Di hari pernikahannya, seharusnya Leticia menikahi pria yang dicintainya, bukan pria yang terkenal memiliki sifat begitu kejam dan menyeramkan.
Dan Leticia baru menyadari, kalau semua ini permainan dari Ibu dan adik kembarnya yang sejak awal sudah memaksanya untuk memakai penutup mata saat pernikahan berlangsung.
Leticia harus menikahi calon suami sang adik kembar, dan adiknya… Leila menikahi pria yang sangat dicintai oleh Leticia.
Awalnya Letcia ingin mengajukan surat perceraian kepada Maximillan, tetapi pria itu tidak mau dan memaksanya untuk tetap mempertahankan pernikahan yang dari awal sudah salah.
Dan Leticia baru tahu kalau suaminya adalah seorang mafia kejam yang sangat posesif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
Leticia sudah selesai membuatkan makan siang untuk suaminya, sekarang perempuan itu akan mandi dan bersiap-siap pergi ke perusahaan Leander.
Masih ada waktu satu jam lagi, sebelum jam makan siang. Jadi, Leticia bisa bersiap-siap dengan baik dan memakai pakaian yang dibelikan oleh Calistha kemarin.
Kai sudah menunggu di ruang tengah sambil memakan camilan yang disediakan di atas meja.
Tidak seperti Elion yang terkesan kaku dan dingin, atau Dez yang menyeramkan. Kai memiliki sifat yang begitu santai dan mudah akrab dengan orang baru, tetapi sekalinya marah… Kai akan terlihat lebih menyeramkan dari keduanya.
“Nona tidak perlu cantik-cantik, nanti Tuan Max akan mengamuk kalau melihat istrinya sangat cantik,” celetuk Kai saat melihat Leticia hendak memasuki lift.
“Kenapa bisa begitu?” Tanya Leticia yang takut kedatangannya ke kantor membuat sang suami mengamuk.
“Karena Tuan Max itu sangat posesif kepada Nona, jadi tidak ada yang boleh melihat kecantikan Nona selain Tuan Max,” Kai juga ceplas-ceplos saat berbicara.
“Jangan dengarkan omong kosong Kak, Nona Leticia bisa bersiap-siap!” Kata Mabel yang sengaja menghentikan obrolan keduanya.
Leticia menganggukkan kepalanya dan kembali melanjutkan langkahnya, setelah lift tertutup dan Leticia naik ke atas… barulah Mabel melempar bantal sofa ke kepala Kai.
“Kai, apa saya harus melaporkan yang barusan kepada Tuan Max?” Tanya Mabel dengan senyuman menyeramkan.
“A-aku hanya bercanda, jangan katakan kepada Tuan Max! Aku masih ingin hidup dan mencari wanita yang sangat cantik seperti Nona Leticia,” setelah mengatakan itu, Kai berlari kabur dari ruang tengah agar tidak mendapatkan timpukan bantal sofa lagi.
“Kai memang bercanda, tapi kalau sampai Tuan Max tahu… dia benar-benar habis di tangan Tuan,” Mabel menggeleng pelan, sebelum melangkah ke arah lift untuk naik ke lantai empat.
Mabel akan membantu Leticia untuk bersiap-siap, karena ini adalah pertama kalinya Leticia berkunjung ke perusahaan Leander. Jadi perempuan itu harus berpenampilan sangat cantik, meskipun dari sananya Leticia sudah sangat cantik walau tidak memakai riasan apapun.
...***...
Max baru mendapatkan kabar dari Calistha kalau rumah sakit yang baru saja dibeli oleh Daniel akan diberikan kepada Leticia.
“Leticia pasti akan terkejut mendengar kabar ini, jadi jangan beri tahu Leticia tentang rumah sakit dulu! Satu minggu sebelum pengesahan pemilik baru, aku akan mengatakannya sendiri kepada Leticia!” Kata Max kepada sang mommy.
Calistha sendiri tidak bisa menentang keinginan putranya, jadi wanita paruh baya itu langsung menyetujuinya dan memberitahu suaminya apa saja yang dikatakan oleh putra mereka.
“Tidak ada masalah lagi ‘kan?” Tanya Max kepada Elion yang sejak tadi berdiri di hadapannya.
“Tidak Tuan, Octavia sudah tidak memiliki apapun dan pihak apartemen tempat tinggal juga sudah mengusirnya.” Elion masih menundukkan kepalanya, karena ia begitu menghormati Max yang sudah membuatnya berada di posisi sekarang.
“Bagus. Tapi tetap awasi dia!” Titah Max yang sangat puas mendengar kabar dari kehancuran Octa yang sudah berani mengusik Leticia.
“Saya mengerti. Kalau begitu, saya akan kembali ke ruangan!” Pamit Elion yang diangguki oleh sang atasan.
Max memang terkenal begitu kejam dan semua yang dikatakan orang-orang memang benar, pria itu sangat kejam untuk menghancurkan musuhnya. Terbukti dari Octa yang kini sudah tidak memiliki apapun untuk dibanggakan, bahkan semua agensi menolaknya dengan mentah-mentah.
Hukuman untuk Octa masih terbilang ringan, karena Max tidak sampai membuat wanita itu cacat atau kehilangan nyawanya.
“Leticia hampir sampai,” gumam Max yang baru saja mendapatkan pesan dari istrinya yang sudah hampir sampai.
Pria itu bergegas merapikan penampilannya, sebelum keluar dan menjemput istrinya di lobby. Baru kali ini Max begitu memperhatikan penampilannya, biasanya ia tidak peduli… meskipun bertemu dengan rekan bisnisnya.
“Apa yang harus aku lakukan saat dia turun dari mobil? Apa aku langsung menciumnya?” Bingung Max yang memang tidak pernah dekat dengan perempuan lain, kecuali adik perempuannya dan juga sang mommy.
Dan ini adalah kali pertamanya ia jatuh cinta, sehingga Max tidak boleh melakukan kesalahan apapun yang bisa membuat Leticia merasa ilfeel kepadanya.
“Tidak! Nanti dia bisa marah! Aku peluk saja!” Max benar-benar bingung, bahkan sampai lift terbuka… pria itu masih berpikir keras bagaimana cara menyambut istrinya dengan benar.
Max keluar dari lift dan beberapa karyawan memberi hormat kepadanya, tetapi pria itu terus melangkah sampai keluar dari pintu lobby. Tiba-tiba ia menjadi gugup, saat melihat mobil yang dibawa Kai sudah memasuki gerbang.
Dan saat Kai keluar dan sedikit berlari untuk membukakan pintu belakang, Max rasanya ingin kentut… karena begitu gugup saat melihat penampilan istrinya yang begitu cantik.
“Nona coba lihat wajah jelek Tuan!” Kata Kai dengan suara kecilnya, sehingga hanya Leticia yang bisa mendengarnya.
Leticia menatap wajah suaminya, tetapi ekspresi Max tetap sama dan tidak ada yang aneh. Sedangkan Kai menahan tawanya, karena pria itu sudah cukup lama bekerja untuk Max dan bisa menyadari perubahan ekspresi sang pemimpin.
“Kak Max!” Panggilan dengan suara begitu lembut itu langsung menyadarkan Max.
“Aku telat dua menit, maaf,” ucap Leticia yang kini sudah berdiri tepat di hadapan suaminya.
Max tersenyum sangat tipis, lalu meraih tangan mungil istrinya untuk diajak masuk ke dalam.
“Aku akan tetap menunggumu, meskipun kau terlambat sampai satu jam atau lebih!” Kata pria itu yang mengejutkan beberapa karyawan yang berada di sana.
Semua mata tertuju pada Leticia yang sedang digandeng oleh atasan mereka, dan mereka langsung tahu kalau perempuan itu adalah istri dari atasan mereka. Soalnya mereka sudah mengetahui wajah adik dari Max yang dulu sering berkunjung ke sini.
Di dalam lift, Max begitu dekat dengan istrinya dan membuat Leticia merasa gugup. Tidak ada yang membuka suara, karena mereka sama-sama bingung untuk memulai dari mana,
Ting!
Sampai lift terbuka, mereka masih belum mengobrol. Max kembali menarik lembut tangan istrinya menuju ke ruangannya.
“Maaf kalau ruanganku berantakan,” kata pria itu saat membuka pintu ruang kerjanya.
Leticia dibuat kagum saat melihat betapa luas dan rapinya ruangan sang suami.
“Mana ada berantakan, ini sangat rapi,” ucap perempuan itu sambil menatap wajah suaminya.
Max mengajak istrinya untuk duduk di sofa, dengan cekatan Leticia membuka lunch bag yang dibawanya. Dan Max baru tersadar kalau sejak tadi istrinya memang lunch bag, seharusnya ia yang memegang benda tersebut.
“Aku bisa masak, tapi tidak seenak Koki di Mansion,” ucap Leticia sambil membuka beberapa menu masakan yang dibuatnya.
Pandangan Max terjatuh pada jari telunjuk istrinya yang terdapat plester.
“Sayang, tanganmu kenapa?”
Bersambung!
🌹🌹🌹☺️