NovelToon NovelToon
Titik Nadir: Menyesal Setelah Kau Buang

Titik Nadir: Menyesal Setelah Kau Buang

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fluffy Dream

Tiga tahun lamanya Andini mencurahkan seluruh pengabdiannya sebagai istri saleha, namun ia justru dihempaskan ke titik terendah dalam hidupnya. Ia diusir tanpa membawa uang sepeser pun oleh Reno, suaminya sendiri, yang lebih memilih Siska karena pengakuan kehamilannya. Setelah kenyang menerima hinaan sebagai perempuan mandul yang sekadar menumpang hidup, Andini bersumpah untuk bangkit dari puing-puing kehancurannya.

Saat Andini akhirnya berhasil bertransformasi menjadi sosok wanita karier yang mandiri, elegan, dan sulit digapai, Reno datang kembali sambil merangkak penuh penyesalan. Namun, sebuah map cokelat yang telah disiapkan Andini siap meruntuhkan sisa-sisa kesombongan pria itu. Sebuah rahasia medis yang mencengangkan akhirnya terungkap: Reno sebenarnya mandul, dan anak yang selama ini ia puja-puja hanyalah buah dari pengkhianatan Siska. Inilah saatnya karma instan mulai bekerja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fluffy Dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: Mahkota yang Tak Bergeser

Siang itu, ruang balai ria Hotel Mulia dipadati oleh ratusan pasang mata dari kalangan elite. Mulai dari konglomerat properti, pejabat kementerian, hingga awak media bisnis nasional berkumpul untuk menghadiri rapat tahunan asosiasi pengusaha. Di salah satu sudut barisan depan, Tante Sofia duduk mendampingi Karina yang tampil memukau dalam balutan chic blazer berwarna zamrud.

"Ingat Karina, begitu Farhan selesai memberikan pemaparan di panggung, kamu harus segera maju mendampinginya untuk sesi wawancara media," bisik Tante Sofia dengan senyuman penuh siasat. "Tunjukkan pada pers bahwa kamulah otak di balik efisiensi proyek barunya. Biar publik tahu siapa wanita yang sepadan untuk berdiri di samping pewaris Al-Fatih Group."

Karina tersenyum penuh percaya diri. "Tenang saja, Tante. Semuanya sudah saya siapkan."

Di atas panggung yang megah, Farhan berdiri tegak di balik podium. Suara bariton-nya yang tegas menggema ke seluruh ruangan, memaparkan visi masa depan proyek CBD Menteng dengan begitu karismatik. Setiap untaian kalimatnya disambut tepuk tangan riuh dari para hadirin. Begitu sesinya berakhir dan moderator membuka sesi foto bersama pers, Karina langsung bangkit dari kursinya. Dengan langkah anggun yang sengaja dibuat untuk mencuri perhatian, ia mulai berjalan menuju tangga panggung.

Namun, belum sempat kaki Karina menapak pada anak tangga pertama, perhatian seluruh isi ruangan mendadak teralih ke arah pintu masuk utama VIP.

Ceklek! Ceklek! Ceklek!

Suara jepretan kamera wartawan mendadak berbalik arah secara massal. Dua orang petugas keamanan hotel membukakan jalan dengan takzim untuk seorang wanita yang baru saja melangkah masuk.

Andini berjalan dengan keanggunan yang mutlak. Siang itu, ia mengenakan gaun abaya sutra bernuansa royal navy dengan aksen payet perak yang berkilau lembut di bagian lengan, dipadukan dengan hijab syar'i senada yang menutup dadanya dengan sangat sempurna. Alih-alih terlihat seperti ibu rumah tangga biasa, aura Andini justru memancar kuat layaknya seorang permaisuri yang anggun sekaligus CEO papan atas yang disegani.

Farhan yang melihat kedatangan istrinya langsung menghentikan langkah di atas panggung. Senyuman dingin yang sejak tadi terpasang di wajah tampannya seketika mencair, digantikan oleh binar mata yang dipenuhi rasa cinta dan hormat yang luar biasa. Tanpa memedulikan para fotografer yang sedang menantinya, Farhan justru melangkah turun dari panggung. Ia berjalan cepat melewati Karina begitu saja tanpa menoleh sedikit pun, lalu menghampiri Andini di ujung karpet merah.

"Kamu datang, Sayang," ujar Farhan lembut, langsung menyambut jemari Andini dan menggenggamnya di depan ratusan pasang mata serta kilatan lampu rilis media.

Andini tersenyum sangat tulus, menatap suaminya dengan ketenangan yang meneduhkan. "Maaf agak terlambat, Mas. Tadi harus memastikan Nadir meminum ASI-nya dulu sebelum kutinggal."

"Tidak apa-apa. Kehadiranmu di sini adalah hal yang paling berharga untukku," sahut Farhan tegas.

Farhan kemudian menuntun Andini berjalan beriringan naik ke atas panggung utama. Di hadapan seluruh asosiasi bisnis dan wartawan, Farhan merangkul pinggang istrinya dengan penuh perlindungan.

"Rekan-rekan media dan para kolega sekalian," suara Farhan menggema lewat mikrofon, menghentikan bisik-bisik kekaguman di dalam ruangan. "Sebelum sesi wawancara dimulai, saya ingin memperkenalkan secara resmi wanita di samping saya. Beliau adalah Andini Farhan Al-Fatih, istri saya, sekaligus CEO dari Nadir Label yang juga bertindak sebagai penasihat internal utama dalam setiap keputusan bisnis yang saya ambil di Al-Fatih Group."

Tepuk tangan kembali bergemuruh, bahkan jauh lebih riuh dari sebelumnya. Para fotografer berebut mengambil gambar pasangan suami istri yang tampak begitu serasi dan berkelas tersebut.

Di bawah panggung, langkah Karina terhenti seketika. Tubuhnya mendadak kaku, dan wajah cantiknya berubah pucat pasi menahan malu yang amat luar biasa. Ia berdiri sendirian di dekat tangga panggung, diabaikan oleh pers dan ditatap kasihan oleh beberapa kolega bisnis yang mengetahui ambisi terselubungnya. Tante Sofia yang menyaksikan hal itu dari kejauhan hanya bisa mengepalkan tangannya dengan geram. Rencana yang mereka susun dengan rapi runtuh dalam sekejap mata tanpa perlu Andini mengeluarkan satu kata makian pun.

Andini menoleh sedikit ke bawah panggung, matanya bertatapan langsung dengan mata Karina yang memancarkan kekalahan mutlak. Andini tidak memberikan tatapan mengejek, ia justru melemparkan senyuman tipis yang sangat berkelas—sebuah senyuman yang seolah menegaskan bahwa setinggi apa pun ular mencoba memanjat, mahkota seorang ratu yang sah tidak akan pernah bisa digeser oleh trik murahan.

Siang itu, di bawah panggung megah Hotel Mulia, Andini sekali lagi membuktikan bahwa benteng yang dibangun di atas fondasi kepercayaan, kejujuran, dan rida Allah, tidak akan pernah bisa ditembus oleh kerikil-kerikil kesombongan dari dunia mana pun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!