NovelToon NovelToon
ARIO JADI MILIARDER

ARIO JADI MILIARDER

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Cintapertama / Ketos / Anak Yatim Piatu
Popularitas:118.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rorop

Satrio Hartanto atau biasa di panggil Ario adalah seorang pemuda desa berusia 25 tahun, dia tumbuh di dekat pesisir pantai dengan penduduk tidak terlalu banyak. Dia dua bersaudara mempunyai adik bernama Anggoro yang baru lulus SMP.
Ibunya bernama Ropi'ah seorang penjual nasi di warung pinggir pantai, warung yang terbuat dari bambu dan kayu sangat sederhana sekali tapi rapih dan bersih.
Ayahnyanya seorang petani dan peternak bebek biasa hanya cukup untuk kebutuhan keluarganya saja.
Suatu hari kampung pesisir pantai itu di terjang tsunami setelah gempa besar, semua rumah di sana hancur dan terbawa arus tidak ada yang tersisa satupun dan hampir semua penduduk hilang terbawa arus tsunami, kecuali Ario dan keluarga karena sedang menghadiri acara perpisahan di sekolah Anggoro adiknya yang jaraknya satu jam perjalanan dari rumahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rorop, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Ario dan Ibu

Ario dan ibu berangkat ke kampung halaman dengan menggunakan mobil jeep gadaian dari pak guru, setelah hampir dua jam akhirnya mereka sampai di kampungnya kalau pake mobil agak lambat di jalannya kalau pake motor satu jam juga sampai.

Ario dan ibu turun dari mobil menghampiri ayah yang sedang duduk di atas batu bersama Anggoro dan Cecep sambil melihat ke laut.

"astagfirullah gak ada rumah yang tersisa satupun... dan tetangga kita.... Mudah-mudahan selamat ya allah hiks hiks" ibu Ropi'ah menangis setelah melihat kampungnya hanya tinggal kenangan.

"aamiin... Ikhlasin aja buk semua sudah terjadi" ayah Andi memeluk istrinya.

"abang mana motornya?" Anggoro meumutar pandangannya mencari motor kakaknya.

"abang ke sini naik mobil jeep dek, tadi pak guru SMP kita menggadaikan mobilnya kepada abang" jawab Ario.

"yang bener bang, gak bercanda kan bang?" Anggoro belum yakin kepada penjelasan kakaknya.

"tanya aja sama ibu kalau adek gak percaya" jawab Ario

"bu bener gak itu mobil gadaian abang?" Anggoro penasaran dan langsung bertanya kepada ibunya, padahal ibunya sedang menangis di pelukan ayahnya.

"iya" jawab ibu singkat.

Kalau ayah udah tau karena tadi di kasih tau ibu lewat pesan WA, makanya ayah gak kaget dan tidak bertanya lagi tentang mobil jeep itu.

"horeee, ayo bang aku ingin naik" Anggoro berlari ke arah mobil diikuti ayah, ibu dan Cecep.

Ario mencet tombol remot dan otomatis kunci pintu mobilnya terbuka, Anggoro membuka pintu mobil itu dan masuk.

"wah jadi kita jalan-jalan ke kotanya bang, mungpung lagi libur" Anggoro senang.

"lihat situasi ya dek nanti kita bicarakan lagi, sekarang makan dulu udah jam 13 nih" jawab Ario pelan.

"iya bang, aku lapar banget tadi makan nasi goreng doang gak makan dan minum apa-apa lagi sampai sekarang" jawab Anggoro antusias.

"mau makannya di mana? Apa di sini aja prasmanan" Ario membuka bagasi mobil.

"udah di situ aja bang gak usah di keluarin makanannya kita prasmanan aja, ntar makannya terserah mau di mana" ayah Andi menghampiri bagasi.

Semua mulai mengambil makan ke piring dan mulai makan, ada yang di dalam mobil ada yang duduk di batu sambil meliat laut yang tenang tanpa dosa padahal kemarin abis ngamuk dan menghancurkan kampung itu.

Selesai makan mereka berkeliling di pantai kalau di kampung masih banyak lumpur yang belum kering, jadi harus memakai sepatu bot kalau mau keliling ke sisa-sisa bangunan di kampung itu jadi mereka pilih berjalan di pantai aja.

Setelah merasa cukup berjalan-jalan di pantai, Ario mengajak kembali ke bengkelnya karena gak enak meninggalkan mobil orang di bengkelnya lama-lama dan takut keburu pemiliknya sudah kembali dari kota.

"aku naik mobil dengan abang aja ya yah, boleh gak?" Anggoro ingin mencoba naik mobil dengan ibu dan kakaknya tapi gak enak sama ayah dan Cecep.

"iya dek, kamu juga Cep kalau mau naik mobil silahkan biar ayah naik motor sendiri" jawab ayah.

"karena sudah mendung mending semua naik mobil, motornya kita ikat di belakang:" Ario memberikan solusi.

"emang bisa bang?" Anggoro belum ngerti.

"bisalah, ayo kita angkat motornya sama-sama dan abang yang ikat" Ario mengeluarkan tali dari dalam bagasi yang sudah dia siapkan tadi.

Ario mengikat tali itu ke ban motor dan di kaitkan ke besi yang menonjol karena ban yang menempel di belakang mobil itu yang sudah dia buka tadi, perlahan motor di angkat dan di tarik menggunakan tali itu sampai letaknya pas di belakang lalu Ario mengikatnya dengan kuat.

"ayo kita berangkat" ujar Ario setelah semua masuk mobil.

Mobil perlahan melaju tidak lama kemudian hujan sangat lebat, padahal biasanya bulan juni musim panas tapi sekarang hujannya lebat sekali.

"hati-hati bang bawa mobilnya, gak usah buru-buru biar lambat yang penting selamat" kata ayah.

"siap yah" jawab Ario

Mobil melaju sedang membelah hujan yang sangat deras, jarak pandang sangat dekat karena terhalang derasnya hujan.

"untung abang bawa mobil, kalau tidak pasti kami menggigil kehujanan di motor" Anggoro senang

"kan ada jas hujan dek" Cecep ikut nimbrung.

"tetap aja menggigil walaupun pakai jas hujan karena hujannya sangat lebat dan jas hujannya hanya atasan saja" Anggoro gak mau kalah

"iya, iya, syukur alhamdulillah dengan semua kemudahan ini" ibu Ropi'ah menutup perdebatan antara Anggoro dan Cecep.

"bu aku mau jalan-jalan ke kota mumpung masih libur, seminggu lagi udah masuk sekolah" kata Anggoro.

"ibu mah ok-ok aja dek, tapi abang bisa gak? Kan yang bisa bawa mobil cuma abang, ayah gak bisa nyetirkan yah?" ibu Ropi'ah menjawab pertanyaan anaknya sekaligus bertanya kepada suaminya.

"iya ayah gak bisa nyetir mobil, dan belum pernah nyoba" jawab ayah.

"gimana bang?" Anggoro mengulang pertanyaan, padahal tadi kakaknya udah jawab.

"gimana situasi aja ya... kalau besok gak ada yang nitip motor atau mobil lusa kita berangkat, kalau ada yang nitip bisa besoknya lagi. Sekalian beli pakaian kita, ibu dan ayah apalagi gantinya cuma dua stel" jawab Ario.

"iya semua pakaian ibu dan ayah yang di rumah terseret arus tsunami" jawab ibu

"iya makanya, kemarin aku beli online masing-masing dua stel paling nuampenya besok" jelas Ario.

"terima kasih bang... oh ya ayah kita gak usah beli dulu kalung dan gelang ya, uangnya buat modal aja kita jualan nasi di samping bengkel abang... Pasang meja aja dulu terus pake tenda terpal, nanti kalau ada uang kita bangun. Ibu belum siap kembali ke kampung" ibu Ropi'ah menyampaikan keinginannya.

"iya buk, gimana ibu aja" jawab ayah.

"uang ibu pake aja beli emas kalung dan gelang kan udah niat dari kemarin, tentang usaha warung nasi sudah abang pikirkan. Kan tanah kosong yang sebelah ada plang mau di jual, rencananya aku mau beli tanah itu dan membangun rumah sederhana sekaligus warung nasi buat ibu dan ayah tinggal sekaligus tempat usaha biar kita dekat" Ario memang ada keinginan seperti itu dari awal dia membeli bengkel, tapi sayang waktu itu uangnya gak cukup. Nah sekarang mumpung ada uang sumbangan dari bosnya dan teman-temannya, dia mau beli tanah itu dan mewujudkan keinginannya membangun rumah dan tempat usaha untuk orang tuanya.

"emang abang punya uang?" Anggoro kalau bertanya langsung ke intinya dasar anak abg.

"alhamdulillah ada dek, makanya abang mau beli tanah itu juga dan membangun rumah dan tempat usaha buat ibu dan ayah" jawab Ario.

"wih abang keren, nanti kita ngumpul lagi kalau rumah di bangun dwkat bengkel abang" Anggoro senang.

"itu kan uang abang, gimana kalau nanti abang banyak keperluan untuk mengembangkan usaha?" ayah Andi merasa gak enak kepada anaknya.

"ini uang kita yah, tenanglah aku belum banyak kebutuhan dan kalaupun beli tanah dan bangun rumah pasti masih ada sisanya ko. Kita bikin rumah sederhana aja yang penting kuat" jawab Ario.

"baiklah kalau uangnya tidak abang gunakan, bapak pake duluan ya mudah-mudahan nanti usahanya lancar" ujar ayah

"aamiin yah... gak usah di pikirkan tentang uang, ini sudah niat aku sejak punya bengkel" jawab ayah

"iya bang... terima kasih, luas tanahnya berapa meter yang mau di jualnya?" ayah Andi tidak lihat luas tanahnya, padahal dia sudah tau ada plang mau di jual tapi tidak di perhatikan secara rinci.

"500 meter lumayan luas yah, cukup dua rumah kalau suatu saat aku mau bangun rumah lagi" jawab Ario.

"abang mau nikah ya? Kok udah niat bangun rumah" Anggoro bertanya kepada kakaknya.

"nikah dari mana ceweknya, pacar juga gak punya" jawab Ario

"kali aja ada cewek nyantol ntar langsung nikah aja bang" Anggoro terus aja menggoda kakaknya.

"hus anak kecil gak usah ngomongin nikah dulu, lagian target abang nanti usia 30 tahun baru nikah" Ario menepuk topi adiknya yang duduk di sampingnya, karena ibu dan ayahnya duduk di jok ke dua dan Cecep di jok belakang karena jeepnya lumayan besar bisa masuk 6 orang atau 8 orang juga bisa.

"aku sudah besar bang, jangan bilang aku anak kecil" Anggoro manyun.

"iya, iya, anak besar udah ya di larang bicara dengan sopir abang sedang fokus nih" Ario terus menjalankan mobilnya menembus derasnya hujan.

Ibu Ropi'ah tidak berkomentar apapun, dalam hatinya beliau tak henti-hentinya mengucap syukur atas segala kemudahan ini.

1
Siti Naimah
alhamdulillah up lagi..semangat terus ditunggu kelanjutannya
Rorop: terima kasih udah menjadi pembaca setia
total 1 replies
DEWA KEGELAPAN
udah satu tahun ngak update lu tirrrr/Shy/
Rorop: maaf kak, sibuk terus 🙏😊
total 1 replies
Siti Naimah
wah happy banget ario dan keluarga..ketemu sama wanita yg dulu ditaksir tapi ga berjodoh.ternyata ario dapat ganti yg lebih segala galanya.cuman ario belum pernah aja ketemu sama dewi
yang genit itu.gimana reaksinya..
Siti Naimah
keluarga besar ario benar2 mendapat anugerah juga kebahagiaan bertumpuk tumpuk.
tidak hanya ario saja tapi ibunya juga bisa kembali bertemu dengan saudara kandungnya.tentu makin bahagia dan sejahtera saja keluarga besar ario
olif
suka..
semangat ya ditunggu kelanjutannya..
DEWA KEGELAPAN
yahhh abisss
Siti Naimah
iya mungkin saja ibu2 pemilik rumah makan itu saudara kembar atau saudara dekat ibunya ario..yg terpisah lama..
Siti Naimah
semoga ario dan eiko bertambah momongan lagi..biar tambah rame
Siti Naimah
keluarga ario makin bahagia saja
semoga awet bisa menua bersama
hingga maut yang memisahkan
Siti Naimah
wah kedua orang tua ario dan kedua mertuanya pada ikut bahagia menyambut cucu pertamanya..apalagi kembar dan sepasang.juga adeknya ario juga ketularan bahagia...
Siti Naimah
luar biasa banget eiko melahirkan anak kembar secara normal..begitu lancar..dapat laki2 dan perempuan sekaligus..komplit deh kebahagiaan mereka.apalagi jika kedua orang tua masing2 dah melihat cucu2nya..gak kebayang alangkah bahagia dan bangga pada cucu2nya
Siti Naimah
ario kok ketemu melulu sama wanita yg pernah dekat dengan dia?belum lama ketemu sama dewi yg agresif dan suka nekat..ee di bandung ketemu lagi sama dokter arini..yg tentu bikin eiko cemburu.naluri wanita ga bisa dibohongi..
Siti Naimah
wah betul2 yang merasa bahagia juga kedua orang tua ario.mau mengadakan syukuran buat calon cucunya..tapi pengganggu si dewi kok makin nekat aja sih.seperti orang ga waras.yg penting harus waspada aja terutama eiko.khawatirnya begitu lengah dikit bisa dicelakai sama dewi
Siti Naimah
pasangan ario dan eiko makin2 aja deh bucinnya.semoga aja ga ada pelakor yg mengintai.seandainya ada pelakor yg mau mendekat semoga mereka bisa menghalaunya
Siti Naimah
masya Alloh..ario dan eiko mendapat anugerah kebahagiaan berlipat lipat..
Siti Naimah
duh duh..kehidupan ario benar2 seperti surga dunia..moga langgeng dan penuh berkah
Siti Naimah
gak kebayang betapa bahagianya ario dan aiko pengantin baru.moga bahagia dan lancar rencananya
Eko Nur Yanto
Lumayan
Siti Naimah
uluh uluh lagi senang senangnya ario dan istrinya pengantin baru..
moga bahagia terus sampai menua bersama hingga maut yg memisahkan
Siti Naimah
setelah meng upload foto2 pernikahannya di sosmed kalo dewi sampai melihat apa ga kepanasan ya?pasti tambah dendam dan merencanakan hal yg buruk..susah dibikin sendiri..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!