Hanya satu hari sebelum hari pernikahan, Bayu Andarsono harus kehilangan sang mempelai dalam kecelakaan yang merenggut nyawa Annisa, belahan jiwanya. Keluarga besar dari kedua pihak tidak bisa menanggung malu, maka dengan keputusan tanpa perasaan mempelai wanita diganti, Andin, adik kandung Annisa. Bayu dan Andin menikah tanpa cinta, keduanya membuat kontrak hitam di atas putih. Andin setuju karena hatinya sudah dimiliki Bian Wijaya, kekasihnya yang setia. Bayu pun tak keberatan, sebab baginya, Andin hanyalah pengganti sementara. Namun, dibalik kehidupan pernikahan yang dingin, misteri mulai terkuak, sedikit demi sedikit. Bayu Andarsono bukanlah pria biasa. Ia adalah Alpha dari klan werewolf tertua di Tanah Jawa. Semakin lama kehidupan pernikahan antara Bayu dan Andin, semakin kuat pula ikatan gaib yang tak terlihat. Benarkah gadis yang ia anggap hanya pengganti itu sebenarnya adalah Mate sejati yang ditakdirkan oleh Bulan untuknya? Bisakah pernikahan palsu itu berubah menjadi ikatan a
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu_Fikri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Satu Lawan Dua Puluh
Malam sudah menyelimuti hutan lebat yang berada di sekitar pemakaman, Bayu menggenggam setir mobil SUV-nya dengan santai, lampu depan menyapu jalan yang berliku.
Angin dingin menyusup lewat celah jendela yang sedikit terbuka, membawa aroma tanah basah dan dedaunan pinus.
Setelah mengirimkan satu pesan singkat kepada Beta-nya di Red Moon Pack, Bayu segera menyetir mobilnya ke kampus Andin.
Sedari tadi insting manusia serigalanya sudah merasakan ada sesuatu yang mengikutinya. Dan benar saja, sekelompok Rogue berada di balik pepohonan lebat ini. Baunya sangat kentara.
Tiba-tiba, sebatang pohon besar tumbang menghalangi jalan di depannya. Bayu menginjak rem mendadak. Ban mobil berdecit keras di tanah berkerikil.
“Dasar para pencari perhatian.” Bisiknya pelan, kemudian membuka pintu mobilnya.
Belum sempat menginjak tanah dengan sempurna, bayang-bayang gelap melompat keluar dari semak belukar di kedua sisi jalan. Dua puluh orang. Semuanya Rogue.
Mereka mengitari mobil dalam hitungan detik. Baju mereka semua berwarna hitam, dengan mata yang berkilat kilat oenuh amarah.
Bayu berdiri tegak, tinggi dan berwibawa. Tak menunjukkan raut ketakutan sama sekali. Sangat tipikal Alpha sekali.
Sebagai Alpha Red Moon Pack, ia bisa mencium bau busuk khas Rogue ini, bau penghianat yang hidup tanpa aturan.
Seorang lelaki berpostur besar melangkah maju. Wajahnya dipenuhi bekas luka sana-sini, rambut acak-acakan juga mata yang penuh kebencian. Di sampingnya, dua Rogue lain memegang parang dengan sisi tajam yang berkilau menakutkan.
“Halo, Alpha.” Sapanya serak, bibirnya menyunggingkan senyum meremehkan.
Bayi tidak langsung menjawab sapaan itu. Ia hanya menatap tajam lelaki itu, mencoba mengingat-ingat.
Sedetik kemudian ia bersuara.
“Hai, Erik. Long time no see.” Suara Alpha-tone milik Bayu bergema dingin.
Beberapa Rogue di barisan belakang ambruk saat mendengar suara itu. Beberapa lainnya sok berani di depan.
“You remember me, hah?!” Jawab Erik.
“Of course. Adik kembarnya Rian kan?” Bayu memprovokasi.
Erik mengepalkan dua tangannya kuat, saat nama kakaknya yang mati dibunuh ayah Bayu disebut.
“Jangan sebut namanya dengan mulut kotor itu, Alpha. So disgusting.” Erik bersuara dengan nada muak yang kentara.
“Malam ini, giliran kamu yang mati Alpha.” Lanjut Erik lagi. Kemudian dengan isyarat tangan, ia memerintahkan serangan.
Serangan pertama datang dari tiga Rogue sekaligus, menyerbu dengan kecepatan luar biasa. Tubuh mereka mulai berubah – cakar memanjang dan gigi taring muncul.
Bayu bergerak tak kalah cepat. Dengan sekali gerakan, ia menangkap tangan Rogue pertama, memutarnya hingga terdengar bunyi patah mengerikan, lalu melemparkannya ke arah dua temannya. Ketiganya jatuh bertumpukan.
Tapi itu baru permulaan.
Dua Rogue lain melompat dari belakang. Satu berhasil mencakar punggung Bayu. Rasa perih menyengat langsung membuatnya menggeram. Darah hangat mengalir di kulitnya.
Bayu berbalik dan menghantam tinju keras ke wajah penyerang itu. Terdengar bunyi retakan mengerikan dari tulang hidung yang retak. berbalik dan menghantamkan tinju keras ke wajah penyerang itu. Tulang hidung retak. Rogue itu terbang mundur beberapa meter kebelakang dan membentur batang pohon.
“Shift!!” Teriak Erik. “Kill him!!”
Bayu tahu ia tidak bisa melawan dua puluh orang dalam wujud manusia. Dengan Raungan menggelegar, ia akhirnya melepaskan kendali atas serigala dalam dirinya. Jack.
Tubuhnya seketika membesar dengan cepat. Tulang-tulang berderak, bulu hitam pekat tumbuh menutupi seluruh kulitnya.
Dalam hitungan detik, Bayu sudah berubah menjadi sosok serigala Alpha yang gagah— serigala super besar, otot meninjol, mata kuning keemasannya menyala penuh amarah.
Tanpa aba-aba, Jack melompat ke depan. Cakarnya menyabet satu Rogue hingga perutnya terbuka. Darah menyembur ke udara, diikuti raungan kesakitan yang memecah kesunyian hutan.
Erik dan anak buahnya tidak tinggal diam. Mereka berubah juga. Kini, hutan dipenuhi suara raungan dan benturan tubuh besar.
Dua serigala Rogue menyerang dari samping. Jack mengelak tepat, sebelum serangan itu menghantam kepalanya. Tetapi serigala lain berhasil menggigit bahunya. Rasa sakitnya terasa membakar. Jack mengguncang bahunya keras, hingga serigala itu terlepas, lalu membalas dengan menggigit lehernya hingga patah.
Satu lawan dua puluh. Peluangnya kecil, tetapi Bayi bukan Alpha biasa. Ia berputar cepat, ekornya menyabet wajah satu musuh. Sedangkan cakar depannya menghantam dada Rogue lain hingga tulang rusuknya remuk.
Napas Jack mulai memburu. Apalagi luka terbuka di punggung dan bahunya terus mengeluarkan darah segar, membuat bulunya lengket dan licin.
“Tahan dia!” Teriak Erik dari belakang.
Empat serigala sekaligus langsung melompat ke punggung Jack. Berat mereka membuatnya jatuh ke tanah basah. Cakar dan gigi menyerang dari segala arah. Jack mengerang kesakitan.
Serigala itu menggeliat hebat, melempar dua serigala yang menggigit kakinya. Dengan kekuatan Alpha yang luar biasa, Jack bangkit dan langsung menghantamkan kepalanya ke satu musuh hingga tengkoraknya retak.
Erik yang melihat kesempatan, segera menyerbu dari depan. Serangan itu lebih besar dan lebih ganas dari yang lain.
Tubuh mereka bertabrakan kuat, seperti dua truk. Erik mencoba menggigit tenggorokan Jack, tetapi berhasil ditahan dengan cakar depan.
Kedua serigala itu lalu berguling-guling di tanah, saling cakar dan gigit. Darah mengucur, bercampur lumpur.
“Mati kau, sialan!!” Raung Erik diantara gigitannya pada tubuh serigala Bayu.
Bayu tidak menghiraukan kata-kata Erik. Dengan satu kali dorongan, ia berhasil mendorong serigala Erik mundur dengan tendangan kuat dari dua kaki belakangnya. Erik terpental jauh, tubuh serigalanya makin kotor. Tetapi serigala itu bangkit kembali. Ia pantang menyerah.
Sementara Rogue lain terus menyerang tanpa henti. Serigala Bayu, Jack, sekali lagi merasakan gigitan di paha kanannya, mambalas, Jack berbalik dan segera menghabisi penyerang itu dengan satu gigitan mematikan di tengkuknya.
Pertarungan sengit di bawah guyuran hujan itu memakan waktu berjam-jam. Napas Jack semakin berat. Tubuh serigalanya penuh luka sobek. Darah mengalir deras dari beberapa tempat. Tapi matanya masih menyala. Amarahnya sebagai seorang Alpha membuatnya tak mau menyerah.
Kini, yang tersisa sekitar sebelas Rogue, termasuk Erik. Lelaki itu masih sangat buas, matanya berkilat penuh dendam.
Pertarungan sengit antara dua serigala itu sangat brutal. Erik adalah lawan sepadan, sebab ia juga adalah Alpha dari Pack yang sudah hancur.
Cakar serigala Erik lagi-lagi berhasil mengoyak sisi tubuh Jack. Cakar Erik mengoyak sisi tubuh Bayu. Sedangkan Jack membalas dengan menggigit bahu Erik hingga darah menyembur.
Kedua serigala itu saling berguling, menghancurkan semak belukar dan batang pohon kecil di sekitar mereka.
Salah satu Rogue mencoba membantu Erik dengan menyerang dari samping. Namun, Jack dengan sigap berhasil menyabetnya dengan ekornya hingga terbang, lalu kembali fokus pada Erik. Ia berhasil menindih Erik sebentar. Rahangnya hampir mengunci leher lawannya ketika tiga Rogue lain menabrak tubuhnya dari belakang.
Jack terjatuh lagi. Kali ini, tujuh serigala menindihnya sekaligus. Berat yang luar biasa membuat tulangnya terasa mau patah. Erik bangkit dengan susah payah, wajah serigalanya penuh darah.
"Ini akhirnya, Bayu," raung Erik sambil mendekat, cakarnya terangkat tinggi, siap menghabisi.
Namun, lebih dari itu, Bayu adalah Alpha dari pack terkuat. Ia tidak akan semudah itu dibunuh.
Akhirnya, dengan mengumpulkan seluruh kekuatan yang tersisa. Jack meraung kencang hingga mengguncang hutan, ia meledakkan kekuatan Alpha-nya.
Gelombang energi tak kasat mata mendorong semua serigala yang menindihnya. Beberapa terlempar hingga membentur pohon. Erik terdorong mundur beberapa langkah.
Jack bangkit, meski tubuhnya gemetar, dan darah menetes dari moncongnya. Matanya tetap memancarkan tekad kuat. Pertarungan ini belum menemui kata selesai.
Erik tersenyum ganas. "Kau kuat. Tapi kau sendirian."
Bayu menggeram rendah. Meski terluka parah, ia tetap berdiri tegak.
Malam ini, dendam lama akan diuji di tengah hutan yang gelap. Dan Bayu, Alpha Red Moon Pack, tidak akan mati dengan mudah.
Sementara dari kejauhan, kawanan serigala Red Moon Pack sedang berlari gila-gilaan, menuju arena pertempuran. Gigi dan cakar mereka berkilat tajam, siap mengoyak tubuh lawannya.
“Here we come, Alpha.” Bisik sang Beta disela kecepatan larinya yang luar biasa.
btw, saya pun baru mula menulis novel. kalau ada masa boleh tinggalkan komen di novel saya. hanya tekan profile, terima kasih 🤭/Grin/