NovelToon NovelToon
Anak Kembar Mafia

Anak Kembar Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Hana Yasmin adalah lambang dari ketegaran wanita yang luar biasa. Enam tahun yang lalu terpaksa diusir dari rumah orang tuanya sendiri karena telah mengandung benih pria yang tidak dia kenal. Sebuah tragedi kelam merenggut paksa kesucianya. Trauma mendalam itu sempat meruntuhkan dunia Yasmin. Namun, takdir berkata lain. Bayi yang dititipkan dalam tahimnya lahir sepasang malaikat kecil laki-laki dan perempuan yang ia beri nama Fatir dan Fathia.

Yasmin berjuang sendiri membesarkan anak kembarnya itu hingga tumbuh menjadi anak yang cerdas, padahal masih usia 5 tahun dan sekolah TK. Yasmin yang bekerja di restoran bertemu Marco Bellini. Pria itu jatuh cinta kepadanya bahkan mengajak menikah dan berjanji untuk membesarkan si kembar, tapi rasa trauma membuat Yasmin tidak mudah untuk menerima.

"Yasmin, menikahlah denganku demi kamu dan anak-anak."



Apakah Yasmin akhirnya menerima Marco? Bagaimana kisah selanjutnya? Kita ikuti kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

"To-to, tolong, jangan apa-apa kan saya. Ka-ka. Kalian mau apa?" Tanya bu Retno patah-patah, seluruh tubuhnya gemetar. Tiba-tiba saja air seni merembes membasahi celana. Di hadapannya pria bopeng-bopeng menyeringai sinis. Bukan hanya pisau itu saja yang membuatnya ketakutan, tapi ada senjata tajam lain di pinggang salah satu pria.

"Kembalikan uang Yasmin yang kamu rampas pagi tadi! Atau pisau ini akan menembus leher kamu!" Bentaknya sambil mengacungkan pisau.

"Ba-baik," Bu Retno tidak berani bergerak, takut pisau itu melukai tubuhnya. Keyakinannya bahwa Yasmin mempunyai orang suruhan benar adanya. Mana mungkin orang ini tahu jika tadi pagi ia merebut uang kontrakan tanpa Yasmin cerita.

"Cepat! Serahkan uang itu!" salah satu pria menekan pisau itu ke pipi bu Retno.

"Ba-baik, ta-tapi lepas dulu pisau nya," pinta bu Retno, jika sebelumnya ngompol, saat ini keringat membanjiri tubuhnya.

Dua preman itu menjauhkan pisau dari pipi wanita itu, memberi kesempatan bu Retno ambil dompet dari tas, tapi menatap waspada wanita bertubuh tambun itu agar tidak lari.

Bu Retno mengeluarkan amplop dari Yasmin pagi tadi, tentu saja totalnya masih utuh. Untung saja ia belanja menggunakan uang yang sebelumnya.

Preman itu menarik cepat amplop dari tangan bu Retno dengan kasar. Lebih kasar dari apa yang Retno lakukan kepada Yasmin pagi tadi.

"Ini peringatan terakhir, jika masih mengganggu Yasmin, bukan hanya rumah Anda yang saya bakar, tapi saya pastikan keluargamu akan mati terpanggang!" Ancam pria itu lalu pergi.

Bu Retno merasakan tubuhnya sangat lemas, hendak membawa motornya pulang pun rasanya tidak sanggup. Ia duduk di atas motor ambil handphone lalu menghubungi anaknya minta dijemput.

*******

Sore harinya saat restoran masih jauh dari kata tutup, Marco sudah tiba di tempat itu karena tidak mau tertinggal oleh Yasmin.

"Eh, Tuan Marco... mau minum kopi?" Tanya Rina, begitu melihat Marco tiba, ia segera menyambutnya dengan kata-kata lembut.

"Iya," jawab Marco pendek, lalu mengisi kursi kosong tanpa di silakan.

"Tunggu sebentar ya, saya sendiri yang akan membuat kopi spesial untuk Tuan," kata Rina bersemangat, tapi baru maju dua langkah suara bariton menghentikan kaki Rina.

"Tidak usah! Sejak kapan pengawas sepertimu merangkap menjadi pelayan?! Bukankah biasanya memerintah dengan seenaknya!" Sindir Marco, sembari mematik korek untuk menyalakan rokok tanpa menatap Rina yang masih berdiri mematung.

"Panggilkan Yasmin, hanya dia yang sudah tahu seperti apa selera saya!" perintahnya tegas lanjut menghisap rokok.

Wajah Rina seketika memerah, kenapa Yasmin-Yasmin terus yang pria itu cari membuatnya semakin kesal.

"Tuan sudah melupakan malam panas ketika itu? Tidak adakah kesempatan untuk kita mengulangi lagi?" Tanya Rina lirih khawatir di dengar oleh orang lain.

"Cepat panggil Yasmin!" bentak Marco hingga semua menoleh ke arah mereka, sama sekali tidak menggubris kata-kata Rina.

"Baik..." jawab Rina lalu balik badan, menyembunyikan wajahnya yang kesal, menurutnya Marco sangat sombong. Wajah Rina semakin merah ketika berjalan ke belakang, melewati beberapa anak buahnya yang tampak menatapnya puas. Jelas mereka puas, melihat ekspresi kecewa atasannya yang sombong itu.

"Apa, kalian lihat-lihat?! Kerja yang benar!" ucapnya membentak.

Semua anak buahnya lanjut bekerja. Ada yang membereskan meja berantakan bekas orang makan, ada yang melayani pembeli, ada pula yang membawa piring kotor ke belakang sesuai tugas masing-masing.

"Yasmin, buatkan kopi!" perintah Rina ketus begitu melihat Yasmin sedang memotong buah-buahan, ia mendekat.

"Baik Bu..." Yasmin minta Lila untuk melanjutkan membuat es teler pesanan pelanggan, daripada membantah membuat suasana semakin runyam.

Tidak mau banyak tanya untuk meja nomor berapa kopi tersebut, Yasmin segera membuat. Begitu selesai hendak membawa ke depan, Rina menyuruh Yasmin mengantar ke meja nomor lima, tapi tidak menyebut nama.

Yasmin mengangkat kepala menatap ke arah meja nomor lima, memastikan siapa yang mengisi. "Marco" batin Yasmin.

"Cepat taruh di meja Marco, awas kamu, lama-lama di depan Dia!" Ancam Rina sudah berulang kali mengucapkan kata ''pecat' jika Yasmin tidak menjalankan tugas dengan cepat.

Yasmin hanya mengangguk patuh, lalu berjalan ke arah Marco. Melihat kedatangan Yasmin, Marco cepat-cepat mematikan rokok di atas asbak. Rupanya setakut itu Marco kepada Yasmin. Ia yakin wanita model Yasmin tidak menyukai pria merokok.

Dengan profesional Yasmin meletakkan kopi di atas meja, tepat di hadapan pria yang sejak tadi menatapnya itu, tapi Yasmin pura-pura tidak melihatnya.

"Silakan diminum Tuan..." ucap Yasmin.

"Terima kasih, nanti pulang bareng ya, aku tunggu," pesan Marco tersenyum, tidak mau menahan Yasmin karena Rina pasti akan marah.

Yasmin tidak menjawab, lalu pergi begitu saja meninggalkan Marco kembali ke tempat semula. Namun, Lila sudah tidak ada di sana.

Dia membersihkan meja tempat buah yang berantakan sebelum bu Rina mengeluarkan tanduk.

"Yas, ada orang yang mencari kamu," kata Lila yang sudah kembali mengantar es teler meja nomor 10.

"Tuan Marco ya?" Tebak Yasmin.

"Bukan, sebaiknya kamu ke sana saja," Lila melanjutkan pekerjaan Yasmin, dan minta Yasmin segera menemui tamunya selagi Rina tidak ada di tempat itu.

Yasmin mengangguk lalu berlalu, mereka memang teman baik, saling menolong dan menjaga rahasia di depan Rina.

Tiba di meja nomor 22 seperti yang Lila katakan, Yasmin berhenti. Dua orang pria dan wanita yang tidak Yasmin kenal duduk di sana. Ia sempat ragu untuk menemui karena tidak tahu kemauan mereka. Memesan sesuatu jelas tidak mungkin kecuali membereskan meja mereka yang banyak perabot kosong sudah selesai makan.

"Selamat sore... ada yang bisa saya bantu?" Yasmin bertanya sopan.

"Kamu yang bernama Yasmin?" Tanya wanita yang usianya Kira-kira 35 tahun.

"Benar Mbak."

"Duduk, kami ingin bicara."

...~Bersambung~...

"Reader pada kemana ya? Hayo... belum apa-apa sudah pada pergi saja. Mau lanjut tidak? Karena kalau tidak dibaca percuma kan? 😁❤

.

1
@alfaton🤴
bener kan suruhan sang Marco......gimana kabarnya keluarganya Yasmin ya ....masa ga merasa kangen kasihan.....sejahat jahatnya mestinya ya masih punya rasa kangen ama anak ada cucunya lagi......udah lima tahun masa ga ingin ketemu sih
Eka ELissa
kan art kiriman Marco...🤣🤣🫣buat bantuin kmu di rumah yass
sbar dong Marco dia itu GK mudah percaya ma orang tau yass itu orang nya hati2 percaya ma orang..
ardiana dili
lanjut
vj'z tri
kan udah di bayar 😅
vj'z tri
ini pasti ulah Dady Marco 😅
🌷💚SITI.R💚🌷
ini wati di kirim budimarcopolo kayanya
Rina
Semoga kalian selalu bahagia ya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Lia siti marlia
marco bisa aja ngerayu nya pake kasih perhiasan 🤗🤗kalau yasmin gak mau buat aku aja 🤭🤭🤭🤭
hadeh siapa tuh cewe jangan jangan yang nyari marco lagi😌
Eka ELissa
jngn 2 itu art yg di kirim Marco buat bntuin kmu...yass....
entah lah hanya emak yg tau
Eka ELissa
Marco udh jatuh cinta pada pandangan pertama yass dgn mu TPI kmrin dia lgi eror mknya lupa ma kmu yass 🤣🫣
Teh Yen
siapa yah itu ?
🌷💚SITI.R💚🌷
sopo mene iki
🌷💚SITI.R💚🌷
Aamiin. smg perjuangan kamu berhasil ya marcopolo walau pastiy ga mudah
🌷💚SITI.R💚🌷
lbh aman ya marcopolo dr pada ketahuan mau sunat
@alfaton🤴
kayaknya art buat kamu Yas.....biasa sang Marco pastinya yang nyuruh.....
@alfaton🤴
kamu pasti bohong kan Mar.......ga mungkin lah seorang pria memberi perhiasan tanpa pamrih.......dah kalau Yasmin ga mau nerima buat aku aja sini Mar......toh kamu ga ada maksud apa apa kan daripada nanti kamu buang kan sayang 😂😂😂😂😂
ardiana dili
lanjut
@alfaton🤴
lewat kotak itulah Yas yang nantinya akan ada jalinan......dua hati jadi satu keluarga .......maka diterima ya Yas....
🌷💚SITI.R💚🌷
kan udh tau tujuanya ngelamar kamu..tp caray aja marcopolo yg nyeleneh
Rina
Waduh Marco kamu terlalu gercep ya 🫢🫢🫢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!