NovelToon NovelToon
My Fake Knight

My Fake Knight

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Roman-Angst Mafia
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah langit Las Angeles, Scarlett Langford bertarung melawan kemiskinan dengan kecerdasan dan percaya diri.

Demi mempertahankan harga dirinya di High School, gadis yatim ini nekat menciptakan sebuah kebohongan besar sebagai kekasih rahasia Millian Vale-Knight—Pria yang tak pernah ia temui.

Namun, takdir gemar bercanda.

Saat bekerja paruh waktu sebagai pelayan pesta borjuis, Scarlett terlibat bentrokan sengit dengan seorang pemuda kaya yang angkuh dan bermata heterochromia.

Tanpa rasa takut, Scarlett memaki pria tersebut seraya berteriak bahwa ia hanya takut jika pria itu adalah Millian Vale-Knight .

Scarlett tidak pernah tahu bahwa pria 'brengsek' yang baru saja ia maki di depan mukanya justru adalah Millian yang sesungguhnya.

Ketika tameng kebohongan menabrak realitas, akankah kepalsuan ini berubah menjadi jerat cinta, atau justru menjadi awal dari kehancuran Scarlett?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#26

Kemarahan yang mendidih di dalam dada Anna terasa seperti lahar yang siap menghancurkan apa saja di sekitarnya.

Napasnya memburu, memotong udara sore yang dingin menjadi embusan-embusan uap putih yang pendek.

Sepasang matanya yang dilapisi riasan mahal menatap Scarlett dengan binar kebencian yang begitu pekat, seolah-olah ia sanggup memutilasi gadis beasiswa di depannya hanya dengan tatapan mata.

Namun, Scarlett Langford tetap berdiri kokoh. Ia tidak menunjukkan riak ketakutan sedikit pun.

Sebaliknya, taring pertahanan dirinya justru semakin meruncing dengan kilat kemenangan yang mutlak.

Keheningan yang mencekam di antara mereka berdua akhirnya pecah bukan oleh tamparan atau jambakan, melainkan oleh suara klakson mobil jip yang berbunyi nyaring dari arah posko mentor—James rupanya sedang melambaikan tangan, memanggil Anna untuk segera bergabung karena pengarahan malam akan dimulai.

Anna menarik napas dalam-dalam, mencoba mengumpulkan kembali sisa-sisa harga diri bangsawan Bel Air-nya yang baru saja diinjak-injak hingga lumat.

Ia memundurkan langkahnya, menunjuk wajah Scarlett dengan jari telunjuknya yang bergetar.

"Kau... kau benar-benar jalang miskin yang tidak tahu diri, Scarlett Langford," desis Anna dengan suara yang bergetar menahan tangis kehancuran egonya.

"Jangan mengira kau sudah menang karena memegang posisi kekasih simpanan itu sekarang. Kita lihat saja seberapa lama Millian akan mempertahankan barang murahan sepertimu di sisinya!"

Setelah melumpuhkan udara dengan makian terakhirnya, Anna membalikkan tubuhnya dengan sentakan kasar.

Sepatu bot mahalnya menghentak tanah beranting kering dengan penuh emosi saat ia berjalan cepat meninggalkan area pembatas hutan, kembali menuju peradaban elite di mana jip mewahnya terparkir.

Melihat punggung Anna yang kian menjauh dan menghilang di balik deretan tenda besar, Scarlett perlahan mengembuskan napas panjang yang sejak tadi ditahannya.

Seulas senyuman puas, sinis, dan penuh kemenangan terukir sempurna di bibir mungilnya. Ia kembali mendudukkan tubuhnya di atas batang pohon yang tumbang, meraih cup mi kemasannya yang kini sudah mulai mendingin.

"Menghancurkan mental belajarku? Yang benar saja. Kau bahkan harus belajar memegang pisau dapur terlebih dahulu sebelum mencoba bertarung verbal denganku, Kak Senior," gumam Scarlett remeh, menyuap sisa mi instannya dengan perasaan yang jauh lebih ringan.

...oOo ...

Drrr... Drrr... Drrr...

Baru saja Scarlett meletakkan cup mi kosongnya ke dalam kantung sampah darurat, getaran kuat dari dalam saku jaket hijau botolnya mendadak terasa.

Ia merogoh sakunya, menarik keluar ponsel pintarnya yang layar digitalnya kini berkedip-kedip menampilkan sebuah nama yang seketika membuat seluruh taring keangkuhan di wajahnya melunak digantikan oleh binar kehangatan yang tulus.

Ibu.

Scarlett dengan cepat menggeser tombol hijau pada layarnya, menempelkan benda pipih itu ke telinganya sembari membetulkan posisi duduknya agar lebih nyaman di tengah terpaan angin sore yang kian menusuk tulang.

"Halo, Ibu?" sapa Scarlett, nada suaranya berubah seratus delapan puluh derajat menjadi sangat lembut, jauh dari kesan gadis titisan setan yang baru saja mencabik harga diri Anna beberapa menit lalu.

"Halo, Scarlett, sayang..." suara lembut, parau, dan sarat akan kasih sayang khas seorang ibu terdengar mengalir dari seberang sambungan telepon, menembus jarak ratusan mil.

"Bagaimana kabarmu di sana, Nak? Apa perkemahan mahasiswa barunya berjalan dengan lancar? Udara di atas pegunungan pasti sangat dingin sekarang, kan? Jangan lupa untuk selalu mengenakan jaket tebalmu."

Mendengar rentetan perhatian yang begitu familier, sepasang mata Scarlett yang beberapa jam lalu sempat memerah karena ucapan ceroboh Millian, kini kembali menghangat dengan cara yang berbeda.

Rasa rindu yang mendalam seketika menyeruak di dalam dadanya.

"Kabarku sangat baik, Ibu. Di sini memang sedikit dingin, Aku mengenakan pakaian berlapis-lapis, jadi Ibu tidak perlu khawatir," jawab Scarlett, tersenyum kecil sembari menatap ujung sepatu taktisnya.

"Ibu sendiri bagaimana di rumah? Apa Ibu sudah makan malam?"

"Ibu baru saja selesai membersihkan rumah, sayang. Ibu sangat merindukanmu di sini, rumah terasa begitu sepi sejak kau berangkat," tutur sang ibu dengan kekehan kecil yang terdengar hangat.

"Oh, ya, Scarlett... Ibu juga baru saja pulang dari kompleks makam ayahmu sore ini. Ibu membersihkan rumput liar di sekitar batu nisannya dan membawakan bunga kesukaannya."

Napas Scarlett mendadak tercekat sesaat mendengar kata "makam ayah". Kenangan manis tentang mendiang sang ayah kembali melintas di benaknya, membuat dadanya terasa sedikit sesak.

"Ayahmu pasti sangat bangga melihat putrinya sekarang sudah menjadi mahasiswa di kampus impiannya," lanjut ibunya, suaranya terdengar sedikit emosional namun penuh kebanggaan.

"Tadi di depan makam, Ibu membisikkan pencapaianmu. Ayah menitipkan salam rindunya untukmu melalui angin, Scarlett. Beliau pasti selalu menjagamu dari atas sana."

"Terima kasih, Ibu... Scarlett juga sangat merindukan Ayah. Scarlett berjanji akan belajar dengan sangat keras di sini agar perjuangan Ayah tidak sia-sia," bisik Scarlett lirih, mengusap sudut matanya yang mendadak sedikit basah oleh embun kerinduan.

...oOo ...

Setelah bertukar cerita tentang kondisi rumah dan menu makan malam selama beberapa menit, suasana obrolan di telepon berangsur-angsur kembali santai.

Namun, di tengah jeda pembicaraan, sebuah kilasan kekhawatiran yang sejak kemarin mengganjal di sudut pikiran Scarlett mendadak mencuat ke permukaan.

Scarlett meremas pelan ujung jaketnya, merendahkan volume suaranya seolah-olah ia sedang membicarakan sebuah rahasia besar di tengah kesunyian hutan pinus.

"Ibu..." panggil Scarlett dengan nada serius, meminta perhatian penuh dari sang ibu di seberang sana. "Boleh Scarlett meminta bantuan Ibu untuk satu hal?"

"Tentu saja, sayang. Bantuan apa? Katakan pada Ibu."

"Ibu... boleh tolong carikan kabar tentang Brianna?" tanya Scarlett dengan binar mata yang mendadak berubah menjadi penuh kecemasan. "Apa mungkin... dia saat ini belum berangkat keluar kota untuk mencari pekerjaan baru?"

Sambungan telepon sempat hening selama beberapa detik, sebelum ibunya menjawab dengan nada bingung. "Brianna? Bukankah dia katakan padamu minggu lalu kalau dia akan segera mengurus berkas kepindahan nya? Memangnya ada apa, Scarlett?"

Scarlett mengembuskan napas panjang, gundah yang ia simpan sendiri sejak menginjakkan kaki di perkemahan ini akhirnya tertumpah juga.

"Sejak aku Dilos Angeles, dia sama sekali tidak mengangkat satu pun panggilan telepon dariku, Ibu. Bahkan pesan-pesan singkat yang kukirimkan sepanjang hari pun tidak ada yang dibalas, hanya berstatus terkirim saja. Ini sangat tidak biasa baginya. Biasanya, sepadat apa pun kegiatannya, Brianna tidak akan pernah mengabaikan pesanku sampai selama ini. Aku... aku merasa ada sesuatu yang aneh."

Mendengar kekhawatiran putrinya yang begitu mendalam terhadap sang sahabat karang, sang ibu menghela napas lembut, mencoba menyalurkan ketenangan melalui suaranya.

"Baiklah, jangan panik dulu, Scarlett. Mungkin saja wilayah tempat kerja barunya nanti sedang mengalami gangguan sinyal, atau dia sedang sangat sibuk mengemasi barang-barangnya hingga ponselnya kehabisan daya," bujuk ibunya dengan penuh kearifan.

"Ibu berjanji akan ke rumah keluarganya besok pagi untuk mencari tahu kabar pastinya. Begitu Ibu mendapatkan informasi, Ibu akan langsung menghubungimu lagi. Mengerti?"

"Iya, Ibu. Terima kasih banyak. Maaf sudah merepotkan Ibu," jawab Scarlett, merasa sedikit lega karena bebannya telah terbagi.

"Sama sekali tidak merepotkan, sayang. Sekarang, selesaikan kegiatanmu dengan baik. Jaga kesehatanmu, ya?"

"Iya, Ibu. Aku mencintaimu."

"Ibu juga mencintaimu, Scarlett."

Pip.

Sambungan telepon terputus.

Scarlett perlahan menurunkan ponselnya dari telinga, menatap layar digital yang kini telah meredup kembali menampilkan refleksi wajahnya sendiri yang tampak dilingkupi kabut pemikiran.

Keberadaan Brianna yang mendadak hilang kontak seperti ditelan bumi memicu sebuah insting kecurigaan yang samar di dalam kepala cerdasnya.

Brianna... kau sebenarnya berada di mana sekarang? batin Scarlett bertanya-tanya pada kegelapan sore yang kian pekat.

Namun, sebelum ia sempat larut lebih jauh ke dalam pusaran misteri sahabatnya, sebuah bayangan tinggi besar mendadak kembali bergeser memotong sisa cahaya lembayung di depannya, menghentikan seluruh aktivitas melamunnya secara instan.

Millian Vale-Knight rupanya sudah berdiri tidak jauh dari posisi pohon tumbang tempat Scarlett duduk, memperhatikannya dengan sebelah tangan dimasukkan ke dalam saku celana taktis, sementara mata heterochromia-nya berkilat jenaka menatap ponsel di tangan Scarlett. .

1
Mita Paramita
lagi Thor yang banyak 😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author sibuk dunia nyata 🙏🏾🫶🫶 besok Double Up 🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
gk doble up nih kak🤭?
Rosdianah 🌷: huhu maapin author 🫶 author Sibuk dunia nyata 🙏🏻
total 1 replies
Ainun Mahya
halloooo kak, mana lanjutannya nih???
Rosdianah 🌷: author Up hari ini ya kak🫶
total 1 replies
Debu Nakal
thor... daku lagi mager bgt hari ini
apa bisa up yg banyak biar aku semakin mager
pleaseeee
Rosdianah 🌷: Huhuhu author Hari ini ada acara keluarga. ada si Di Draff nanti author up ya kak. ma'aciww banget kak Readers undah selalu tungguin up🫶🏻🫶🏻🥰
total 1 replies
Mita Paramita
pasti ibu scarlet udah diculik Nene lampir nih😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author silent 🤭🤣
total 1 replies
Ainun Mahya
😍😍😍😍 bagusssss
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
lanjut terus, doble up🤭
Rosdianah 🌷: Huhuhu blm bisa double Up untuk Minggu ini kak🙏🏻🫶
total 1 replies
Mia Camelia
nah gitu dong mereka akur😂🤣
Rosdianah 🌷: sesuai maunya kak Readers 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
wah udah mulai Deket nih pasangan ini🤣🤣🤣 tinggal nunggu jadian aja
Rosdianah 🌷: wkkwkw 🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Pulang kamp scarlett ketempelan,, masak titisan setan ketempelan,, jd yg titisan setan siapa sebenernya🤭
Rosdianah 🌷: entahlah author mau menghilang 🤣
total 1 replies
Ayusha
sekalian modus si kadrun😄
Rosdianah 🌷: modus terus dia 🤣
total 1 replies
Ayusha
kadrun beraksi 🤭
Rosdianah 🌷: plish dia harus dibawa pulang 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
first kiss dua dua nya nih😍😍😍
tinggal ketahap talking stage 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: uhu🥳🤣
total 1 replies
Ayusha
bukan nya "ayo pergi ke altar" /Sleep/
Rosdianah 🌷: Hihihi 😅
total 1 replies
Ayusha
yaelah, belom juga digigit udah sarimaman aja
Rosdianah 🌷: wkwk🤣
total 1 replies
Ayusha
tak kasih tau ya, bajing an itu hewan sejenis dg tupai 🤣🤣
Rosdianah 🌷: ya Ngakak 🤣🤣
total 1 replies
Mita Paramita
Scarlett - millian gak bosen main peran sandiwara cinta gini🤣🤣🤣 mending pacaran beneran aja sih
Rosdianah 🌷: Besok ya kak🫶
total 3 replies
Mita Paramita
maksud sih millian mau bikin scarlet mupeng liat bibir ny mau dicium 🤣🤣🤣 blom tau kalo scarlet otak ny lurus 🤨
Rosdianah 🌷: ngakak loh aku kak🤣
total 1 replies
Mita Paramita
🤣🤣🤣udah berprasangka buruk aja nih scarlet
Rosdianah 🌷: maklumlah kak🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ayusha
jilat apa hayoo😄😄
Rosdianah 🌷: Scarlett Ndak bagi mimpi kak🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!