Sedari kecil hanya di urus oleh neneknya membuat Elsa sangat mencintai neneknya, hingga dia rela melakukan apa saja demi kebahagiaan neneknya. Hingga dia tidak berani menolak untuk menikah dengan pilihan neneknya.
Namun setelah menikah dia baru tahu, kalau Fattah menikahinya hanya karena malas berantem dengan kakanya Indra. Indra memaksa Fattah menikahi Elsa karena mengira Elsa kekasih Fattah. padahal Elsa dan Fattah tidak kenal satu sama lainnya.
Bagaimana nasib Elsa?
******
ini pengalaman Author nulis ya..
mohon bimbingan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
*Bab 14 Pulang Ke Rumah Bibi
Mobil yang di kemudi pak Fahri melaju sedang di jalanan. Elsa dan Nazwa selalu tertawa dengan polah Nazwa. Menjadi hiburan tersendiri buat pak Fahri yang fokos menyetir. 1 jam membelah jalanan Nazwa tertidur di pangkuan Elsa.
"Masih jauh non ...? " Tanya Fahri.
"Lumayan pak ... nanti kalau sudah melewati bundaran, nah udah nggak jauh lagi," jawab Elsa.
Fahri terus melajukan mobil nya. Karena Nazwa tertidur Elsa meraih tas nya untuk mengambil ponsel nya. Lalu menelpon bi Maya.
"Assalamu alaikum bi ..." lirih Elsa
"Wa alaikum salam ... gimana kabar kamu Sa? Bibi kangen, nenek juga,"
"Elsa baik bi ... sama ... Elsa juga kangen, dalam waktu dekat ini Elsa bakal nginep dirumah bibi 10 hari, boleh bi ...?" Tanya Elsa.
"Boleh banget sayang ... jangan kan 10 hari … 1 bulan lebih juga boleh," seru Maya.
"Ya udah ya bi … salam sama nenek, assalamu alaikum," lirih Elsa.
"Iya, Wa alaikum salam …" sahut Maya.
Tidak sengaja Elsa melihat bok yang tersusun di samping pak Fahri.
"Apa itu pak ...? " Tanya Elsa.
"Enggak tau non ... tadinya di mobil tuan, pas mau berangkat tadi tuan minta saya bawa semua ini …," jawab Fahri.
Elsa menyimpan kembali ponsel nya ke dalam tas nya, lagi-lagi kejutan yg ia lihat.
mata nya pun melotot melihat apa yang ada dalam tas nya.
2 amplop yang berisi uang.
1 Amplop bertulis kan buat my lovely
1 Amplop bertuliskan buat pak Fahri.
Elsa langsung menelpon Fattah.
"Halo sayang ... udah kangen ya ..."
"Mas ... mas apa-apa an sih, aku ngga perlu semua ini, ini berlebihan mas ..." lirih Elsa
"Enggak berlebihan sayang, kamu lama disana, sama Nazwa lagi, kamu pengen membebani paman kamu ...?" Tanya Fattah.
"Enggak mas ... makasih ya ..."
"Iya … sama-sama sayang, dalam dompet kamu juga ada ATM kali aja kamu kehabisan uang, pin nya aku simpan juga dalam dompet kamu ..."
"ATM ...? Aku ngga bisa gunain mas ..." lirih Elsa.
"Nonton you tube sayang ..." lirih Fattah.
"Iya ... udah ya ... kamu hati hati di jalan, aku bentar lagi sampai,"
"Iya sayang ..."
Panggilan telepon ber akhir.
"Non, ini sudah sampai bundaran," seru Fahri.
"Oh ... 4 km lagi pak ..." seru Elsa.
Fahri mengangguk.
Kini mobil yang di tumpangi Elsa semakin dekat dengan rumah bibi nya.
"Nah pak … habis mesjid ini sebelah kiri ada lapangan, di samping lapangan ada jalan, masuk jalan itu pak ..." seru Elsa.
Setelah melihat jalan itu Fahri menyalakan lampu sein kiri nya, mobil kini sudah masuk jalan yang di maksud Elsa.
"Nah ... tiang listrik yang keempat pak, itu rumah paman," seru Elsa
Fahri memulai menghitung tiang listrik yang dilalui.
Setelah yg keempat Fahri masuk ke halaman rumah itu.
"Sini non ...?" Tanya Fahri.
"Iya benar pak," jawab Elsa.
Elsa sedang membereskan barang barang Nazwa yang tadi mereka pakai untuk bermain.
Marni yang tadi santai di teras rumah heran dengan mobil yang masuk kehalaman rumah anak nya. Dia berusaha mengenali mobil itu, namun sia sia, karena dia benar benar tidak mengenali mobil itu, juga tidak mengenali laki laki paruh baya yang baru turun dari mobil dan tersenyum pada nya.
Fahri menyambut barang barang yang menghalangi Elsa. Perlahan Elsa menarik Nazwa kepelukan nya, lalu turun sambil mengendong Nazwa yang masih tidur.
Melihat wanita yang turun dari mobil, mengendong anak kecil di pelukan nya, di ikuti laki laki yang membawa beberapa barang. Marni tidak sanggup berkata melihat cucu tersayangnya datang membawa anak tiri nya.
"Elsa ...." lirih Marni menutup mulut nya sangat terharu karena terlampau bahagia.
"Assalamu alaikum nek ..." lirih Elsa.
ia tak bisa salim karena sedang mengendong Nazwa. Elsa langsung mencium pipi nenek nya.
"Wa alaikum salam … seneng nya nenek … kamu datang Sa ..." lirih Marni.
Sedang pak Fahri membawa barang barang Elsa dan menyusun nya di ruang tamu rumah paman nya.
"Non … barang barang sudah di turunkan semua, saya pamit." lirih Fahri.
"Tunggu pak ..."
Elsa menyerahkan Amplop yang bertuliskan nama Fahri. "Dari suami saya... di terima ya pak … makasih sudah antar kita," seru Elsa.
"Iya non, makasih ..." sahut Fahri.
Pak Fahri kembali kerumah ibu Fattah.
Elsa segera masuk kerumah bibi nya.
Marni membukakan pintu kamar Elsa, Elsa segera masuk ke kamar nya. Maya baru selesai membersihkan kamar Elsa, Melihat siapa yang masuk, Maya ingin berteriak. Namun melihat isyarat mulut ibunya yang menyuruh tenang Maya tidak jadi berteriak.
Dia sangat bahagia melihat siapa yang datang.
Elsa merebahkan Nazwa di tempat tidur nya.
Maya menyalakan kipas angin, agar Nazwa tidak kegerahan. Mereka bertiga segera keluar dari kamar Elsa.
"Kamu kenapa si, kata nya dalam waktu dekat ini,
eh tau tau nya nongol, bibi kan ngga ada persiapan," lirih Maya.
"Persiapan apa? Sama anak sendiri aja mau disiapin macam macam, maka nya Elsa kasih kejutan ...
nek ... bi ....senang enggak ...? " tanya Elsa.
Marni dan Maya langsung memeluk Elsa melepas rindu mereka..Mereka duduk di ruang tamu untuk bicara lebih lanjut
"Ya ampun Sa ... kamu mau pulang sebulan ...? apa setahun si ...?" tanya Maya
"Barang Elsa sama Nazwa cuma koper itu, yang lain Elsa nggak tau, kata pak Fahri tadi mas Fattah yang siapkan," jawab Elsa.
"Ya ampun ... emmas Fattah ...?" Ledek Maya.
"Maya ... kamu ini Elsa baru datang," seru Marni.
Elsa merebahkan diri di pangkua nenek nya.
"Bunda ..." rengek Nazwa yang baru tidur.
Elsa bangkit dari pangkuan nenek nya dan membuka tangan nya menyambut Nazwa.
Nazwa duduk di pangkua Elsa.
"Bunda ... mereka siapa?" Tanya Nazwa.
"Oh ... ini Atuk nya Nazwa ... ini omah ... omah Maya ..." seru Elsa meledek bibi nya.
"Enak aja oma yang kerenan dikit napa ..." sunggut Maya.
"Emang omah mau di panggil aunty gitu ...?" Balas Elsa.
***
Nazwa memang mudah ber adaptasi.
ia sangat suka berteman dengan siapa pun.
hingga sangat mudah ia meng akrab kan diri dengan Maya dan Marni. Nazwa kini tengah Asik bermain dengan Maya..Mereka bermain dengan mainan yang di bawa Nazwa.
"Tumben kamu bawa buntut nya Fattah," seru Maya.
"Dia nggak mau di tinggal Elsa, maka nya ibu nyuruh aku bawa Nazwa, Nazwa nya juga yang pengen ikut," jawab Elsa.
"Nenek senang, kamu akrab sama anak Fattah. Nenek tadi nya khawatir kamu ngga betah disana," seru Marni.
Ponsel Elsa berdering.
Segera Elsa angkat karena itu dari Fattah.
"Assalamu alaikum mas ..." lirih Elsa.
"Wa alaikum salam, kamu sudah sampai ...?" Tanya Fattah
"Iya mas ... sudah ." Jawab Elsa.
"Nazwa mana ...?"
"itu lagi asyik main sama bibi ... Nazwa sayang ... ini ayah mau ngomong sayang ..." lirih Elsa
"Enggak mau ..." teriak Nazwa.
"Hem ... kamu sudah mencuri nazwa dari ku, kamu harus ganti sama Nazwa yang baru " seru Fattah
"Mas sudah sampai mana ...? " tanya Elsa mengubah arah pembicaraan.
"Masih dijalan, ini lagi istirahat sampai ketemu lagi assalamu alaikum ..."lirih Fattah.
"Iya mas ... hati hati. Wa alaikum salam ..." sahut Elsa.
kedua nya meng akhiri panggilan.
Di luar dugaan, ternyata Nazwa sangat suka dirumah bibi Maya. Di tambah lagi Maya sangat memanjakan Nazwa. Ini pengalaman Nazwa di dapur. Maya sengaja membawa Nazwa kedapur.
memasak makan siang sambil bermain.
Nazwa sangat menyukai aktivitas didapur.
Dia bermain main dengan tepung. Maya dan Elsa hanya mengawasi saja. Membiarkan Nazwa bermain dengan imajinasi nya.
Maya dan Elsa sholat Zduhur bergantian, karena salah satu harus menjaga Nazwa yg super aktif itu
Setelah sholat dzuhur, mereka makan siang bersama. Nazwa makan dengan lahap. Walau hanya telor dadar dan nasi putih.
"Esh esh ... anak besar makan di suapi, entar tangan nya di ambil tikus lho kalo ngga di gunakan," seru Maya.
"Eeeee ... aku ngga mau ... bunda ... aku mau makan sendiri," lirih Nazwa mengambil sendok di tangan Elsa. Dia segera menyuap makanan nya sendiri.
Elsa tersenyum melihat Nazwa. Selesai makan siang, Maya.menjemput Dzikri kesekolah.
***
Dziķri masuk dengan santai nya kerumah setelah turun dari motor.
"Kakak ....!!! " seru Dzikri melihat Elsa yang santai bersama Nazwa.
Elsa tersenyum, segera Dzikri mendekati Elsa dan salim pada kakak sepupu nya itu.
"Siapa ka ...?" Tanya Dzikri menunjuk Nazwa,
"Anak kaka ... Nazwa sayang ... salim dulu sama amank Dzikri." lirih Elsa.
Nazwa segera salim pada Dzikri.
Sepulang Dzikri kerumah, tugas Elsa menjaga Nazwa semakin mudah. Karena Dzikri sangat menyukai Nazwa. Nazwa sangat Asyik bermain bersama Dzikri.
"Bi ... seperti nya bibi harus buat adek buat Dzikri,
lihat ... Dzikri pandai mengurus adek," lirih Elsa.
"Bibi sudah tua ... kamu tuh yang bikin adek buat Nazwa ... secara kamu masih muda ..." seru Maya sebal dengan kata-kata Elsa.
Elsa tertawa melihat tanggapan sebal bibi nya.
"Sa ... sudah isi ...? "Tanya Maya..
"Udah ... barusan isi nasi ..." jawab Elsa santai
"Ya Allah ya rabbi ...
oon beneran apa pura pura oon ...? " bentak Maya
Elsa terus tertawa melihat raut wajah bibi nya.
"Kapan terakhir kamu haid ...? " Tanya Maya.
"Kapan ya ...? lupa bi ... tapi selama menikah Elsa belum pernah haid," ucap Elsa sambil berpikir.
"Besok kita cek up," seru Maya.
"Enggak ah ... Elsa nggak mual atau apa,"
"Harus ... kalo kamu kena penyakit atau apa? Kan
bisa di tangani lebih cepat sebelum terlambat,"
Elsa merinding, dia juga heran kenapa dia tidak pernah haid.
***
Mereka santai santai di rumah sore ini.
"Kak ... jalan ke lapangan yuk ..." ajak Dzikri.
"boleh ... tapi izin sama nenek sama ibu dulu," seru Elsa.
mereka pergi meminta izin pada Maya dan Marni untuk pergi ke lapangan.
Sesampai di lapangan Nazwa begitu riang.
Dia bermain bersama Dzikri, bermacan permainan mereka lakukan. Elsa mengawasi keduanya.
Karena hari mulai gelap, mereka segera pulang kembali kerumah bibi. Selesai mandi dan lain nya,
Adzan magrib berkumandang. Semua anggota mejalankan tugas tugas mereka.
Elsa tengah santai di ruang tamu. Wijaya baru pulang kerja sangat senang melihat keponakan bersama anak tirinya itu ada di rumah nya.
"Kapan datang Sa ...? "Tanya Wijaya.
"Tadi siang paman ..." jawab Elsa.
Elsa salim pada paman nya.
"Nazwa sayang ... salim dulu sama ...?
kakek ...? Ikhlas paman di panggil kakek ...?" Lirih Elsa
Wijaya tersenyum. Nazwa pun salim pada Wijaya.
"Eh bapak sudah pulang, bersihkan diri dulu sana, biar kita bisa makan malam," seru Maya.
***
Setelah wijaya bergabung di meja makan, mereka makan malam bersama sama. Selsai makan malam, mereka duduk santai di depan tv, tidak ada yang menyadari kalau Nazwa tertidur di depan Tv..Elsa segera merebahkan Nazwa di kamar nya. Dia kembali lagi keluar.
"Paman ... buka dong semua box itu Elsa juga penasaran sama isi nya," lirih nya
Wijaya segera membuka semua box yang ada, di bantu Dzikri dan Maya. Sedang Elsa dan neneknya memandangi paman, bibi dan Dzikri membongkar bawaan Elsa..Ternyata isi dari box itu. Laptop buat Ardi dan Dzikri. Baju-baju buat Maya dan Marni, juga Sepatu buat Wijaya Dan 1 karpet busa untuk semua nya.
"Ya ampun ... Fattah kasih Ardi sama Dzikri laptop?
Bibi terharu ..." lirih Maya.
Elsa sangat senang dengan barang barang pemberian Fattah buat keluarga nya. Karena sangat membantu Ardi dan Dzikri.
"Eh Dzikri ... laptop itu buat belajar bukan main game!" Seru Elsa
"Okey ... siap boss!!!" Jawab Dzikri.
Dzikri segera kekamarnya untuk otak atik laptop yang baru ia dapat.
Semua orang menitip salam dan ucapan terimakasih buat Fattah. Elsa masuk kekamar nya, karena mulai merasa ngantuk. Ia berbaring disisi Nazwa dan memeluk anak tiri nya itu.
Merasa kebahagiaan barusan dari Fattah, baru kali ini ia merindukan Fattah. Hatinya terasa sesak membayangkan Fattah yang setiap malam memeluk nya. Elsa meraih ponsel nya, lalu menelpon Fattah.
Fattah yang baru selesai tugas sungguh sangat letih. Mood nya semakin buruk ketika mendengar suara ponsel nya. Namun saat melihat layar, dia tersenyum karena Elsa yang menelpon nya duluan.
"Assalamu alaikum mas ... mas dimana ...? " lirih Elsa.
"Wa alaikum salam ... mas sudah di hotel, baru selesai, kangen ya..?" Goda Fattah.
Elsa menarik nafasnya dalam.
"Mas jaga kesehatan ya, aku dan Nazwa baik baik aja disini. Nazwa juga luar biasa pintar," seru Elsa
"Iya, kamu juga ... Mas ngantuk sayang sudah dulu ya, mas mau istirahat," lirih Fattah.
"Iya mas, assalamu alaikun ..." lirih Elsa
'Wa alaikum salam," jawab Fattah.
Elsa memejamkan mata nya, sungguh berat malam ini, dia sudah terbiasa tidur di pelukan Fattah Namun karena lelah, mata nya pun terpejam sendiri.
hmmm.... entahlah 🙃🙃🙃
Dasar Elsa Masih Bocil,