NovelToon NovelToon
DUNIA X KEKACAUAN

DUNIA X KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi
Popularitas:305
Nilai: 5
Nama Author: YT FiksiChannel

Dien Moretz adalah sarjana pengangguran yang selalu gagal dalam wawancara kerja, karena memiliki kekurangan bibir sumbing yang menyebabkan komunikasinya tidak lancar dan dianggap sebuah beban. Suatu hari saat sedang mencari pekerjaan, tiba-tiba ada monster yang muncul dan memangsa orang-orang. Dien yang selamat akhirnya menyadari bahwa ada dunia lain, dunia yang berbeda dari yang dia jalankan selama ini. Dien yang tertarik dan tidak mendapatkan pekerjaan akhirnya memilih menjadi bagian dari dunia tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YT FiksiChannel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pasukan malam x Lentera Ingatan

Suara petir! 

Hantaman keras!

Seseorang muncul dari langit dengan tubuh berselimut petir dan menampilkan senyuman lebar penuh semangat. Orang itu dengan cepat meluncur menghantam kepala monster kelabang raksasa hingga hancur dan memuntahkan darah hijau. Gelombang energi halus mengandung petir menyebar ke segala arah membuat siapapun yang terkena sedikit kejang dan mati rasa. 

Dien tidak bisa membantu dan kesetrum ringan, dengan wajah bingung pria sumbing itu mencoba melihat seseorang yang tertutup debu sambaran petir. 

“Apa itu? Manusia? Manusia super?” Dien membatin menyadari bahwa itu bukan sambaran petir biasa. 

“Ya ampun! Ya ampun! Ya ampun! Bagaimana bisa monster muncul di tengah-tengah masyarakat kota? Ini sangat aneh.” Rudo berkata dengan senyuman lebar, lalu menyebarkan petir ke segala arah. 

Rudo yang menginjak kepala monster kelabang yang hancur segera melompat tinggi dan mendarat di samping mayat monster kelabang raksasa.

“Menjijikkan sekali!” Keluh Rudo dengan jijik menendang-nendang udara mencoba menyingkirkan darah hijau monster kelabang yang melumuri kakinya. 

“Dari ratusan pengunjung yang ada di danau ini hanya mereka berdua yang selamat?” Seorang pria keluar dari kegelapan malam dengan pedang di pinggang kanan. 

Pria muda berwajah datar dan dingin itu bernama Seta Huang. 

“Tidak juga!”

“Beberapa orang berhasil menjauh dan menyelamatkan diri saat kekacauan terjadi. Beruntungnya aku berhasil menghapus ingatan mereka untuk melupakan kejadian ini.” Balas seorang wanita dengan acuh. 

Sebuah lentera turun dari langit menuju tangan sang wanita. Itu adalah lentera ingatan yang memiliki kemampuan menghapus ingatan orang lain. 

“Kekacauan ini terlalu…” Syifa melihat situasi danau yang berantakan, sisa daging manusia berserakan, dan darah membasahi halaman danau. 

“Apakah kalian utusan Tuhan? Terimakasih Tuhan! Aku tahu kamu tidak akan pernah meninggalkanku. Terimakasih! Terimakasih!” Sela wanita kepang dua merasa lega dan terus berterimakasih kepada Tuhannya. 

Empat orang (termasuk Dien) melihat wanita kepang dua dengan berbagai ekspresi. 

“Kami bukan utusan Tuhan. Kami hanyalah manusia biasa yang memiliki sedikit kemampuan… hmm… dapat dikatakan kami memang ada karena restu dari Tuhan.” Seta Huang berkata dengan senyuman. 

“Kami bukan utusan Tuhan, karena Tuhan tidak ada. Kami hanyalah orang yang kebetulan lewat.” Balas Rudo melirik Seta sekilas.

“Rudo, Tuhan itu ada dan selalu mengawasi kita semua. Jangan pernah meragukan keberadaan Tuhan, apalagi menganggapnya tidak ada. Kamu akan dimasukkan ke dalam neraka jika berkata seperti itu.” Ucap Seta menatap tajam. 

“Benarkah? Lalu dimana Tuhan saat umatNya dibantai monster? Dimana dia saat itu? Dimana Tuhan saat monster kelabang itu membantai orang-orang di danau ini?” Rudo bertanya dengan acuh, menunjuk beberapa potongan tubuh manusia, dan diakhir kalimat menunjuk mayat kelabang raksasa. 

“Seta kalau bukan karena kita, monster kelabang itu akan terus mengamuk dan mengacaukan kota. Bukalah matamu! Tuhan itu tidak ada dan hanya fatamorgana.” Ujar Rudo yang memang dikenal atheis. 

“Rudo kamu tahu Tuhan tidak pernah secara pribadi turun untuk menyelamatkan umatNya yang kesusahan. Tuhan hanya perlu menggerakkan umatNya yang mampu untuk menyelamatkan umat-Nya yang tidak mampu dan lemah tak berdaya. Contohnya kita, tanpa restu dari Tuhan, kita mungkin tidak akan pernah datang ke danau ini. Tanpa restu Tuhan, kita mungkin akan terbunuh sebelum sampai ke tempat ini.” Seta menjelaskan dengan tenang penuh kesabaran. 

“Alasan klasik! Selalu itu alasan orang-orang bodoh dan mabuk agama seperti kalian. Tuhan tidak turun secara pribadi. Tuhan hanya perlu menggerakkan umatNya yang lain… blablabla. Aku ingin tertawa mendengarnya. Hahaha!!!” Rudo tertawa mengejek. 

“Rudo sebaiknya kamu bertobat atau aku akan membunuhmu karena menghina Tuhan!” Ujar Seta mengeluarkan aura keberadaannya sembari menatap dingin Rudo yang kelewat batas.

“Kenapa? Tidak terima?” Tanya Rudo juga mengeluarkan aura keberadaannya yang mengandung energi petir. 

“Sudah-sudah! Malu kepada orang lain!” Ujar Syifa melerai pertengkaran dua rekannya tersebut. 

“Syifa sebaiknya kamu tidak ikut campur! Aku akan memberi bocah bodoh ini pelajaran karena meragukan keberadaan Tuhan.” Seta terlihat sangat marah. 

“Ayo majulah! Aku ingin lihat bagaimana Tuhanmu menyelamatkanmu dari kematian.” Rudo menantang dengan tangan memercikkan petir kuning yang sangat kuat. 

“Hentikan Rudo! Seta!” Syifa panik melihat dua rekannya yang ribut tersebut.

Seta maupun Rudo tidak berniat untuk berhenti dan saling mengintimidasi, mereka malah semakin siap bertarung. Satu percikan kecil saja mereka berdua mungkin akan bertarung dan saling membunuh saat itu juga. Keributan mereka berdua, membuat mereka berlima (termasuk Dien dan wanita berkepang dua) tidak menyadari bahwa monster kelabang perlahan-lahan regenerasi dan hidup kembali.

Terkaman mengerikan!!! 

Tiba-tiba monster kelabang mencaplok kepala wanita kepang dua. Alhasil tiga orang tersebut kaget dan menjaga jarak, sementara Dien langsung dilindungi oleh Rudo yang mengeluarkan energi petir. 

“Monster brutal tingkat 9 setengah langkah akan berevolusi menjadi monster sihir? Tidak disangka monster kelabang ini menembus batasan saat sedang sekarat.” Gumam Seta mencengkram gagang pedangnya sedikit lebih kuat dari sebelumnya. 

“Rudo kenapa kamu tidak membunuhnya? Karena kelalaian kamu korban malah bertambah.” Syifa bertanya marah. 

Rudo hanya diam menatap monster kelabang raksasa, lalu tersenyum mengejek.

“Seharusnya wanita itu masih hidup, karena Tuhan menyelamatkannya. Kenapa dia bisa mati diterkam monster? Aku bingung. Apakah kalian tahu alasannya?” Tanya Rudo dengan senyuman mengejek. 

Syifa tertegun mendengar jawaban Rudo yang diluar nalar. 

Seta membelah kepala monster dalam sekali tebasan energi. Monster kelabang itu mati seketika karena bagian vitalnya ditebas dan tidak dapat regenerasi lagi. Seta menyarungkan pedangnya dengan gerakan lambat dan dingin. 

“Rudo sepertinya kamu salah paham beberapa hal tentang eksistensi Tuhan.” Ucap Seta dingin.

“Semua makhluk didunia ini adalah ciptaan Tuhan. Tuhan sangat adil dan tidak pernah memihak salah satu makhluk ciptaanNya dan merugikan makhluk ciptaanNya yang lain. Tuhan hanya diam dan membiarkan makhluk ciptaannya bertahan hidup sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Jika kamu cukup kuat, maka kamu akan dapat bertahan hidup. Jika kamu lemah, maka kamu hanya bisa menjadi santapan makhluk yang lebih kuat.” Seta menjelaskan. 

“Jika seseorang mati diterkam monster, itu karena dia tidak memiliki kemampuan yang cukup dan orang-orang disekitarnya juga tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk melindunginya. Itu sudah menjadi ketetapan-Nya.” Seta menatap dingin Rudo dan mengakhiri penjelasannya.

“Haha. Seta oh Seta…” Rudo tertawa dan berkata. 

Syifa hanya bisa menggeleng kepala tanpa daya melihat pertengkaran Seta dan Rudo berlanjut. Syifa menarik Dien sedikit menjauh, lalu mengangkat lentera dan mengarahkannya tepat di wajah Dien yang kebingungan karena ditarik menjauh. 

Dien bingung dengan tindakan Syifa yang tiba-tiba mengangkat lentera dan bertanya-tanya apa yang ingin wanita itu lakukan kepadanya menggunakan lentera dengan ukiran aneh tersebut. 

Tiba-tiba saja bayangan putih seperti roh atau jiwa keluar dari tubuh Dien. Itu adalah bentuk roh jiwa Dien.

“Dengan ini kamu tidak akan mengingat…” Syifa memulai untuk menghapus ingatan Dien Moretz. 

Mendengar beberapa kata itu, Dien langsung sadar bahwa Syifa ingin menghapus ingatannya. 

“Aku ingin bergabung dengan kalian!” Pekik Dien melompat menjauh sebelum lentera itu benar-benar mengambil ingatannya. 

Tiga orang itu kaget dengan teriakan Dien sampai-sampai Seta dan Rudo menghentikan perdebatan sengit mereka. Mereka bertiga menatap Dien penuh arti seakan-akan bertanya tekad Dien. 

“Aku sudah memikirkannya semenjak monster kelabang muncul secara mengejutkan. Aku menghubungkan kemunculan monster kelabang dengan iklan penerimaan pasukan malam. Setelah dipikir-pikir, aku sangat yakin bahwa mereka adalah pasukan malam yang iklan lowongannya aku temukan sebelumnya.” Batin Dien dalam pengawasan tiga orang tersebut. 

“Aku menyadari ada dunia berbeda dibandingkan dunia yang biasanya aku hadapi sehari-hari. Dunia itu adalah dunia dibalik kegelapan yang menyelimuti dunia. Dunia itu adalah dunia yang penuh dengan monster mengerikan. Dunia itu adalah dunia yang penuh kekacauan dan monster pemangsa manusia.” Dien membatin dan semakin yakin untuk bergabung. 

“Aku bertekad untuk menjadi bagian dari dunia itu. Aku memutuskan untuk bergabung dan menjadi pasukan malam.” Batin Dien, lalu menghela nafas di bawah tatapan tiga orang yang mengawasinya. 

“Aku ingin menjadi pasukan malam. Aku ingin menjadi praktisi spiritual dan melawan monster dan roh jahat.” Ucap Dien dengan penuh tekad, membuat wanita pembawa lentera menatap dua rekannya. 

Tiga orang itu saling pandang satu sama lain meminta pendapat. 

“Izinkan aku bergabung menjadi Pasukan malam! Aku ingin menjadi praktisi spiritual!” Ucap Dien kembali dan sangat berharap dapat diterima. 

Pukulan keras di punggung leher! 

Tiba-tiba Rudo menghilang dan memukul punggung leher Dien dari belakang. Pukulan itu membuat Dien pusing, lalu jatuh pingsan begitu saja dalam pengawasan pandangan dingin Rudo, Seta, dan Syifa. 

Bersambung. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!