NovelToon NovelToon
Cassandra

Cassandra

Status: tamat
Genre:Romantis / Percintaan Konglomerat / Kehidupan di Sekolah/Kampus / CEO / Tamat
Popularitas:10M
Nilai: 5
Nama Author: NadiraBee

Follow Instagram Author @tulisan_bee 😘

Session 1 - Xavier - Cassandra [Tamat]
Session 2 - Roman - Alesha [Tamat]

Session 3 - Ongoing

Tiga tahun menjalani pernikahan akhirnya membawa Alesha pada keputusan penting, yaitu meminta perceraian dari sang suami, Roman Alvero.

Apakah keretakan rumah tangga itu akan berakhir di persidangan? Atau mampukah Roman, mempertahankan Alesha sekali lagi?

~Selamat membaca terima kasih sudah mampir~ ♥️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NadiraBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Move On

"Percayalah, tidak ada luka yang abadi." ~Cassandra Aglenia.

.

.

.

Xavier melotot mendengar umpatan Cassandra. Gadis itu setajam silet menatapnya, seolah ingin mencabik-cabik Xavier sekarang juga.

"Apa.. Apa kau baru saja menyebutku sinting?!" Xavier geram.

Cassandra melengos dan mencibir.

"Ya iyalah! Siapa lagi?!" balasnya keras. Dia merapikan rambutnya yang tidak berantakan. Mencari pengalihan untuk meredam kemarahannya yang hampir memuncak.

"Jaga omonganmu. Kau akan menyesal," kata Xavier kemudian.

Baru sekali ini dia mendapatkan umpatan yang begitu jelas di telinganya, terlebih di hadapan wajah tampannya. Apakah gadis ini sudah gila? fikirnya dalam hati.

Dia yang begitu sempurna, kini citranya telah dicoreng oleh sebuah umpatan oleh seorang gadis penjaga kafe. Xavier mengatur napasnya.

Cassandra semakin berdecak.

"Waah," katanya.

"Kau sungguh luar biasa," Cassandra menggelengkan kepalanya seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan pria itu.

Xavier meregangkan duduknya yang tegang. Barusan gadis ini menyebutnya luar biasa? Tentu saja, memang begitu.

"Kau terlambat menyadari, namun maaf. Aku memang luar biasa," katanya lagi, mengibaskan kemejanya pelan, berusaha menambah kegantengannya.

Tanpa Xavier sadari, Cassandra sudah berusaha sekuat diri menahan untuk tidak memaki lebih panjang.

"Keluar!!"

Cassandra bangkit dari kursinya, kini berkacak pinggang di depan Xavier.

"Akan kuanggap percakapan tadi tidak ada. Memenuhi memoriku saja!" sungutnya seraya berbalik badan, membiarkan Xavier yang masih diam di tempatnya.

Pria itu menatap kepergian Cassandra yang secepat kilat. Cassandra sudah berlalu dari hadapannya dan kini kembali ke belakang meja kasir untuk melanjutkan pekerjaannya.

Xavier tersenyum licik.

"Kita lihat saja nanti, Cassandra. Kau akan memohon padaku," bisiknya pelan.

***

Arjuna mengambil sebuah stik dan membawanya ke meja bilyard. Bola-bola telah disusun di tengah, siap untuk dimainkan. Dia melirik kearah Xavier sekilas. Sahabatnya itu sedang menatap lurus keluar jendela sembari duduk di sebuah sofa. Dia menyesap minumannya pelan dan seperti berfikir berat.

"Lo kenapa?" tanyanya sembari mengayunkan stiknya, membuat bola-bola itu bergulir ke segala arah.

"Jun, dia memang beda," gumam Xavier.

Arjuna menggeser tubuhnya, berusaha membidik sebuah bola berwarna merah menyala.

"Siapa?"

Xavier menarik napasnya, masih tersisa kemarahan di sana. Sungguh keterlaluan gadis itu.

"Cassandra," bisik Xavier lagi.

Arjuna menegakkan punggungnya. Memutar badannya untuk menghadap sepenuhnya pada Xavier.

"Cassandra? Kenapa? Apa yang terjadi?" tanyanya antusias begitu mendengar nama Cassandra.

Xavier hening sesaat sebelum menjawab pertanyaan Arjuna.

"Dia.. somehow gue merasa dia seperti..," katanya terbata-bata.

"Dia... punya kharisma. Sama kayak pertama kali gue ketemu sama..," kembali Xavier menggantung kalimatnya.

Arjuna meletakkan stiknya dan menghampiri Xavier. Dia menepuk pundak lelaki itu perlahan.

"Lo belum move on juga?" gumamnya setengah berbisik. Arjuna mengambil posisi di depan Xavier, sembari membuka sebuah kaleng bir yang tersedia di meja.

"Ternyata enggak semudah itu. Gue lagi cinta-cintanya sama dia pas dia memutuskan untuk..," kata Xavier berat.

"Berhenti. Udah cukup!" potong Arjuna cepat.

Xavier menundukkan kepalanya lemas.

"Udah saatnya lo bangkit!" kata Arjuna lagi.

"Udah saatnya lo lupain dia dan buka hati untuk yang baru. Perempuan gitu banyaknya masa gak ada yang mau ama lo?" Arjuna berusaha mencairkan suasana kelam yang menyelimuti percakapan mereka malam itu.

Xavier menengadah melihat ke arah Arjuna. Tatapan seolah bertanya "apa gw harus?" kemudian Arjuna seakan membaca pertanyaan itu lewat mata sahabatnya, dia mengangguk mengiyakan.

"Kalo gue mau mulai lagi, lo akan dukung kan?" tanya Xavier masih melihat pada Arjuna.

Arjuna bertepuk tangan.

"Itu baru Xavier Forzano!" ujarnya lantang.

"Jelas, sejuta persen gue akan dukung lo!" katanya lagi, bersemangat.

Manik Xavier memutar pelan. Arjuna merubah posisi duduknya, siap mendengarkan sahabatnya.

"Apa yang bisa gue bantu? Siapa gadis beruntung itu?" tanyanya sedikit mencondongkan badannya.

Xavier menelan ludah. Sedikit ragu apakah dia akan mengutarakan pada Arjuna atau tidak, menantikan bagaimana reaksi sahabatnya jika dia menyebut nama gadis itu.

"Lo udah janji bakalan dukung ya," ucapnya pelan, diikuti anggukan Arjuna yang tampak terlalu bersemangat.

Xavier menarik napas agak panjang.

"Dia.. Cassandra," katanya lantang.

Arjuna melotot dan refleks berdiri dari duduknya.

"APA?!"

.

.

.

🌾Bersambung🌾

~Yuk dukung dgn like, vote dan komen ya readers.. selamat membaca 🙏

1
KimYoona
baiklah.. tp awas kalau kamu menyakitiku😄
KimYoona
dikira penjahat ternyata malah calon mertua🤣🤣
KimYoona
awas kalau sampai Xavier nyakitin anak gadis orang
KimYoona
so sweeettt😍😍
KimYoona
terima saja Cass , manfaatkan dia dgn baik.. toh dia juga bukan pria baik2 dia punya niat terselubung deketin kamu
KimYoona
tak kutuk kamu bertekuk tulut sama sama Casandra ya Xavier
KimYoona
bisa2nya mau nikung teman🤣🤣 dibilang sinting gk terima
KimYoona
sinting emang🤣🤣 gk jelas banget🤣🤣
KimYoona
berarti gk usah dicari.. sudah saatnya move on
KimYoona
aku lupa pernah baca apa gk novel yg ini, kalau yg my fake bridal sih udah. walaupun skg udah agak lupa critanya
kalau novel ini kayaknya seru jadi mau lanjut baca dulu
Erna Wati
ini kok.lama ya kelanjutannya
Erna Wati
pernah baca ini...bagus cerita nya walau nguras emosi
Erna Wati
kaisar nya kpn ini sudah 2026
Erna Wati
nangisss aku tor..kasihan kaisarrr
Erna Wati
pernah baca tpi lupa
reader's cute
baca kesekian kalinya,,ttp aja baperrrrr
Khusnul Khotimah
/Facepalm//Facepalm/
Aprillia Lestari
bagus bgt jalan ceritanya
Frida Niah
cukup menarik
Siti Julaeha Julai
seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!