NovelToon NovelToon
PEMBERONTAK PARA DEWA LAST SEASON

PEMBERONTAK PARA DEWA LAST SEASON

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Seratus tahun telah berlalu sejak Shi Hao mengorbankan kultivasinya menggunakan Teknik Terlarang untuk menyelamatkan Alam Atas dari kehancuran Kaisar Langit. Di Alam Atas, kedamaian semu tercipta di bawah pimpinan Dewan Bersama (Raja Yan, Lei Zhen, Ao Zun).

Namun, di sebuah desa fana yang terpencil, Shi Hao hidup bahagia sebagai petani buta dan lumpuh bersama istri fananya (Gu Qing Yi yang menyembunyikan identitasnya). Kepompong fana Shi Hao perlahan-lahan menyehatkan jiwanya yang hancur, menanamkan pemahaman Dao Kemanusiaan yang belum pernah dicapai oleh Dewa mana pun.

Kedamaian itu hancur ketika Dinding Dimensi Alam Atas robek. Shen Yu, Dewa Iblis dari Semesta Sembilan Nether yang telah menaklukkan ribuan alam, akhirnya tiba bersama pasukan jenderalnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 13

Dunia Fana – Pendopo Desa Angin Lembut.

Matahari pagi menyembul dari balik cakrawala, mengusir sisa-sisa kegelapan malam yang mencekam. Bagi para kultivator agung di Alam Atas, malam tadi adalah awal dari bencana kosmik. Namun bagi penduduk fana Desa Angin Lembut, malam tadi hanyalah "malam dengan cuaca paling aneh sepanjang sejarah."

Pendopo desa kini dipadati warga. Paman Wang si pandai besi, Kakek Li, dan puluhan tetua desa berkumpul dengan wajah penuh tanda tanya. Di tengah-tengah mereka, Gou Dan berdiri di atas bangku kayu sambil membusungkan dadanya yang gemuk, berpidato dengan penuh semangat.

"Kalian semua harus berterima kasih padaku!" seru Gou Dan, melambaikan tangannya ke udara. "Semalam, saat langit berubah merah darah dan batu-batu mulai melayang, itu adalah fenomena Rasi Bintang Macan Lapar yang beresonansi dengan bakat tersembunyiku! Aku melepaskan jurus Belalang Sembah Kuno di halaman rumahku, dan booom! Langit langsung kembali normal!"

Warga desa saling pandang. Paman Wang mendengus sambil melas, "Gou Dan, semalam aku melihatmu menangis di bawah kolong tempat tidur sambil memeluk kuali ibumu. Bagaimana bisa kau bertarung dengan langit?"

"I-Itu teknik meditasi tingkat tinggi, Paman Wang! Kau tidak tahu apa-apa tentang seni bela diri kota!" tangkis Gou Dan dengan wajah memerah, membuang muka dengan gengsi.

Di tengah perdebatan konyol itu, Shi Hao berjalan pelan memasuki area pendopo, dituntun oleh Gu Qing Yi. Kain putih kembali melilit mata kirinya, dan tangan kanannya memegang tongkat bambu lapuk. Di belakang mereka, Hitam Satu berjalan dengan kepala tertunduk patuh, bertingkah lincah seperti anjing pemburu biasa.

"Pagi, kawan-kawan. Ramai sekali hari ini, apa ada pembagian jatah pupuk?" sapa Shi Hao dengan senyum ramah tanpa dosa.

"Eh, A-Hao! Sini, duduk," Kakek Li melambaikan tangannya. "Semalam kau tidak apa-apa? Langit memerah mengerikan, kami semua mengira akhir dunia telah tiba."

Shi Hao duduk di samping Kakek Li, menerima segelas air hangat yang disodorkan warga. "Ah, semalam ya? Aku tidak melihat apa-apa karena mataku buta, Kakek. Tapi tidurku sangat nyenyak. Anginnya memang agak berisik, seperti suara orang sedang menyapu halaman, tapi setelah itu udaranya malah terasa sangat segar. Lihat, rematik di kaki kananku bahkan terasa agak mendingan hari ini."

Qing Yi yang berdiri di sampingnya hanya bisa menahan senyum, memalingkan wajah agar warga tidak melihat bibirnya yang berkedut. 'Menyapu halaman' katanya? Dia baru saja menyapu bersih seorang jenderal Dewa Sejati melintasi galaksi!

"Nah, benar kan! keberuntungan si A-Hao ini memang luar biasa!" seru Kakek Li sambil tertawa terkekeh-kekeh. "Langit kiamat pun berubah jadi obat baginya!"

Warga desa ikut tertawa, ketegangan sisa malam tadi menguap seketika oleh atmosfer kekeluargaan yang hangat.

Sementara itu, di Batas Hutan Bambu (Ujung Desa).

Kondisi Lima Penjaga Teratai saat ini sungguh mengenaskan.

Untuk menjaga agar sisa-sisa energi Nether tidak merembes ke pemukiman warga fana, mereka berlima terpaksa mengaktifkan Formasi Penyembunyian Jiwa tingkat tinggi semalaman suntuk. Di planet yang miskin Qi spiritual seperti ini, mengaktifkan formasi dewa sama saja dengan menguras sumur Dantian mereka sendiri hingga kering kering-kerontang.

Lu Bai bersandar di pohon bambu dengan wajah pucat, jubah hijaunya kusut. Hong Hua duduk di atas batu, mengipasi wajahnya dengan lemas menggunakan daun pisang karena kipas sutranya sudah patah. Hei Gen yang berwajah mayat kini benar-benar terlihat seperti mayat hidup sesungguhnya.

"K-Kak Lu Bai... aku lapar," cicit Jin Yu, memandangi kantong manisannya yang sudah kosong melongpong. "Dantianku kosong. Di dunia rongsokan ini tidak ada energi spiritual untuk diserap."

"Tahan sedikit, Jin Yu," bisik Lu Bai, suaranya serak. "Kita adalah unit elit Soul Transformation. Kita tidak boleh menyerah hanya karena... kruuuk..." Perut Lu Bai sendiri berbunyi nyaring, mengkhianati harga dirinya.

Shui Di yang biasanya hobi tidur, kini bahkan tidak punya energi untuk memejamkan mata. "Jika kita mati kelaparan di planet fana saat menjalankan tugas dari Kaisar... nama kita akan ditertawakan di Makam Pahlawan Alam Atas selama sembilan turunan."

Tiba-tiba, telinga Hei Gen bergerak. "Ssst! Ada yang datang. Tekan aura kalian!"

Dari balik semak-semak, Shi Hao berjalan tertatih-tatih sendirian, menyeret kaki kanannya. Di tangan kirinya, dia membawa sebuah bakul bambu kecil yang ditutupi kain bersih. Qing Yi sengaja tidak menemaninya agar suaminya bisa memberikan "tugas" tanpa membuat warga desa curiga.

Melihat kedatangan sang Kaisar, kelima elit itu langsung melompat dari persembunyian dan berlutut serentak di atas tanah berdebu, melupakan rasa lemas mereka demi penghormatan tertinggi.

"Hormat kami, Tuan Besar!" bisik mereka kompak dengan suara diredam.

Shi Hao menghentikan langkahnya, menoleh ke arah barisan bambu tempat mereka berlutut. Dia meletakkan bakul bambunya di atas sebuah tunggul pohon tua.

"Kalian semalam bekerja keras, ya," kata Shi Hao lembut. "Suara sapuan angin kalian di atas awan terdengar sampai ke kamar tidurku."

Lu Bai menunduk dalam, hatinya bergetar. "Merupakan kewajiban kami untuk menjaga ketenangan tidur Tuan Besar dan Nyonya!"

"Sudahlah, tidak perlu seformal itu di sini," Shi Hao melambaikan tangannya, lalu menunjuk ke arah bakul bambu. "Istriku membuatkan singkong rebus lebih banyak pagi ini. Dia tahu ada lima ekor 'burung unta gemuk' yang kelaparan di dalam hutan bambu rumah kami."

Mendengar kata "singkong rebus", mata Jin Yu langsung berbinar-binar hijau seperti serigala kelaparan.

"Ambil dan makanlah. Setelah itu, kembalilah menjaga perbatasan. Jangan sampai mengganggu warga desa yang mau pergi ke sawah," kata Shi Hao.

"Terima kasih atas kemurahan hati Tuan Besar!" jawab Lu Bai.

Shi Hao tersenyum, lalu berbalik dan berjalan kembali menuju desa dengan santai, bersiul kecil seolah dia hanyalah kakek petani biasa yang sedang menikmati jalan-jalan pagi.

Setelah sosok Shi Hao menghilang di tikungan jalan setapak, kelima elit itu langsung menyerbu bakul bambu tersebut. Lu Bai membuka kain penutupnya, dan kepulan asap putih yang sangat harum menyembur keluar.

Di dalam bakul itu, terletak lima potong singkong rebus berwarna kuning mentega.

Namun, saat mata spiritual Lu Bai menatap singkong-singkong tersebut, jantungnya hampir copot dari rongga dadanya. Singkong fana itu... entah bagaimana, setelah direbus oleh tangan Gu Qing Yi dan diberi restu oleh kehadiran Shi Hao, strukturnya berubah total.

Setiap urat serat singkong itu mengalirkan Cairan Esensi Chaos murni dan Hukum tingkat tinggi yang bahkan lebih padat daripada mata air spiritual terbaik di Alam Atas!

"I-Ini... ini bukan makanan fana..." Hei Gen menelan ludah dengan kasar, matanya melotot horor. "Satu gigitan dari singkong ini... setara dengan memurnikan sepuluh ribu batu roh tingkat murni!"

Tanpa banyak bicara lagi, Jin Yu langsung menyambar sepotong dan menggigitnya.

NYAM!

BOOOOOOM!

Sebuah riak energi emas meledak secara kasat mata dari tubuh mungil Jin Yu. Dantiannya yang tadinya kering kerontang seketika terisi penuh oleh Qi Sejati yang berkilauan. Sisa rasa lelahnya lenyap dalam sekejap, dan kulitnya memancarkan pendaran suci tingkat Soul Transformation puncak, bahkan hampir menyentuh ambang batas Penyatuan Kehampaan (Void Amalgamation)!

"Enak bangettt!" jerit Jin Yu kesenangan, mengunyah dengan air mata haru menetes di pipinya.

Melihat mukjizat itu, Lu Bai, Hong Hua, Hei Gen, dan Shui Di tidak mau ketinggalan. Mereka mengambil bagian masing-masing dan memakannya dengan lahap di bawah pohon bambu.

OMBUK! OMBUK! OMBUK!

Empat ledakan spiritual diredam kembali meledak di dalam hutan. Lima pembunuh elit Alam Atas itu kini duduk bersila di atas tanah, memejamkan mata mereka untuk mencerna energi agung yang mengalir dari makanan fana tersebut.

Lu Bai membuka matanya setelah beberapa saat, memandangi bakul bambu yang kini kosong dengan tatapan pemujaan yang semakin gila.

"Hanya dengan sepotong singkong rebus... Beliau memulihkan seluruh energi kita dan memperkuat pondasi Dao kami," bisik Lu Bai, suaranya gemetar penuh takjub. "Mengikuti Kaisar Asura... benar-benar adalah berkah terbesar dalam sepuluh reinkarnasi hidupku!"

"Kak Lu Bai," Hong Hua berdiri, merapikan jubahnya yang kini kembali memancarkan aura dewi yang bersih. "Energi Nether di langit utara planet ini sepertinya mulai berkumpul kembali. Meskipun kecil, tikus-tikus itu mencoba membangun titik koordinat baru."

Lu Bai berdiri, matanya berkilat tajam, menggenggam kecapinya yang kini telah pulih total bahkan dilapisi energi emas samar.

"Sesuai perintah Tuan Besar," seringai Lu Bai dingin. "Nyamuk atau tikus... jika mereka berani mendekati radius desa ini, kita akan mengubah mereka menjadi pupuk gandum!"

1
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
saniscara patriawuha.
kasian berkali kali manggg wuuuu ini....
saniscara patriawuha.
sakit banget tuhhh rasaneee...
saniscara patriawuha.
sikattttttt lagiiii mangggg shiiiiii.....
saniscara patriawuha.
mantaffffff surataffff....
Hendra Saja
makin penasaran.....apa tidak bertemu dengan sang tiran Thor....
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
HINATA SHOYO
mantapp jiwa kerennn cuuyyyyy
HINATA SHOYO
kerenn poolĺll lanjutttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!