NovelToon NovelToon
MY LITTLE HUSBAND

MY LITTLE HUSBAND

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: athania

Dijodohkan dengan lelaki yang lebih muda 5 tahun darimu, apa kamu mau?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon athania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Candid

Suasana pagi yang sibuk, hari ini tepat tanggal 13 desember adalah hari pertunangan Olivia dan Rey. Dewi Fortuna nampaknya sedang berpihak pada Olivia, bagaimana tidak. Keinginannya untuk mengadakan pesta pertunangan yang hanya di hadiri oleh anggota keluarga di kabulkan oleh Alex calon mertuanya, bahkan pesta ini tidak di gembar gembor kan. Mengingat om Alex adalah salah satu pengusaha sukses yang sedang naik daun, para reporter tentu akan berkumpul jika berita ini sampai bocor. Om Alex memutuskan akan memberitahu media nanti jika nanti Rey dan Olivia akan resmi menikah. Selama kurang lebih satu tahun ini biarlah keduanya bebas untuk berprivasi tanpa ada pemberitaan yang buruk tentang perjodohan ini.

Pesta di adakan di rumah keluarga Hutomo, rumah mereka sudah cukup luas dan mewah, orang yang di percaya mendekor ruangan hanya tinggal menambah sedikit pernak pernik untuk menambahkan kesan simple pada pesta sederhana tersebut.

Olivia masih berada di dalam kamar tamu, ia masih belum selesai dengan penampilannya. Penata rias sedang menambah sedikit alas bedak untuk mengakhiri riasannya kali ini. Olivia memang tidak menginginkan make up yang menor, ia ingin terlihat senatural mungkin. Meski begitu ia tetap terlihat cantik dengan gaun putih selututnya, rambut terurai panjang di beri hiasan sebuah jepitan dengan manik-manik yang serupa dengan gaun yang di pakainya.

"Olivia. ." panggil Clarisa begitu masuk ke dalam kamarnya, dia datang bersama Shada membawa sebuah kotak berukuran sedang dengan pita berwarna pink di atasnya.

"Hai teman-teman" sapa Olivia dengan raut wajah gembira memeluk dan mencium pipi kanan dan kiri temannya secara bergantian.

"Kamu sangat cantik" puji Shada melihat penampilan temannya yang berbeda, mendengar hal itu pipi Olivia merona. "Oia ini untukmu"

"Terima kasih, kalian tidak perlu repot-repot sampai memberikanku hadiah" ucap Olivia menerima bingkisan yang di berikan Shada.

"Mana calon tunanganmu? apa kalian berdandan di tempat yang berbeda?" tanya Clarisa mengedarkan pandangannya, dia belum tahu dengan siapa Olivia akan bertunangan, dia begitu penasaran.

"Iya, dia sedang di kamarnya" jawab Olivia singkat.

"Padahal aku ingin segera melihatnya, dia pasti sangat manly sekali ya. Bagaimana apa dia benar-benar seorang CEO yang dingin? angkuh? keras kepala? tubuhnya pasti tinggi? kekar?" begitu banyak pertanyaan yang terucap dari mulut Clarisa membuat Olivia tersenyum kecut.

"Pokoknya kamu akan terkejut melihatnya" ucap Shada menimpali membuat Clarisa semakin bertanya-tanya.

"Apa dia seorang duda? dia pasti duda kaya ya? apa calon mertuamu juga angkuh sama seperti calon tunanganmu?"

"Haha! pertanyaanmu aku tidak bisa menjawabnya Clarisa, kamu terlalu banyak membaca novel dan menonton sinetron kumenangis" Olivia tertawa kecil, ia tidak ingin memberi clue apa pun pada salah satu temannya ini, biarlah dia akan melihat Rey sendiri.

"Tapi aku sangat penasaran" keluhnya memasang wajah yang sok imut.

"Nanti juga kamu akan melihatnya" Shada dan Olivia saling berbalas pandangan.

Di ruangan lain Rey sudah bersiap dengan setelan jas dan celana hitamnya. Dia sedang melihat pantulan dirinya di cermin, membelokan tubuhnya ke kanan dan ke kiri kemudian merapikam rambutnya.

"Putra kesayangan ibu tampan sekali" puji ibu Rey menghampiri, lelaki itu nampak merangkul wanita yang telah melahirkannya.

"Terima kasih bu pujiannya, hari ini ibu juga sangat cantik" Rey mendapat sebuah kecupan di pipi kirinya, ibu masih memperlakukannya seperti anak kecil padahal status Rey akan berubah menjadi calon suami untuk seorang gadis.

"Acaranya sudah akan di mulai sebaiknya kamu cepat keluar"

"Baik bu" Rey pun pergi terlebih dahulu meninggalkan ibunya yang berbincang dengan penata rias Rey. Dia melangkahkan kakinya menuju ruang utama pesta, namun saat akan melewati kamar tamu.

Duggg

Seseorang yang keluar dari kamar tempat Olivia berias tiba-tiba menabrak Rey.

"Maaf maaf aku terburu-buru dan tidak sengaja" Clarisa menundukkan tubuhnya.

"Tidak apa-apa" Rey merapikan pakaiannya, dia kembali melanjutkan perjalanannya.

"Tunggu adik kecil!" teriak Clarisa sedikit berlari mencegah Rey sebelum menjauh. "Ini sepertinya bungamu terjatuh" dia menyodorkan satu tangkai bunga kecil.

"Terima kasih" rupanya bunga yang disematkan di kantung jasnya jatuh saat tabrakan tadi.

"Hati-hati ya adik" ujar Clarisa kemudian memutar tubuhnya kembali ke kamar tamu.

"Adik? sudah dua kali dia memanggilku seperti itu, apa aku ini adiknya!" keluh pemuda yang sedang menaruh bunga kecil itu pada tempatnya kembali.

Acara pertunangan pun di mulai, semua anggota keluarga masing-masing, beberapa orang teman dan para pelayan pun berkumpul duduk di bangku yang telah di sediakan, mereka sedang menanti kehadiran pasangan muda mudi yang akan meresmikan hubungannya hari ini.

"Aku sangat tidak sabar ingin melihat calon tunangan Olivia" seru Clarisa pada shada.

"Aku juga"

Riuh tepuk tangan pun menyeruak kala pasangan itu masuk dan berjalan di sebuah karpet merah yang berhiaskan bunga-bunga di pinggirannya.

"Mereka sangat serasi" ucap Laras pada ibu Rey, calon besannya itu mengangguk cepat, setuju dengan pernyataannya. Para ibu ini saling memuji calon menantunya, mereka nampak senang. Sedangkan para ayah sibuk tertawa terbahak-bahak, antara ikut bahagia dengan pertunangan ini atau karena gembira perusahaan mereka yang sedang di landa keuntungan melimpah. Daniel nampak menyiulkan jarinya seperti melakukan selebrasi kemenangan, para pelayan, sopir dan penjaga turut hadir sebagai saksi.

Olivia dan Rey berjalan menuju sebuah panggung kecil tempat mereka akan menyematkan cincin di jari pasangannya.

"Mana calon tunangan Olivia? kenapa dia di antar oleh anak remaja ke sana?" tanya Clarisa belum mengerti.

"Itu calon tunangannya!" tegas Shada masih ikut bertepuk tangan.

"Kau gila ya? anak kecil itu?" tanya Clarisa lagi memastikan.

"Iya, nanti aku akan menceritakannya padamu"

"Huahahaha, huahahaha, huahahaha" suara tawa Clarisa terdengar cukup kencang hingga orang-orang yang berada di sana berhenti dengan aktifitasnya dan menoleh memperhatikan kedua teman Olivia tersebut.

Shada dengan sigap menutup mulut teman yang ada di sampingnya, dia tersenyum kikuk, suasana berubah hening karena tawa Clarisa.

"Maaf maaf silahkan di lanjutkan acaranya"

"Emmmmm emmmm" Clarisa meronta ingin melepaskan tangan Shada dari mulutnya.

"Aku akan melepaskan tanganku asal kau berhenti tertawa!" Clarisa mengangguk-anggukan kepalanya.

Perlahan Shada melepaskan bekapannya.

"Wkwkwkwkwkwkwk, kenapa Olivia bertunangan dengan anak kecil, tinggi mereka. Hahahaha" Clarisa masih belum bisa menahan tawanya, meski volume suara tawanya lebih kecil di bandingkan yang sebelumnya.

"Iiishhh aku sudah memperingatkanmu!"

"Iya iya maaf" Clarisa berusaha mengontrol emosinya meski sebenarnya dia masih menahan geli.

"Aku akan menceritakannya nanti, kita lihat dulu pesta pertunangan ini hingga selesai" pinta Shada karena ingin pesta pertunangan sahabatnya ini berlangsung khidmat.

Acara penyematan cincin pun di mulai, sebuah cincin perak dengan berlian kecil pun kini terpasang di jari manis Olivia, tak lupa gadis itu pun menyematkan sebuah cincin perak polos di jari manis Rey. Mereka nampak mengangkat kedua tangannya memamerkan cincin yang di pakainya sebagai tanda mereka kini serius untuk melanjutkan perjodohan ini menuju jenjang selanjutnya.

Suasana pun menjadi semakin riuh, meski ini hanya sebuah pesta sederhana. Momen itu pun di abadikan, fotografer yang hadir di sana akan memotret pasangan baru itu dan mengarahkan gayanya.

Olivia nampak merangkul lengan Rey.

"Pak bisakah aku meminta sesuatu" ucap Olivia tiba-tiba.

"Ada apa nona?" tanya sang fotografer sebelum memotret.

"Bolehkan kaki calon suamiku ini di edit? di buat memanjang jadi lebih tinggi dari pada aku?" permintaannya ini membuat orang-orang di sana bergelak tertawa.

"Bisa nona, tapi aku harus meminta persetujuan pasanganmu, kakinya lah yang akan di edit"

Olivia menatap Rey lekat.

"Tidak usah di edit, di buat apa adanya saja" Olivia sebenarnya sudah memiliki firasat nanti Rey akan menolak permintaannya.

"Kenapa tidak mau? kamu mau nanti foto kita di pajang dengan tinggimu yang. . semua anggota keluarga kita akan melihatnya nanti bahkan anak-anak kita juga"

"Anak kita? sepertinya kau berniat ingin segera memiliki anak bersamaku" Rey tersenyum smirk memandang Olivia.

"Bu-bukan begitu, maksudku. ." wajah Olivia menyemburatkan kemerahan.

"Jadi bagaimana mau di edit atau tidak?" tanya fotografer ingin segera menyelesaikan tugasnya.

"Ayolah cebol" Olivia menggoyang-goyangkan lengan Rey.

"Tidak"

"Aku mohon" Olivia mengatup kedua tangannya dengan wajah yang memelas.

"Tidak mau!"

"Satu kali saja, satu foto saja dirimu yang lebih tinggi dariku" Rey mendengus pelan.

"Baiklah tapi tidak di edit dengan aplikasi seperti itu"

"Lalu?"

"Pakai itu" tunjuk Rey pada sebuah balok kayu kecil, seorang pelayan mengambilkannya dan menaruhnya di dekat kaki Rey dan dia segera menaikinya.

"Wah lumayan, tinggimu hampir sama dengan tinggiku cebol" Olivia nampak bahagia karena setidaknya ia memiliki foto pasangan yang terlihat normal.

"Sudah cepat di foto!" perintahnya pada fotografer, Rey tak ingin berlama-lama menginjakkan kakinya di atas sana.

"Baik tuan muda, oke satu dua"

Cekrek

Cuuppp

Rey mengecup pipi kanan Olivia, gadis itu membulatkan matanya karena terkejut.

"Kau!!" Refleks Olivia langsung mencubit pinggang lelaki yang kini sah menjadi tunangannya.

"Adudududuh" pekik Rey, meski kesakitan dia malah tersenyum nakal.

"Foto yang sempurna" fotografer memandang hasil foto yang baru di ambilnya tak lupa dia juga langsung mengabadikan moment berkelahi pasangan baru itu menjadi foto candid yang unik.

***

Selamat untuk Olivia dan Rey 💕

1
Ninu3
novel lucu bagus lanjuuut baca
starchaser
Luar biasa
A&R
lumbis
Diana diana
kok aku ikutan malu sech . . wkwkwkwkwk
Diana diana
siapapun akan malu klo punya pacar masih pake seragam sekolah . .
Diana diana
cocok visualY . .
Diana diana
jangan bilang klo burung pipit kamu pake helm bogo yg klo d pake malah mengurangi kadar ketampanan pemakainya . . wkwkwk
Diana diana
cebol . . wkwkwkwk
Diana diana
balik lagiiiii . . wkwkwk
kangen sma pasangan ini
Thania: wah makasih byk kaka /Smile/
total 1 replies
Diana diana
kayak anakku , tiap demam emank gak pernh pergi berobat . cukup pake timun dan bawang merah yang d parut campur minyak herbal trus d balur k seluruh tubuh sambil d pijat pijat . .
Diana diana
jadi iklan tolak angin dah . .
Diana diana
Rey , kamu tuch pinter tapi masih banyak pengetahuan yang belum kamu fahami . .
Diana diana
wkwkwk . . kayak korban keroyokan
Elizabeth Zulfa
ku kira " Pipit " tuh tdi nama orang trnyata burungnya Rey 😅😅😅
Elizabeth Zulfa
mampiiirr...

keknya seru
🌹🪴eiv🪴🌹
aku disini 🤗
Diana diana
gak bisa memberikan komen apapun selain like & fav
seru soalnya
abdan syakura
Alhamdulillah.
senangnya..
see u Rey dan Oliv...🥰🥰🙏💪
abdan syakura
gak mau ah
cukup. Rey dan Oliv aza
Daniel di novel lain aj kak
abdan syakura
Miss u, kak Thor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!