NovelToon NovelToon
The Sweetest Mistake

The Sweetest Mistake

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Office Romance / CEO / Tamat
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Polaroid Usang

Bagi Heskala Regantara, kehidupannya di tahun 2036 hanya soal kerja, tanggung jawab, dan sepi. Ia sudah terlalu lama berhenti mencari kebahagiaan.

Sampai seorang karyawan baru datang ke perusahaannya — Aysha Putri, perempuan dengan senyum yang begitu tipis dan mata yang anehnya terasa akrab.

Ia tak tahu bahwa gadis itu pernah menjadi bagian kecil dari masa lalunya… dan bagian besar dari hidupnya yang hilang.

Lalu, saat kebenaran mulai terungkap, Heskal menyadari ...

... kadang cinta paling manis lahir dari kesalahan yang paling tak termaafkan.

•••

"The Sweetest Mistake"

by Polaroid Usang

Spin Of "Gairah My Step Brother"

•••

Bisa dibaca terpisah.

•••

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Polaroid Usang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13

•••

Sore itu, di salah satu ruangan private cafe Jayden —yang sudah menjadi markas mereka— Heskal, Kenzio dan Jayden berkumpul disana.

Di meja ada tiga cangkir kopi, dan tiga gelas alkohol, dilengkapi setumpuk kertas kerja yang diabaikan. Mereka sudah sama-sama muak dengan pekerjaan yang tak ada habisnya.

Jayden bersuara lebih dulu disela hening, "Lo kalau nggak kerja mukanya galau bener, heran." Katanya pada Heskal.

Heskal menoleh pada Jayden, lalu mengusap wajahnya sendiri, "Iya, kah?" Gumamnya.

"Masih soal perempuan itu?" Tanya Kenzio tanpa menoleh, masih memainkan handphone.

Heskal diam sejenak,menyeruput kopi, lalu mengangguk pelan.

"Entah kenapa ... waktu itu pas liat dia, tiba-tiba gue keinget Zeline..."

Kenzio spontan nengok ke Heskal, "Zeline? Zeline yang itu? Zeline-nya kita?"

"Zeline gue, anjir!" Bantah Heskal.

"Dih!" Gumam Kenzio.

"Dih?" Ulang Heskal, "Dulu lo yang paling jutek sama dia, ya!"

Kenzio mengangkat bahunya, "Gue jutek ke lo, Kal! Kerjaannya ganggu mulu."

Heskal hanya tersenyum miring, kembali menyesap kopinya.

"Zeline, ya?" Jayden bergumam, mencoba mengingat-ingat sosok gadis kecil yang pernah bersama mereka. "Lo yakin bukan cuma karena kangen masa lalu?"

Heskal menggeleng, "Gue juga nggak tau. Udah lama banget gue lupa sama dia." Gumamnya.

"Waktu itu umurnya berapa?" Tanya Kenzio.

"Empat belas." Heskal lalu menggeleng, "Lima belas, dia kan ngilang pas hari ulang tahunnya."

Kenzio mengangguk, "Kalau sekarang..."

"Dua puluh lima atau dua puluh enaman?" Balas Jayden.

"Hah?" Heskal kaget, "Masa, sih? Palingan masih SMA?"

Jayden nahan ketawa kecil, "SMA mata lu! Sepuluh tahun lebih udah lewat, bro!"

Heskal mengernyit, "Nggak mungkin banget, Zeline masih bocil waktu itu."

"Lo sendiri tiga puluh empat. Orang tumbuh, bro, bukan di-freeze di kepala lo." Balas Kenzio terkekeh.

Heskal terdiam sesaat, seperti tersadar. Tapi masih ada sisi denialnya yang menguasai, "Iya. Tapi lo berdua nggak ngerti... Zeline itu—anak kecil. Gue nggak bisa bayangin dia jadi perempuan dewasa. Apalagi..."

Kenzio dan Jayden menaikkan alis bersamaan.

...apalagi Zeline bocilnya gue udah punya anak. Dan ... anak itu mirip gue.

"Apalagi?" Tanya Jayden sebab Heskal tak kunjung melanjutkan ucapan menggantungnya.

Heskal menggeleng, memilih membuka tutup botol wine dan menuangkan pada gelasnya. Dia menyesapnya, lalu menyenderkan tubuh pada sandaran sofa.

"Lo sendiri gimana? Menurut lo dia Zeline bukan?" Tanya Kenzio.

Heskal memejamkan mata, membayangkan wajah Aysha, membayangkan senyumannya, lalu membayangkan wajah Shala dan Noa.

"Gue nggak yakin, njir. Tapi gue kepikiran terus. Mereka mirip, makin dilihat makin mirip."

Jayden berucap, "Kalau lo udah curiga banget, berarti hati lo udah bilang itu dia. Jangan denial terus."

Heskal menarik napas panjang. "Gue cuma takut salah. Kalau ternyata bukan, gue keliatan kayak orang gila."

"Lo emang udah gila dari dulu." Kekeh Kenzio.

Tawa pecah sebentar. Tapi setelahnya, suasana jatuh sunyi kembali. Heskal menatap keluar jendela, langit mulai temaram.

"Gue cuma ngerasa... kalau dia beneran Zeline, kenapa dia sembunyi? Kenapa pura-pura nggak kenal gue?" Gumam Heskal.

"Dia pasti punya alasan." Jawab Jayden pelan.

"Dan kayaknya gue tau apa alasan itu."

Jawaban itu membuat Jayden dan Kenzio saling tatap, lalu menoleh pada Heskal bersamaan. Hening yang cukup panjang membuat ruangan itu terasa lebih dingin.

Jayden mengetukkan jarinya pada lengan sofa, menimbang-nimbang untuk mengatakan apa yang ingin ia katakan.

Hingga akhirnya, Kenzio yang bersuara. "Alasan lo curiga dan mikirin semua hal ini apa?"

Heskal mengernyit, "Maksud lo?"

"Coba lo pikir," Kenzio lanjut, "lo bolak-balik mikirin dia, nyari alasan buat ngeliat dia, tapi... lo pernah nanya ke diri lo kenapa lo ngelakuin itu semua?"

Hening.

Benar-benar hening.

Heskal hanya duduk diam disana, wajahnya tenang, tapi otaknya penuh. Dia mau jawab apa? Karena penasaran? Karena Heskal selalu merasa familiar? Karena anaknya mirip dengannya? Karena teringat Zeline? Karena... entah. Heskal bahkan tak tahu.

"Perasaan lo gimana? Lo cinta dia?" Tanya Kenzio pelan.

Seketika, pandangan Heskal mengosong.

Cinta?

Jayden menepuk bahunya, "Lo harus pastiin perasaan lo, Kal. Lo cari tau semua ini karena apa? Karena lo ada perasaan sama dia, atau cuma karena mereka mirip dan bikin lo sekedar penasaran doang?"

Cinta ... Atau cuma ... Penasaran?

Heskal tak pernah memikirkan itu sebelumnya.

Jayden menyandarkan badan pada sofa, nada suaranya pelan tapi dalam, "Kalau lo sendiri nggak tau perasaan lo, lo harus hati-hati. Kalau buat lo mungkin cuma penasaran, tapi mungkin buat cewek itu... bisa jadi semuanya."

"Dan nggak menutup kemungkinan, pas rasa penasaran lo hilang, lo juga menghilang dari dia kayak nggak pernah terjadi apa-apa. Lo mau ngasih harapan palsu ke cewek-cewek kayak dulu lagi?"

Heskal masih diam. Dia terpaku di tempatnya. Nafasnya terasa berat.

"Lo harus pikir dari sisi dia," tambah Jayden lagi, "gimana rasanya tiba-tiba lo dateng, ngerusak tenangnya, terus lo sendiri nggak tau lo mau apa?"

"Dan kalau ternyata kecurigaan lo selama ini salah, lo mau apa? Mau pergi gitu aja disaat ada kemungkinan dia udah terjebak sama lo?"

Gelas wine-nya yang telah menyentuh bibirnya kembali turun sebelum anggur merah itu sempat disesapnya.

Heskal terdiam. Kali ini benar-benar terdiam cukup lama.

•••

1
styandrie
wahhh aku juga rela berpisah sama heskala zeline😭😭😭😭
styandrie: eeh iya😭😭
total 2 replies
styandrie
lucu banget fotonyaaa bajunya couplee ihhh😭😭😭🫶🏻
styandrie
image cool nya langsung ilang ya kal😭🤏🏻
styandrie
ini sepertinya heskal yang menghasut shala buat teriak panggil mimi nya nih😭😭🫵🏻
styandrie
episode ini yang aku tunggu tungguuu🫶🏻🫶🏻
styandrie
aaaaa terharu bangett😭😭😭😭
styandrie
lucu bgt Noaaa😭😭😭
ms. S
up lagi Thor
ms. S
pinter noa melindungi mimia bgt.. walau masih kecil tapi tegas👍👍👍
ms. S
up up lagi kak
styandrie
lanjut thorrrrrrr
@RearthaZ
kak aku sudah baca, semua chapternya seru banget...

oh iya boleh tolong bantuannya juga ya kak untuk like dan baca cerita baru ku (aku baru pemula hehehe)
boleh cek profil ku ya kak... nama judul ceritanya Pernikahan yang tak terduga
Bu Yudi Wahono
lanjut
styandrie
LANJUT KAAA AUTHORR
PLISSSSSSSS
styandrie
aaaa nangisss.......
😭😭😭😭😭
styandrie
ahhh noaaaa
styandrie
KAK AUTHOR KAMU KEREN BGTTT SEMANGAT TERUS YAA
styandrie
ga bisaaa nahannnn senyuuummmmm😭😭😭🤸🏻🤸🏻🤸🏻🤸🏻🤸🏻
styandrie
SOK SOK NANYA DIH HESKALL
styandrie
ZELL SERIUSS?????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!