Seorang pemuda yang bercerai dengan istrinya pergi ke desa untuk mengubah dirinya. Suatu hari saat pemuda itu membersihkan gudang belakang dia menemukan satu buku kuno yang berisi tentang jenis tanaman. Awaln perjalanan di mulai oleh pemuda itu dengan berbagai hal yang tidak disangka dia temukan hingga dia menemukan sang pujaan hatinya yang sesungguhnya. Jika ingin tahu ceritanya silakan baca jika ingin tahu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KBAD 14
Irfan yang telah selesai membuat sabun dan belum dia coba apa itu akan bisa terjual atau tidak. Tapi karena hari itu Irfan bersama dengan kedua temannya ada jadwal untuk membersihkan toko. Semua yang di butuhkan telah terkumpul dimana mereka bertiga pagi-pagi mulai berangkat.”Jadi kita pergi sekarang ini,”ucap Santo.
“Iya kenapa kamu tidak mau,”ucap Irfan.
“Tapi Irfan bagaimana untuk pemasarannya jika lokasinya jauh dari pandangan orang nanti,”kata Alina.
“Kamu tidak usah khawatir yang penting sekarang kita membersihkan tempat ini agar layak untuk kita tinggali,”kata Irfan. Setelah mereka sampai dan mereka mulai mengerjakan pada bagian dalam rumah sebelum diluar. Tapi setelah tiga puluh menit berlalu datang sejumlah mobil berjejer datang ke toko Irfan.
Alina yang melihat itu memanggi Santo dan Irfan untuk melihat siapa yang datang. Irfan yang tidak merasa mengundang siapa-siapa membuat dia melihat siapa yang datang. Bersama dengan Santo mereka berjalan keluar. Dimana tampak seorang kakek dan seorang perempuan keluar dimana setelah itu keluar lagi seornag laki-laki.
“Tuan calik dan Tuan Jayadra kenapa anda bisa datang ke sini?,”kata Irfan setelah melihat dengan jelas. Tapi disisi lain Santo melihat sosok wanita yang dimana wanita itu tidak asing baginya.”Cika,”ucap Santo.
“Santo apa benar itu kamu, sudah lama kita tidak bertemu bagaimana kabar kamu. Tapi bagaimana kamu bisa bersama dengan Irfan,”kata Cika yang penuh dengan pertanyaan. Irfan bersama dengan Alina yang melihat keduanya hanya bisa terdiam saja. Tapi disela Santo dan Cika saling memandang satu sama lain. Irfan melihat ke arah Calik dan Jayadra.
“Kami tau apa yang anda pikirkan kedatangan kami disini ingin membantu kamu,”ucap Calik.
“Membantu kami apa maksudnya ini. Tapi kenapa juga anda mau membantu kami,”kata Irfan yang tidak tahu maksud keduanya datang ke sini.
“Anggap saja kami datang ke sini sedang menjalin kerja sama antara kamu dan putraku. Karena kamu sudah menolong putraku dari pembunuh waktu itu,”ucap Calik menjelaskan. Irfan yang sudah tahu maksud tujuan mereka datang. Apa lagi mereka datang dengan membawa beberapa orang. Membuat Irfan tidak bisa mengusirnya pergi dari tokonya.”Baiklah saya terima bantuanya, tapi apa tidak masalah hanya membantu dalam membersihkan tempat ini,”ucap Irfan
Jayadra dan Calik yang mendengarnya hanya tersenyum saja hingga bawahannya di kerahkan untuk membersihkan tempat toko Irfan berada. Tapi disisi lain Jayadra melihat ke arah Cika dimana dia sedang berbicara dengan Santo.
Irfan dan Alina yang tidak tahu kalau mereka benar saling kenal hanya membiarkan saja. Tapi tidak lama kemudian mereka datang bersama Cika yang melihat ke arah Irfan.”Terima kasih telah menolong saya waktu itu,”ucap Cika. Irfan hanya tersenyum saja hingga mereka masuk ke dalam dimana belum ada perabotan yang ada.
Di dalam Cika bertanya kepada Santo apa yang ingin mereka lakukan dengan peninggalkan ibunya itu. Santo menjelaskan kalau toko ini akan di tempatkan oleh Irfan untuk berjualan. Cika langsug melihat ke arah Irfan dimana dia sedang berbicara dengan Jayadra ayahnya.”Apa yang sedang kalian bicarakan?,”ucap Alina datang ke tempat Santo dan Cika.
Cika melihat ke arah Alina dimana dia menatap dengan tajam kemudian dia melihat ke arah Santo dan berbisik.”Siapa dia?,”ucap Cika denga berbisik kepada Santo.
Alina yang mendengar itu langsung memperkenal diri kalau dia adalah Alina tetangga Irfan dan teman dari Santo. Cika yang sudah tahu hanya tersenyum kemudian mereka saling berbincang dengan santai. Di tempat lain Irfan yang sedang berbicara bersama dengan Jayadra dan Calik. Dimana Jayadra ingin bekerja sama dengan Irfan dalam bisnisnya.”Jadi anda mau bekerja sama dengan saya, tapi apa anda tidak akan takut jika kerja sama ini akan merugikan anda tuan,”kata Irfan.
“Apa ini tentang masalah kamu, kami tidak masalah asalakan bisnis yang kamu jalankan itu memang usaha dan kerja keras kamu,”kata Jayadra.
“Saya juga setuju jika kamu bekerja sama dengan putraku. Mungkin saja kamu akan berkembang dengan seiringan waktu. Jika kamu mengira kami takut untuk rugi bagaimana bisa kami sampai seperti ini dulu,”kata Calik menjelaskan.
Irfan yang mendengarnya merasa senang dan lega dengan apa yang mereka katakan.Irfan yang akan berpikir untuk membuat kontrak kerja samanya bersama dengan Jayadra dan sekertarisnya. Di toko yang lusuk itu mereka membuat kontrak kerja sama dimana kedua belah pihak saling menguntungakan dengan jaminan yang sepadan. Setelah semua setuju tanda tangan dari keduanya sudah terikat kerja sama.
Santo datang dimana Irfan berada melihat mereka sedang serius tidak bisa mengganggu mereka. Santo melihat saja dari jauh tapi hati Santo bertanya kenapa aku tidak bisa seperti Irfan yang bangkit dari ketepurukan dan kekuranganku. Irfan yang merasa ada tatapan kesedihan melihat ke arah Santo.”Apa yang kamu pikirkan Santo,”ucap Irfan dengan senyum ramah.
“Aku hanya...,”kata Santo yang tidak melanjutkan perkataannya. Irfan yang bisa menebak hanya menepuk punggung Santo.”Kamu jangan sedih, ada hal yang bisa kamu lakukan,”kata Irfan.
“Apa yang kamu katakan Irfan memangnya apa yang bisa aku lakukan dengan kondisi aku ini,”kata Santo yang tertunduk.
“Kamu ini Santo kenapa belum coba kamu sudah murung dulu. Beda dengan pertama kita bertemu saat kamu sakit dan lelah kamu bisa marah-marah karena anak buah kamu untuk memarahiku. Tapi setelah kamu diabaikan oleh anak buah kamu dan dibuang oleh ayah kamu kenapa kamu tidak bersemangat. Apa kamu tidak bisa merelakan mereka pergi,”kata Irfan yang mengatakan dengan terus terang.
Di depan semua orang Irfan berkata seperti itu, tapi disisi lain Santo melihat ke arah Irfan.”Kenapa apa kamu ingin marah,”kata Irfan.
“Mana mungkin aku akan marah dengan kamu yang mau membantu dan mengizinkan aku tinggal di tempat kamu. Di saat aku tidak memiliki tempat tinggal dan orang yang dulu aku lindungi saja sudah mengabaikan aku. Tapi kamu tanpa melihat kondisi aku kamu mau membantuku dengan senang hati,”kata Santo.
Irfan hanya tersenyum saja sampai akhirnya semua pembersihan telah selesai dilakukan oleh bawahan Jayadra. Karena hari sudah mulai malam mereka juga kembali ditambah lagi semua sudah bersih. Tinggal apa yang akan dilakukan oleh Irfan setelahnya. Di depan rumah mereka berpisah Santo yang bersama dengan Irfan masuk ke dalam Alina yang kembali ke rumah.”Irfan,”ucap Snato setelah mereka masuk ke dalam.
“Ada apa?,”kata Irfan yang merasa lelahh.
“Aku tahu jika kamu lelah tapi aku bisa membantu aku Irfan untuk mencari kakek dan nenek dari ibuku,”ucap Santo. Irfan menoleh dimana dia menatap wajah Santo dimana wajah dia yang serius.”kenapa kamu ingin bertemu dengan pihak keluarga dari ibu kamu. Kenapa kamu tidak datang untuk bertanya kepada ayah kamu saja,”kata Irfan.
“Ayahku tidak tahu siapa keluarga dari pihak ibuku. Mereka berdua bertemu dan menikah karena suatu hal. Aku juga tidak tahu,”kata Santo. Irfan mendengarkan itu hanya diam dan duduk dan memikirkan apa yang sudah dikatakan oleh Santo. Tapi apa yang akan dilakukan oleh Irfan setelah itu?.