NovelToon NovelToon
Monarch System

Monarch System

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Barat / Tamat
Popularitas:667.2k
Nilai: 4.2
Nama Author: Shins

Hayashi Shin adalah seorang pelajar 16 tahun sekolah menengah atas kota X. Shin adalah pelajar tampan namun pendiam meskipun dia pelajar yang pintar di mata pelajaran maupun olahraga dia tak pandai bersosialisasi hingga tak terlihat mencolok diantara pelajar populer lainnya..

Suatu hari seusai pelajaran olah raga dia mendapat giliran mengembalikan alat olahraga. Ketika munuju gudang dia melihat pembullyan yang dilakukan oleh sekelompok pelajar disekolah tersebut. Shin yang tak ingin terlibat dalam hal tersebut tanpa sengaja terlibat dalam kegiatan pembullyan itu. Shin yang kesabarannya habis marah dan menghajar salah satu pembully dan terkena skorsing dari dewan guru.

Sewaktu masa skorsing selesai Shin tak masuk sekolah Dan kemudian terjadi insiden kebakaran di asramanya yang mengakibatkan dia terjebak lalu mati di dalam gedung asrama tersebut.

Tanpa diduga Shin yang berfikir dia telah mati jiwanya terlempar dan memulai hidup di dunia Sihir bernama Sagart.

PERHATIAN : INI HANYA TULISAN KHAYALAN AUTHOR, CERITA DIDALAMNYA MURNI HANYA IMAJINASI.

Tambahan : Sedang di revisi author - mungkin nanti sekalian s2nya di gabung disini biar pembaca gak ribet nyari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shins, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch - 14. Itu Hanya Masa Lalu

"Apa!!" Teriak Yuki kaget

Teriakan Yuki bahkan memenuhi ruangan goa, karena suaranya memantul di dinding dinding dalam Goa,

Bahkan sangking kerasnya membuat setiap inci gendang telinga Shin bergetar,

'Apa yang apa! aku juga kaget mengetahui hal itu, tapi kenapa harus menaikkan volume suara di goa yang kecil ini.' pikir Shin

Shin kini hanya bisa menutup telinga dengan tangannya untuk meredam suara yang menabrak gendang telinga miliknya,

"Bisakah kamu kecilkan suaramu." keluh Shin lirih berharap Yuki mengerti bahwa mereka sedang berada di dalam goa.

'Ibu memang benar, jangan pernah menyakiti wanita karena wanita yang tersakiti lebih kejam daripada pembunuh! Aku jadi semakin kasian membayangkan bagaimana nasib laki laki yang akan bersama Yuki di masa depan. Yuki yang masih kecil saja hampir membuatku tuli ketika dia marah, bagaimana jika dia sudah dewasa.' pikir Shin

Kejadian ini membuat Shin berfikir bahwa dia tak bisa sembarangan membuat Yuki marah ketika nanti mereka sudah dewasa.

"Maaf." Ucap Yuki lirih,

'Bukannya dia marah kenapa dia minta maaf? aku semakin tak mengerti dengan gadis kecil ini.' pikir shin

"Lupakan." jawab Shin mengabaikan pemikirannya,

Seharusnya Shin yang meminta maaf, karena dia yang bersalah tak menjelaskan lebih awal, tapi Shin berfikir yang lebih penting adalah informasi.

"Apa kamu tau tentang dunia ini?" tanya Shin yang masih pemula dan tak mengerti tentang dunia yang ditinggali saat ini.

Shin bisa melihat senyum dari bibir kecil Yuki, berbuat Shin berfikir bahwa yuki tau segalanya tentang dunia ini.

"Jadi kamu mau bertanya tentang apa? tapi sebelum itu kamu harus mengingatku di kehidupan sebelumnya." ucap Yuki,

Seolah diterpa badai ucapan Yuki membuat Shin memutar otak kembali, bayaran informasi yang Shin inginkan adalah Shin harus mengingat Yuki di dunia sebelumnya,

Tapi siapa sebenarnya Aikasa Yuki ini? apa dia ketua OSIS? anak dewan sekolah?

'Aku tak tahu! dan sama sekali tak memgingatnya.' pikir Shin,

Semakin shin memutar otak untuk mengingat, otaknya semakin terasa panas, Shin jadi berfikir berurusan dengan gadis lebih merepotkan dari pada belajar matematika.

Shin tertunduk di depan api unggun karena dirinya merasa tak bisa mengingat siapa identitas asli gadis kecil di sampingnya.

'Apa? kenapa respon yang dilakukan begitu! apakah dia memikirkan hal hal mesum di dalam kepalanya?' pikir Yuki yang melihat Shin tertunduk di depan api unggun.

Shin yang tertunduk perlahan melirik kearah Yuki, Membuat Yuki secara reflek memalingkan wajahnya, Yuki takut jika Shin melihat wajahnya, dia akan tahu bahwa yuki sedang memikirkan hal hal yang tidak pantas.

"Baiklah, lanjutkan ceritamu." ucap Shin menyerah dengan pertanyaan,

Mendengar ucapan Shin, Yuki berfikir bahwa Shin sama sekali tak bisa mengingat dirinya, tapi Yuki merasa senang karena Shin kini mulai tertarik padanya.

•Kota X

"Huft~ akhirnya kembali ke sekolah." ucap gadis cantik dengan seragam sekolahnya,

Gadis itu bernama Aikasa Yuki, Gadis berumur 16 tahun yang memiliki paras cantik, dengan rambut hitam halus serta pupil mata Hijau layaknya batu emerald,

Aikasa Yuki adalah gadis yatim piatu, yang hanya memiliki kakak dan ayah angkat, Meskipun ayah angkatnya adalah orang yang kaya, Namun gadis itu tetap bekerja keras dalam profesinya,

Yuki berkerja sebagai single idol di perusahaan hiburan terbesar di kota J, meski Yuki bekerja siang dan malam karena jadwalnya yang padat, dia tetap merasa bahwa pekerjaan yang dia lakukan sangat menyenangkan.

Berkat kecantikan dan suaranya yang khas, Yuki dengan cepat terkenal di negara C,

Yuki tersenyum bangga karena dia memiliki penghasilan sendiri,

Dan sekarang dia sedang berjalan menuju gerbang sekolah Canville yang sesekali dia hadiri.

Ketika dia mulai memasuki gerbang Yuki tanpa sengaja melihat kepulan asap hitam yang datang dari apartemen asrama sekolahnya,

"Apa! kebakaran?" ucap Yuki yang melihat asap tersebut,

Dengan sigap Yuki segera memanggil pemadam kebakaran melalui smartphone miliknya, Yuki takut, jika dia tidak cepat kebakaran akan merambat dan menjadi lebih besar.

'Itu seperti dari apartemen yang menjadi asrama murid laki laki.' pikir Yuki,

Setelah memanggil pemadam kebakaran melalui panggilan ponsel, Yuki segera berlari menuju kantor kepala sekolah untuk memberi tahu kepala sekolah bahwa telah terjadi kebakaran di asrama laki laki.

Tetapi sebelum sampai ke sana Yuki sudah melihat kepala sekolah dan para guru berlari kearah asrama yang terbakar,

Yuki yang melihat para guru berlarian segera mengikuti mereka bersamaan dengan para murid lainnya,

Bisa dilihat dari kejauhan bahwa para pemadam kebakaran sedang berusaha memadamkan api yang terus berkobar.

"Apa kenapa bisa terjadi?" ucap kepala sekolah disana

"Kepala sekolah.." ucap seorang guru yang berbisik pada kepala sekolah yang berada di bagian belakang tak jauh dari batas yang diberlakukan petugas pemadam kebakaran.

Kepala sekolah yang berdiri disana bersama para murid tampak shock setelah mendengar apa yang guru tersebut bisikkan.

Tak berapa lama setelah itu, Yuki melihat seorang petugas pemadam membawa seorang anak laki laki yang terjebak dalam kebakaran tersebut,

Anak itu masih bertahan hidup di dalam kobaran api yang terjadi, mereka bertindak cepat dengan melarikan siswa itu ke rumah sakit untuk di beri perawatan maksimal.

Tapi takdir berkata lain, sayang sekali sebelum tiba di rumah sakit anak laki laki itu kehilangan nyawanya.

Berita itu membuat heboh di kota X,

"Anak pintar yang malang."

Banyak judul yang berbeda beda, tertera didalam koran atau berita televisi.

Para murid dan guru dari sekolah juga mengadakan peringatan kematian ke rumah keluarga anak laki laki itu selama 7 hari.

Dihari pertama hingga hari terakhir Yuki yang selalu berkunjung bisa melihat kesedihan yang sangat dalam dari adik perempuan Shin dan kedua orang tuannya,

Yuki memang tak mengenal Shin, hanya saja dia sering melihat atau berpapasan dengannya ketika berada disekolah, hal itu juga yang membuat Yuki tetap mengikuti kunjungan ke rumah Shin 7 hari berturut turut, meskipun itu harus mengundurkan jadwal konser miliknya.

Setahun berlalu setelah kejadian heboh itu, kini Yuki berada di tahun kedua, entah kenapa Yuki bisa masuk kelas A meskipun nilainya biasa biasa saja.

Yuki merasa bangga bisa masuk kelas tersebut, Tapi pekerjaan Yuki sebagai idol juga membuat ruang kelas kadang terasa sunyi, Yuki berfikir wajar karena memang rumor adalah hal yang sulit di bendung untuk orang seperti dirinya.

Suatu hari Yuki pulang larut malam, hal itu di karenakan syuting iklan yang berantakan karena anggota figuran yang tidak kompeten.

Ketika Yuki berjalan melewati taman, Yuki merasa ada yang mengikutinya dari belakang, suasana taman yang tak seperti biasanya membuat perasaan yuki merasa takut dan cemas.

Yuki bisa melihat bayangan yang terus mengikutinya,

Yuki yang merasa resah secara reflek berlari jauh meninggalkan bayangan tersebut,

Dengan perasaan takut dan kalut, Yuki terus berlari tanpa memperhatikan jalan, dipikirannya hanya berfikir untuk kabur dari bayangan yang terus mengikutinya,

Hingga tanpa sadar dia menyebrang tanpa memperhatikan sekitar, Yuki yang kehilangan kesadaran karena tertabrak truck-kun mengira dirinya telah mati,

Namun ketika dia sadar, Yuki mengetahui bahwa dia terlahir kembali dengan semua ingatannya yang masih utuh,

Yuki yang membuka mata menyadari bahwa perempuan dihadapannya adalah ibunya, Yuki juga bersyukur bahwa dia terlahir kembali sebagai putri bernama Charlote ve Astard.

Tapi pada akhirnya semua itu hanyalah sebuah status! Yuki berfikir bahwa dia kaya dan tak perlu bekerja karena dia seorang putri,

Namun semua itu hanyalah khayalan semata, Meski Yuki mewarisi wajah cantik ibunya, warna rambutnya yang hitam membuat Yuki berbeda dengan keturunan raja lainnya, hal itu membuat sang raja berfikir bahwa Yuki adalah anak haram sang ratu.

Selain itu Yuki lahir dengan kekuatan spesial dan itu terlihat di usia 2 tahun,

Yuki merasa senang dengan kekuatan barunya, hingga ia memperlihatkan kekuatan itu pada ibunya, Sang ratu yang melihat kekuatan yuki segera memeluk erat tubuh Yuki karena rasa bangga,

Tapi sang ratu juga merasa takut, hanya dengan rambut Yuki yang berbeda mereka di kurung di istana isolasi, bagaimana jika raja tahu Yuki memiliki kekuatan seperti itu?

Sang ibu menyuruh Yuki untuk merahasiakan kekuatannya, Namun saudara tiri Yuki mengetahui hal itu dan melaporkannya pada raja,

Raja ingin membunuh ratu dan anaknya namun karena ibu Yuki adalah anak dari bangsawan yang memiliki pengaruh dewan, Raja tak bisa melakukannya, Sehingga hukuman raja di ganti menjadi seumur hidup tinggal di istana isolasi,

Sang ratu merasa beruntung karena hanya itu hukumannya, yang ia takutkan jika hukumannya adalah eksekusi mati putrinya.

3 tahun Yuki dan ratu dikurung, Yuki belajar membaca dan menulis tulisan dunia itu bersama ibunya didalam kastil yang terisolasi,

Lambat laun perasaan yuki yang membenci raja semakin tumbuh, Namun ratu selalu meminta Yuki agar tak membenci sang raja yang merupakan ayahnya.

Ratu selalu bilang "meskipun dia kejam dia tetap ayahmu."

Dalam hati sang ratu, dia juga membenci raja, seorang yang merenggut kebebasannya, tapi ratu tak ingin Yuki hidup selimuti dendam, apa lagi sang ratu tidak ingin Yuki merasa menyesal telah membunuh ayah kandungnya sendiri.

Yuki merasa ibunya terlalu bodoh karena mau menikahi sang raja, meski itu adalah pernikahan untuk kepentingan politik.

4 tahun kemudian persiapan raja sudah matang, Yuki dan ratu akan dikirim ke kuil untuk dieksekusi,

Saat itu Ratu dirundung putus asa berfikir bagaimana cara untuk menyelamatkan putrinya, Pada akhirnya dalam perjalanan ke kuil mereka kabur dari kereta ketika penjaga lengah,

Mereka berhasil kabur untuk sementara namun sang ratu harus berkorban nyawa untuk memberi kesempatan Yuki agar bisa kabur lebih jauh.

Yuki yang terus berlari mengarah ke hutan Shanva untuk bersembunyi dari kejaran para prajurit, Setelah beberapa hari terus berlari dan menyelinap di kereta pedagang akhirnya dia sampai di hutan Shanva dan bertemu Shin.

......................

"...." Shin terdiam mendengar seluruh cerita Yuki, tapi shin juga sama sekali tak memberi komentar apapun tentang hal tersebut.

Shin bisa mengerti kenapa Yuki menghentikan ceritanya, Shin yang duduk terdiam bisa mendengar nafas Yuki yang resah, Seolah ia tak sanggup melanjutkan ceritanya,

Shin ingin berkata sesuatu untuk menenangkan hati Yuki, namun mulutnya terkunci seolah dia tak bisa berbuat apa apa untuknya.

"Tidurlah untuk sekarang." ucap Shin setelah mendengar cerita panjang Yuki,

Shin bisa melihat wajah Yuki terlihat lelah, tapi Shin berfikir wajar karena meskipun jiwa mereka berusia 17 tahun, namun tubuh mereka masih kecil, sehingga itu tak menyanggupi aktifitas yang ingin mereka lakukan.

Mendengar ucapan Shin, Yuki bangkit dari tempatnya menuju kearah bulu beruang yang dia tempati sebelumnya,

Shin juga mengeluarkan bulu beruang lainnya untuk alas tidurnya, Shin mengelar bulu itu tak jauh dari Yuki, Shin berfikir mungkin saja Yuki akan bermimpi buruk setelah menceritakan hal tentang dirinya.

"Shin." Ucap Yuki pelan

"Iya." jawab Shin menoleh kearah Yuki.

"Mau kah kau tidur di dekatku." ucap Yuki lirih,

"Apa?" kata Shin kaget mendengar kata Yuki,

'Apakah dia mengajakku untuk tidur bersama? pikiranku merasa aneh di suatu sisi.' pikir Shin dalam benaknya

"Lupakan." ucap Yuki sambil menarik selimut bulunya sambil membelakangi shin,

Shin merasa bingung menanggapi respon Yuki,

'Apa dia takut? atau dia tak ingat meskipun tubuh kami kecil jiwa kami adalah jiwa berumur 17 tahun dimana umur pubertas berlaku.' pikir Shin,

Shin yang tak ingin membuat yuki marah meletakkan bulu alas tidurnya di samping milik Yuki,

Shin lalu berbaring di sana sambil memandang atas goa dengan pencahayaan api unggun tak jauh dari tempat mereka berada.

Shin melirikYuki yang hanya diam tak bersuara,

Shin bisa merasakan kesedihan Yuki sedikit mereda karena Shin bersedia berada didekatnya.

"Ehmm, Apa tak apa aku memanggilmu Yuki?" ucap shin disela pandanganya pada langit goa.

Yuki hanya terdiam tak menjawab pertanyaan Shin, Yuki berfikir itu terlalu awal untuk saling memanggil nama mereka, meskipun tanpa sadar selama ini Yuki selalu memanggil nama Shin,

Tapi Shin berfikir lain, karena Yuki tak menjawab, Shin berfikir bahwa dia diperbolehkan untuk memanggil nama Yuki,

"Hei, Yuki apa kamu tak takut aku melakukan sesuatu." ucap Shin untuk memecah keheningan,

"!!!" Yuki kaget mendengar perkataan Shin yang secara tiba tiba,

Shin melirik Yuki yang sedari seolah tak ingin menatapnya, namun dalam lirikan itu Shin bisa melihat telinga Yuki yang sedikit memerah meskipun dalam goa hanya ada pencahayaan dari api unggun.

"Apa yang kau kataka..---" Ucap Yuki sambil berbalik untuk melihat Shin, Namun kata katanya terhenti saat wajah mereka terlalu dekat dan hampir bersentuhan, dengan cepat Yuki pun berbalik kembali karena kejadian itu,

"Apa yang kau katakan.. Emang tubuh kecilmu bisa apa?" ucap Yuki menutupi rasa malunya,

'Sial! itu kata yang menggoda, meskipun kata tersebut datang dari tubuhnya yang masih kecil.' pikir shin

"Iyah, mungkin tidak sekarang." Ucap Shin menimpali kata kata Yuki, Shin bisa melihat telinga yuki memerah kembali, Hal itu pun membuat Shin penasaran apa yang sedang Yuki pikirkan.

"17 dengan 26 kah." Ucap Shin lirih

"Iya?" jawab Yuki, membuat Shin mengerti bahwa Yuki belum terlalap, Shin pun menjelaskan apa maksud dari kata katanya,

"Ehm~, aku mati umur 17 tahun + 13 hari, kamu 17 tahun + 9 tahun, apa aku harus memanggil Tante mulai sekarang." ucap Shin mencoba mengejek Yuki.

Mendengar kata Shin, Yuki menggeser sikunya dengan keras kebelakang hingga mengenai perut samping Shin,

"Shin, apa kau sudah bosan hidup?" Ucap Yuki dengan nada kesal.

Menyebutkan umur wanita memang hal tabu, tapi melihat sikap Yuki, Shin mengerti meski nada bicaranya kasar Yuki tidak merasa marah pada apa yang diucapkan oleh Shin,

Hal itu membuat Shin berfikir sikap Yuki yang sekarang berbeda sekali dengan saat pertama kali mereka bertemu.

"Pftt~" Shin menahan tawa dari mulutnya karena kejadian yang baru saja terjadi,

Lalu meraka pun terdiam satu sama lain cukup lama setelah percakapan itu,

Shin tak pernah berfikir bahwa mereka berasal dari dunia sama,

'Apakah karena itu sistem ingin aku menyelamatkannya?' pikir Shin tentang alasan sistem.

Meskipun mereka baru bertemu Shin tak mengerti entah perasaan familiar apa yang dia rasakan,

Shin berfikir mungkin itu adalah rasa senang karena mengetahui mereka berasal dari dunia yang sama,

'Aku cukup senang kita bisa bicara bebas sekarang tak seperti saat pertama kali bertemu.' pikir Shin sambil menoleh kesamping menatap punggung yuki.

Shin larut dalam pikirannya karena semua kejadian hari ini, perpisahan dan pertemuan.

Meskipun dia merasa senang, tubuh kecilnya terasa lelah dan memaksanya untuk tidur melewati malam hari ini.

......................

1
Baday ys
mc kok jd begok..tinggal bantai aja..plin plan kyk org fingok
panggil aja “ber”
/Plusone//Good/
Ciklung
/Skull/
Sang M
cerita gak jelas, bocil gak jelak. dancoook
Orimura Ichika: kalau lagi ada beban hidup sini cerita
total 2 replies
Soun
budak sistem🗿
Gabutdramon
lumayan
Taupik Banie
Luar biasa
Vincent Da Vinci
x jadi nak Baca cerita ni... ngelantur nya yg banyak.
Vincent Da Vinci
Pada saya lh... Mc ni bukan hanya bodoh Pada perasaan wanita sahaja, tp bodoh dalam segalanya....banyak pertanyaan yg dia tidak tahu, kenapa asyik ngelantur shj... apa gunanya sistem kalau tidak bertanya? jangan khayal syok sendiri thor..... revisi baik2 supaya senang difahami ceritanya.
Vincent Da Vinci
bodoh juga Mc ni
Entah Berantah
10 thor
Harman LokeST
seeeeeeeeeeeeeeemmmaaaaaaaaaannngggaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaTtttttttttttttttttt
Adryan Eko
ini anak kenapa jadi tempramental semenjak shin makin dekat, jadi dia yg dominasi dah
Adryan Eko
sorcerer
Adryan Eko
naisss.. lord Summoner.. job class langka, gw suka sama yg berbau Summoner
AresKaiser
Hahaha
AresKaiser
Dilarang masuk or tidak di izinkan masuk?
Alex The Gacha Wolfie
sip
jingga
👎👎👎👎👎👎
♨️ C A H 💧 A N G O N ♨️
kwkwkwkwk....summoners gw malah mentok smua di A+....
Nocriz Biru: Mampir baca kak, ke Novel Singgasana Ilahi. MC Cerdas dan Berpengetahuan. Semoga kakak mau :)
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!