NovelToon NovelToon
KODE MERAH: CINTA

KODE MERAH: CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Thriller / Sci-Fi / Romantis
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: ririma

Berciuman tidak diperbolehkan di dunia ini, apalagi berhubungan seks. Bayi dibuat oleh mesin dan cinta melanggar hukum. Tetapi sepasang kekasih saling jatuh cinta dan sang wanita hamil. Akankah mereka berhasil melarikan diri sebelum terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Jujur

Nezha memeras kain hangat itu untuk terakhir kalinya, menyeka sisa peluh di leher Carson dengan gerakan yang teramat lembut sebelum meletakkan baskom kecil ke atas meja nakas. Keheningan kamar terasa begitu berat. Setelah emosinya sedikit mereda dan debar jantungnya kembali normal, Nezha memundurkan posisi duduknya di tepi ranjang. Ia melipat kedua tangannya di dada, menatap lurus ke dalam sepasang mata datar Carson yang kini sudah terbuka sepenuhnya.

"Sekarang, coba jelaskan," ucap Nezha. Suaranya ditekan serendah mungkin, namun ada ketegasan yang tak terbantahkan di sana. "Kenapa kemarin kamu tidak pulang, dan kenapa sekarang kamu pulang-pulang dalam kondisi babak belur seperti ini?"

Carson mengalihkan pandangannya sesaat ke langit-langit kamar. Otaknya mencoba merangkai kalimat seaman mungkin. Dia tidak ingin Nezha tahu perihal apa yang terjadi di dalam ruang interogasi, atau fakta bahwa nyawa mereka berdua hampir saja melayang. Rasa cemas bisa berbahaya bagi kondisi Nezha yang sedang mengandung.

"Ada... sedikit masalah teknis di tempat kerjaku" jawab Carson pelan, suaranya masih parau. "Beberapa instrumen mengalami malfungsi secara bersamaan. Sebagai teknisi, aku harus lembur semalaman untuk memperbaikinya. Soal luka ini... salah satu pipa uap bertekanan tinggi di lab sempat bocor dan meledak kecil. Beberapa serpihan material melayang dan menghantam tepat di rahangku."

Nezha tidak berkedip. Ia menatap Carson dengan pandangan dingin yang membuat pemuda itu perlahan mengatupkan bibirnya kembali.

"Jangan bohong, Carson," desis Nezha, matanya menyipit tajam. "Kamu pikir aku bodoh? Kamu tidak lupa kan, kalau aku bekerja sebagai pengawas keamanan? Aku tahu cara melacak lokasi seseorang."

Carson sedikit tersentak, rasa nyeri di rahangnya kembali berdenyut saat ia mencoba mengerutkan dahi. "Maksudmu?"

"Tadi pagi, karena kamu tidak kunjung pulang, aku nekat melacak posisi gelang perakmu," ungkap Nezha, mencondongkan tubuhnya ke arah Carson. "Kamu ada di Sektor Militer, kan? Terlebih, kamu berada di ruang interogasi semalaman. Jadi, stop pakai alasan pipa lab meledak. Jelaskan apa yang sebenarnya terjadi."

Mendengar itu, sepasang mata datar Carson melebar. Ada riak keterkejutan yang nyata di wajahnya. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Nezha akan senekat itu membobol protokol keamanan kantornya hanya demi mencarinya.

Carson mengembuskan napas panjang, menyerah. Berbohong pada seorang pengawas keamanan yang sedang jatuh cinta ternyata jauh lebih sulit daripada menghadapi Panglima Militer.

"Maaf," gumam Carson akhirnya, meraih jemari Nezha dan menggenggamnya perlahan. "Aku hanya tidak ingin membuatmu panik."

"Aku justru lebih panik kalau kamu menyembunyikan hal seperti ini, Carson!" potong Nezha, matanya kembali berkaca-kaca karena kesal sekaligus cemas. "Sekarang, jujur. Kenapa kamu bisa ditahan di markas militer?"

Carson membasahi bibirnya yang kering sebelum mulai bercerita. "Sebenarnya... sudah satu bulan ini aku dipindah tugaskan secara rahasia ke Sektor Militer. Aku diminta, berpartisipasi dalam proyek bioteknologi militer di sana. Itulah alasan kenapa sebulan terakhir ini aku bisa mendapatkan jatah pangan khusus militer yang sering aku berikan ke kamu. Makanan-makanan itu adalah syarat yang aku ajukan kepada Direktur di tempat kerjaku atas tugas berat yang kuemban."

Nezha tertegun sejenak, mencerna informasi baru itu. "Lalu, kenapa mereka sampai menahanmu?"

"Kemarin ada sedikit kesalahpahaman," lanjut Carson, mencoba menyederhanakan konflik agar tidak terdengar terlalu mengerikan. "Tim audit logistik militer melihat adanya anomali jatah pangan khusus militer yang masuk ke inventori pribadiku, dan mereka mengira aku mencurinya. Karena itu, aku dibawa ke ruang interogasi untuk diverifikasi. Tapi semuanya sudah selesai sekarang. Direktur Utama sudah menghubungi Panglima Militer pagi ini dan mengonfirmasi kalau itu memang hak kompensasiku. Kesalahpahaman itu sudah bersih, bahkan catatan penangkapanku juga dihapus."

Nezha menarik tangannya dari genggaman Carson, lalu memijat pelipisnya sendiri. Rasa kesal yang besar membuncah di dadanya.

"Kenapa kamu tidak mengatakan dari awal kalau kamu dipindahkan ke Sektor Militer, Carson?" cecar Nezha, suaranya bergetar menahan amarah yang campur aduk dengan rasa lega. "Kamu tahu kan seberapa berbahayanya sektor itu? Dan kamu dengan santainya menyimpan rahasia sebesar ini sendirian? Aku ini siapamu, Carson? Ke depannya, aku mohon... jangan pernah sembunyikan apa pun lagi dariku. Jantungku hampir copot rasanya melihat kamu dipapah tadi siang."

"Iya, Nezha. Aku janji. Maafkan aku," ucap Carson tulus. Ia menatap Nezha dengan pandangan bersalah yang jarang ia perlihatkan pada orang lain.

Nezha mengembuskan napas pendek, mencoba menenangkan gemuruh di dadanya. Ia mengusap perutnya, mencoba menyalurkan rasa tenang pada dirinya sendiri. Namun, saat pikirannya mulai menjernih, sebuah ingatan mengerikan pagi buta tadi, mendadak melintas di kepalanya.

Wajah Nezha seketika memucat. "Tunggu... Carson."

"Kenapa?" Carson menaikkan satu alisnya, menyadari perubahan ekspresi Nezha yang mendadak panik.

"Tadi... sekitar jam satu dini hari. Ada Pasukan Keamanan Militer yang datang ke sini," bisik Nezha dengan mata terbelalak. "Kalau tidak salah, ada sekitar empat orang. Mereka menggeledah seluruh ruangan yang ada di sini!"

Mendengar kata 'menggeledah', seluruh sisa rasa lemas di tubuh Carson menguap begitu saja. Bagai disengat listrik bertegangan tinggi untuk kedua kalinya, Carson langsung beranjak dari ranjangnya.

"Carson, tunggu! Badanmu masih lemas!" seru Nezha.

Tanpa memedulikan rasa linu yang menusuk di otot kaki dan punggungnya, Carson melangkah cepat keluar dari kamar tidur. Matanya bergerak liar memeriksa sekeliling ruang tengah. Meja kerjanya tampak sedikit berantakan dengan dokumen yang bergeser, namun instrumen penelitiannya masih utuh. Ia berbalik dan membuka lemari pakaiannya, memeriksa tumpukan jaket tebal di bagian belakang. Panel kayu rahasia itu masih kokoh terpasang.

"Mereka tidak mencurigai lemari ini?" tanya Carson, napasnya memburu.

"Mereka sempat mengetuk panel itu dua kali, Carson. Aku sudah ketakutan, aku takut mereka menyadari ada kejanggalan pada lemari ini. Tapi, untungnya tidak," jawab Nezha yang mengekor di belakang Carson dengan wajah yang masih tegang.

Carson tidak menjawab. Fokusnya langsung beralih ke area dapur. Langkah kakinya bergerak cepat menuju sudut dapur, tepat ke arah pipa ventilasi udara yang tersembunyi di bawah meja. Dengan gerakan cepat, ia berlutut dan menarik sebuah kompartemen tersembunyi di balik saluran pipa tersebut.

Ia mengeluarkan sebuah wadah plastik bekas jeli nutrisi yang selama ini ia sembunyikan di sana.

Carson terpaku. Nezha, yang ikut berlutut di sampingnya, seketika membekap mulutnya sendiri dengan kedua tangan. Matanya membelalak lebar, menatap lurus ke arah wadah di tangan Carson.

Di antara rimbunnya dedaunan hijau yang tumbuh subur di dalam wadah silinder itu, tampak tiga buah bulatan kecil berwarna hijau pucat kekuningan yang bergelantungan di tangkainya. Tanaman tomat ilegal itu... sudah mulai berbuah untuk pertama kalinya.

Pasukan militer semalam benar-benar melewatkan keberadaan tanaman organik terlarang ini karena fokus mereka terkecoh oleh kotak pangan militer di dalam kabinet utama.

Keheningan kamar yang mencekam di antara mereka berdua perlahan mencair. Nezha menatap buah tomat kecil itu, lalu beralih menatap wajah Carson yang babak belur. Meskipun begitu, binar kepuasan tercetak samar di netranya yang sedang menatap pohon tomat di hadapannya.

Bibir Nezha perlahan melengkung, membentuk sebuah senyuman tipis. Namun, ia tidak bisa menahan diri untuk tidak menyenggol lengan Carson dengan kesal, membuat pemuda itu sedikit meringis.

"Kamu ini bener-bener bodoh, tahu tidak?" gerutu Nezha, air matanya kembali menetes, namun kali ini diiringi tawa kecil. "Bagaimana kalau pasukan militer semalam melihat ini? Kita berdua—tidak, kita bertiga bisa langsung dieksekusi di tempat!"

Carson perlahan menaruh kembali wadah tanaman itu ke tempat persembunyiannya yang terbilang cukup aman, lalu berbalik menatap Nezha. "Tapi mereka tidak melihatnya. Dan tanaman ini berhasil bertahan hidup. Bahkan sekarang, sedang berbuah."

Nezha menggeleng-gelengkan kepalanya, menatap Carson dengan pandangan yang dipenuhi rasa sayang yang teramat dalam. Di balik semua sifat datar, nekat, dan kebodohan Carson yang hampir merenggut nyawanya sendiri, Nezha tahu betul kenapa pria ini melakukannya. Semua usaha keras, penyelundupan, hingga penderitaan fisik yang Carson lalui semalaman... semuanya adalah bentuk effort yang luar biasa yang dilakukan Carson demi dirinya dan anak di dalam kandungannya.

Nezha maju selangkah, melingkarkan kedua tangannya di leher Carson dengan sangat hati-hati, menghindari rahang kirinya yang memar. Ia menyandarkan kepalanya di dada Carson, mendengarkan detak jantung Carson yang kini terasa begitu menenangkan.

"Makasih ya," bisik Nezha pelan di balik dada Carson. "Makasih karena sudah berjuang sejauh ini demi diriku dan anak kita."

Carson terdiam sejenak, sebelum perlahan menaikkan kedua tangannya untuk memeluk balik tubuh Nezha dengan erat, mendekap sosok yang paling berharga baginya di dunia ini. "Kita pasti bisa keluar dari tempat ini, Nezha. Aku janji."

1
Rudy satria
kapan avnan di rekrut jadi anggota tim cari jalan kapur carson,jangan lama²😅
Rudy satria
semoga carson bisa menemukan jalan keluar,supaya kita bisa ketemu emm tapi kalo udah keluar jangn ke negara Konoha ya carson pemerintah nya sama,sama² menindas rakyat🤭🤭
ririma: waduh, kayaknya carson juga bakal mikir dua kali kalau mau pindah ke sana kak😅
total 1 replies
Firmahadi
izin mampir bg
Rudy satria
mudah²n kalo
i ini panglima berbuat baik
Rudy satria
semakin kuat kalo avnan mau di ajak gabung,hancurkan negara yang memiliki peraturan di luar loh 😅😅😅
Rudy satria
iiih ternyata teman👏👏
ririma: yeayy👏🏻
total 1 replies
kabur ke luar negeri aja🤭
berati udah gak ada lagi hiburan model gituan, hambar banget idupnya, apa maen sendiri juga bakal kena pasal?🤭
berati orang-orang di sini gadak yang nikah juga kah?
ririma: yap,,
total 1 replies
jadi buron dong ya
ririma: iya kalau ketahuan tapi kak, untungnya sejauh ini masih aman kak
total 1 replies
wkwk, baru juga pembukaan🤭
halo kak, aku mampir🤭
Rudy satria
nah bylla itu penuh misteri yang tak terduga,mudah²n si dia kekasih avnan,mereka berempat kalo bersatu bisa semakin kuat dan mungkin mereka bisa menembus pertahanan pemerintah
Rudy satria
mudah²n si itu bylla,dan juga mudah²n bylla mendukung dan tidak menangkap Nessa+carson
Rudy satria
👏👏🥳🥳keren, sebelum nya saya slalu baca yang retingnya sudah tinggi atau pembacanya banyak itu di pastikan bagus,nggk sengaja ngeklik novel yang mungkin author nya baru merintis sungguh karyamu keren Thor semoga saya bisa ngawal sampai kamu sukses,saya yakin dengan cerita yang rumit saja bisa di pahami saya yakin kamu bakal sukses semangat terus Thor🥰🥰🥰🥰
ririma: maaf kak, irl lagi sibuk soalnya, sekarang uda up kok, bisa langsung di cek yaa😊
total 3 replies
Rudy satria
benar² pejabat yang kurang teliti pantes gampang di tipu,selamat carson semoga bisa dapat jalan keluar👏👏
Rudy satria
astaghfirullah ikut deg,deg,degan aku,untung komandan militernya masih keturunan Konoha jadi bisa di tipu😅😅😅
Rudy satria
apakah panglima,beneran percaya atau malah sudah menuju apartemen carson
Devi..
seru dan unik ceritaanya thor..semoha bisa berlanjut smpai selesai ceritanya😊
ririma: terima kasih banyak kak🥰, aamiin semoga ya kak
total 1 replies
Devi..
serius kyk d konoho TNI.nya diistimewakan..😬
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!