Alexa Steviola mati mengenaskan bersama janinnya saat terjadi kecelakaan tunggal, saat membuka mata dia tidak percaya jika dia terbangun sebelum kecelakaan itu terjadi.
Diberikan kesempatan kedua Alexa tidak menyia-nyiakannya lagi, dia tidak akan mengejar cinta Lucas suaminya lagi, dia memilih untuk mundur mencoba menjalani hidup yang lebih tenang tanpa harus memaksa Lucas mencintainya.
Lucas sendiri adalah pria yang dia jebak hingga dirinya hamil, Lucas awalnya adalah tunangan Catherine yang merupakan bibi Alexa, hanya karena rasa cemburunya pada Catherine membuatnya gelap mata. Kehidupan kali ini dia memilih untuk mundur, tidak ada gunanya memaksakan perasaan seseorang apalagi Lucas yang dikehidupan sebelumnya sangat mencintai Catherine.
Tetapi perubahan Alexa membuat Lucas kebingungan bahkan Lucas marah saat Alexa berkata ingin bercerai dengannya, Lucas berkata sampai kapanpun dia tidak akan melepaskan Alexa.
Mampukah Alexa mengubah takdir hidupnya? Stay tune!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kelakuan Lucas
Malam pun tiba. Seharian penuh Lucas menghabiskan waktunya terkurung di ruang kerja, terus menggali dan mencari tahu kehidupan masa lalu Alexa secara lebih mendalam. Semakin jauh ia menelusuri berkas dan laporan rahasia tersebut, semakin banyak pula rahasia kelam serta penderitaan Alexa yang baru ia ketahui.
Mengenai Ben? Pria itu tentunya sudah pamit dan kembali ke rumahnya beberapa jam lalu sebelum badai besar benar-benar melanda kota.
Di luar, gemuruh angin terdengar amat kencang disertai hujan deras yang menghantam kaca jendela. Suasana di sekitar kawasan tersebut mendadak sunyi mencekam. Orang-orang seolah memilih menyembunyikan diri di dalam rumah atau bungker khusus milik mereka. Kendati demikian, Lucas sangat yakin dengan keamanan kediamannya ini. Selain lokasinya yang cukup jauh dari pusat jalur badai utama, rumah berarsitektur modern ini memang sudah didesain khusus untuk bertahan dari segala bentuk bencana alam, mulai dari gempa bumi, salju lebat, hingga badai ekstrem sekalipun.
Kini, di meja makan yang luas, Lucas duduk berseberangan dengan Alexa. Pria itu menopang dagunya, memandangi setiap gerak-gerik Alexa yang sedang menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
Semua hal tentang wanita itu diperhatikan oleh Lucas tanpa terkecuali. Pandangan intens itu tentu saja membuat Alexa yang duduk di sisi lain meja merasa sangat tidak nyaman dan serba salah.
Sejujurnya, Alexa sadar betul sejak awal bahwa Lucas terus menatapnya. Namun mengapa pria itu melakukannya secara terang-terangan tanpa memalingkan wajah sedikit pun? Alexa benar-benar merasa terganggu.
Alexa mencoba mengabaikannya dan berpura-pura fokus pada piringnya. Namun bukannya menghentikan tatapannya, Lucas justru sengaja memperjelas pandangannya seolah-olah sedang berkata, "Kamu mencoba mengabaikan ku?"
Karena sudah tidak tahan lagi dengan intimidasinya, Alexa akhirnya meletakkan sendoknya, mendongak, dan menatap lurus pada Lucas.
"Ada apa, Lucas?" tanya Alexa dengan raut bingung bercampur kesal.
"Kenapa menatapku seperti itu?"
Lucas tidak menjawab sedikit pun. Pria itu hanya diam membisu, mempertahankan tatapan abu-abu gelapnya yang kaku.
Sikap diam itu makin membuat Alexa merasa canggung dan serba salah. Entah apa sebenarnya maksud dari pria dingin ini. Menatapnya seolah ingin menguliti, tetapi saat ditanya baik-baik malah enggan membuka suara. Bukankah itu sangat aneh?.
Alexa memilih untuk mempercepat suapannya. Ia benar-benar tidak tahan harus berduaan dalam suasana mencekam seperti ini bersama Lucas. Apakah ini cara halus Lucas untuk membuatnya makin tersudut dan tertekan? Jika iya, maka Lucas sudah berhasil seratus persen. Alexa benar-benar tersudutkan. Ia tidak tahu apa lagi kesalahannya kali ini, dan ia juga tidak tahu apa sebenarnya mau pria itu padanya.
Setelah menghabiskan suapan terakhirnya dan meneguk air putih, Alexa segera bangkit dari kursinya. Ia memilih untuk langsung kembali ke kamar atas. Ia harus mencari kesibukan sendiri di dalam kamar daripada berada di dekat Lucas.
Namun, masalah baru muncul. Begitu Alexa berbalik dan melangkah, Lucas ikut berdiri dari kursinya. Pria bertubuh tinggi besar itu mulai melangkah pelan, mengekor persis di belakang Alexa.
Langkah kaki kaku di belakangnya membuat bulu kuduk Alexa mendadak berdiri tegak. Sensasi dingin melingkupi tengkuknya.
Karena rasa kesal dan takut yang bercampur jadi satu, Alexa mendadak menghentikan langkahnya di dekat tangga. Ia berbalik cepat dan menatap marah ke arah Lucas.
"Sebenarnya apa maumu, Lucas?!" bentak Alexa dengan suara bergetar.
"Kenapa kamu mengikuti ku seperti ini?! Kamu membuatku takut!"
Lucas menghentikan langkahnya. Pria itu memilih tetap diam membisu, matanya menyapu setiap kerutan kesal dan napas memburu di raut wajah cantik Alexa.
Melihat ekspresi kekesalan Alexa yang amat jujur, jauh dari raut datar nan pasrah yang ditunjukkannya tadi pagi tanpa sadar sebuah tawa kecil lolos dari bibir Lucas.
Heh.
Suara tawa kecil yang amat langka itu keluar begitu saja dari tenggorokan Lucas.
Mendengar tawa itu, Alexa seketika panik luar biasa. Bulu kuduknya benar-benar berdiri tegak. Sepanjang ia mengenali sosok Lucas Damarion Clinton yang dingin dan kaku bak patung es, pria itu tidak pernah tertawa seperti ini! Alexa bahkan berpikir liar bahwa suaminya baru saja kerasukan roh jahat di tengah badai malam ini.
"Argh! Tolong!" teriak Alexa histeris dengan wajah pucat pasi.
"Lola! Maya! Raine! Tolong ke sini!"
Suara teriakan histeris Alexa menggema di seluruh sudut ruangan. Tak butuh waktu lama, langkah kaki tergesa-gesa dari tiga orang pelayan wanita terdengar berlarian dari arah area dapur.
"Ada apa, Nyonya?! Ada apa?!" tanya Raine panik seraya menghampiri Alexa yang sudah berdiri memegang dada di dekat tangga.
Dengan telunjuk yang bergetar hebat, Alexa menunjuk ke arah Lucas yang berdiri mematung beberapa langkah di depannya.
"Tolong aku... Tuan kalian kesurupan!" pekik Alexa histeris.
"Dia... dia baru saja tertawa sendiri! Cepat panggil bantuan!"
Mendengar ucapan sang Nyonya yang luar biasa panik, ketiga pelayan itu seketika menoleh serentak ke arah sang Tuan Besar.
Namun, alih-alih mendapati sosok yang kesurupan, ketiga pelayan itu justru melihat Tuan Lucas berdiri kaku dengan raut wajah yang amat sangat marah. Garis rahangnya mengetat keras, dan matanya memancarkan kilatan tajam yang sangat menakutkan.
Di mana letak kesurupannya? Apa Nyonya muda mereka sedang bermain-main atau mengerjai mereka di tengah badai seperti ini?.
Melihat sang Tuan yang kini menatap mereka dengan aura membunuh yang makin pekat, ketiga pelayan itu langsung gemetar ketakutan.
"Ma-maafkan kami, Nyonya... Maafkan kami..." bisik Raine terbata-bata.
Tanpa menunggu diperintah dua kali, ketiga pelayan itu membungkuk dalam-dalam lalu undur diri secara tergesa-gesa, melarikan diri kembali ke area kamar belakang sebelum menjadi sasaran amukan sang Tuan.
"Hei! Jangan pergi! Raine! Lola!" teriak Alexa makin histeris menyaksikan para pelayan melarikan diri.
Rasa takut Alexa makin membumbung tinggi. Ia memegang perut buncitnya dan menatap horor ke arah Lucas yang kini melangkah satu tindak mendekatinya dengan raut wajah seramnya yang kembali menyelimuti.
Bersambung...
Agak serem juga sih diikuti modelan Lucas.🤭
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪💪
lanjut thor