NovelToon NovelToon
SCANDAL

SCANDAL

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Tamat
Popularitas:689.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wina

Anna hanya seorang gadis biasa, ceria dan baik hati. Berubah menjadi gadis yang liar setelah seorang pria merenggut kesuciannya, peristiwa naas dari serangkaian peristiwa lainnya yang ia alami. Hingga suatu peristiwa membawanya ke dalam jerat cinta dua pria psikopat yang menginginkannya.

"Sesaknya beban hidup yang kujalani menghimpit jalan takdirku, membuatku harus berjuang keras tanpa hasil maksimal. Hanya karena aku kalah dalam segala hal."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjanjian

Seorang pria menggunakan jas hitam keluar dari pintu mobil menuju rumah Alan. Dia di perintahkan Genzo untuk menjemput Anna untuk melakukan perjanjian hitam di atas putih menyangkut utang piutang Alan yang di bebankan di pundaknya. Anna mau melakukannya demi mendapatkan tempat di keluarga itu dan layak di anggap sebagai putrinya.

"Tuan Genzo meminta Nona untuk menemuinya sore ini." Pria itu membungkukkan badannya sesaat.

"Baiklah." Anna memalingkan wajahnya menatap Alan yang duduk di kursi bersama Tasya, terlihat tidak perduli. Anna menghela napas dalam dalam menundukkan kepala sesaat. Lalu berjalan mendekati pria itu. "Kita berangkat sekarang."

"Tuan Alan, saya permisi." Pria itu menundukkan kepala sesaat, lalu melangkahkan kakinya keluar rumah di ikuti Anna dari belakang.

Alan hanya diam menatap punggung mereka berdua hingga hilang dari pandangan mata. "Sampai kapan kau akan bersikap seperti ini pada putrimu sendiri?" ucap Elama berdiri di hadapan Alan.

Alan tengadahkan wajahnya menatap Elama sesaat, lalu ia berdiri dan melangkahkan kakinya mengabaikan pertanyaan Elama. Wanita paruh baya itu hanya bisa mengusap dada. Awalnya ia sama saja seperti Alan, menginginkan Anna kembali hanya untuk di jadikan tumbal saja. Tapi, setelah ia melihat bagaimana Anna mengambil tanggung jawab itu di pundaknya, hati Elama sedikit tersentuh.

***

"Di mana Genzo?" tanya Anna di sela sela langkahnya bertanya pada pria yang menjemputnya.

"Di sana Nona." Pria itu menunjuk ke arah salah satu pintu yang tertutup di hadapan mereka.

Anna menepi saat pria itu mengetuk pintu, tedengar suara dari dalam ruangan memerintahkan pria itu untuk masuk ke dalam.

"Masuk!"

Pria itu membuka pintu ruangan dan masuk ke dalam di ikuti Anna. "Tuan, Nona Anna sudah datang."

"Silahkan kau pergi."

Pria itu membungkukkan badan sesaat lalu mundur dan melangkah keluar ruangan. Tinggal Anna yang masih berdiri mematung menatap pria di hadapannya. "Kau mau duduk, atau berdiri di sana?" Genzo menatap tajam Anna.

"Maaf." Anna berjalan mendekat lalu duduk di kursi menatap tajam ke arah Genzo.

Genzo mengalihkan pandangannya pada laci meja lalu membukanya. Ia mengambil dokumen lalu di letakkan di atas meja.

"Apa ini?" Anna menatap dokumen di hadapannya.

"Baca, kau bisa membaca?" Genzo tersenyum samar menatap Anna.

Anna menundukkan kepala sesaat, tertawa kecil menatap wajah Genzo. "Walaupun hanya sampai sekolah dasar, setidaknya aku bisa membaca." Tangan Anna terulur mengambil dokumen di atas meja. Lalu membukanya dan membacanya dengan teliti.

Genzo memperhatikan wajah Anna, terlihat natural tanpa polesan make up di wajahnya. Namun gadis itu terlihat cantik, kapnya yang liar tapi di matanya menyimpan hasrat dan belas kasih. Hati Genzo yang sudah terlanjur dingin dan tidak tertarik dengan wanita yang selalu di anggapnya sama.

Anna menghela napas dalam dalam, lalu ia hembuskan perlahan. Dengan tatapan tajam pada Genzo seakan ingin menampar wajahnya saat itu juga. Bagaimana tidak? dia memberikan poin poin ketat dalam surat perjanjian yang harus Anna lakukan. Seakan Anna pernah melakukan kesalahan padanya hingga rasa percayapun tidak di berikan pria yang tengah memperhatikannya.

"Tuan Genzo."

Genzo mengerjapkan matanya, lalu membenarkan posisi duduknya. "Bagaimana?"

Anna berdiri, lalu melangkahkan kakinya menuju kaca jendela ruangan yang terbuka. Menatap lurus ke depan. Sesaat ia terdiam lalu menundukkan kepalanya. Anna memutar tubuhnya bersandar ke tepi jendela menatap Genzo lalu tertawa kecil. "Mungkin kau sudah tahu latar belakangku." Anna menundukkan kepalanya sesaat. Lalu menarik napas dalam dalam kembali menatap Genzo dan berjalan mendekatinya.

"Asal kau tahu, aku melakukan semua ini demi mendapatkan cinta kedua orangtuaku." Anna membungkukkan badannya dengan satu tangan mencengkram meja dan satu tangan lagi mencengkram kursi yang diduduki Genzo. Dengan tatapan tajam tapi lembut, Anna tersenyum padanya.

"Kau tidak perlu takut, aku pasti membayar setiap sen uangmu. Aku melakukannya bukan karena takut padamu. Tapi untuk membuktikan pada orangtuaku, kalau aku pantas menjadi putri mereka." Anna berdiri tegap lalu duduk di kursinya kembali.

"Kita tidak perlu bersitegang, saling curiga. Kepercayaan yang kau berikan akan kujaga."

Genzo yang sedari tadi diam memperhatikan, mendengarkan dengan perasaan, akhirnya angkat bicara.

"Haruskah aku percaya?"

Anna tertawa kecil, "tidak harus."

Genzo kembali terdiam, mengusap dagunya menatap tajam Anna. "Jika mereka tetap tidak mengakuimu, apa yang akan kau lakukan?"

"Aku tetap menyayangi mereka." Anna tersenyum tipis menundukkan kepalanya.

Genzo kembali terdiam, lalu ia berdiri dengan kedua tangan mencengkram meja. "Lalu? ia menautkan kedua alisnya menunggu jawaban Anna.

Anna berdiri tegap. " Aku tidak perlu menandatangani surat perjanjian ini, percayalah."

Genzo berdiri tegap, lalu kembali duduk di kursinya. "Hari sudah mulai gelap, sebaiknya aku pulang." Anna membungkukkan badannya sesaat, lalu balik badan melangkahkan kakinya keluar ruangan.

Genzo menarik napas dalam dalam, ia terdiam menyandarkan tubuhnya di kursi. "Kita lihat, apa kau bisa mendapatkan kepercayaanku," gumamnya pelan.

****

Sepanjang perjalanan pulang, Anna terdiam memikirkan beban yang harus ia pikul sendirian. Apakah terlalu berlebihan jika berharap kedua orangtuanya menyayangi seperti mereka menyayangi Tasya? apakah ini yang di namakan cemburu? iri?

Anna menggelengkan kepalanya, tidak! ia hanya ingin di terima, tidak lebih!

"Pak, turunkan aku disini." Anna menepuk pundak pria yang tengah menjalankan mobil.

"Tapi Nona, rumah anda masih jauh," sahut pria itu melirik sesaat ke belakang.

"Tidak apa apa, aku bisa pulang sendiri."

"Baiklah Nona, kalau kau memaksa." Pria itu menepikan mobilnya lalu menurunkan Anna di tepi jalan raya.

"Terima kasih." Anna tersenyum lalu melangkahkan kakinya menyusuri tepi jalan raya menikmati suasana malam.

Sesekali ia menundukkan kepala dengan kedua tangan ia masukkan kedalam saku celana. "Aku berharap, apa yang kulakukan bukan kesalahan." Anna menghela napas panjang.

"Anna!"

Anna menoleh ke belakang, melihat Rangga keluar dari pintu mobil dan berjalan mendekatinya. "Kau mau kemana?" tanya Rangga.

Anna mengusap tengkuknya, "aku dari rumah Genzo."

Rangga menautkan kedua alisnya menatap Anna. "Buat apa kau temui dia?"

Anna tertawa kecil memegang lengan Rangga. "Ada urusan sedikit."

Rangga menarik tangan Anna, lalu membawanya masuk ke dalam mobil. "Aku antar kau pulang."

Anna menautkan kedua alisnya menatap Rangga terlihat raut wajah kesal. "Kau kenapa?"

Rangga menoleh menatap tajam Anna. "Kau tanya kenapa? aku mencintaimu Anna. aku tidak mau kau terlibat dengan pria itu. Apa salahnya kau menerima bantuanku? urusannya selesai. Jika kau tidak mau di beri secara cuma cuma, anggap saja kau berhutang padaku, sama saja bukan?" ungkap Rangga kesal.

Anna tertegun mendengar pernyataan Rangga, ia melirik sesaat ke arahnya lalu kembali menundukkan kepalanya. Mungkin apa yang di katakan Rangga benar, kenapa tidak di coba?

"Baiklah, aku setuju."

"Sungguh?" Rangga menatap wajah Anna.

Anna menganggukkan kepalanya, tersenyum lebar. "Besok kita urus semuanya, oke?"

Anna kembali mengangguk cepat. "Sekarang kita pulang." Rangga menjalankan mobilnya mengantarkan Anna pulang ke rumah.

1
Ran Aulia
👍👍👍👍👍👍👍👍
Ayu Dwi S
kok ad yg ide penulis membuat cerita semacam ini d mana peran utama nya teraniyaya, kalo d kategori yah mirip drama indosiar, yg karna bahagianya d penghujung cerita
Runa💖💓
Wah berabe jadinya jika Rangga suk Anna
Istilahnya pagar makan tanaman nih
HARTIN MARLIN
lebih baik kamu tolak perjodohan itu buat papa mu bungkam
HARTIN MARLIN
lebih baik gak usah kembali lagi ke orang tua mu Anna
Retno Isusiloningtyas
sama...
penasaran
siapa yg akan dijodohkan dengan Anna
Retno Isusiloningtyas
bagus ceritanya..
lanjutkan
HARTIN MARLIN
orang tua yang tidak punya perasaan, udah di buang setelah itu mau di nikahkan dengan cara bayar hutang
HARTIN MARLIN
itu lah hukuman untuk orang tua Anna tapi sayang yang kena Taysa
HARTIN MARLIN
yang sabar ya Anna,nanati orang tua mu akan ketemu dan akan mendapatkan karmanya
HARTIN MARLIN
Assalamualaikum hai 🖐🖐salam kenal dari ku
✨Mohammad Yusuf✨🐾🌀🎏
Lanjut Thor
Komalasari Hidayat Prasodjo
sumpah ya....kesel sama emak bapaknya, anna ga punya dosa apa2, udah dibuang, diambil buat jd tumbal....pada kagak ada otak
sahaqi
rumit
Alvaro Alfahri
nyesek aku bacanya
Alvaro Alfahri
ceritanya gni amat
Alvaro Alfahri
njiiiiiiiirrrr
Attuy
semoga kalian bahagia Anna Genzo😁
🌻Ruby Kejora
D sini ramai sekali.
Salam kenal kak💐💐
Aul Zhaeiu
bad story
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!