NovelToon NovelToon
WARIS [ END ]

WARIS [ END ]

Status: tamat
Genre:Roh Supernatural / Horor / Tamat
Popularitas:36.9k
Nilai: 5
Nama Author: siyuk sie

Novel ke.12 Judulnya = TERROR.

Kematian Eyang yang kuanggap wajar, ternyata menyimpan rahasia nan kelam.
Turut membawaku ke dalam ambang kematian. Menarikku semakin dalam, seolah cahaya tak dapat lagi terlihat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siyuk sie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TOLAKAN

Setelah dirasa tubuhnya segar, Mayang lekas beranjak keluar dan kemudian, bergegas pulang. Di sepanjang perjalanan, ia terus berpikir tentang eyangnya. Beberapa kali eyang menampakkan diri usai kematiannya. Entah di warga sekitar atau pun kepadanya. Mayang yang awalnya mengira kalau itu ulah jin jahil semata kini mulai meragukan pemikirannya. Mayang khawatir kalau arwah eyangnya penasaran sebab semasa hidupnya telah membuat kesepakatan dengan kaum jin. Terbayang sudah, apa yang akan ia alami jika ia menerima bujukan dari kedua orang tuanya. Reflek, Mayang menggelengkan kepala, isyarat menolak. Ia tidak ingin bernasib sama seperi eyang Ratmi.

Sesampainya di rumah, ibunya menyambut dengan senyum terkembang seraya menanyakan, apakah Mayang membutuhkan bantuan untuk mempersiapkan segala hal terkait pembukaan toko miliknya. Sambutan hangat tersebut, Mayang balas dengan segaris senyum yang terkesan dipaksakan. Ia berdalih kalau sedang merasa lelah dan belum ingin mengurus tokonya lebih dulu. Ibunya mengerti seraya mempersilakan Mayang untuk beristirahat.

Mayang meletakkan tasnya di meja belajar lalu duduk di tepian ranjang. Ia terdiam dengan otak yang melayang. Banyak hal yang ia pikirkan. Termasuk juga mempertimbangkan untuk berhenti atau melanjutkan pembukaan tokonya. Sebagai manusia, wajar saja jika ia merasa berat untuk melepaskan. Namun, hal itu hanya akan memberikan kebahagiaan sesaat sebelum menariknya ke dalam jurang nan gelap.

...🌟🌟🌟...

Selepas maghrib, mbak Yanti memanggil mayang untuk makan malam. Mayang pun beranjak dari kamar untuk bergabung dengan kedua orang tuanya di ruang makan. Obrolan basa-basi mengiringi hingga sampai pada saat Mayang mengutarakan penolakannya. Meski berat, telah ia bulatkan tekat untuk mengembalikan semuanya kepada kedua orang tuanya. Kedua orang tua Mayang mengerti jika pembicaraan ini akan kian jauh lagi maka, diajaklah Mayang untuk berpindah tempat yakni, di dalam kamar tidur Mayang. Di sana, pembicaraan dilanjutkan. Tentu dengan intonasi dan volume suara yang direndahkan.

"Ada apa May? bukankah itu impianmu? kemarin kamu se-happy itu, kenapa sekarang tiba-tiba begini?" cerca ibunya.

"Ibuk dan ayah pasti sudah tahu, kenapa Mayang menolaknya?"

Ayah dan ibunya pun saling berpandangan.

"Apa yang menjadi unek-unekmu, coba sampaikan sekarang! kita diskusikan!" sahut ayahnya.

"Ini semua gak bener yah. Jalan ini tuh salah. Ayah dan ibuk pasti paham tapi kenapa terus dilanjutkan?"

"Apa yang salah? kami dan mereka (kaum jin) hanya berteman. Jika dengan pertemanan itu mendatangkan sebuah kebaikan maka bagus. Kebaikan itu macamnya juga banyak. Misalnya saja kelancaran rezeki."

"Semu, itu hanya sementara tapi selebihnya, kita harus membayar mahal untuk itu."

"Jangan berpikir terlalu jauh!" timpal ibunya.

"Buk, aku melihat eyang beberapa kali. Di rumah ini, di nikahan jin waktu itu dan di toko tadi. Arwah eyang tuh gentayangan."

"Kamu termakan gosip May. Alloh menciptakan manusia dan jin untuk hidup saling berdampingan. Jangan terlalu membenci mereka padahal mereka tidak salah apa-apa."

"Mereka menyesatkan umat manusia."

"Tidak ada yang seperti itu. Dulu, eyang dan akungmu membantu ki Ageng maka sebagai tanda terima kasih, diberilah keris tersebut. Yang secara turun temurun diwariskan. Hanya itu, selebihnya sekedar hubungan pertemanan. Sama seperti kita manusia."

"Gak ada buk, jangan berusaha mempengaruhi Mayang. Mayang tidak akan pernah setuju. Ini (menunjuk lokasi keris yang bersemayam di keningnya), aku juga menolaknya. Bagaimana pun caranya, aku akan berusaha mengeluarkannya."

"Jangan sembarangan Mayang! bisa kualat nanti."

"Kenapa ibuk setakut itu?"

"Tidak sopan membuang pemberian orang."

"Kalau begitu kembalikan! kembalikan ke ki Ageng dan kemudian, kita putus hubungan dengan mereka. Kita dan mereka, berasal dari alam yang berbeda. Jika dulu untuk balas budi kepada eyang dan akung maka sekarang cukup, jangan dilanjutkan lagi ke generasi selanjutnya!"

Ayah dan ibu Mayang tampak sudah jengah dengan perlawanan Mayang. Mereka memilih untuk mengakhiri perdebatan tersebut dengan alasan hendak mencari baju kebaya untuk turut hadir dalam wisuda kakak sepupunya, mas Galang.

"Tenangkan pikiranmu! ayah dan ibuk akan pergi dulu!" ucap ayahnya sembari menutup pintu kamar.

Mayang merasa sangat kesal tapi tak bisa berbuat apa-apa.

...🌟🌟🌟...

Puncak dari penolakan Mayang adalah hari di mana mas Galang pamit untuk pulang, kembali pulang ke rumah orang tuanya usai menuntaskan kuliahnya hingga wisuda. Mayang yang saat itu diajak makan malam di luar malah menolak dan memancing perdebatan nan hebat. Semua hal menjadi salah di matanya. Ketika diajak mengobrol pun, tak ada tanggapan yang menyenangkan hingga akhirnya membuat ibunya menitikan air mata. Ayahnya berusaha menenangkan ibunya. Sementara Mayang, mengunci diri di dalam kamar.

Rasanya campur aduk, marah, sedih dan kasihan. Sepersekian menit kemudian, muncul rasa bersalah sebab telah membuat ibunya menitikan air mata. Meski demikian, Mayang enggan melunak karena ia meyakini kalau jalan yang diambil orang tuanya, hanya akan membuat mereka sengsara. Tidak sekarang tapi hari itu, pasti akan tiba.

...🌟🌟🌟...

Ketegangan dalam keluarga itu masih berlangsung hingga lebih dari dua pekan. Mayang tetap bersikukuh pada pendiriannya. Begitu pun dengan kedua orang tuanya. Satu-satunya hal yang akhirnya dapat menetralkan keadaan adalah saat ibunya jatuh sakit. Hanya demam tapi berhari-hari tak kunjung sembuh. Bahkan, telah berganti-ganti dokter, masih sama saja. Anehnya lagi, demam akan muncul saat sore menjelang dan akan sampai pada suhu tertingginya pada tengah malam.

Setiap pukul satu dini hari, ibunya akan menggigil kedinginan bersamaan dengan suhu tubuhnya yang panas. Mayang bingung hendak menyelimuti ibunya atau mengompresnya. Alhasil, ayahnya memutuskan untuk membawa istrinya ke rumah sakit. Tanpa banyak pertimbangan, dokter memerintahkan untuk dirawat inap.

"Baik dok, akan segera saya urus administrasinya!" ucap ayahnya.

"Baik pak," jawab dokter.

"Mayang, kamu tunggu di sini ya, temani ibuk! ayah mau ngurus administrasi dan pemesanan kamar rawat inap ibuk!"

"Iya yah."

...🌟🌟🌟...

Mayang memandang ke wajah ibunya yang sedang terlelap sembari sesekali memalingkan pandangannya ke arah jendela kamar. Setelah dua hari dirawat di rumah sakit, kondisi ibunya berangsur membaik. Hanya saja, masih menggigil setiap jam satu dini hari. Hal itu juga yang masih di observasi dokter. Coba dianalisa dan dicari tahu penyebabnya.

"Lekas sehat ya buk! maafkan Mayang yang sempat kasar ke ibuk! Mayang janji tidak akan begitu lagi! sekali pun Mayang menolak pendapat kalian, Mayang tidak akan sekeras itu lagi!" ucap Mayang di dalam hati.

Mayang berdiri seraya berjalan ke luar kamar. Di luar gelap, hanya pendar cahaya dari beberapa lampu di koridor dan taman sebagai penerangan. Angin berembus pelan, menyapa kulit membawa hawa dingin nan segar. Mayang menghirup napas dalam-dalam sembari memandang ke sekitar.

"Itu.."

Tiba-tiba pandangannya terfokus pada sebuah titik. Ia melihat seseorang di sudut taman. Antara yakin dan tidak, Mayang coba berjalan, mencari lokasi yang pas untuk dapat melihat lebih jelas.

"Eyang.." desah Mayang dengan mata membulat.

...🌟 BERSAMBUNG 🌟...

1
siyuk sie
Hallo kak apa kabar?
Saya barusan rilis judul baru tapi genre romance.

Dinda Di Ujung Senja.
Jangan lupa mampir ya...
Makasih ☺️
Fatimah Bibi
baguuuss..seru
siyuk sie: terima kasih kak
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒓𝒆𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏 𝒕𝒉𝒐𝒓 𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
siyuk sie: Terima Kasih kak
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒍𝒉𝒂𝒎𝒅𝒖𝒍𝒊𝒍𝒍𝒂𝒉 𝒉𝒂𝒑𝒑𝒚 𝒆𝒏𝒅𝒊𝒏𝒈 𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓𝒏𝒚𝒂 🤲🤲👏👏
siyuk sie: ikut seneng ya.. 😁
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒚𝒐 𝒎𝒂𝒔 𝑮𝒂𝒍𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊 𝒅𝒓 𝒊𝒃𝒖 𝒎𝒖 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒔𝒆𝒑𝒆𝒓𝒕𝒊 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒊𝒂𝒓 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂𝒕
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒎𝒆𝒏𝒅𝒊𝒏𝒈 𝒈𝒊𝒕𝒖 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒋𝒅 𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒈𝒂𝒌 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒊 𝒔𝒂𝒌𝒊𝒕𝒊 𝒍𝒈 𝒅𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑 𝒕𝒆𝒏𝒕𝒓𝒂𝒎
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒑𝒂 𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂 𝒚𝒈 𝒋𝒅 𝒑𝒆𝒏𝒆𝒓𝒖𝒔 𝒐𝒓𝒕𝒖𝒏𝒚𝒂 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒚𝒂 🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒆𝒎𝒐𝒈𝒂 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒆𝒕𝒂 𝒊𝒔𝒕𝒊𝒒𝒐𝒎𝒂𝒉 𝒚𝒂 👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒂𝒍𝒖𝒕 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒎𝒃𝒂𝒌 𝒀𝒂𝒏𝒕𝒊 𝒘𝒂𝒍𝒂𝒖 𝒅𝒂𝒉 𝒕𝒉 𝒌𝒆𝒏𝒚𝒂𝒕𝒂𝒂𝒏 𝒏𝒚𝒂 𝒎𝒔𝒉 𝒎𝒆𝒎𝒆𝒏𝒊𝒏 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒋𝒏𝒈𝒏 𝒈𝒐𝒚𝒂𝒉 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒉𝒓𝒔𝒏𝒚𝒂 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒆𝒅𝒊𝒌𝒊𝒕" 𝒋𝒂𝒍𝒂𝒏𝒊𝒏 𝒔𝒉𝒐𝒍𝒂𝒕 𝒘𝒂𝒍𝒂𝒖 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒕
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒏𝒂𝒉 𝒈𝒊𝒕𝒖 𝒅𝒐𝒏𝒌 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒄𝒂𝒓𝒊 𝒔𝒐𝒍𝒖𝒔𝒊𝒏𝒚𝒂 𝒃𝒌𝒏 𝒅𝒊𝒂𝒎 𝒂𝒋𝒂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒂𝒍𝒖𝒕 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑩𝒂𝒚𝒖 👍👍👏👏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒈𝒂𝒌 𝒂𝒅𝒂 𝒚𝒈 𝒃𝒂𝒊𝒌 𝒌𝒍 𝒃𝒆𝒓𝒔𝒆𝒌𝒖𝒕𝒖 𝒅𝒏𝒈𝒏 𝒔𝒆𝒕𝒂𝒏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒏𝒂𝒑𝒂 𝒂𝒚𝒂𝒉 𝒏𝒚𝒂 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒍𝒊𝒏𝒈𝒍𝒖𝒏𝒈 𝒚𝒂 🤔🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒏𝒂𝒑𝒂 𝒈𝒂𝒌 𝒋𝒖𝒋𝒖𝒓 𝒂𝒋𝒂 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑩𝒂𝒚𝒖 𝒔𝒊𝒉 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒋𝒅 𝒚𝒈 𝒅𝒊𝒃𝒂𝒘𝒂 𝒕𝒅 𝒔𝒊𝒂𝒑𝒂 𝒚𝒂 🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒑𝒂 𝒚𝒈 𝒅𝒊 𝒃𝒊𝒔𝒊𝒌𝒊𝒏 𝒎𝒂𝒎𝒂 𝒏𝒚𝒂 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒌𝒆 𝒎𝒂𝒌 𝑹𝒖𝒎𝒊𝒕 𝒚𝒂 🤔🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒏𝒚𝒌 𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒕𝒑 𝒈𝒂𝒌 𝒃𝒆𝒓𝒕𝒊𝒏𝒅𝒂𝒌
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒚𝒐 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒄𝒂𝒓𝒊 𝒕𝒉 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒋𝒏𝒈𝒏 𝒕𝒂𝒌𝒖𝒕 𝒎𝒆𝒍𝒖𝒍𝒖
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!