NovelToon NovelToon
Jadi Janda? Siapa Takut?

Jadi Janda? Siapa Takut?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:20.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Rumi sudah tiga tahun menikah dengan Fathur. Sebenarnya rumah tangga mereka baik-baik saja. Hanya saja menjadi tidak baik-baik karena selalu di recoki oleh ibu dan keluarga Fathur lainnya.

Hingga akhirnya saat Rumi kembali hamil, namun untuk kedua kalinya juga dia harus kegu guran karena ulah sang ibu mertua. Bu Sri tak pernah ingin jika Fathur memiliki anak dari Rumi.

Rumi jelas marah dan pun cak amarahnya saat Bu Sri membawa mantan dari Fathur ke dalam kehidupan ruang tangga mereka. Fathur bahkan tak mampu untuk membela istrinya.

Apakah dengan kenyataan seperti ini Rumi siap menjadi janda? Ataukah dia malah lebih memilih bertahan dengan kenyataan seperti itu?

"Jangan banyak membantah jika kamu tak ingin di Jan da kan oleh Fathur!" ancam Bu Sri.

"Jadi Jan da? Siapa takut Bu!" jawab Rumi membuat suami dan ibu mertuanya melongo tak percaya.

Ikuti terus kisah Arumi selengkapnya. Jangan lupa baca sampai akhir, karena ada banyak keseruan dari Rumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi Janda? Siapa Takut? 23

"Elisaaaa ... Elisaaaa ... Astaga kemana anak itu!" Teriak Bu Sri keluar dari dalam kamarnya.

Dia bahkan hampir terjatuh karena banyaknya pakaian yang berserakan di atas tempat tidur dan juga lantai kamarnya. Entahlah sepertinya seluruh isi di dalam lemari sudah pindah semua. Berhamburan di mana-mana. Bau tak enak juga tercium. Baju lama dan baru bersatu padu dan saling bertumpuk berbagi aroma.

"Elisa! Sini kamu!" teriak Bu Sri lagi, suaranya naik satu oktav.

Ia mencoba melangkah, tapi kakinya malah terjerat daster batik lawas yang melilit bak jebakan batman. Bruk! Bu Sri mendarat mulus di atas tumpukan cucian kering yang sudah menggunung selama dua minggu. Alih-alih sakit, ia malah merasa seperti rebahan di kasur busa yang sangat empuk, namun baunya... ah, campuran antara parfum kedaluwarsa dan keringat sisa pasar kemarin.

"Iya, Buuu! Bentar!"

Elisa muncul dengan rambut acak-adakan, di kakinya ada banyak kardus dan bubble wrap bekas paket online milik mereka. Perutnya berbunyi nyaring, protes karena sejak pagi hanya diisi segelas air putih dan juga roti di warung saat akan pergi ke rumah Fathur.

"Ibu ngapain tiduran di situ?" tanya Elisa polos sambil memegangi perutnya.

"Ibu jatuh, Elisa! Kamu lihat ini, rumah sudah kayak kapal pecah yang habis dihantam meteor!" seru Bu Sri sambil berusaha bangun.

"Ibu lapar. Cepat liat di lemari makan ada apa!" sepulang dari rumah dinas Fathur, Dia lupa minta di traktir makan oleh Dona. Alhasil dia sekarang kelaparan.

Elisa dengan gontai menyeret langkah menuju dapur. Ia membuka pintu lemari makan dengan penuh harapan. Kosong. Hanya ada satu butir bawang putih yang sudah bertunas dan sebuah plastik kerupuk yang isinya tinggal remah-remah.

"Zonkkk, Bu. Adanya cuma remah doa," keluh Elisa.

"Coba cek kulkas."

Mereka berdua kini berdiri di depan kulkas. Bu Sri menarik pintunya dengan dramatis. Bukannya aroma makanan lezat, yang keluar justru bau "eksotis" yang membuat hidung mereka langsung mengkerut. Di sana hanya ada beberapa botol air mineral dingin. Tak ada yang berwarna apalagi minuman kaleng berso-da.

Tangan Bu Sri naik ke rak atas, Isinya hanya botol saus sambal yang sudah menghitam di pinggirnya. Membuka rak lain, hanya Ada kotak plastik tertutup rapat. Setumpuk sayuran yang sudah berubah wujud jadi lendir hitam karena lupa dia masak. Bukan lupa lebih tepatnya malas.

"Elisa, ini serius? Tidak ada sisa rendang atau minimal telur sebutir pun?" tanya Bu Sri dengan nada putus asa.

"Adanya cuma penyesalan, Bu," jawab Elisa datar sambil menutup pintu kulkas dengan kaki.

Bu Sri terduduk di kursi meja makan yang untungnya tidak tertutup tumpukan baju. Ia menatap nanar ke arah wastafel. Piring-piring kotor itu menumpuk seperti candi mini, lengkap dengan sisa-sisa saus yang sudah mengeras bak semen beton. Entah berapa lama tak mencuci piring.

Tetangga yang di minta beres-beres di rumahnya tempo hari enggan kembali bekerja padanya. Apalagi dia juga meminta tambahan gaji, melihat banyaknya pekerjaan di rumah Bu Sri. Bu Sri yang perhitungan mana mau menambah, apalagi sekarang Fathur tak memberinya lagi uang bulanan. Jatah bulan ini belum dia terima karena Fathur marah.

"Ibu lapar sekali, Elisa," keluh Bu Sri sambil memijat pelipisnya kelaparan membuatnya pusing.

Elisa hanya bisa bersandar di pintu dapur, menatap ibunya dengan tatapan nanar.

"Ya sudah, kita pesan makanan lewat aplikasi saja kalau begitu. Tapi... saldo aku nol, Bu. Habis buat bayar ongkir paket yang tadi Ibu lihat di depan."

Mendengar kata 'saldo nol', mata Bu Sri langsung melotot. Bu Sri sambil merogoh saku dasternya. Wajahnya tiba-tiba pucat.

"HP Ibu... tadi Ibu taruh di mana ya?"

Elisa juga ikut meraba kantong celananya. Kosong.

"Tadi aku taruh di meja ruang tamu, tapi meja itu kan sekarang sudah tertutup gunung pakaian yang Ibu lempar tadi..."

Mereka berdua saling berpandangan. Di tengah rumah yang penuh tumpukan barang, mencari sebuah ponsel ibarat mencari jarum di tumpukan jerami.

"Tadi Ibu tumpuk bajunya di sebelah mana?!" tanya Elisa panik.

"Mana Ibu ingat! Tadi kan Ibu main lempar aja!"

Kini, demi bisa makan, ibu dan anak yang malas itu terpaksa melakukan hal yang paling mereka benci: Bongkar tumpukan baju dan beres-beres.

Sambil bersin-bersin karena debu, Bu Sri menggerutu. Elisa hanya bisa menghela napas sambil mengangkat tumpukan daster. Sampai akhirnya Fajar dan Fikri yang di panggil akhirnya datang. Mereka berdua bahkan belum selesai membereskan rumah.

"Kebetulan kalian datang! Fik, belikan dulu ibu dan Elisa nasi goreng di depan nggak pake pedes!" jawab Bu Sri.

"Uangnya mana Bu?" tanya Fikri.

"Pake uang kamu!" jawab Bu Sri membuat Fikri berdecak kesal.

Kedua anak lelaki Bu Sri yang selalu dia banggakan itu tak pernah mau mengeluarkan banyak uang untuk ibu dan adiknya. Apalagi untuk biaya bulanan. Bisa-bisa mereka kena omel istrinya yang perhitungan. Apalagi biaya keluarga mereka jug tak sedikit. Makanya mereka sangat mendukung perbuatan Bu Sri kepada Fathur. Karena dengan begitu Bu Sri tak akan meminta uang kepada mereka berdua.

"Ada apa sih, Bu? Sampai harus kumpul mendadak begini? Lagian rumah kok kotor begini! Kemana si Rumi? Kenapa dia nggak beres-beres rumah?" tanya Fajar setelah Bu Sri selesai makan.

Bu Sri mulai terisak, mengeluarkan jurus andalannya.

"Itulah yang ingin ibu bicarakan dengan kalian. Bahkan kalian lihat sendiri, ibu dan adikmu sampai kelaparan seperti ini. Semuanya karena wanita kampungan dan setelah itu!"

"Fathur sudah keterlaluan, Fajar! Dia pindah ke rumah dinas yang bagus, Fajar sudah naik jabatan jadi wakil manager. Tapi ibu malah diusir oleh istrinya yang sombong itu! Bahkan dia mengatakan tak mau lagi mengurus kebutuhan ibu dan Elisa. Bahkan satu rupiah pun mereka tak mau!" adu Bu Sri tana menceritakan alasan Fathur mengatakan hal seperti itu.

Farid mengerutkan kening.

"Masa iya Fathur begitu? Setahuku Fathur itu yang paling penurut sama ibu. Bahkan dia tak akan membiarkan ibu menangis apalagi sampai tak memberikan uang bulanan. Gaji manager itu besar Bu! bahkan fasilitasnya juga sangat banyak!" Bu Sri hanya terisak sedangkan kedua anak lelakinya saling pandang menahan kesal. Kesal karena memikirkan harus menanggung biaya ibu dan kuliah adiknya.

1
nely_48
asli nya hyang nakol kepala na s fathur 🔨🔨🔨
Muft Smoker
bukan hanya kerdiil tp km virus d hidup rumii 😒😒😒😒
Muft Smoker
baru sadar andaa ,,
terlambaat sudaaah ,,
😒😒😒
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
selamaaattt untuk kontraknyaa thoorrr
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
capek aku tuuhh
Oma Gavin
keluarga toxic banyak drama dan goblok nya fathur mudah percaya silahkan nikmati nanti penyesalan mu fathur
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
kira2 ada tokoh cowok baru GK Thor?? kok ada hastag #ceo ? kali2 Rumi cerai, trus dpt CEO beneran..bukan si oon pakthur anake mbok srikethek 👻👻👻🤣🤣
Diana Dwiari: rajendra kan calonnya rumi....wkwkwk
total 4 replies
gina altira
Udahlah Rum, daripada bayi dlm kandungan mu knp" mending kmu mundur aja. Biar waras.
mama
kok gk mok tinggal minggat sing adooohh wae leh rum2..seblm knp2 sm kandungan km nnti nyesel lo rum klu smpe itu terjadi..suami mcam fathur gk bakal berubah masih tetep nurut sm mak ny rum. gk perlu di pertahanan😭
Dew666
💃💃💃
nely_48
lepaskan rumi lah fathur,, kasian loh sm rumi hrs menjaga kewarasannya demi suami pecundang spt km fathur
Lovita BM
dan org pertama nanti yg ngegepin drama keluarga busuknya adalah Elisa selanjutnya Fatur sendiri, dan disaat itu Rumi sudah menjauh, wkwkwk mendahului othornya 🤣🤣
Muft Smoker: bagus kak ,, kdg2 kak author qta kasih arahan alur ny biar mntap ny makin pol 🤭🤭🤭🤭 ,,

hai kak author/Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
siti solihah
laki laki memang harus berbakti pada ibunya tadu dia tidak akan masuk surga jika tidak memuliakan istrinya... menurut saya rumi lepaskan saja suami yang tidak bisa adil antara ibu dan istrinya...jalani hidup lebih baik tanpa suami...
Arin
Itu resiko yang kamu ambil sendiri Fathur..... nikmati pernikahan mu dengan Rumi yang tinggal serumah tapi seperti orang lain. Ada tapi dianggap kasap mata
Oma Gavin
suami lucknut kekepin terus ibumu dan keluarga mu sampai modarrr dan lepaskan rumi biar bahagia dgn yg lain
gina altira
Nih ya Fathur itu plinplan banget,, dah lah Arumi mending dapetin lagi yang lebih baik lagi
Wildan Husni
aku nangis bacanya,,,,, sesakititu klo kita tdk dianggap apalagi oleh suami sendiri😭
Yuen
Kalau dari sinopsis anak ini akan gugur, lalu jodoh Rumi pasti anak Bu viona yang duda
Yuen
Kubilang jg apa mending cerai dari dulu, kecintaan bgt sama anak mami bau busuk
Yuen
Emaknya jahat anaknya gak ada yang bener amit2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!