Kisah cinta dan peliknya kehidupan Nadia Mark Wijaya. Menjadi anak 'brokend home' bukanlah bagian mimpinya.
Saat suami menghianati istrinya..
Papa yang melukai anaknya..
Dan, kekasih yang mematahkan kepercayaan atas cinta!
Hidup Nadia benar-benar berantakan, mulai dari perceraian kedua orang tuanya karena perselingkuhan papanya. Ditambah kenyataan sang kekasih bermain api dengan kakak tirinya.
Berbagai pengkhianatan dari orang-orang terdekatnya membuat Nadia tidak lagi mempercayai cinta. Hanya kebencian yang kini menyelimuti hati wanita itu.
"Aku adalah pemeran utama dalam sandiwara kecil berjudul KITA, namun kau bawa dia dan mengubah alur cerita."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiya Corlyningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bimbingan Konseling
Suara keributan yang berasal dari lapangan basket tentu saja membuat para siswa dan guru yang melihatnya langsung datang ke sana untuk melihat apa yang tengah terjadi di sana.
Mereka mengerubungi Pak Samit yang kini tidak sadarkan diri, alias pingsan di tengah lapangan. Fernando segera berlari ke sana. Lelaki itu membelah kerumunan para siswa yang mengerubung.
"Ada apa ini? Kenapa Pak Samit sampai pingsan?" Tanya Bu Pur, salah satu guru BK, atau bimbingan konseling yang turut berada di sana.
Fernando menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tamatlah riwayatnya jika dirinya masuk ke BK sekali lagi. Orang tuanya pasti akan dipanggil ke sekolahan untuk ke-sekian kalinya.
Bukannya Fernando tipe siswa nakal atau badung, Fernando hanya sesekali telat masuk sekolah hingga membuat namanya terus saja bertambah skor pelanggaran dalam buku Bimbingan Konseling. Tidak hanya itu, Fernando terkadang juga dihukum karena lupa mengerjakan tugas-tugasnya.
"Kak Fernando tadi melempar bola ke Pak Samit, Bu," jawab salah satu siswa yang menyaksikan kejadian pelemparan bola yang Fernando lakukan.
Aish, kenapa mereka harus jujur ke Bu Pur segala? Beneran tamat riwayat Fernando, hancur citranya sebagai Ketua OSIS yang akan lengser sebentar lagi setelah pemilihan ketua OSIS baru.
"Benar itu Fer?" Tanya Bu Pur kepada Fernando.
Lelaki itu hanya diam membisu, tidak tahu harus menjawab apa.
"Iya, itu benar Bu. Nadia melihatnya sendiri," ucap seseorang di belakang mereka.
Semua orang menoleh ke belakang, melihat sosok yang menyerukan pernyataan pemberatan akan masalah yang kini menimpa Fernando.
Shit! Kenapa juga Nadia ikut-ikutan bersaksi segala.
Nadia menatap Fernando, wanita itu menyunggingkan senyumnya yang mengejek. Sebenarnya, Nadia juga enggan untuk ikut campur dalam urusan Fernando. Hanya saja, melihat lelaki itu dalam masalah menjadi hiburan yang sangat menyenangkan bagi Nadia.
Hahaha, sekarang rasakan saja pembalasan Nadia untuk tumpangan pembawa petaka yang Fernando berikan kepada dirinya.
Nadia berjalan ke pusat kerumunan, para siswa menyingkir memberikan jalan kepada most wanted girl di sekolah mereka. Cantik, body ideal, tajir, dan juga pintar. Waw, siapa yang tidak kenal dengan Nadia Mark di sekolah itu? Tentu saja banyak siswa yang rela menjadi kacung Nadia seumur hidup asalkan bisa terus berdekatan dengan salah satu bunga sakura di sekolah mereka.
"Saya melihatnya sendiri, Kak Fernando melempar bola basket dengan kencang ke arah Pak Samit," ucap Nadia sekali lagi, lebih memperjelas argumennya di depan Bu Pur.
Mata Bu Pur berkilat marah, singa dari sekolah mereka akan menampakkan taringnya sebentar lagi.
Matilah kau Fernando!
"Tidak, Bu. Saya tidak sengaja, ini hanya kesalahpahaman," sahut Fernando dengan menggelengkan kepalanya.
Petugas UKS datang dengan tandu, mereka membopong tubuh Pak Samit ke dalam UKS untuk mendapatkan pertolongan pertama.
"Kamu ini, sebagai Ketua OSIS bukannya memberikan contoh yang baik tapi malah mengajarkan contoh buruk ke adik-adik kelasmu. Ikut saya ke ruang BK sekarang juga!" Perintah Bu Pur bagaikan ultimatum pada diri Fernando.
Lelaki itu memicingkan matanya menatap Nadia, sedangkan wanita itu justru menyunggingkan senyumnya mengejek sambari menjulurkan lidahnya ke arah Fernando.
"So, lihat saja pembalasanku sudah terbayarkan dengan lunas," gumam Nadia melipat tangannya ke depan dada.
Fernando berjalan di belakang Bu Pur, lelaki itu menoleh kembali ke belakang menatap Nadia yang saat ini tersenyum penuh kemenangan karena telah sukses membalaskan kekesalannya atas pertolongan Fernando tempo hari yang harus Nadia bayar dengan kencan paksa.
"Lihat saja, kamu akan menyesalinya, Nadia Mark!"
----
OKE GUYS, TIYA MAU KASIH KETERANGAN DULU. MUNGKIN SEBAGIAN DARI KALIAN BINGUNG KOK ISINYA RUMPANG, BANYAK YANG ISINYA MALAH PENGUMUMAN.
JANGAN BERKECIL HATI YA, AUTHOR SUDAH MULAI REPUBLISH KARYA CINTA DAN BENCI. SEMUA SUDAH AUTHOR REVISI ULANG UNTUK KALIAN BACA SAMBARI MENIKMATI WAKTU #DIRUMAHAJA.