NovelToon NovelToon
Jaka Srenggi

Jaka Srenggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Iblis
Popularitas:604
Nilai: 5
Nama Author: MartimbulSiregar

kematian membuat dia hancur, namun kematian orang yang disayang juga yang membuat dirinya bangkit.

Berjuang dan bertarung menjadi jalan hidupnya yang baru, jalan hidup menuju keabadian. Anak polos yang menjadi harapan bagi semua manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartimbulSiregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

"Ayah! Ibu!'

Suara lirih dari seorang bocah terbaring yang mengigau mengagetkan Bu Sarmi yang menahan kantuknya. 

"Kenapa nak? Bersabarlah sebentar, suamiku sudah membeli obat untuk lukamu,' bisik perempuan tua itu ke telinga bocah yang tak dia kenali itu.

Wajah bocah itu pucat memutih menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya, panas mulai menyebar ke seluruh bagian tubuhnya. 

"Sepertinya anak ini mulai demam, pasti karena luka yang dia alami! Mas Darmo kenapa bisa lama banget? Apa ada yang menghalangi langkahnya?' gumam perempuan itu dengan wajah yang gelisah.

Bu Sarmi berdiri dan mondar-mandir di rumah repot yang dia tinggali bersama suaminya. 

"Akhirnya dia datang juga," gumam Bu Sarmi saat mendengar suara langkah kaki di luar rumahnya. 

Perempuan tua itu segera membuka pintu dan menyambut kedatangan suaminya itu. 

"Bagaimana pak, apa obatnya ada?' tanya Bu Sarmi.

"Ini Bu!'

Pal Darmo memberikan obat untuk bocah yang dia temukan di dalam sungai. Dan dengan telaten, Bu Sarmi mengoles obat itu punggung bocah malang itu. Rasa perih kembali membuat bocah itu merintih menahan rasa sakit. 

"Aduh! Aduh, sakit!' rintih bocah itu menahan rasa perih di lukanya. 

"Bersabarlah nak, tak lama lagi lukamu pasti akan mengering! Aku akan merawatmu seperti anakku sendiri, kau harus kuat!' ucap Bu Sarmi.

Tidak berapa lama Pak Darmo datang untuk menemani istrinya itu. 

"Bagaimana keadaannya?' 

"Dia masih demam, mungkin karena luka itu!' kata Bu Sarmi sambil menunjuk luka di punggung bocah itu. 

"Bisa jadi mungkin, Bu!' 

Suami istri itu menatap bocah itu dengan tatapan yang penuh iba dan kasihan. Mereka sungguh tak tahu apa yang sudah terjadi pada anak kecil berusia muda itu. 

"Menurutmu apa yang sudah melukai bocah ini, Pak?' 

"Sepertinya itu cakaran hewan buas, Bu! Tapi bagaimana bisa bocah sekecil ini berhadapan dengan binatang buas?'

Kedua suami istri itu memiliki pemikiran yang sama, siapa anak kecil yang ditemukan oleh suaminya itu, Bagaimana bisa dia hanyut dan tenggelam di dalam sungai.

"Sebaiknya kita tunggu saja dia sadarkan diri, semoga dia masih bisa mengingat semua yang sudah terjadi padanya. Sungguh nasib yang kurang beruntung!' kata Pak Darmo. 

Bu Sarmi tak menanggapi kata-kata dari suaminya itu, tapi dia membenarkan perkataan dari lelaki yang sudah menemani hidupnya itu. 

Kukuruyuk!!

Suara ayam jago terdengar menandakan kalau hari telah pagi, dan suasana kota bangau kembali ramai seperti biasa. 

Kelopak mata dari bocah itu terbuka dan matanya memandang ke sekeliling tempat dia berada. 

"Dimana aku?' 

Mata bocah itu liar melihat ke segala arah. 

"Siapa yang sudah menyelamatkan diriku?' gumam bocah itu lagi. 

Bocah itu mencoba untuk bangkit, tapi luka di punggungnya menahan untuk tidak bergerak.

"Sstttt, aduh, punggungku," ucap bocah itu merintih.

"Kau sudah sadar, nak?'

Bu Sarmi datang dengan wajah yang sumbringah, karena tahu kalau bocah yang dia rawat sudah sadarkan diri. 

"Ibu siapa? Dan aku berada dimana sekarang?' tanya bocah itu. 

"Panggil saja aku Bik Sarmi! Suamiku menemukan dirimu di sungai!' 

"Sungai?'

Mendengar kata-kata itu, kepala bocah itu menjadi sakit tak tertahan.

"Kepalaku sakit, Bu!' kata bocah malang itu, dan memijit kepalanya sendiri. 

"Kenapa? Apa kau lupa?' tanya Bu Sarmi. 

"Sebaiknya kau istirahat saja dulu, pulihkan dah sembuhkan saja dulu lukamu, nanti kita bicara lagi. Aku akan menyiapkan makanan untukmu!' lanjut Bu Sarmi, sekalian iya meninggalkan bocah itu sendirian di kamar. 

"Aku siapa ya? Bagaimana aku sampai di sini? Ibu itu bercerita tentang sungai! Tapi aku tak mengingat apapun," gumam bocah itu. 

Siang mendekat begitu cepat, bocah itu kembali bangun dan kali ini di depannya telah ada dua suami istri yang sudah menunggunya sejak dari tadi. 

Mata bocah itu nanar menatap suami istri itu, pandangan matanya seperti mencoba mengenali keduanya, tapi sedikitpun tak ada dalam gambarannya siapa dua manusia berlainan jenis yang ada di dekatnya. 

"Bagaimana keadaanmu?' tanya Bu Sarmi. 

Bocah itu diam, dia masih tak tahu harus menjawab apa, sekujur tubuhnya masih merasakan rasa sakit yang terus menggelitiki seluruh tubuhnya. 

"Apakah tubuhmu masih sakit?' tanya Bu Sarmi.

Bocah itu hanya angguk kepala.

"Siapa kalian ini? Apa kalian mengenalku? Dan siapa diriku ini?' kata bocah itu yang pada akhirnya membuka suara. 

Bu Sarmi memandang suaminya, dan tak tahu harus menjawab apa pertanyaan dari bocah itu. 

"Apa kau tak ingat apa yang terjadi dengan dirimu?' tanya Pak Darmo. 

"Tidak! Sedikitpun aku tak ingat apa-apa. Aku tak tahu mengapa aku disini? Aku tak tahu mengapa aku mengalami luka di punggung ini," jawab bocah itu. 

"Mungkin kau belum sembuh, jadi pikiranmu belum jernih! Sebaiknya kau makan dulu!' kata Bu Sarmi sambil memberikan makanan untuk bocah itu. 

"Apa kau bisa untuk duduk?'

"Sepertinya bisa, Aku akan mencoba."

Bocah itu berusaha untuk menahan sakit di badannya, entah apa yang membuat bocah itu begitu tegar dalam menghadapi semua yang sudah dilaluinya. 

Bu Sarmi keluar kamar dan memanggil suaminya. 

"Pak! Dia tak ingat apa-apa, apa yang harus kita lakukan padanya?' bisik perempuan tua itu. 

"Aku juga bingung Bu, tak tahu harus mengatakan apa pada anak itu! Menurut ibu bagaimana?' kata Pak Darmo balik bertanya. 

"Aku juga bingung, Bagaimana kalau .... .?'

Bu Sarmi membisikkan sesuatu ke telinga suaminya. 

"Apa ibu yakin? Apa dia akan percaya?' kata Pak Darmo tak percaya dan tak yakin dengan apa yang dibisikkan oleh istrinya itu. 

"Kalau tidak kita coba Bagaimana mungkin kita tahu Pak? Lagian menurut ibu itu yang terbaik untuk anak itu. Aku yakin itu akan mengembalikan mentalnya," jawab Bu Sarmi. 

"Baik, terserah ibu lah! Bapak ikuti ide dari ibu saja, bapak yakin ibu sudah memikirkannya dengan matang," kata Pak Darmo setuju dengan ide istrinya itu. 

Wajah Bu Sarmi sumringah karena suaminya menyetujui ide yang dia akan laksanakan. 

"Semoga saja anak itu percaya ya Pak, ibu sangat berharap!' kata Bu Sarmi.

"Iya, bapak juga berharap seperti itu ibu. Bapak juga terlanjur menyukai kepolosan bocah itu!'

Pak Darmo dan Bu Sarmi kembali masuk ke dalam kamar, Mereka melihat bocah itu sudah selesai makan dan sudah kembali berbaring. 

"Bagaimana makanannya nak? Apakah enak?' tanya Bu Sarmi. 

"Terima kasih Bu, bisa ibu jelaskan siapa aku?' kata bocah itu yang kembali bertanya tentang jati dirinya. 

Bu Sarmi menatap suaminya, Pak Darmo angguk kepala dan seperti menyuruh istrinya untuk membuka jati diri dari bocah itu. 

"Sebenarnya kau itu anak kami! Kemarin kau tenggelam Jadi kau lupakan siapa dirimu?' jawab Bu Sarmi dengan senyum hangat. 

"Ibu?' seru bocah itu kaget. 

"Jadi bapak ini ayahku?' banyak bocah itu. 

"Iya anakku, Aku adalah ayahmu!' jawab Pak Darmo terharu karena ada yang memanggilnya dengan panggilan ayah. 

"Ayah! Ibu!' teriak bocah itu yang sangat bahagia karena merasa telah kembali ke rumah. 

"Ibu, siapa namaku?' tanya bocah itu. 

"Jaka, namamu Jaka Srenggi!' kata Bu Sarmi pendek. 

"Jaka Srenggi, tidak buruk!' ucap bocah itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!