NovelToon NovelToon
Gardenia

Gardenia

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:207.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yuni Citra Susanti

Karena sebuah kesalah pahaman, seorang gadis suci dihancurkan kehormatannya. Tak hanya kehilangan kehormatan, Ia harus kehilangan cinta, karir dan keluarganya. Di tengah upayanya bertahan menghadapi cobaan, Ia terpaksa harus dijatuhkan dengan kenyataan lain. Mengandung benih orang yang "merusak"-nya. mampukah Ia tetap melangkah membawa kemalangan dan merubahnya menjadi kebahagiaan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Citra Susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Perlindungan

Fajar masih datang menemani Risa di rumah sakit, meski gadis itu tak juga bangun dari ranjang rumah sakit. Sebenernya Risa sudah sadar, namun rasa trauma yang di deritanya membuat Ia tak mampu menghadapi kenyataan saat ini. Terkadang Ia menangis meraung-raung hingga perawat memberinya obat penenang, tak jarang Risa memilih diam, meski matanya terbuka, namun tak ada sinar di sana. Risa masih diam, meski sudah dalam posisi duduk menyandar di ranjang.

Melihat keadaan Risa benar-benar membuat Fajar sesak. Ia masih belum bisa membuat gadis itu bicara. Terkadang Fajar mencoba seolah mengobrol dengan Risa meskipun lebih terlihat dia sedang bermonolog, sesekali Ia memberikan sentuhan ringan, seperti menggenggam tangan, mengusap kepalanya dengan lembut atau sekedar membantu perawat menyisir rambut Risa. Kasih dan perlindungan yang ditunjukkan Fajar mungkin akan membuat orang lain mengira bahwa Ia adalah kekasih Risa, karena memang sedari kemarin hanya Fajar yang terlihat menemani Risa.

Fajar memang tak menghubungi siapapun, termasuk tunangan Risa, Faris, yang sosoknya sudah Fajar tahu. Ia pun tak mengenal teman ataupun keluarga gadis itu. Bukan karena tak menginginkan, melainkan tak bisa menghubungi siapapun. Ponsel milik Risa tertinggal di rumah, dan Ia tak tahu harus menghubungi siapa.

Fajar memutuskan untuk menemui Siska, asisten Risa dibantu seorang perawat. Ia mengabarkan bahwa untuk sementara Risa tak bisa masuk kerja karena sakit. Fajar meminta Siska mengurus hal itu, tak lupa Ia meninggalkan nomor ponselnya pada Siska untuk berjaga-jaga. Hanya Siska orang terdekat Risa yang diketahui Fajar, selain Faris.

Sudah tiga hari Risa di rumah sakit, setelah pendampingan psikoterapi yang dilakukan seorang psikolog dibantu psikiater rumah sakit, keadaan gadis itu mulai membaik. Meski masih diam, Risa tak lagi menangis meraung-raung meski terkadang, air mata masih terlihat menetes di pipinya.

Wajah yang pucat kini berangsur membaik, seiring dengan keinginannya memakan makanan kasar. Semua hal itu di syukuri oleh Fajar.

Hal lain yang disyukuri Fajar adalah saat Ia mengetahui bahwa salah satu psikiater yang menangani Risa mengenal gadis itu. Ia merupakan tetangga masa kecil gadis itu. Psikiatri yang bernama Akbar itu, ikut membantu Fajar menemani Risa di luar jam kerjanya. Dari Akbar pula Ia tahu bahwa gadis itu sudah tak memiliki orang tua. Mendengar hal itu dada Fajar seakan tercubit untuk kesekian kalinya. Selama menemani Risa keduanya menjadi dekat, seolah menghimpun kekuatan untuk melindungi gadis itu.

**

Fajar baru saja mengisi perutnya untuk makan malam dan mengusir rasa kantuk di kantin rumah sakit. Selama di rumah sakit, sesekali Fajar pulang untuk mengganti pakaian, sementara Risa di jaga oleh Akbar. seperti Risa, Fajar memilih untuk meminta ijin pada atasannya. Ia ingin Fokus menjaga Risa, meski Ia sadar dirinya bukan siapa-siapa bagi gadis itu.

Saat membuka pintu kamar rumah sakit, Fajar disuguhkan pemandangan yang membuat hatinya menghangat. Risa terlihat lebih baik, Ia sedang duduk menyender pada ranjang, ditemani Akbar yang sedang menyuapi gadis itu dengan potongan buah. Mereka sedang berbincang, dan memang selama ini Fajar melihat Risa lebih banyak berbincang jika dengan Akbar. Mungkin karena mereka teman masa kecil, dan Akbar yang seorang Psikiatri bisa lebih mudah berkomunikasi dengan Risa.

Risa tersenyum samar melihat Fajar masuk, akbar menoleh dan ikut tersenyum. "Jar ...," ucapnya pelan.

Fajar bahagia mendengar Risa memanggil namanya, ini kali pertama gadis itu menyadari keberadaannya. Fajar tersenyum mendekat ke arah Risa.

"Bagaimana keadaanmu, Ris?" tanya Fajar sambil bermaksud menyentuh telapak tangan Risa, namun gadis itu menarik lengannya.

"Membaik. Terimakasih Jar sudah menemaniku," ucap Risa.

Fajar melihat mata Risa yang masih sendu, namun mencoba memancarkan sinar ketulusan.

Fajar mengangguk. Ia duduk di sisi sebelah kiri, berhadapan dengan Akbar yang duduk di sisi kanan Risa.

"Kak, ada yang ingin aku omongin ke Fajar, berdua," ucap Risa pada Akbar.

Akbar meletakkan piring berisi buah potong nya. Melangkah keluar meninggalkan Risa dan Fajar.

Hening, keduanya tampak canggung.

"Jar, terimakasih atas semuanya ... benar-benar terimakasih," ucap Risa. Matanya memandang Fajar dengan berkaca-kaca. "Jar, aku bisa minta tolong ke kamu lagi?" tanyanya.

Fajar menatap Risa. "Katakan saja Risa, aku akan membantumu selama aku mampu" ucapnya tegas.

Risa menyentuh telapak tangan Fajar, menggenggamnya erat. "Jar, tolong bantu aku melupakan kejadian ini," ucapnya. " Aku ingin mengubur ingatan menyakitkan ini, tolong aku Jar ... tolong jangan ceritakan masalah ini kepada orang lain. Aku mohon ...," pintanya. Ia lalu menangis menumpahkan emosinya.

Hati Fajar tak terima. Keinginan Risa bertentangan dengan hatinya. "Tapi Risa, kita harus menghukum ba**ngan itu. Dia sudah menghancurkan hidup kamu. Dia harus membayar perbuatannya," jawab Fajar tak terima. "Kamu bisa menjebloskan dia ke penjara, kamu punya bukti visumnya Risa, Jangan takut. Aku akan selalu mendampingi mu," ucapnya lagi.

Risa masih menangis sambil menggelengkan kepalanya. Ia menatap Fajar. "Aku ingin melupakannya Jar, aku tidak ingin mengingat kejadian itu, tolong ...."

"Aku yakin, setelah ini, semua tak akan sama lagi. Meskipun sekarang aku sudah tidak suci, tapi aku malu jika orang-orang sampai tahu, kejadian ini, biarlah ku simpan rapat," ucapnya lirih.

"Dan tentang Mas Faris. Biar aku yang akan bicara padanya nanti."

Lagi-lagi Risa menangis. Kali ini tubuhnya bergetar menahan gejolak emosi. Fajar terdiam, Ia hanya bisa menahan perasaannya.

Akbar yang mendengar suara tangis Risa segera masuk ke dalam. mengusap lembut kepala Risa dan menenangkannya.

"Sssttt .... sudah ... sudah, tenangkan dirimu. Kakak selalu di sisimu. Jangan menangis," ujar pria itu lembut. Akbar kemudian memeluk Risa.

Fajar diam. Ia tampak berpikir. "Aku janji Risa, akan membantumu dan menganggap kejadian ini tak pernah ada,"

Jawab Fajar akhirnya, setelah tangisan Risa mereda.

"Terimakasih, Jar," ucap Risa lembut.

"Tapi dengan satu syarat, Ris. Tolong ijinkan aku terus melindungi mu, berada di sisimu. Kamu boleh anggap aku seperti Akbar atau yang lainnya, asal jangan menolak keberadaan ku Risa. Ingat kita teman bukan?" tanya Fajar ceria.

Risa tersenyum sambil mengangguk pelan.

Meski Fajar berucap janji pada Risa, namun tekad kuat Fajar mencari pria be***sek itu tak akan pernah ia hentikan. Jika Risa tak menghendaki, maka Ia yang akan menghukum ba**ngan itu sendiri nantinya.

"Malam Ini pulang lah Jar, biar aku yang menemani Risa. Besok dia sudah bisa pulang kamu tidak perlu datang ke rumah sakit," ucap Akbar.

"Baiklah, aku akan minta tolong Siska membantuku membereskan keadaan rumah," jawab Fajar.

"Siska ...," gumam Risa pelan namun bisa di dengar Fajar.

" Ya, gadis itu sudah menanyakanmu terus menerus sejak kemarin, dia menanyakan kapan kau akan pulang, supaya dia bisa menyambutmu," terang Fajar.

Wajah Risa menegang. "Apa Siska tahu?" tanya Risa khawatir.

Fajar tersenyum. "Tenang saja, aku hanya bilang kau sakit karena demam," jawabnya.

"Kalau begitu aku pulang," pamit Fajar.

Fajar hendak melangkah keluar, Namun Risa menahan tangan kirinya. "Jar, sampaikan terimakasihku pada Ibumu, berkat masakan beliau, tubuhku semakin sehat," ujar Risa tulus.

Fajar tersenyum, Ia menyentuh telapak tangan Risa. "Ya. Lain kali kau harus menyampaikan sendiri rasa terimakasihmu itu pada Ibuku, Risa," ucap Fajar.

Risa mengangguk.

Fajar melangkah keluar ruangan, meninggalkan Risa dan Akbar. Sambil berjalan Ia mengambil ponsel di saku celananya dan menghubungi Siska, mengabarkan jika besok Risa sudah boleh pulang. Tentu hal ini membahagiakan.

***

Di tempat lain, di sebuah rumah besar bergaya Eropa miliknya, Adam saat ini sedang dalam keadaan yang tidak begitu bagus. Ia dipaksa berlutut dengan penjagaan dua pria berjas hitam yang masing-masing menahan bahu Adam agar tetap pada posisinya. Wajah ke dua pria itu tak tampak ramah. Sementara semua pelayannya tak mampu berbuat apapun karena mereka mengenal sosok yang menempatkan Adam si posisi itu.

"Bro, apa ini gak berlebihan? Kita bisa ngomong baik-baik kan?" ujarnya memohon pada sosok Indra yang tengah duduk sambil melipat kedua tangannya di dada.

Mata Indra menatap tajam ke arah Adam seolah menela***ngi. Di tatap seperti itu membuat Adam gemetar, apalagi keberadaan dua orang suruhan Indra semakin membuat nyalinya ciut.

"Sori, Bro ... Gue kemaren cuma bercanda. Gue gak ada maksud ngeracunin lo. Gue cuma--"

"Lo taro apa di minuman gue?" potong Indra dingin.

Glekkk!

Adam menelan ludah.mati gue, pikirnya, sambil mencoba menetralkan detak jantungnya.

"Se-sebenernya kemarin yang gue kasih ke lo bukan soda lemon, tapi spicy lemon racikannya Anton, ditambah Gin sama Vodka, sedikit ...," ujarnya sambil beberapa jarinya membentuk isyarat kecil

Air muka Indra semakin menggelap.

"G-gue juga tambahin, vi-viagra," ucap Adam terbata. Saat ini Ia benar-benar sudah pasrah.

"Viagra?!" tanya Indra marah, membuat Adam terlonjak kaget. Tiba-tiba Ia merasa tubuhnya menyusut.

"Lo bener-bener tega Dam, Lo tau gara-gara perbuatan lo, gue uda ngehancurin hidup seseorang ...," kali ini ucapan Indra terdengar sedih.

"Lo nabrak orang ya Bro? Kok mobil gue ga lecet sedikitpun," tanya Adam tanpa dosa.

"Pokoknya, gue gak mau tau, lo menghilang atau gue yang bikin lo hilang," ancam Indra dingin.

Adam ketakutan, Ia memohon sambil menggosok kedua telapak tangannya. Dirinya akan mendekati Indra namun segera ditahan dua pria suruhan Indra.

"Oke-oke, gue ngilang ... tapi jangan lama-lama ya Bro, seminggu aja," rayu Adam.

"Sebulan ...," jawab Indra.

"Plis Bro, dua minggu deh ... nyokap ga ada yang nemenin," rayu Adam.

"Tiga bulan ...," jawab Indra dingin.

"Whatt?!! Oke-oke ... sebulan. Gue akan ngilang sebulan," ujar Adam pasrah, sedang Indra mengeluarkan senyum smirk-nya.

"Tapi lo harus janji, lo bakalan urus nyokap gue, oke?" pinta Adam.

Indra mengangguk, sambil berlalu meninggalkan ruang tengah, tempat Ia menyandera Adam si pemilik rumah.

1
strawberry
😭😭😭😭
artika artika
bonusnya mana thor....sdh lama tdk update
artika artika
akhirnya mewek..😭😭😭
Embun Pramista
Akbar kali, bukan Faris
Endah Purworini
semangat thor. aq suka ceritanya
oyen
ini si othor kemana ya!!
lama gak muncul "!!
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
bonus chapternya kon thor.... dh lamaaaaa bgt ditunggu ga ada updatenya jg 😓😓
Delvia
akbar gantengnya laki banget.. emang turki tuh cowoknya laki banget
◦•●◉✿miamustofa✿◉●•◦
well done thor 👌👍

setelah aku stop baca di part 82, krn d rasa alur nya ga maju2.
akhirnya, hr ini tuntas baca 29 part dalam sehari, abis sampe tamat.

Terima kasih sdh berkarya, memberi hiburan buat kami.
tetap semangat melahirkan karya2 lg ya thor.
jangan kecil & patah semangat dengan kritik & saran.

aku kasih hadiah vote & bunga ya thor, biar terus semangat berkarya..
☕Wirasena☕®®f❣️
gak rela kalau udah end....cerita yg selalu aku tunggu up nya...bikin S2 nya kak cerita tentang jani,bian akbar 🥺🥺🥺aku tunggu bonchap nya😉 semangat kak😉
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
ahhh... sebenarnya ga rela kl dh end aja 😅 apalagi sebln hiatus, sekalinya update tau2 dh end aja.... salah satu novel favorit aku...smbil nunggu up kmrn, ngulang lg baca dr awal...ditunggu bonus chapter nya ya thor.... ❤❤❤
10 like
Wina Nengsih
ditunggu extra part-nya kalau bisa bikin cerita Jani dan Siska juga ya
Reny Angryani
sebulan menanti dikasih END
author tegaaaa...
꧁ッѕυℓιѕ༺૨૨Բ💙Ϙяƒ༻ッ꧂
apa ada S2 nya kak🙄
💜☕ѕυℓιѕ☕💙
kok rasanya gak tega ya kalau udah end.. selamat ya indrasa udah dapat restu dari semua pihak... ikut senang 🥺🥺 ku tunggu extra partnya kak😉
Lady Noni
ini novel terrr...pavorite..selalu di tunggu..🥰
Dila
di tunggu bonchap nya thor... ❤❤🤗
Elina
yah udahan😭
Rina
kapan ni ya lnjutnya ko d lama bngt, pnasarn ni up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!