Pertemuan yang tak baik belum tentu menjadi akhir yang buruk, karna seiring berjalannya waktu perasaan itu pasti akan muncul, contohnya perasaan jatuh cinta dan suka.
seperti kisah Jovandra dan adelliana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annaaluvv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 14
20:27
Joan mengendarai motornya di tengah hujan deras malam itu, Joan sedang terburu buru pasalnya salah satu satpam komplek menelpon kalau Yolla jatuh dari tangga, alhasil Joan panik dan segera bergegas pergi meninggalkan tongkrongannya.
Mungkin saking paniknya Joan sampai tak memikirkan hal lain selain Yolla, hal itu pun membuat kehilangan fokusnya, belum lagi hujan yang menganggu pengelihatan Joan.
Hingga tiba tiba cahaya terang dari lampu mobil menyilaukan matanya, bersamaan dengan suara klakson mobil dan motor milik Joan yang saling bersahutan.
Melihat mobil yang perlahan mendekat dan Joan kesal pedal rem belakangnya tak kunjung berfungsi.
Hal buruk pun tak bisa di hindari, Joan membanting stir motornya ke arah kanan...
Mobilnya melaju pergi begitu saja.
Sedangkan Joan harus berakhir terjatuh di jalanan sepi itu, membuat kaki kanannya terluka sampai celana yang Joan pakai robek cukup besar, telapak tangannya perlahan mengeluarkan darah.
Joan masih bersyukur kecelakaan yang terjadi padanya tak begitu parah.
Joan bangkit berjalan menuju tempat yang tak jauh dari tempatnya terjatuh untuk berteduh.
Joan meraih ponselnya untuk menelpon kinan.
" Hallo, kamu bisa jemput ak- "
Joan menghentikan ucapannya saat mendengar suara ramai dari telponnya tak lama kinan menjawab " aku lagi bantuin mamah, nanti aku telpon lagi ya "
Joan berdecih jelas jelas suara yang Joan dengar itu tak asing, Joan mengenal suaranya " Lo lagi sama Reno!? "
" Apasih ngga! "
" Lo kira gue gak denger, jelas jelas itu suara Reno! "
" Kalo iya kenapa? Lagian salah kamu sibuk urusin adik kamu yang nyusahin itu, sampe sampe gak ada waktu buat aku, kayaknya di lanjutin pun gak akan berubah kamu tetep sama kaya dulu gak ada waktu sedikit pun buat aku , kita putus aja "
" kin, Kinan!! " Pekik Joan saat sambungan teleponnya ternyata terputus Joan mengepalkan tangannya lalu Joan melempar ponselnya ke trotoar.
Joan menyisir rambutnya kasar " Anjinglah, keadaan Yolla gimana sekarang!!! "
...----------------...
Liana melihat keluar jendela mobilnya yang tertutup rapat, hujan hari ini cukup, bahkan Liana terkejut hujannya muncul begitu besar dalam Hitungan detik.
Liana jadi kepikiran tentang hal yang terjadi beberapa saat lalu saat di kafe.
Yesa mengungkapkan perasaan pada Liana.
Sebenernya Liana tak terkejut soal itu Karna Liana sudah tau kalau Yesa menyukainya, tapi Liana kepikiran soal dirinya menolak Yesa.
Entah mau dirinya apa, di beri pemuda sebaik Yesa Liana malah menolaknya.
Spontan begitu saja menolak Yesa tanpa berpikir dahulu.
" Bingung sendiri kan gue, tapi gue emang gak punya rasa sama dia gimana dong masa gue terima tanpa rasa suka? Aneh dong nantinya jalanin hubungan tanpa cin- "
Liana mendadak diam saat sorot Mata Liana melihat seseorang yang tengah duduk di bekas pemberhentian bus di luar jendela sana " Joan,,, " Liana melihat motor yang tergeletak tak jauh dari tempat orang itu berteduh.
Liana menepuk berkali kali tempat duduk supir taksinya " pak pak berhenti pak! " seru Liana matanya tetap menatap ke arah luar.
Supir taksi menghentikan mobilnya " Mau kemana neng, hujan atuh kok berhenti di sini "
Liana menyodorkan uang 100 ribu pada supir taksinya " Gapapa, nih pak uangnya kembaliannya buat bapak aja " Ujar Liana, lalu tanpa pikir panjang Liana turun.
Liana berlari cepat menuju tempat di mana Joan berteduh, sebelum benar benar menghampiri Joan Liana meraih ponsel yang tergeletak di trotoar jalan dan melanjutkan langkahnya menghampiri Joan
" Astaga Jo, kenapa bisa kaya gini " seru Liana seraya berjalan.
Liana berhenti saat sampai di dekat joan
" Joan Lo gak- "
Liana menghentikan ucapannya saat Joan bangkit dan tiba tiba memeluknya, Joan menyandarkan kepalanya di bahu kanan Liana.
Liana tak bisa menahan diri untuk membalas pelukan Joan, alhasil Liana pun membalas pelukannya dan menepuk punggung Joan.
" ada apa sama lo Jo? " Tanya Liana lembut.
Bukannya menjawab Joan justru semakin mengeratkan pelukannya.
Liana pun memberikan waktu untuk joan sampai Joan sudah sedikit lebih tenang, setelah beberapa saat Liana pun melepaskan pelukannya dan menyuruh Joan untuk duduk kembali.
" Bentar ya " Ujar Liana, lalu Liana mengambilnya ponsel miliknya dari dalam tas dan menelpon seseorang meminta bantuan.
Selesai menelpon Liana berjongkok di depan Joan yang tengah terduduk, tangannya bergerak menarik ke atas celana Joan untuk memeriksa lukanya.
Liana menyimpan kedua tangannya di atas lutut lalu medongkak untuk menatap Joan
" Kenapa bisa kejadian kaya gini? "
" Rem belakang gue blong, mobil di depan gue terus jalan walaupun gue udah kasih klakson, sedangkan jalannya kecil buat gue menghindar,,,, alhasil gue banting stir dan lewatin tangga trotoar di situ gue gak bisa seimbangin stir gue, ya kaya gini jadinya " Ujar Joan menjelaskannya.
Liana menghela nafasnya dan bangkit, lalu Liana duduk di samping Joan " terus ngapain hujan gede gini Lo bawa motor, emang gak bisa tunggu reda? "
" Gue dapet telpon kalau yolla jatuh dari tangga, gue panik Li "
Liana pun mengerti kenapa Joan bisa seperti ini, ya bagaimana pun Joan sesayang itu pada Yolla.
Joan menolehkan kepalanya menatap Liana sejenak lalu kembali menunduk " Li, kenapa Lo,,,, tau kalau itu gue? Dan kenapa Lo berhenti dan niat buat datengin gue? "
" Siapa yang gak khawatir liat temen lagi dalam keadaan kaya gini Jo " Balas Liana, Liana mengeluarkan tisu dari dalam tasnya dan memberikannya pada Joan.
Bukannya segera mengambil tisu pemberian Liana Joan justru menatap lekat Liana, Joan merasa kecewa, Aneh.
Seharusnya Joan pun sadar bahwa dirinya juga tak pernah menunjukkan sisi perhatiannya, bagaimana Liana bisa tau jika dirinya menyukai sosok gadis yang duduk di sampingnya itu sedangkan Joan pun tak melakukan apapun untuk memperlihatkannya pada Liana.
Apa Liana hanya menganggapnya teman saja? Joan butuh Jawaban untuk itu.
Tapi bagaimana Liana bisa punya perasaan yang sama di saat justru dirinya malah bersama kembali dengan mantannya itu, di tambah lagi sikapnya tak begitu baik pada Liana semenjak Joan kembali bersama Kinan.
Joan punya alasan mengapa Joan memilih kembali dengan mantan kekasihnya, Joan tak ingin semuanya menjadi rumit dan,,, takut rasa sukanya hanya sepihak.
" Maafin gue, soal sikap gue belakang ini "
...TO BE CONTINUED ...