"Jangan paksa Humaira Mi... Aku itu Humaira, Humaira bukan Kak Asyifa yang bisa tahan menutup diri pakai jilbab."
Seluruh keluarganya selalu memaksanya menjadi seperti kakaknya yang muslimah namun Humaira merasa belum siap dan sikapnya tidak pantas untuk di jilbapin.
Dunia Humaira yang damai berubah 180 derajat setelah bertemu Bang Ashraf, lelaki yang membuat semua orang salah paham terhadapnya hingga mengikat keduanya di ikatan pernikahan.
Akankah Humaira menemukan cintanya dan bisa bahagia????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shakila kanza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah paham
"Astaghfirullah Gusti Allah... Pangeran Agung... Astaghfirullah... Ampun Gusti... !!!!! Abi......!!!! Ya Allah Gusti.... !!!! Abi....!!!! Anakmu gadis udah tidak gadis lagi....!!! Humaira udah ta'robu Zina...!!! " Teriak Histeris penuh amarah Umi Ainun di depan pintu kamar Humaira, saat mendapati putri semata wayangnya tengah memeluk tubuh seorang laki-laki di bawah lantai kamarnya.
"Astaghfirullah... Tidak...!!!" Teriak dua pasang muda mudi yang berusaha bangun dari posisi yang patut di salah pahami ini.
Tadi ketika Bang Ashraf numpang di kamar mandi dia melihat binatang yang paling dia benci dan jijik lalu dia berteriak-teriak ketakutan juga histeris. Sontak dirinya berlari ke arah pintu untuk keluar dan naasnya Humaira yang panik saat mendengar suara histeris Bang Ashraf berniat menolong dengan setengah mendobrak pintu, namun karena pintu juga di buka oleh Bang Ashraf maka yang terjadi justru Humaira menabrak Bang Ashraf sehingga keduanya terjatuh dengan posisi Humaira menimpa Bang Ashraf tepat saat Umi Ainun membuka pintu kamar Humaira.
Keduanya terkejut dengan teriakannya Umi Ainun sontak dirinya berdiri namun naasnya, Bang Ashraf terlalu terburu-buru saat di kamar mandi dan dirinya lupa menarik resleting celananya. Kondisi ini membuat Umi Ainun semakin yakin dengan dugaan di pikirannya.
"Astaghfirullah... Humaira... !!!! Kamu kalau udah tidak tahan ingin nikah jangan kaya begini...!!! Diam-diam bawa masuk kamar anak laki-laki orang!!!" Umi Ainun maju membawa sapu hendak memukul Humaira namun di tahan oleh Abi Harun yang baru saja tiba.
"Astaghfirullah Umi... Ada Apa??? Jangan main hakim!!!" Tegur Abi Harun.
"Anak bungsu mu Bi...!!! Tadi tidur di lantai sama anak laki-laki itu...!!!" Jelas Umi Ainun masih emosi.
"Coba lihat!!!! Celananya aja kebuka kaya gitu!!! Pasti mereka berdua habis berbuat yang tidak pantas!!!" Amarah Umi Ainun dan yang membuat Umi Ainun makin emosi saat mengingat posisi Humaira tadi.
Bang Ashraf langsung terkejut dan memandang celananya dalam hati dirinya mengumpat pada dirinya sendiri yang ceroboh, begitu juga Humaira yang sempat menoleh sekilas tadi juga ikut merutuki kesialannya.
Abi mengamati kondisi keduanya, baju Humaira masih utuh tapi kondisi laki-laki itu patut dia curigai, Abi memandang Bang Ashraf penuh dengan emosi apa lagi rambut Bang Ashraf yang berwarna membuat image dirinya terlihat sebagai laki-laki begajulan.
"Astaghfirullah... Maaf ini salah paham..." Jelas Bang Ashraf pada Orang tua Humaira.
"Diam!!!" Teriak Umi Ainun lalu berjalan membawa sapu untuk memukul keduanya.
"Abi jangan halangi Aku... Biar Umi yang hukum mereka berdua di dunia ini dari pada mereka di siksa di akhirat nanti...!!!" Amukan Umi sambil memukul tubuh keduanya, namun Humaira menangkis agar tidak mengenai tubuh keduanya.
Bang Ashraf pasrah dengan membiarkan tubuhnya terkena pukul sapu itu, namun Humaira tidak membiarkan sapu itu menyentuh kulitnya, Bang Ashraf merasa terharu dengan pembelaan Yang Humaira berikan padanya.
"Umi...!!! Stop!!!" Humaira merampas sapu itu dan melempar asal, karena kesal pada Uminya yang tidak mau memberikan kesempatan untuk mereka menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"Apa??? Kamu mau mengelak iya??? Umi sudah lihat dengan mata kepala Umi sendiri kamu menggagai tubuh laki-laki itu di atasnya... " Umi masih di liputi amarah di dadanya.
Astaga, menggagai, Bang Ashraf ingin tergelak namun tidak tega saat melihat Humaira begitu di sudutkan oleh orang tuanya sendiri. " Maaf Tante... Ini tidak seperti yang anda lihat jadi tadi itu kamu tidak sengaja bertabrakan di depan pintu kamar mandi, karena... " Bang Ashraf mencoba menjelaskan tapi di putus oleh Umi Ainun.
"Bohong... Kalau tidak melakukan hal yang senonoh terus ngapain kamu di dalam kamar putri kami???" Tanya Umi Ainun.
"Astaga... Mi... Umi itu di bilangin gak percaya amat sih??? Bang Ashraf itu numpang kamar mandi tadi itu... Terus... " Humaira mencoba menjelaskan namun Abi sudah kadung menyeret Bang Ashraf ke ruang tamunya.
"Kalian jelaskan di bawah!!!" Kata Abi sambil menyeret Bang Ashraf yang pasrah.
Bang Ashraf tidak menyangka hari ini akan menjadi seruet ini, Keinginan untuk berjumpa orang tua Humaira terjadi namun dengan banyaknya kesalahpahaman yang terjadi.
Humaira kesal dengankedua Orang tuanya yang sulit mendengarkan penjelasan juga terlalu kolot. Makin kesal lagi saat mengingat kengeyelan Bang Ashraf yang memaksa main kerumahnya di saat orang tuanya tidak ada di rumah.
Humaira menyusul Abi Harun dan Umi Ainun yang membawa Bang Ashraf dengan melasnya, seandainya tadi dirinya tidak menimpah tubuh Bang Ashraf tentu tidak akan terjadi kesalahpahaman ini.
****
dosen kok sumbu pendek..
menantu kocak...