NovelToon NovelToon
Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Bad Boy / Action
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

​"Aku bisa membeli apa pun di dunia ini, termasuk dirimu dan kebebasanmu. Mulai detik ini, kamu adalah milikku."
​Kehidupan tenang Aletta hancur lebur dalam semalam ketika ayahnya menjaminkan dirinya demi melunasi hutang triliunan rupiah. Tanpa bisa menolak, Aletta dipaksa menandatangani kontrak perjodohan dengan Xavier—seorang CEO miliarder berdarah dingin yang memimpin perusahaan raksasa di siang hari, dan menjadi ketua sindikat mafia paling ditakuti di dunia bawah tanah pada malam hari.
​Di dalam mansion mewah yang terasa seperti sangkar emas berlapis berlian, Aletta harus bertahan dari sikap arogan dan posesif sang suami. Xavier awalnya hanya menganggap Aletta sebagai jaminan hutang belaka. Namun, sifat keras kepala dan ketangguhan Aletta perlahan mengusik hati es sang penguasa kegelapan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Kebenaran yang Berlumuran Darah

Malam itu terasa seperti neraka yang membekukan. Aletta tidak tahu sudah berapa jam ia meringkuk di sudut kamarnya yang gelap. Gaun sutranya kusut, wajahnya sembap, dan matanya menatap kosong ke arah cincin berlian biru di jari manisnya.

​Dunia yang selama ini ia yakini kebenarannya telah runtuh tak bersisa. Ayahnya, pahlawan yang selalu mengajarkannya kebaikan, dituduh sebagai pembunuh. Dan suaminya, iblis yang menawannya, ternyata adalah korban dari ambisi kotor keluarganya.

​Cklek.

​Suara kunci yang diputar paksa dari luar memecah keheningan. Pintu kayu ek raksasa itu terbuka, menampilkan siluet tegap Xavier yang berdiri di ambang pintu dengan pencahayaan redup dari lorong. Pria itu sudah berganti pakaian dengan kemeja hitam yang dibiarkan terbuka dua kancing teratasnya, memperlihatkan sedikit perban di bahu kirinya yang masih membalut luka akibat melindunginya kemarin.

​Xavier melangkah masuk dengan tenang, namun setiap pijakan sepatunya di atas lantai kayu terasa bagai hantaman palu godam di dada Aletta. Di tangan kanannya, pria itu membawa sebuah map kulit berwarna cokelat tua yang tebal.

​Tanpa mengatakan sepatah kata pun, Xavier melemparkan map itu ke atas ranjang di dekat Aletta.

​Bruk!

​"Kau mengira aku hanya membual untuk membenarkan kekejamanku, bukan?" suara Xavier mengalun rendah, dingin, dan tanpa belas kasihan. "Buka. Bacalah sendiri kebusukan pria yang selama ini kau panggil Ayah."

​Tangan Aletta bergetar saat ia perlahan merangkak mendekati ranjang dan meraih map tersebut. Dengan napas yang tertahan, ia membuka tali pengikatnya. Lembaran-lembaran kertas, foto, dan dokumen usang tumpah ke atas seprai putih.

​Mata Aletta melebar. Jantungnya seakan berhenti berdetak.

​Di sana, terpampang jelas puluhan foto bangkai kapal pesiar mewah yang hangus terbakar dan tenggelam separuh di dasar laut. Ada juga foto-foto forensik dari lokasi kejadian. Namun yang membuat pertahanan Aletta benar-benar hancur adalah dokumen-dokumen yang dilampirkan di bawahnya.

​Itu adalah salinan mutasi rekening dari perusahaan ayahnya. Terdapat aliran dana sebesar puluhan miliar rupiah yang ditransfer secara rahasia kepada perusahaan cangkang milik Kartel El Cuervo—tepat dua hari sebelum ledakan kapal pesiar keluarga Xavier terjadi.

​Dan di lembar terakhir, terdapat surat perintah penghentian penyidikan dari kepolisian yang ditandatangani oleh pejabat korup, serta rekaman percakapan suara yang telah ditranskripsikan.

​"Pastikan keluarga itu tidak ikut campur lagi dalam tender Pelabuhan Barat. Lakukan apa pun yang perlu kalian lakukan. Aku yang akan membereskan pihak berwajib." Itu... itu adalah suara ayahnya. Transkrip itu mencatat setiap kata dengan jelas.

​Kertas-kertas itu merosot dari genggaman Aletta. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangan, menahan jeritan yang menyayat tenggorokan. Rasa mual yang hebat tiba-tiba mengaduk-aduk perutnya. Ayahnya benar-benar membayar kartel untuk membunuh keluarga Xavier demi memenangkan sebuah proyek bisnis.

​"Ibuku sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-empat puluh di kapal itu," ucap Xavier, memecah isak tangis Aletta. Pria itu berdiri menjulang menatap Aletta, wajahnya bak pahatan es yang tak tertembus. "Dia terbakar hidup-hidup, terperangkap di dalam kabin bawah karena pintu daruratnya sengaja disabotase. Sementara pada malam yang sama, ayahmu sedang berpesta merayakan kemenangannya memenangkan tender Pelabuhan Barat."

​Aletta menggelengkan kepalanya dengan putus asa. "Xavier... aku... aku tidak tahu... Aku bersumpah aku tidak tahu..."

​"Tentu saja kau tidak tahu!" potong Xavier tajam, mencondongkan tubuhnya hingga mencengkeram lengan Aletta dan menarik gadis itu berdiri paksa. "Kau disembunyikan di menara gadingmu, menikmati kekayaan yang dibangun di atas darah ibuku! Kau pikir hutang dua triliun itu adalah angka acak? Itu adalah nilai kerugian perusahaanku lima tahun lalu, ditambah dengan bunga penderitaan yang harus dibayar lunas oleh ayahmu!"

​Cengkeraman Xavier di lengan Aletta begitu kuat, namun Aletta sama sekali tidak merasakan sakit di lengannya. Rasa sakit di hatinya jauh lebih menyiksa. Semua kebencian yang ia arahkan pada Xavier selama ini mendadak kehilangan pijakannya.

​"Lalu apa yang kau inginkan sekarang?" bisik Aletta parau, menatap nanar mata kelabu suaminya. "Kau sudah menghancurkan perusahaannya. Kau sudah menyiksanya. Dan kau sudah... kau sudah mengambilku, menjadikanku tawananmu. Pembalasan dendammu sudah selesai, Xavier. Apa lagi yang kau inginkan?!"

​"Selesai?" Xavier tertawa sumbang, tawa yang tidak mencapai matanya sama sekali. Pria itu menunduk, menempelkan dahinya pada dahi Aletta, menatap lurus ke dalam jiwa gadis itu dengan obsesi yang mematikan. "Nyawa harus dibayar dengan nyawa, Sayang. Rumah sakit itu hanyalah tempat penitipan sementara agar dia tidak mati sebelum waktunya."

​Aletta terkesiap, darahnya membeku. "T-tidak... Xavier, kumohon..."

​"Tiga hari dari sekarang," bisik Xavier tepat di bibir Aletta, "aku akan mengumpulkan seluruh petinggi dunia bawah tanah di dermaga Pelabuhan Barat. Dan di sana, ayahmu akan dieksekusi di depan matamu sendiri. Sebagai pengingat bagi siapa pun bahwa keluarga Vassiliev tidak pernah membiarkan pengkhianat tetap bernapas."

​Xavier melepaskan cengkeramannya, membiarkan Aletta kembali terjerembap ke lantai. Pria itu berbalik tanpa sedikit pun menoleh, melangkah keluar ruangan dan kembali mengunci pintu ganda tersebut dari luar.

​Di dalam kamar yang kembali gelap dan sunyi, Aletta memeluk lututnya sendiri. Ia menangis hingga suaranya habis. Untuk pertama kalinya, Aletta menyadari bahwa ia tidak sedang berhadapan dengan iblis yang kejam tanpa alasan. Ia sedang berhadapan dengan seorang anak yang hatinya telah hancur lebur, yang kini menuntut keadilan dengan cara yang sama kejamnya.

​Dan Aletta hanya punya waktu tiga hari untuk mencari cara menghentikan eksekusi itu... atau kehilangan ayahnya selamanya.

1
Nurwana
go go go Alleta....
Nurwana
semangat Alleta......
Nurwana
kayaknya makin berat hidupmu alleta....
Nurwana
alleta......
Nurwana
jangan cepat percaya alleta, selidiki dulu tentang kebenarannya. jangan sampai itu surat tipuan dari musuh suamimu.
Nurwana
saya mampir Thor.
Orang_Cuman_Cerita: Ok Semagat Ya 💪
total 1 replies
fatmawati (pipit)
disini aletta blm menguasai dunia IT apa untuk menemukan siapa yg menjadi dalang penjebakan
Orang_Cuman_Cerita
GOKIL💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!