NovelToon NovelToon
NO DIGAS ADIÓS (Jangan Katakan Selamat Tinggal)

NO DIGAS ADIÓS (Jangan Katakan Selamat Tinggal)

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:313k
Nilai: 4.9
Nama Author: Asri Devi

NOVEL INI DALAM PROSES REVISI ‼️

Di usianya yang ke 17 tahun, Selenia sudah menyandang status sebagai seorang istri sekaligus juga masih berstatus sebagai pelajar.

Pernikahan itu terjadi karena permintaan terakhir Ibunya dan bersifat rahasia. Dia dinikahkan dengan anak dari sahabat Ibunya yang usianya terpaut 13 tahun lebih tua darinya.

Mampukah Selenia menjalani perannya sebagai istri dan murid SMA dalam waktu bersamaan?

Akahkah dia menyerah?

Cover edit by Canva
Cover pict by Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NDA -14-

Selenia sedang sibuk di kamarnya sore itu. Dia duduk bersimpuh di depan lemari dan dikelilingi banyak barang di sekitarnya. Ada baju, sepatu, tas, clutch, dan beberapa aksesoris yang akan di preloved di acara stand bazaar. Sebagian dari barang-barang itu ada yang baru dia korek dari gudang. Jadi terlihat berdebu dan sedikit kotor. Pulang sekolah tadi Selenia sudah mengumpulkan niat penuh untuk membongkar semua barang-barang lamanya tersebut. Ini kesempatan bagus untuk dia bisa mengurangi volume lemarinya sekaligus menghasilkan uang. Lumayan kan?

Ya, walaupun selama ini seluruh kebutuhan Selenia sudah ditanggung oleh Adam--karena dia seorang istri--tapi nggak ada salahnya kan kalau dia memanfaatkan momen ini. Toh, barang-barang itu juga sudah jarang bahkan nggak dipakainya lagi. Sayang banget kalau akhirnya cuma rusak karena terlalu lama disimpan.

Selenia memilah-milah barang-barang dengan telaten dan memasukkannya ke dalam kardus. Baju, tas, dan clutch dia jadikan satu dalam satu kardus besar, sementara sepatu dia sendirikan di kardus yang lain.

"Haatttcchiii...!! Haatttcchiii....!!" Selenia bersin-bersin saat membersihkan rak lemari yang berdebu menggunakan kemoceng. Dia juga terpaksa harus berdiri di atas kursi untuk membersihkan rak lemari bagian paling atas.

Sudah berapa lama dia tidak mengatur ulang isi lemarinya? Pikirnya. Biasanya Selenia selalu rutin membersihkan sekaligus mengatur ulang lemarinya itu 3-4 kali dalam sebulan.

"Kamu lagi apa Sel?" sebuah suara mengejutkan Selenia.

Selenia menoleh. Adam yang entah sejak kapan sudah berdiri di ambang pintu kamarnya itu tersenyum lebar padanya. Reflek dia melihat jam dinding dan kemudian mengernyitkan kening. Ini belum saatnyaa Adam pulang ngantor kan?

"Lhoh... kok... kamu udah pulang?" tanya Selenia. Dia masih berdiri di atas kursi.

"Iya. Mulai sekarang aku nggak pulang malam lagi," Adam melangkah dengan gontai memasuki kamar Selenia. Setelah sekian bulan tinggal bersama, ini adalah kali pertama dia masuk ke kamar itu. Kamar yang khas cewek ABG banget. Ada beberapa poster bintang idola tertempel di dinding. Lampu thumblr di sekeliling plafon dan beberapa aksesoris lain tampak menghiasi kamar itu.

Selenia turun dari kursi dengan hati-hati. Ada rasa malu juga saat Adam masuk ke kamarnya. Pasalnya kondisi kamarnya dan kamar Adam sangat jauh berbeda. Kamar Adam tuh rapi dan tidak begitu banyak barang di sana.

"Kamu ngapin sih?" Adam mengulangi pertanyaannya. Matanya mengamati kardus-kardus yang tergeletak di atas lantai. "Bersih-bersih atau...apa?"

Selenia nyengir. "Hhh..., itu sebentar lagi kan ada acara ulang tahun SMA. Terus ada acara panggung hiburan dan semacam stand bazaar gitu. Jadi aku mau preloved barang-barang aku yang udah nggak kepakek ini."

"Oooh... gitu..." Adam manggut-manggut. "Kamu yakin semua ini udah nggak kamu butuhkan lagi?" matanya mengamati barang-barang yang masih berserakan di lantai.

"Yakin. Emang kenapa?"

"Mau dibantuin?" Adam menawarkan diri.

"Nggak usah Dam. Kamu kan baru pulang. Entar capek. Kamu istirahat aja," ujar Selenia. "Aku bisa sendiri kok."

Adam terkekeh. "Enggak kok. Aku nggak capek. Aku pulang cepet bukan berarti sampe rumah harus tidur kan?" guraunya. "Aku bantuin ya, tapi aku mau ganti baju dulu. Oke?" ucapnya kemudian sembari berlalu meninggalkan kamar Selenia.

Selenia menggigit bibirnya. Dia nggak salah denger dan lihat kan?

Tak lama kemudian Adam kembali lagi dan sudah mengganti pakaiannya. Dia mengenakan celana sport pendek dan kaos tanpa lengan berwarna abu-abu. That's why bentuk tubuhnya kentara sekali. Kaos yang dia kenakan tidak terlalu tebal, sehingga membuat bentuk perut six packnya terlihat menonjol.

Ya Tuhan... kalau diperhatiin ternyata sempurna banget fisik orang ini... batin Selenia. Kenapa dia baru sadar kalau dia memiliki suami segagah dan sekeren Adam. Yang tidak hanya sempurna secara fisik, tapi hati Adam juga baik. Nafas Selenia tertahan melihat betapa sempurnanya suaminya itu. Tapi dia buru-buru membuang pandangannya ke arah lain karena tidak mau salah tingkah kalau sampai Adam memergoki dia yang sedang memperhatikan dirinya.

"Siniin kemocengnya," Adam merebut kemoceng dari tangan Selenia. "Biar aku yang bersihin lemari, kamu atur aja barang yang mau kamu prelovedin itu. "

Selenia cuma bisa nurut. Sementara dia memilah-milah ulang dan mengecek kondisi barang, Adam begitu cekatan membersihkan dan merapihkan isi lemarinya. Dia yang punya basic arsitektur dan konsultan tata ruang, memberi saran pada Selenia bagaimana cara mengatur ruangan agar lebih tertata dan enak dipandang mata. Bukan berarti kamar Selenia tidak tertata sih, Adam hanya ingin membuat nuansa baru supaya di kamar itu supaya tidak membosankan. Lagi-lagi Selenia cuma bisa nurut. Mereka bekerja sama mengubah posisi lemari, menggeser meja, menggeser tempat tidur sambil sesekali bergurau.

Selama hampir satu jam mereka berdua melakukan kerja bakti dan akhirnya terciptalah suasana ruang kamar Selenia yang baru.

"Wow... kerasa lebih lega deh," ucap Selenia kagum.

Adam tersenyum. Dia duduk bersimpuh di bawah tempat tidur Selenia dengan keringat yang membasahi tubuhnya.

"Bentar ya Dam. Aku ambilin minum," kata Selenia sembari berlalu ke dapur.

Bik Iyah sedang memasak untuk makan malam sambil mendengarkan radio melalui ponsel jadulnya.

"Bik...!" sapa Selenia.

"Eh, Non..." buru-buru Bik Iyah mematikan radio di ponselnya.

"Bibik masak apa buat makan malam?" Selenia melongok ke panci yang mengeluarkan asap panas sekaligus menguarkan aroma wangi masakan di depan Bik Iyah. "Wow... sop tulang. Kayaknya enak."

"Iya Non, tadi Bibik bingung mau masak apa. Eh ternyata di kulkas ada bahan-bahan yang masih lengkap buat bikin sop ini. Coba cicipin Non." Bik Iyah menyodorkan sendok ke Selenia.

"Udah deh, kalo Bibik yang masak nggak perlu diragukan lagi. Pasti mantap," Selenia mengacungkan jempolnya. Dia lalu menyendok kuah sop sedikit dan mencicipinya. "Hmmmm... uda Bik. Enaaak banget."

Bik Iyah tersenyum simpul. "Non Selenia lagi ngapain sih di atas? Bibik dengar dari tadi kok kedengarannya brak-bruk?"

"Itu lho Bik, bentar lagi kan acara ultah SMA. Trus ada panggung hiburan dan stand bazaar juga. Di stand itu nanti kita boleh jual barang-barang milik kita yang udah nggak kepakek. Ya udah, kesempatan aku buat kurangin isi lemari aku."

Bibik manggut-manggut. "Oh gitu? O iya tadi Pak Adam juga pulang cepet kayaknya. Sepertinya beliau masih butuh banyak waktu istirahat."

"Tadi sih aku juga nyuruh Pak Adam istirahat. Tapi dia malah maksa buat bantuin," potong Selenia. "Semoga aja kesehatannya terus membaik ya Bik."

"Apa Non?" Bik Iyah tersenyum lebar. Wajahnya tampak sumringah. "Pak Adam bantuin Non Selenia?"

Selenia mengangguk. "Iya, kenapa sih Bik?" kening Selenia mengernyit.

Bik Iyah tidak menjawab. Dia hanya senyum-senyum.

"Ih, Bibik kenapa sih?" Selenia berbalik dan menghampiri kulkas. "Ya udah Bik, aku mau balik ke kamar lagi. Belum selesai soalnya," katanya seraya meraih sebotol air mineral.

"Ee... Iya Non. Bibik juga mau lanjut masak lagi," Bik Iyah kembali berkutat dengan masakannya. Dia sama sekali tidak menyangka dengan apa yang baru saja dia dengar dan lihat. Bakalan menjadi kabar bagus kalau Bu Lisa tahu tentang hal ini, pikirnya. Dia juga berharap semoga saja ini tidak hanya sementara. Semoga saja hubungan mereka berdua bisa lebih hangat dan harmonis ke depannya.

...🌺🌺🌺...

Pak Anton masih berada di kantor dengan beberapa karyawannya, termasuk Renata. Untuk satu bulan ke depan dia memang memberikan keringanan jadwal masuk kepada Adam.

"Coba periksa dokumen ini Ren," Pak Anton menyerahkan setumpuk berkas pada Renata. "Itu proposal pengajuan renovasi aula sekolahan anak saya."

"Baik Pak," Renata menerima berkas tersebut dan mulai memeriksa lembar demi lembar di mejanya.

"Lusa kamu temani Adam memeriksa langsung ke tempat itu ya?"

"Ha?" Renata mendongak. "Memangnya... Pak Adam sudah tahu soal ini?"

"Nanti biar saya yang kasih tahu. Ya sudah kalau gitu kamu lanjutin lagi, saya mau periksa yang lain," Kata Pak Anton kemudian dan berlalu meninggalkan ruangan Renata.

Renata menatap kepergian Pak Anton dengan senyum penuh arti.

...🌹🌹🌹...

...To be continued 👋🏻...

1
Noerlina Akbar
Luar biasa
Ummu Shafira
aku suka karyamu thor, enak dibaca, tata bahasanya, alurnya pokoknya top deh, semoga banyak yg mampir🥰🥰🥰🥰
Lindarosanti
selena kq pangil nm adam si kn lbih tua ngk sopan kyk ny
TongTji Tea
at least menyapa orang yang 13 tahun lebih tua itu pakai kata sapaan yang sopan .Kakak,abang ,mas , koko,Om .
ok lah kalo Selenia ya walaupun akward ya masak langsung panggil nama aja sama suami.
Tapi ..kalo Cia ?
Asri Devi: iya ya... aku baru sadar 🤭
makasii ya koreksinya 🙏🏼
total 1 replies
Lin
alur ceritanya menarik ringan tata bahasanya bagus cerita tidak membosankan mengalir apa adanya rekomendasi banget ..
Azz Kalif
Aamiin Thor,semoga ada produser yg baca karyamu yg keren ini thor
Asri Devi: Terimakasih sudah sudi membaca sampai cerita ini End 🙏🏻
Terimakasih untuk doa baiknya, doa baik kembali ke kamu juga.

Yuk baca sekuel dari novel ini, masih On Going. Judulnya My Husband Is Mine 🤗
total 1 replies
angie_13
Tenang Ton Tuhan pasti sdh menyediakan wanita tepat untukmu cuma mungkin kalian belum dipertemukan sekarang.
angie_13
Pasti Devan atau orang suruhannya
angie_13
Siapa tu yg memandang Adam dan Selenia dengan tatapan benci? Devan kah?
trus siapa jg yg ngirim paket ke Selenia?
angie_13
tambah runyam.nie kayaknya🤔🤔
angie_13
Pak Anton kan single parent jg, kenapa ga pak anton aja yg dekatin Renata?
angie_13
bau2nya Renata suka nih ama Adam
Nafi' thook
bumil kenapa harus dirahasiakan seh
Nafi' thook: iya, biasalah agak riweh, pegang hp sama momong
total 4 replies
Nafi' thook
Adam nggak jadi pergi ya
Navito Aditya Pradana
maakkk
Asri Devi: Apa mak???
total 1 replies
Nona Kos Anjani
🌹🌹🌹🌹🌹
Nona Kos Anjani
mampir Thor
Reni Antika
mutilasi ajj tuh c devan🤭🤭
£¢°<^>™Ling Daoyun¢©∆°•°`|√^π°
aku suka novel kaka makasih juga dh mampir kenovel Aku , nanti aku baca lagi
re
romantis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!