NovelToon NovelToon
Become Best Assassin

Become Best Assassin

Status: tamat
Genre:Epik Petualangan / Elf / Roh Supernatural / Ruang Bawah Tanah dan Naga / Barat / Tamat
Popularitas:18.6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Benua Astraedia adalah tempat di mana 12 guild assassin dan 12 kerajaan besar bersaing untuk pengaruh dan kekuasaan. Di tengah kompleksitas politik dan intrik, ada satu nama yang dikenal di seluruh benua sebagai pembunuh terbaik "Raul" seorang assassin berbakat dengan rambut putih dan mata merah yang mencolok.

Raul adalah anggota Bayangan Kematian, salah satu guild assassin terkemuka di Rivenholm, kerajaan yang penuh intrik dan konflik. Dia telah menjalani berbagai misi sukses dalam beberapa tahun terakhir, namun, sebuah ancaman yang jauh lebih gelap sedang merayap di benua Astraedia.

Di kegelapan yang dalam, seorang penyihir jahat bernama Malachor the Malevolent telah muncul, dengan tujuan menguasai seluruh benua dan mendirikan era kekacauan. Kelompok kultus yang setia kepada Malachor, yang dikenal sebagai Kelompok Kultus Malachor, bekerja dengan diam-diam untuk mendukung rencananya.

Raul dan timnya, yang terdiri dari Aria, Lars, Selene, dan Felix, harus menyatukan kekuatan mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14: Malachor the Malevolent

Terdengar langkah kaki mendekat, menyadarkan Aria dan rekan-rekannya bahwa mereka telah ketahuan. Mereka melihat ke arah pintu dan menyadari bahwa mereka tidak punya banyak waktu untuk berpikir.

Tanpa ragu, mereka melarikan diri melalui pintu lain yang terbuka di sisi ruangan. Namun, sayangnya, Felix terjebak dalam perangkap yang mendadak aktif, memaksa mereka untuk berhenti sejenak.

"Lanjutkan! Aku akan mengulur waktu!" ucap Felix sambil berteriak.

Dengan berat hati, mereka melanjutkan pelariannya tanpa Felix. Mereka tahu bahwa keputusan ini adalah untuk keselamatan bersama, dan mereka berjanji akan kembali untuk menyelamatkannya.

Saat mereka berlari melalui koridor-koridor gelap, suara langkah kaki pengejaran semakin dekat. Mereka harus cepat dan cerdas untuk bisa keluar dari kompleks ini.

Akhirnya, mereka menemukan pintu keluar dan meluncur keluar dengan cepat, menuju ke kegelapan malam yang memeluk mereka. Mereka terus berlari, menelan jarak jauh dari lokasi kultus.

Setelah melewati beberapa rintangan dan bercampur dengan bayangan malam, mereka akhirnya bisa bernafas lega. Mereka menyadari bahwa mereka harus kembali ke Guild Assassin dan memberi tahu pemimpin guild tentang apa yang mereka temui.

Sesampainya di guild, mereka segera melaporkan informasi mereka dan memastikan bahwa Felix tidak dilupakan. Mereka tahu bahwa mereka harus kembali dan menyelamatkannya secepat mungkin.

Sementara itu, Felix berada dalam tahanan kultus, menghadapi nasib yang tidak pasti. Namun, tekadnya tetap kuat, dan dia bersiap untuk menghadapi apapun yang akan datang.

Dalam kegelapan sel penjara, Felix duduk dengan tegang, siap menghadapi apapun yang akan terjadi. Namun, tak lama kemudian, pintu sel terbuka dengan gemerincing logam.

Muncul seorang sosok tinggi berpakaian jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya. Sosok itu mengenakan topeng yang mengesankan dengan goresan-goresan simbolik di atasnya. Matanya memancarkan kehadiran yang menakutkan.

"Felix, bukan? Namaku Malachor the Malevolent. Aku adalah pemimpin dari kultus ini," ucap Malachor the Malevolent dengan nada dingin.

Felix menatap Malachor dengan tatapan tajam, menaruh kewaspadaan tinggi pada orang ini.

"Apa yang kamu inginkan dariku?" ucap felix sambil menatap tajam.

"Aku ingin menawarkanmu kesempatan untuk bergabung dengan kami, Felix. Bersama-sama, kita bisa mencapai kekuatan yang tak terbayangkan," ucap Malachor the Malevolent.

Malachor memperkenalkan sepuluh orang yang menyertainya. Setiap dari mereka memiliki aura kegelapan dan misteri yang memenuhi ruangan.

Vaelen the Viper

Seraphina the Shadowmistress

Darius the Dreadlord

Isolde the Ironheart

Thorne the Twisted

Ravenna the Ruinbringer

Kaldrik the Cursed

Morgana the Maleficent

Xander the Xenophobe

Zephyra the Zealot

Mereka adalah bawahannya, setiap salah satu dari mereka memiliki keahlian dan tujuan mengerikan masing-masing. Felix menyadari bahwa dia berada dalam situasi yang sangat berbahaya, dan keputusannya akan mempengaruhi takdirnya.

"Aku tidak akan pernah bergabung dengan kalian, Malachor. Saya lebih memilih mati daripada menjadi bagian dari kultus ini," ucap Felix dengan gigih.

Malachor hanya tersenyum dengan dingin, menunjukkan bahwa permainan ini baru saja dimulai. Felix tahu bahwa dia harus tetap waspada dan siap untuk menghadapi apapun yang akan datang.

Malachor the Malevolent tersenyum dengan kepuasan ketika dia menyentuh kepala Felix dan memanfaatkan sihirnya untuk membaca ingatannya. Dia mengetahui dengan jelas apa yang terjadi, bahwa guild assassin yang dinaungi oleh Felix adalah yang bertanggung jawab atas pembunuhan Lord Aldric.

Dengan dingin dan marah, Malachor memandang Felix dengan tatapan yang menggertak.

"Jadi, ternyata kalian adalah pelaku yang membunuh Aldric. Dia adalah bonekaku, dan kalian telah membunuhnya," ucap Malachor the Malevolent dengan nda marah.

Felix tetap diam, menatap Malachor dengan tekad yang tak tergoyahkan. Dia tahu bahwa dia dan rekan-rekannya harus bertanggung jawab atas tindakan mereka, namun dia tidak akan menyesali tindakan itu.

"Kami hanya menjalankan tugas kami. Aldric adalah ancaman bagi benua ini, dan dia harus dihentikan," ucap Felix dengan bangga.

Malachor memandang Felix dengan dingin, kemarahannya semakin memuncak.

"Tindakanmu dan rekanmu akan kubuat kalian membayarnya dengan mahal, Felix. Kalian telah mengambil hal yang paling berharga bagiku. Sekarang, kalian akan menghadapi konsekuensinya," ucap Malachor the Malevolent dengan tatapan dingin.

Saat senyum dingin melintas di wajah Malachor, dia dengan tegas memerintahkan salah satu bawahannya untuk berdiri di sampingnya. Dengan satu gerakan tajam, kepala Felix dipenggal, mengakhiri hidupnya dengan cepat.

Hening dan kematian seketika mengisi sel. Tubuh Felix tergeletak tak bernyawa, wajahnya menggambarkan ketenangan yang tak tergoyahkan. Dia telah menyelesaikan tugas terakhirnya dengan harga yang paling mahal.

Malachor memandang mayat Felix tanpa ekspresi apapun. Dia kemudian memerintahkan bawahannya untuk bersiap-siap untuk misi selanjutnya, memberikan arahan dengan tegas. Setelah itu, dia menghilang seperti bayangan, meninggalkan tubuh Felix yang tak bernyawa.

Di tempat lain, Aria dan rekan-rekannya tiba terlambat, hanya untuk menemukan pemandangan yang mengerikan. Mereka berlutut di samping mayat Felix, meratapi kehilangan seorang teman dan sekutu yang sangat dicintai.

Mereka tahu bahwa mereka harus melanjutkan perjuangan mereka dan menghadapi Malachor, namun rasa kehilangan ini akan selalu membekas di hati mereka. Dengan tekad yang diperbaharui, mereka bersiap untuk pertempuran yang lebih besar dan membalas kematian Felix dengan memastikan bahwa Malachor dan kultusnya akan dihentikan.

1
Slime-chan
Nice try, chatgpt.
Slime-chan: alurnya sat set sat set, bikin sus.
total 2 replies
Slime-chan
belakang layar?
Rian Kurniawan
jngn lupa mmpir juga ya bg ke novel ku😂😂
SUKARDI HULU
Nih sudah mampir kk, jangan lupa mampir juga yuk, follow, komen dan beri hadiah y❣️❣️❣️🫰🙏
Ariel
nah itu baru bener
Yui: baru gua benerin ini masih revisi
total 1 replies
Akari
menggunakan pandangan pembaca. jujur saja, gw lebih suka dngn sebuah dialog tanpa ada tanda kurung.

contoh :
Raul berkata dengan suara perlahan, "Target kita ada disitu, Aria.

---
tentu saja pandangan gw bisa salah. jadi, keputusan ada ditangan mu author.
Yui: makasih atas sarannya👍
total 3 replies
ANBU
mampir bang 🙏 mampir di novelku juga ya bang
semangat 🙏🙏
Mr. Wilhelm
Kalau baca dari sinopsisnya, premisnya udh bagus cuman untuk penulisannya kenapa suka pke tanda kurung sama titik dua ( : ) Thor untuk mulai dialog 😅
Yui: saran tentang penulisan blum, kalo peubi itu apa
total 4 replies
Ariel
kalau begitu semangat ya.. kamu berarti memang penulis fantasi sejati
Yui
udah dibikin dari awal untuk nama karakter, nama guild, nama kerajaan, skill para karakter, pakaian, deskripsi detail mereka udah dibikin, kecuali karakter yang cuma lewat, nggak dibikin detail karakternya
Ariel
semakin dibaca semakin yakin kalau ini bukan hasil dari pemula
Yui
masih banyak penggunaan kata yang belibet sih sebenernya, soalnya ngetiknya curi curi waktu dikantor pas kerja
Ariel
kamu pernah nulis ya?
Yui
bukan terjemahan, ini karya original, cuma memang kadang suka bingung waktu ngetik
Ariel
ini bukan karya pemula sih.. 🌚 tapi kok agak2
Ariel
ini karya asli kan? bukan terjemahan.. keren sih
Ariel
hebat... kamu hebat dalam kasih nama karakter dan tempat..
Ariel
ceritanya bagus.. terus sampai 20 bab dan ajukan kontrak.. pasti yang baca banyak.. semangat 🙃
Ariel
ini masuknya dialog asking and giving sih. Novel luar banyak yang pakai, tapi di indo seringnya pakai dialog tag dan dialog aksi.
Yui: kadang suka bingung kalo baca novel indo, tiba tiba ada dialog, tapi gak tau siapa yang ngomong
total 1 replies
Ariel
Contoh..

"Pikirkan dengan bijaksana dan temukan tujuan sejati!" kata Lars merapal mantra.
Ariel: jamgan lupa mampir karyaku juga yang isekai cheat controler. tapi ada versi ya.. pilihlah yg km suka. 🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!