Lin Meilin adalah agen intelijen modern papan atas yang ditakuti karena keahliannya dalam taktik pertempuran dan racun mematikan.
Namun, sebuah misi rahasia untuk merebut kembali Giok Dinasti Long yang hilang di luar negeri justru berakhir tragis. Meilin dikhianati oleh rekan seperjuangannya sendiri hingga sekarat.
Saat tetesan darah Meilin menyentuh permukaan giok kuno tersebut, keajaiban mistis terjadi. Jiwanya terlempar melintasi waktu dan terbangun di dalam tubuh Permaisuri Lin—seorang wanita berkedudukan tinggi namun memiliki kepribadian yang sangat lemah dan penakut.
Di dunia kuno ini, Permaisuri Lin baru saja diracun oleh selir kesayangan kaisar dan dibuang hingga terabaikan di Istana Dingin yang sunyi.
Kini, tidak ada lagi permaisuri lemah yang bisa ditindas! Dengan jiwa agen rahasia yang haus akan keadilan, Meilin bangkit untuk mengacak-acak seisi istana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amber Mist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB SPESIAL: Jeratan Hasrat di Istana Fengxiang
Tengah malam telah lama berlalu, meninggalkan sunyi yang menekan di atas atap-atap Istana Fengxiang. Di dalam kamar tidur utama sang Permaisuri, sepasang lilin merah berukuran raksasa menyala temaram, memuntahkan aroma wewangian lavender hasil distilasi laboratorium rahasia Lin Meilin.
Meilin berdiri di depan cermin perunggu besar, perlahan melepas seragam tempur kulit hitam ketatnya yang masih menyisakan bau belerang tipis pasca-pembantaian taktis di rumah bordil Hu Lei. Ia menanggalkan topeng kainnya, membiarkan rambut hitam panjangnya yang sehalus sutra terurai bebas menyelimuti punggung rampingnya yang mulus.
Kini, ia hanya mengenakan gaun tidur sutra tipis berwarna putih salju yang membungkus longgar tubuh rampingnya. Kulit porselennya yang jernih bersinar samar di bawah siraman cahaya lilin yang berkedip-kedip.
Saat jemari lenturnya baru saja hendak menyentuh permukaan meja rias untuk membersihkan sisa riasannya, seluruh otot tubuhnya mendadak menegang. Indra spionase abad ke-21 miliknya menangkap getaran mikro udara yang mendistorsi di balik kelambu ranjang yang gelap.
Aroma familiar kayu cendana yang maskulin, pekat, dan luar biasa panas merasuk ke indra penciumannya.
"Kau kembali sangat terlambat untuk seorang Permaisuri yang baru saja sembuh dari sakit, Rubah Kecil," sebuah suara bariton yang berat, rendah, dan penuh karisma dominasi mutlak menggema dari arah kegelapan.
Kaisar Long Feng bangkit berdiri perlahan dari balik bayang-bayang kelambu ranjang. Pria itu telah menanggalkan seluruh jubah kebesaran emasnya; ia hanya mengenakan jubah dalam hitam longgar yang sengaja dibbiarkan terbuka di bagian depan, memamerkan dada bidangnya yang berotot keras dan dipenuhi bekas luka pertempuran kuno. Aura predator alaminya sebagai seorang dewa perang tertinggi memancar begitu menekan, seketika mengunci seluruh celah udara di dalam kamar.
Hanya dalam satu kedipan mata, sebelum Meilin sempat meraba belati perak tersembunyinya, tubuh tinggi besar Long Feng sudah melesat maju secepat kilat. Lengan kekarnya yang dipenuhi urat-urat menonjol bergerak kasar dari arah belakang, menyergap pinggang ramping Meilin dalam satu kuncian posesif yang mutlak. Tubuh taktis Meilin ditarik paksa hingga menempel ketat tanpa celah pada dada bidang Kaisar yang terasa sangat panas.
"Yang Mulia, lepaskan cengkeramanmu. Pengawal dalammu bisa mendengar," ujar Meilin datar, mencoba mempertahankan kontrol emosinya yang dingin meskipun detak jantung di dalam dadanya mulai berdegup kencang akibat kedekatan fisik mereka.
Long Feng tidak melonggarkan kuncian lengannya sedikit pun. Tangan bidangnya yang kasar justru semakin menekan pinggang Meilin, meremas lekuk tubuh istrinya dengan intensitas emosional yang mengunci takdir kebersamaan mereka seumur hidup.
Rahang tegas sang Kaisar menegang hebat saat ia menundukkan wajah tampannya, menempelkan bibir dan hidungnya di ceruk leher jenjang Meilin. Ia menghirup aroma harum tubuh Meilin yang kian manis, memicu aliran darah naga di dalam tubuh kekarnya berpacu dua kali lebih cepat akibat gairah berburu yang membara.
"Biarkan mereka mendengar, Permaisuriku! Seluruh dunia harus tahu bahwa kau adalah milikku seutuhnya seumur hidupmu!" bisik Long Feng dengan suara bariton serak yang sarat akan kegilaan posesif. "Kau merampok sisa emas milik Menteri Hua di kuil tua tadi, lalu kembali ke kamar ini seolah-olah kau hanyalah porselen rapuh yang tidak tahu cara mematahkan leher pria! Kau sengaja menguji batas kesabaranku, Lin Meilin!"
Meilin berbalik perlahan di dalam kurungan lengan Long Feng, bersandar pada pinggiran meja rias kayu jati di belakangnya. Posisi mereka kini berhadapan langsung dengan jarak kurang dari sepuluh sentimeter, hingga napas panas mereka menyatu menjadi satu frekuensi yang membakar.
Benteng es abadi di dalam hati sang agen rahasia modern sesaat meleleh di bawah jeratan cinta sejati sang penguasa tertinggi. Sifat rubah kecilnya yang licik muncul kembali di sela-sela tatapan mata elangnya yang berani. Ia mengangkat tangan kirinya yang lentur, dengan berani membelai rahang tegas suaminya dengan gerakan menawan, mengetuk-ngetuk pelan detak jantung Long Feng melalui kain jubah sutra hitamnya.
"Seorang kaisar dewa perang tidak seharusnya menghabiskan malamnya dengan mengintip pergerakan toko obat kecilku di luar istana, Tuan Sipir," bisik Meilin, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang sarat akan provokasi mematikan. "Jika kau menginginkan kepingan perak hasil rampokanku sebagai pajak istana... maka ambil sendiri dari tanganku."
Mendengar tantangan dari bibir manis istrinya, Long Feng melepaskan seluruh sisa kendali energi batinnya. Tangan kanannya mencengkeram tengkuk leher Meilin dengan lembut namun tegas, mengunci posisinya agar tidak bisa menghindar.
Kaisar membungkuk, meremukkan bibir manis Meilin dengan kecupan yang teramat dalam, intim, dan penuh gairah membakar. Lumatan Long Feng terasa begitu menuntut, dominan, dan panas, sebuah pernyataan kepemilikan mutlak yang menghancurkan seluruh dinding pertahanan rasional Meilin.
Meilin menyambut ciuman itu dengan intensitas yang tidak kalah membara, membiarkan kedua lengannya melingkar kuat di sekeliling leher tegas Long Feng, merasakan aliran energi Qi murni suaminya bergejolak hebat di bawah kulit mereka. Long Feng mengangkat tubuh ramping Meilin dengan sangat mudah dari atas meja rias, membawanya melangkah lebar menuju ranjang phoenix sutra yang megah di tengah kamar.
Ia menjatuhkan tubuh tegapnya di atas tubuh ramping istrinya di antara belitan selimut beludru, menyatukan hasrat mereka di bawah belenggu malam Istana Fengxiang yang kian memanas.
Perlahan-lahan Long feng mulai membuka helaian gaun tidur sutra yang transparant itu, matanya memburu dengan ganas ke arah dua da da Meilin yang begitu lembut dan membenamkan wajahnya di sana.
Mengukur satu demi satu setiap inchi tubuh Permaisurinya itu, ciuman panas mendarat di bibir Meilin dengan ganasnya.
Long feng mulai bergerilya menuju leher jenjang yang terlihat begitu menggoda memberikan tanda kelembutan yang memerah karena gigitan mesranya.
Meilin menyambut hasrat Kaisar itu dengan mengerang pelan, membuat nafas Long Feng semakin terengah - engah.
Jari - jari Long Feng mengukur setiap jengkal, sudut demi sudut, meraba di tengah - tengah pangkal dan mulai menekan masuk ke bagian paling sensitif tubuh Meilin.
Arghhh....
Meilin bergerak tak terkendali, mendadak Long Feng langsung membuka seluruh bajunya dan naik di atas Meilin, dengan seluruh tenaga yang menggairahkan membawa Meilin ke Surga Duniawi yang belum pernah ia rasakan begitu membahagiakan.
"Arghh...Long Feng..." Meilin memanggil dengan lirih.
"Meilin...Aku mencintaimu...Kamu adalah milikku seutuhnya. Tidak akan ada pria lain yang boleh menyentuhmu. Hanya aku seorang!" Long Feng makin ganas membuat Meilin bernapas tergesa-gesa.
Panggilan itu terus menerus memberikan Long Feng kenikmatan tiada tara, memaksa masuk lebih dalam menimbulkan kepuasan tiada tara.
Tak henti - hentinya mereka memadu kasih malam itu, melupakan sejenak intrik dan permasalahan yang sedang melanda.
Menyerah pada nafsu yang membara...
semangat up nya kak, Terima kasih sdh up beberapa bab kak😍😍.. utk jam berapa nya kau up terserah aja ya.. aku selalu menantikan kelanjutan cerita mu ini.. semoga sampai tamat 😍😍😍
semangat ya
semoga sampai tamat ya😍😍
semangat up nya💪💪