NovelToon NovelToon
JATUH CINTA SAMA ORANG YANG PALING NYEBELIN DI SEKOLAH

JATUH CINTA SAMA ORANG YANG PALING NYEBELIN DI SEKOLAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: silasepentin

Bagi Raina, sekolah adalah tempat untuk belajar dan mengukir prestasi, bukan untuk berurusan dengan makhluk ajaib bernama Devan Adhitama. Devan adalah definisi hidup dari kata "NYEBELIN". Dia berisik, pamer, sering melanggar aturan, dan entah kenapa, selalu punya cara untuk mengacaukan hari Raina yang tertata rapi.

Raina bersumpah akan menjaga jarak radius satu kilometer dari Devan. Namun, takdir berkata lain ketika mereka dipaksa bekerja sama dalam proyek besar sekolah yang mempertaruhkan reputasi mereka berdua. Di antara prank konyol Devan, hukuman bersama di perpustakaan, dan rahasia-rahasia keluarga yang perlahan terkuak, Raina mulai melihat sisi lain dari si raja nyebelin.

Apakah Raina bisa mempertahankan hatinya, atau justru dia akan melakukan hal paling konyol sedunia: Jatuh cinta sama cowok yang paling ingin dia tenggelamkan ke laut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon silasepentin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: DEVAN YANG SEBENARNYA

Raina membelalak. Ia tahu persis, akumulasi poin pelanggaran Devan akibat rentetan prank, atribut tidak lengkap, dan keterlambatan selama dua semester ini berada di angka 52 poin.

"Ini bercanda, kan?" suara Devan mendadak terdengar dari belakang Raina.

Devan menatap lembaran kertas itu dengan raut wajah yang berubah pucat pasi. Seluruh kerja kerasnya memeras otak belajar Fisika hingga larut malam seolah dihempaskan begitu saja. Angka nol di kertas ulangan sebelumnya memang bisa diperbaiki, tapi poin catatan pelanggaran itu adalah angka mati.

"Devan..." panggil Raina pelan, memutar badan menatap cowok di sebelahnya.

"Gua udah belajar tiap hari, Raina," ujar Devan dengan suara gemetar, matanya menatap Raina penuh rasa frustrasi dan putus asa yang tak tertahan. "Gua udah nurut, gua udah buang semua mainan gua, gua ngerjain semua diagram Fisika kamu... tapi ujung-ujungnya gua tetap gak bisa ikut kejurnas?"

"Pasti ada cara lain, Devan. Kita bisa bicara sama Bu Sisca dan Guru BK—"

"Gak usah sok peduli, Raina!" potong Devan tajam, emosi yang tertahan di dadanya mendadak meluap. "Kamu senang, kan? Peraturan ini kan yang bikin anak-anak disiplin kayak kamu! Pada akhirnya, gua cuma pengacau yang gak bakal pernah berubah di mata sekolah!"

Devan menendang tempat sampah kecil di dekat papan pengumuman hingga menggema di sepanjang koridor, lalu berbalik pergi dengan langkah lebar dan napas memburu.

"Devan! Tunggu!" teriak Raina.

Namun Devan tidak menengok sedikit pun. Raina berdiri terpaku di koridor yang sepi, menatap punggung Devan yang menghilang di belokan. Dada Raina terasa sesak dan nyeri. Ia tahu persis seberapa keras Devan berjuang beberapa minggu terakhir ini. Dan untuk pertama kalinya, Raina tidak ingin melihat Devan menyerah.

BAB 19: DIPLOMASI KACAMATA TEBAL

Ruang Bimbingan Konseling terasa hening dan penuh tekanan. Pak Hendra, Guru BK paling disegani di SMA Garuda, menatap berkas catatan kedisiplinan Devan yang tebal di atas mejanya. Di seberang meja, Raina duduk tegak dengan pandangan lurus tanpa keraguan sedikit pun.

"Raina, kamu ini Wakil Ketua OSIS," ujar Pak Hendra dengan nada tenang namun tegas. "Tugasmu menegakkan aturan, bukan membela siswa yang akumulasi pelanggarannya sudah melewati batas toleransi sekolah. Poin Devan 52, aturan tetap aturan."

"Saya tahu Pak," potong Raina sopan namun mantap. Ia menggeser sebuah map berisikan tumpukan kertas ke hadapan Pak Hendra. "Tetapi aturan dibuat untuk membina, bukan mematikan potensi siswa."

Pak Hendra membuka map tersebut. Di dalamnya berisi grafik kemajuan belajar Devan selama tiga minggu terakhir, lembar latihan Fisika dengan diagram warna-warni yang dikerjakan Devan hingga larut sore, serta surat jaminan komitmen yang ditandatangani Devan.

"Dua belas poin pelanggaran terakhir Devan terjadi sebelum program bimbingan akademik berjalan," lanjut Raina, menatap Pak Hendra dari balik kacamata tebalnya. "Selama sebulan ini, Devan tidak pernah terlambat, tidak pernah absen les, bahkan dia membuang semua barang prank-nya. Dia juga membimbing adiknya di rumah dan bekerja keras sebagai Wakil Ketua Festival Seni."

Pak Hendra menaikkan alisnya, tampak terkejut melihat detail laporan yang begitu rapi dan objektif.

"Jika sekolah memotong kesempatannya bertanding sekarang, saat dia sedang berada di titik perubahan terbaiknya, sekolah bukan sedang menegakkan disiplin, Pak—sekolah sedang mematikan motivasinya untuk berubah," tegas Raina tanpa sedikit pun keraguan di suaranya. "Saya yang menjadi penjamin kedisiplinannya sampai akhir semester."

1
sila
novel goot
sila
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!