NovelToon NovelToon
I'M A Villain

I'M A Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:845
Nilai: 5
Nama Author: Usu dedek

Seorang gadis 14th merelakan masa remajanya demi bisa masuk ke organisasi Phantom agar bisa membalas dendam kematian kakaknya. Misi pertama mendekati empat cucu Alexander Starling Gruop.

Demi keberhasilan misi Irish menggunakan apa saja termasuk mempermainkan perasaan targetnya.

Dendam nomer satu, perasaan nomer sekian!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah paham.

"Apaaaaa???"

"Sa ... satu malam bersamamu?"

Sontak perkataanku barusan membuat seluruh area boxing hall tercengang. Bukannya meminta taruhan besar berupa uang, jabatan atau kekuasaan, aku malah meminta sesuatu yang di luar prediksi.

"Kau benar-benar membuatku tertarik Irish... kau malah meminta sesuatu yang sangat di inginkan pria dewasa?" Ujar Zane licik.

"Apa kau serius ingin menghabiskan malam dengan Zane?" Tanya Markus menekan.

Caspian sontak melepas rangkulannya pada Zane dan membiarkan saudara sepupunya itu terjatuh ke lantai. Ia kesal karena mengira Zane yang akan memenangkan taruhan mereka.

"Urus sendiri lukamu itu!" Ujar Caspian ketus.

"Kenapa reaksi kalian berlebihan?" selaku menimpali. "Aku hanya meminta Zane menghabiskan satu malam denganku, bukan berarti aku akan menyerahkan tubuhku, kan?" Sambungku menjelaskan.

"Apa maksudmu?"

"Oh ... come on ... ayolah guys... kalian ini sangat kaku. Aku hanya meminta waktunya 24 jam bersamaku, bukan yang lain."

Aldrik dan Markus tersenyum. Mereka kembali memapah Zane untuk menuju lantai atas.

"Kau yakin, hanya seperti itu?" Tanya Zane merasa tak percaya.

"Ya, Kau pikir aku butuh apa?" ucapku santai.

Dalam benakku, tentu saja Zane harus menjadi mangsa pribadiku selama 24 jam ini. Aku pasti akan mendapat informasi penting dari area selama 24 jam itu. Aku tak ingin pulang tanpa membawa apapun, terlebih setelah aku memamerkan tehnik kuncian tadi.

Tekhnik tumbuk leher itu hanya di ajarkan oleh organisasi kepada agent yang telah berhasil melewati sepuluh misi tanpa luka. Itu adalah tehnik yang bisa membuat tulang leher retak, patah, dan korban mengalami masa linlung untuk beberapa waktu. Namun hal itu tak terjadi pada Zane, tubuhnya begitu kuat. Zane bisa mengantisipasi cidera parah. Namun tetap saja, pasti akan ada pergeseran tulang.

Tapi dokter bedah rebutan dunia ada di sampingnya. Sekalipun dia cidera, Markus pasti punya cara untuk meringkankan lukanya.

 Walaupun sesungguhnya dia menahan rasa sakit yang luar biasa di lehernya, Zane masih menampakan dirinya sebagai sosok yang kuat di hadapan pengunjung boxing hall.

"Akhiri pertarungan untuk hari ini!" perintah Zane pada pengurus area boxing.

Pria itu mengangguk lalu membubarkan para penonton. Sementara aku dan keempat cucu Starling Gruop itu naik ke lantai vip. Zane berbaring menahan lehernya. Marcus bersiap membuka koper obat-obatan miliknya dan memberikan beberapa pertolongan pertama pada Zane.

Sementara Caspian sibuk menerima telpon. Dia lalu keluar sebentar dan segera pergi meninggalkan ruangan. Sepertinya ada urusan mendesak. Aku berdiri di dekat meja obat-obatan itu.

"Kapan kau akan memulai taruhan 24 jam itu?" Tanya Zane tersengal berusaha bangkit.

 "Sebelum itu, mari kita obati dulu lukamu," potong Markus menjawab Zane.

Markus menggeleng sesaat sebelum melangkah mendekati Zane, tiba-tiba aku mengambang, aku seperti berada di lautan, kesadaranku seolah akan hilang. Kepalaku benar-benar pusing.

"Ada apa ini? Apa mungkin aku terlalu banyak menekan emosi, membuat oksigen tak sampai di kepalaku hingga menyebabkan kepalaku menjadi pusing?"

Aku berusaha menahan tubuhku yang mulai lemas. Penglihatanku memudar.

Aku hampir jatuh, tapi Markus sempat menggapai tubuhku dan merangkulku dalam pelukannya. Aku hampir pingsan dalam pelukan dokter bedah itu.

"Bukankah kau sangat perkasa tadi saat bertarung, nona?" Ejek markus.

Marcus menggendong tubuhku yang hanya memiliki berat 52kg itu. Aku menyandarkan kepala di bahunya. Mataku tak henti menatap wajah yang begitu menawan dan bersih. Rambut pirangnya membuat dia sangat berkarisma. Sorot matanya yang penuh kecurigaan membuatku sedikit terganggu. Di balik pacaran bola mata golden brown itu tersimpan rahasia yang selalu menghantuiku.

"Entahlah ... mungkin aku sangat lelah, aku juga butuh diobati, Pak Dokter." Ucapku manja mencari alasan kepadanya.

"Aldrik, suntikan itu pada Zane seperti biasa! Aku akan mengobati pasien lain."

"Damn ... aku ini hacker bukan dokter. Biar aku yang membawanya!" Pekik Aldrik tak terima.

"Apa kau tau cara memegang stethoscope? Kau hanya bisa memegang keyboard... kau temani saja big brother mu itu!"

"Sial ... kenapa juga aku harus mengurusi banteng arena ini!" Aldrik menggerutu. "Sudahlah brother... jangan pura-pura, sakitmu tidak seberapa kan? Obati saja sendiri." Ucap Aldrik kasar sambil melempar obat suntik padanya.

Zane hanya menggeleng sembari memegang lehernya dengan alat kompres dingin.

Sementara aku dibawa masuk ke kamar vip yang lain. Aku dibawa ke ruangan pribadi yang tampaknya ruangan itu adalah kantor Zane bekerja. Tampak banyak sekali tumpukan kertas putih sebagai formulir pendaftaran dan segala macamnya di atas meja besar itu.

 Disana aku melihat banyak sekali rak buku, sepertinya dipenuhi oleh berkas para petarung atau file penting lainnya. Perabotannya lengkap dan bersih. Terdapat sebuah tempat tidur yang besar dan tampak nyaman di sudut kamar, ada juga sebuah meja kerja di mana terdapat laptop besar di atasnya, di tengah-tengah ruangan ada sepasang kursi sofa lengkap berwana merah tua.

Marcus membawaku ke sana. Sembari berada di dalam pelukan Markus, mataku terus melirik dan menyapu seisi ruangan itu, aku masih penasaran ingin mencari di mana ruangan yang menuju lantai bawah itu.

"Dimana lantai yang dikabarkan Pak Jojo sebagai sarang dari bisnis haram keluarga Starling? Aku sudah melihat dua kamar vip tapi belum ada tanda-tanda yang mencurigakan." Batinku.

Markus membaringkan tubuhku di atas sofa tersebut lalu dia pergi meninggalkan ruangan, untuk mengambil beberapa Kotak obatnya di kamar VIP sebelah tempat Zane dan Aldric. Seperginya Markus, mataku terus menyapu seluruh isi ruangan, aku melihat keadaan sekeliling, aku takut kalau ada kamera cctv atau kamera tersembunyi lainnya di kamar itu sehingga membuatku tak bisa bergerak bebas.

"Mike ... kau bisa memindai seisi ruangan ini kan? Pastikan tidak ada kamera tersembunyi di sini!" bisikku.

"Berdiri lah di tengah-tengah ruangan, lalu tekan tombol di belakang anting-antingmu," jawab Mike sambil menekan sesuatu di atas keyboard.

Aku pun menuruti perintah Mike dengan cepat, sambil sesekali memantau keluar melihat arah pintu. Aku bukan takut ketahuan, hanya saja aku tak begitu pandai beralasan jika tertangkap sesuatu yang mencurigakan.

Menunggu waktu sepuluh detik sangat lama bagiku saat itu. Jantungku berdebar hebat menunggu hasil pindaian Wireless scanner, aplikasi jarak jauh yang membaca kode keamanan kamera berbasis Bluetooth yang tersambung di antingku.

"Cepatlah Mike!"

"Tiga detik lagi, kamar ini aman."

Setelah Mike selesai memindai dengan seksama, aku mengeluarkan beberapa kamera chip pengintai yang sudah dibekalkan oleh pihak organisasi kepadaku, dan aku menempelkannya ke bawah meja kaca di depanku. Aku berpura-pura merapikan pakaian. Aku berjalan mendekati kasur dan melihat tatanan buku yang berjajar rapi.

"Apa mungkin di balik lemari itu ada pintu rahasia?"

 Kecurigaanku semakin menguat karena ada beberapa buku yang tampak disusun dengan jarak terpisah. Aku menempelkan dua kamera lainnya di lemari dan di sudut ruangan. Namun aku tak bisa bergerak leluasa saat ini, karena tidak mungkin aku langsung mencari keberadaan lantai itu, itu malah akan membuat mereka curiga.

Aku kembali duduk dan berpura-pura menahan sakit di sekujur tubuhku. Kulihat Markus kembali dengan membawa kotak obat di tangannya. Dia pun memeriksa detak jantungku dengan lembut.

Wajah Markus sangat dekat, tatapan matanya seolah menembus jantungku yang berdebar hebat. Bulumataku bergetar. Aku tersipu malu. Tanpak pria itu sangat menggoda, bibirnya yang pink kemerahan sangat basah.

Membuatku menjadi kepanasan sendiri, ingin rasanya kurampas ciuman itu, tapi aku sedang menjalankan misi.

"Oh Tuhan ... kenapa aku sama sekali tidak bisa menahan jiwa wanita dewasa di dalam diriku. Sebegitunya kah aku ingin pacaran? perasaan seperti ini sangat tidak masuk akal," batinku menjerit kencang.

Nafasku hampir berhenti saat Markus memandang bibirku yang bergetar kecil. Hatiku rasanya mau meledak. Fokusku bukan seperti itu, tapi untuk menggali informasi lebih lanjut dengan cara yang gila. Namun aku ingin tetap mempertahankan kewarasanku.

Ingin sekali aku mendorong wajahnya itu, tapi aku juga penasaran. Isi kepalaku campur aduk.

Markus menatap mataku dengan sangat dekat sambil tersenyum, dia mengangkat stetoskop dari dadaku.

Pria itu tersenyum manis, "Irish... detak jantungmu sepertinya tidak normal."

Aku dengan cepat mendorong pelan dada Markus.

"Aku ... aku ... A ... sedang tidak sehat pak dokter," aku gelagapan menjawabnya karena posisinya sangat dekat kepadaku.

Markus membuka kancing kemeja putih nya. Menonjolkan bilah dada bidangnya kepadaku. Dadanya terlihat jelas di mataku. Bola mataku beralih memandang dinding. Aku tak ingin gagal fokus. Markus menarik leherku dengan ketat ke depan wajahnya. Aku terkesiap tak bergeming.

"Ma.... mau apa?"

1
sinnox
berani bgt ni cewe bjir😭
sinnox
10 juta dollar lenyap nih? 😭
sinnox
Jangan mau irish, kmu di jadiin bahan taruhan doang😭
sinnox
Weh baru juga ketemu, Zane sat set bgt 🤣
sinnox
Siapa ituuu🫣
sinnox
Alamak🫣
azza Binury: 🤭🤭🤭 tq
total 1 replies
sinnox
bahaya mbak masuk Phantom😰
sinnox
Di bunbun😰
sinnox
Yang sabar irish😭
azza Binury: terimakasih udah mampir kak. jangan lewatkan update terbaru
total 1 replies
𝜚⍣⃝𝄞®™Maxime😈
semangat 💪
azza Binury: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!