NovelToon NovelToon
REVOLUSI ERA

REVOLUSI ERA

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:90
Nilai: 5
Nama Author: amatir author

Tahun 1989, desa Suka tani belum tersentuh yang nama teknologi canggih tidak seperti di kotanya. Desa itu mengandalkan alat tradisional khasnya sendiri.

Lampu lentera minyak tanah atau obor minyak tanah menjadi alat utama penerangan rumah, berpergian malam hari. bisa juga di gunakan sebagai penerangan kegiatan pribadi.

Tidak ada namanya motor dan mobil mewah . Delman dan sepeda ontel menjadi opsi alat transportasi. Itu pun hanya di miliki oleh orang kaya saja, orang sederhana tidak memiliki. Mereka mengandalkan kakinya.

Tidak ada ponsel canggih, hanya ada ponsel jadul harus memasuki wilayah terdapat sinyal agar bisa di gunakan menghubungi seorang. Namun ponsel tidak berguna di desa itu. Di mana tidak terdapat listrik.

Tidak ada namanya SMS, maupun pesan teks seperti WA. Orang mengirim pesan lewat surat tertulis di kirim lepat kantor pos maupun lewat temannya hanya sekedar berpesan pada kekasih.

Sebagian besar penduduk asli desa suka tani menekuni sebagai petani, dan nelayan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon amatir author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menjawab soal contoh olimpiade matematika

Keesokan harinya, mereka terbangun jam 04.35.

Mereka menjalani kewajiban sebagai seorang muslim ,setelah melakukan mutoharoh wajib (mandi wajib.)

Setelah itu mereka sarapan bersama dengan kedua anaknya.

Setelah selesai, Asep dan Selly berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki. Tidak menggunakan delman lagi. Selly sekarang sudah terbiasa berangkat sekolah dengan jalan kaki asal ada Asep menemaninya.

Rasa suka sebagai lawan jenis semakin nyata, namun Selly mencoba menganggap rasa suka sebagai seorang adik ke kakaknya.

Jarak sekolah dari rumah sebenarnya hanya berjarak 100 meter. Alasan Selly menggunakan delman takut kulitnya hitam terkena sinar matahari, dan belum terbiasa jalan kaki ke jalan berbatu dan berlumpur.

Langkah kaki kecil mereka mengukur setiap jengkal panjang jalanan bertanah dan berbatu dengan pasti. jika musim hujan tiba jalan itu sulit di lalui, banyak genangan lumpur.

"Hei kalian! tunggu, kita berangkat bareng!" Panggil Abdul dari kejauhan.

Dia berlari kearah kak beradik itu dengan mengenakan seragam putih birunya .

"jangan berlari, nanti jatuh." tegur Asep.

"maaf." ucap Abdul.

"Asep, boleh pinjam uang tidak. Ibu ku tidak memberi ku uang jajan sekolah."

"Serius, bukannya ibu dan ayah mu memiliki cukup uang." Jawab Asep menatap bingung temannya sambi terus melangkah.

"he he!

"ya bagaimana lagi, aku sedang di hukum karena sebuah kesalahan. Aku memecahkan piring." Jawab Abdul tersenyum canggung.

"oh..

Guman Selly dan Asep bersamaan.

"baiklah, ini uangnya. Tidak perlu di kembalikan ." Asep menyerahkan 200 perak pada Abdul.

"Terimakasih, kamu teman ku bisa di andalkan." jawabnya senang tangan kecilnya menerima uang itu.

Mereka tak lama, sampai dan masuk kedalam gerbang sekolah yang tertuliskan di atas gerbang SMP negeri 1 kota Tani.

Mereka masuk kelas karena sebentar lagi ujian sekolah akan segera di mulai. Mereka masuk kedalam kelas

Tak lama guru wanita masuk ke kelas yaitu Bu tari. Guru pengawas ujian hari kedua. Mata pelajaran IPS dan bahasa Indonesia.

Bu tari guru mata pelajaran bahasa Indonesia sekaligus wali kelas, kelas 3 B.

Semua siswa berdiri dan mengucapkan salam pada guru .

"Selamat pagi bu guru."

seru semua murid yang hanya berjumlah 15 siswa saja. 10 siswa laki-laki, Sisanya siswa perempuan.

"silakan duduk!" Pinta Bu Tari duduk dan meletakan tas di meja.

"Sebelum memulai ujian mata pelajaran pertama hari ini, ibu minta kumpulkan tas dan barang bawaan kalian di depan. Jika ada berani mencontek, ibu akan langsung memberi nilai nol." Ucap tegas Bu Tari .

"Baik bu!"

Seru semua muridnya.

Meletakkan tas dan dan barang bawaan di depan kelas ,dan duduk kembali.

"terimakasih, dan kerjakan dengan tenang soal ini."

Bu Tari beranjak berdiri, membagikan soal ujian dan lembar jawaban kosong.

"Silahkan mengerjakan sekarang. Jangan lupa tulis identitas kalian dengan lengkap dan jelas di tempat yang di tentukan di lembar jawaban." Duduk kembali.

"Baik bu guru!" jawab semua siswa.

Semua siswa mengeluarkan alat tulis, menulis identitas. Setelah itu mengerjakan soal dengan tenang.

Asep dengan cepat menjawab 40 soal pilihan ganda. Kecepatan menjawabnya setara kecepatan robot Ai.

Memanfaatkan waktu luang yang ada, memeriksa kembali jawabannya.

Dalam waktu singkat, dia sudah sepenuhnya menjawab semua soal berjumlah 50 soal. 40 pilihan ganda dan 10 soal esai.

Selly juga sama,namun kecepatan nya sedikit lambat dari Asep.

"Waktu sudah selesai, segera kumpulan lembar jawaban kalian." pinta Bu Tari.

"iya bu!" semua murid menjawab.

Mereka mengumpulkan lembar jawaban ke meja guru lalu melangkah keluar kelas.

"Asep! Selly. Ikut dengan ibu ke kantor. Bu Ani memanggil kalian." Ucap Bu Tari.

"Baik Bu!" Jawab keduanya.

Sesampainya di ruang kerja bu Tari, mereka duduk. sedangkan bu Tari pergi dan kembali membawa dua lembar kertas yang berisi soal matematika bersama Bu Ani.

Soal olimpiade matematika tingkat kecamatan tahun lalu.

"coba kalian isi semua soal matematika ini! Soal ini soal lomba olimpiade matematika tahun dulu."

Bu tari menyerahkan selembar kertas soal dan Pencil pada Selly dan Asep, lalu duduk .

"Baik Bu!" Jawab keduanya.

Mereka pun segera mengerjakan soal olimpiade matematika tahun dulu dengan santai.

"Bu Ani, menurut mu mereka bisa menjawab berapa soal?" Tanya Bu Tari.

"Mereka murid hebat, mereka pasti bisa menjawab semua soal itu. Aku sangat yakin." Jawabnya.

"HM..

"Mereka siswa pintar di sekolah kita. Nilai mereka rata rata di setiap mata pelajaran 85 -95. Mereka di mata pelajaran ku nilai mereka 97 , hampir sempurna." Ucap Bu Tari mengangguk kepalanya percaya.

Kurang lebih 20 menit, Asep dan Selly sudah selesai menjawab semua soal yang ada.

"Sudah bu!" Keduanya menyerahkan lembar soal yang dia jawab bersamaan.

"Kalian sudah selesai? Kalian murid jenius." Bu tari tanya balik sambil menerima.

Bu tari tertegun dan terpana melihat cara menghitung yang dilakukan oleh Muridnya dan dia terkejut muridnya menjawab 40 soal dalam waktu 20 menit.

"Ini.. keajaiban sekolah kita. Mereka menjawab soal benar semua!!" Seru Bu Tari merasa senang.

Dia semakin terkejut, setelah jawaban itu benar semua. bahkan jawabannya lengkap dengan coretan caranya yang belum pernah bu Ani lihat.

Cara Asep  mengerjakan soal berbeda apa yang di ajarkan bu tari dan guru matematika lainnya. bahkan cara yang digunakan olehnya sangat simpel dapat di pahami.

"betul sekali, ini kabar baik bagi sekolah kita." Timpal Bu Ani.

"Kalian dari mana kamu tahu cara mengerjakan seperti ini?" tanya Bu tari terkagum.

"aku cari cara sendiri bu! "jawab Asep dengan datar.

"Aku belajar dari Asep, ternyata cara yang di gunakannya sangat simpel dan mudah di pahami." Timpal Selly.

"benarkah!" tanya Bu Ani dan Bu Tari bersamaan memastikan.

"iya bu, aku tidak bohong." jawab Selly lagi.

"kalau begitu, coba jawab soal ini. f(x)\=x+2+2x-2?" 

bu tari memberikan soal matematika untuk  siswa SMP, dia sengaja memberikan soal itu hanya mengetes muridnya saja.soal itu adalah salah satu soal olimpiade matematika tingkat kabupaten dan nasional.

Asep dengan mudah menjawab soal yang diberikan oleh bu Maya Dengan mudah.

"f(x)\=x+2+2x-2"

 "f(x)\=(x+2x)+(2-2),"

"f(x)\=3x+0"

"f(x)\=3x"

"Jadi f(x)\=3 , Bu." jawab Asep menjawab soal itu dengan santai.

"jawabnya tetap sekali!" Seru  bu tari mengangguk kagum.

Tak lama lonceng tanda ujian ke dua di mulai.

"ya sudah, Asep  kembali ke kelas, sudah terlambat masuk. nanti di marahi ibu guru pengawas." Ucap selly.

"guru pengawas ujian hari ini tidak akan marah karena kamu terlambat masuk, kan ibu adalah guru pengawas kalian." 

"Hi hi.. kamu kenapa ketakutan." bu tari sedikit tertawa bahwa muridnya lupa bahwa dia adalah guru pengawas ujian di ruangannya.

"astaghfirullah, Kenapa aku lupa. Hi hi." 

Ucap Selly tersadar dan menepuk keningnya sendiri, sambil tertawa simpul.

"ya sudah, kita kembali!" ajak bu tari melangkah kembali ke kelas.

"bentar bu!"

"ada apa?! ada yang ketinggalan?"

bu tari menghentikan langkahnya, memandang anak muridnya bingung.

"Asep boleh minta..."

"Minta apaan katakan saja!" Ucap Bu tari.

"Aku haus bu, belum sempat pergi ke kantin, boleh minta air minum!"ucapnya.

"Selly juga Bu." timpalnya.

"Oh...

"Tunggu disini biar ibu ambilkan." Jawab Bu Ani.

Bu Ani pergi lalu kembali lagi membawa dua gelas air putih. Menyerahkan ke kedua muridnya.

"Terimakasih Bu."

Keduanya menerima dan meminumnya sampai habis, lalu dengan sopan menyerahkan gelas kosong kepada Bu guru.

"Terimakasih Bu, maaf merepotkan ibu." Ucapnya.

"Tidak masalah, ayo kita kembali ke kelas! Kita akan mulai ujian mata pelajaran kedua." Ucapnya menaruh kelas kosong di meja kerjanya

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!