembunyikannya. "Kita saling bantu. Dalam suka maupun duka. Dalam mudah maupun sulit. Tak akan kubiarkan kau jatuh sendirian. Dan aku tahu... kau pun tak akan membiarkanku jatuh."

Di ruangan yang tenang itu, di bawah cahaya senja yang perlahan memudar, janji sederhana itu terucap dan membekas dalam hati keduanya. Bukan janji yang diucapkan di hadapan banyak orang atau dengan kemegahan kata-kata. Namun justru karena kesederhanaannya, justru karena diucapkan dengan tulus di ruang sepi hanya berdua saja... janji itu terasa begitu nyata, begitu kokoh, dan begitu berharga.

Mereka pun akhirnya memahami satu hal indah: pertemanan dan rasa yang tumbuh di antara mereka bukan berarti saling memiliki atau saling mengekang. Melainkan saling melengkapi kekurangan, saling mengisi kekosongan, dan menjadi kekuatan satu sama lain saat dunia di luar terasa penuh badai. Bahwa dengan berdiri berdampingan dan saling membantu, tak ada rintangan yang tak mampu mereka lewati. Dan janji sederhana sore itu... menjadi kunci yang akan selalu mereka pegang teguh ke depannya—bahwa selama mereka saling membantu dan melengkapi, langkah ke depan tak akan pernah terasa berat lagi.

BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!