" Mencintaimu memberikan warna baru dalam hidupku. Terima kasih. " ucapnya mencium sekilas lelaki yang telah menjadi suaminya saat ini.
Bianca(23th) harus menelan pil pahit akibat kecelakaan tragis yang mengakibatkan kematian suaminya Alexander(27th).Belum habis rasa kecewanya karena perselingkuhan sang suami tapi kematian sang suami juga menyisakan kesedihan yang mendalam baginya.
Begitu banyak teror yang dialaminya karena beberapa pihak yang menyalahkannya akibat kejadian tersebut.Dia merasa membutuhkan seseorang yang bisa melindunginya hingga dirinya bertemu Alvin (26th) yang menyelamatkannya ketika akan diculik..
Siapakah Alvin ? Bagaimana dia bisa menjadi bodyguard Bianca? Bagaimana cinta bisa tumbuh dan bersemi dihati keduanya?
Baca terus kisah perjalanan cinta mereka ya...ini adalah karya pertamaku semoga bisa diterima oleh readers semuanya..Makasih..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HAMPIR KECOLONGAN
Di kantornya Bianca sedang bersiap-siap untuk pulang. Dia mencoba menghubungi Alvin , tetapi tidak ada jawaban. Tiba-tiba sebuah pesan masuk kedalam ponselnya.
Nyonya.. saya Asti sekertaris Pak Alex.
Maaf kan saya atas kejadian waktu itu saya khilaf Nyonya. Saya ingin meminta maaf kepada anda. Boleh kah kita mengobrol sebentar di cafe Yy dekat kantor anda?
Semoga Nyonya menerima undanganku sebagai permohonan maaf. Terima kasih sebelumnya.
" Untuk apa dia ingin menemuiku? Rasanya hatiku masih sangat sakit mengingat kejadian waktu itu. " gumam Bianca.
Airmatanya kembali menganak sungai mengingat perselingkuhan suaminya itu. Tetapi semua telah terjadi, nasi sudah menjadi bubur. Kaca yang pecah tidak akan bisa disatukan lagi.Dia tidak boleh berlarut-larut dalam kebencian. Menutup lembaran lama dan mencoba membuka lembaran baru mungkin itu lebih baik .
" Baiklah aku akan menemuinya,, Bianca kamu harus kuat ! " tekad Bianca menguatkan dirinya sendiri.
Bianca berjalan keluar meninggalkan ruangannya. Ditemuinya Alya sebelum pergi, dia meminta Alya untuk memberitahukan kepada Alvin bahwa dia menemui seseorang di cafe Yy dan memintanya untuk langsung menjemput disana saja .
Bianca berjalan kaki menuju cafe karena posisi cafe itu dekat dengan kantornya. Ia mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru cafe, dilihatnya wanita tersebut duduk di kursi pojok belakang cafe.
" Nona !! " Asti melambaikan tangan padanya.
Bianca mendekat kearahnya dan mendudukan badannya di kursi berhadap-hadapan dengan Asti.
" Apa yang ingin anda bicarakan? " ucap Bianca dingin.
" Sebentar Nona, kita pesan makanan dulu supaya enak ngobrolnya. " Asti memanggil pelayan dan memesan makanan untuk mereka. Beberapa saat makanan merekapun telah tiba.
" Nona apakah anda tahu? Hubunganku dan Pak Alex terjalin sebelum dia dijodohkan dengan anda. " Asti mulai bercerita.
Deg....
Bianca memang tidak tahu sebelumnya bahwa Alex telah memiliki kekasih yang tak lain sekertaris nya sendiri. Memang awal mula pernikahan mereka karena dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Tetapi , bukankah mereka saling mencintai setelah menikah?Bianca masih bungkam.
" Aku dan Alex saling mengenal sejak kuliah kebetulan setelah lulus aku bekerja di perusahaannya. Benih -benih cinta tumbuh diantara kami hingga kami akhirnya menjadi sepasang kekasih. Aku telah memberikan segalanya untuk Alex. Hatiku , jiwaku bahkan mahkota berharga dalam diriku telah ku persembahkan padanya. " lanjut Asti menceritakan masa lalunya hingga ia tak kuasa membendung airmatanya.
" Tetapi kau ?! Kau telah merusak kebahagiaanku. Alex menerima perjodohannya denganmu dan mencampakkanku begitu saja ! " bentak Asti menunjuk ke arah Bianca hingga membuat wanita itu terkejut.
Bianca hanya mematung mendengar apa yang disampaikan Asti. Ada sedikit rasa bersalah yang mengganjal di hatinya.
" Kau membuatku seakan menjadi sampah yang hanya dibuat sebagai pemuas nafsu saja. Karena kau masih belajar mencintai nya dia melampiaskan nafsunya padaku ! " ucap Asti penuh amarah.
Airmata Bianca mengalir membasahi kedua pipi cantiknya. Dia benar-benar merasa bersalah, memang di awal pernikahannya dia belum bisa melayani Alex sebagai seorang istri.Tetapi,setelah mereka saling mencintai ia telah berusaha menjadi istri yang sebaik mungkin bagi suaminya.
Mengapa Alex tega menghianatinya? Pertanyaan itu seolah berputar di kepalanya. Ia merasa kepalanya begitu berat dan sedikit pusing.
" Kau harus membayar semuanya, Nona. " kata Asti sambil melirik meja disebelahnya.
Tampak seorang lelaki sedang duduk disana.
Mereka saling bertatap, Asti menganggukkan kepalanya seolah memberi perintah. Lelaki itupun segera mendekati meja Bianca dan menangkap tubuh Bianca yang mulai melemas. Dibawanya Bianca keluar dari cafe tersebut.
...----------------...
Setelah menyelesaikan urusannya Alvinpun beranjak menuju ke kantor. Dia sempat tertidur karena kecapean seharian kesana kemari.
Alvin membuka ponselnya, ia terkejut ada lima panggilan tak terjawab dari Bianca. Ia segera mengambil kunci mobil, meninggalkan apartemennya dan melajukan kendaraan menuju kantor.
Sesampainya di kantor dia segera menuju ke ruangan Bianca. Alya memberitahukan bahwa Bianca baru saja pergi untuk menemui seseorang dan berpesan pada Alvin untuk menjemputnya disana.
Perasaan Alvin menjadi tidak tenang apalagi setelah mengetahui ada yang berniat buruk pada Bianca. Diapun meninggalkan kantor dan segera menuju cafe tersebut.
Setelah tiba di cafe itu Alvin mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru cafe. Akan tetapi, Bianca tidak ada dalam. Pikiran-pikiran buruk menghantuinya. Dia segera keluar dari cafe itu.
Ketika akan keluar, dilihatnya dari kaca dua orang yang sedang membopong Bianca masuk ke dalam sebuah mobil. Dia berlari untuk mengejar , tetapi sialnya mobil tersebut telah pergi.
Alvin begitu frustasi, dia masuk ke dalam mobil barangkali masih bisa mengejar. Ditelponnya para bodyguard yang lain untuk segera menyusul. Alvin kehilangan jejak, untungnya ponsel Bianca masih aktif, Alvin mencoba menemukan jejak mereka melalui GPS.
...----------------...
Kedua orang itu menyewa sebuah hotel dan membawa Bianca menuju salah satu kamar hotel.
Brukkkk...
Mereka membanting tubuh Bianca di atas kasur.
" Merepotkan saja! " gumam Asti kesal.
" Sekarang kau akan merasakan pembalasanku Bianca. Kau pun akan menjadi sampah seperti diriku. Kau harus merasakan sakitnya dianggap menjadi wanita murahan dan dicemooh semua orang. " Seringai muncul di salah satu sudut bibir Asti.
" Cepat lakukan ! " perintah Asti pada lelaki itu.
Asti sengaja menyewa hidung belang untuk memuluskan rencananya. Dia akan merekam adegan panas lelaki itu dengan Bianca dan menyebarkannya kepada publik agar masyarakat berpikir bahwa memang Biancalah yang telah berselingkuh.
Bianca tak berdaya, tubuhnya terasa begitu panas hingga dia terus mengeliat. Lelaki itu semakin bernafsu melihatnya. Bianca hanya bisa menangis pasrah dan berharap seseorang akan menolongnya.
Lelaki itu mulai mendekatinya, dia mulai menindihnya. Bianca ingin memberontak tetapi tubuhnya sangat ingin menerimanya.
Lelaki itu hendak membuka kancing kemeja Bianca. Tetapi, tiba-tiba pintu didobrak secara paksa hingga mengagetkan keduanya orang tersebut.
Bruuakkkk...
Alvin berhasil mendobraknya hanya dengan sekali tendangan.
" Kurang ajar !! " Alvin berteriak matanya memerah menatap tajam kepada dua orang yang ada disana seperti elang yang siap menerkam mangsanya.
Alvin mendekat ke arah Asti membuat wanita itu ketakutan. Dia merampas ponsel tersebut dan membantingnya, lalu ia melempar tubuh Asti hingga tersungkur ke lantai. Kepala Asti terbentur, seketika darah mengalir dari keningnya.
Alvin menghampiri lelaki hidung belang tersebut dan memukulnya. Pria itu ingin melawan tapi dia kewalahan karena Alvin menghajarnya secara membabi buta .
Pria itupun babak belur, tubuhnya lemas tak berdaya seperti raganya akan terlepas dari jiwanya.
Alvin menyeret keduanya keluar kamar dan meminta bodyguard lain membawa mereka ke suatu tempat terpencil. Ia ingin mengorek informasi terlebih dahulu melalui kedua orang itu.
Bianca masih tak berdaya tubuhnya menggelinjang menahan hasrat.
" Panas. Essttt " terdengar suaranya sedikit mendesah. Sepertinya Asti telah memberikan obat perangsang padanya.
Glekkkk...
Alvin menelan salivanya melihat Bianca seperti itu , tetapi kesadaran masih menghampirinya. Ia mengangkat tubuh Bianca dan membawanya ke dalam kamar mandi hotel. Bianca memeluk erat tubuh Alvin.
Cup..
Tanpa sadar Bianca mencium Alvindan mencakar cakar tubuh lelaki itu hingga membuat Alvin menegang seketika.
" Nona, rasanya aku ingin memakanmu sekarang juga. " gumam Alvin menggeleng -gelengkan kepala agar kesadarannya kembali.
Alvin memasukkan tubuh Bianca ke dalam bathup . Kemudian, diguyurnya seluruh badan Bianca agar efek obat tersebut berkurang. Bianca semakin lemas dan tak sadarkan diri, iapun tertidur di kamar mandi.
Alvin tersenyum lega melihat Bianca sudah tenang kembali. Hampir saja dia kecolongan kalo saja tadi ia sedikit terlambat.
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih Like koment rate dan vote seikhlasnya buat karya author. Aku butuh dukungan dari kalian semua. Makasih sebelumnya...