NovelToon NovelToon
Sistem Kacamata Super

Sistem Kacamata Super

Status: tamat
Genre:Time Travel / Sistem / Kebangkitan pecundang / Aplikasi Ajaib / Tamat
Popularitas:277.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: Naladhipa

Ken Shankara (25 tahun) seorang kurir pengiriman barang mendapat sebuah kacamata super dari seorang kakek.

Kacamata itu akan menjadi barang yang dapat menaikan drajat dirinya.

Bagaimana Ken memanfaatkan sistem dari kacamata super yang dia dapat?

Baca kelanjutan ceritanya 'Sistem Kacamata Super' eksklusif hanya di Noveltoon!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naladhipa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 : Donatur panti asuhan.

Ken mengirim paket seperti biasa hingga pukul satu siang. Tak lupa sebagai muslim yang taat pada agama dan Tuhan, Ken berhenti di sebuah masjid untuk menunaikan shalat dzuhur.

Selesai shalat Ken pergi ke sekolah Fius, dia sudah berjanji pada Fius untuk menemuinya saat dia pulang sekolah.

Ken menunggu di dekat gerbang sekolah Fius. Saat bel sekolah berdering Ken fokus mencari sosok Fius dari gerombolan siswa-siswi yang keluar dari gerbang.

Cukup lama Ken menunggu Fius keluar dari sekolah, sekitar tiga puluh menit berlalu tapi Fius belum juga muncul.

Hingga hampir satu jam akhirnya Fius keluar dari gerbang. Dia berjalan sendiri, kepalanya menunduk sambil memegang tasnya. Fius terlihat tidak percaya diri dan kesepian.

"Kasihan dia, yang lain berjalan bergerombol, tapi Fius sendirian." Gumam Ken.

“Us.. Fius.” Ken melambaikan tangannya, lalu Fius berlari mendekatinya.

“Abang benar-benar datang ternyata.” Sebuah senyuman terbit dari bibir Fius.

“Yuk kita ngobrol sebentar sambil makan, abang juga belum makan nih.” Ken mengajak Fius makan di warung makan di dekat sekolah.

“Kata teman abang kamu datang ke kantor buat cari abang ya kemarin? Ada apa Us?” Tanya Ken.

“Emm.. mau minta maaf sekaligus berterima kasih sama abang. Maaf ya bang ibu tiri dan bapakku memalak abang. Terima kasih juga udah beliin aku ponsel baru, kalau nggak bertemu abang entah jadi apa aku sekarang bang.” 

Ken merasa simpati pada Fius, sorot mata Fius sering melihat bawah, menandakan ketidak percayaan dirinya.

“Emm.. kalau boleh tau kenapa ponsel kamu bisa rusak? Jatuh?” Ken penasaran.

“Jatuh waktu aku berjalan bang.”

Hologram muncul.

...[Pendeteksi perasaan aktif! Fius berbohong!]...

“Hahh..” Ken menghembuskan nafas kasar, sistem mengatakan Fius berbohong, sebenarnya tanpa sistempun Ken juga sudah merasa bahwa jawaban Fius bukanlah jawaban yang sebenarnya.

“Kamu boleh cerita apa aja Us sama abang, anggap aja aku ini abang kamu. Inshaallah kalau abang bisa bantu abang bantu.” Ken ingin membuat Fius merasa nyaman bersamanya.

“Emm.. sebenarnya ponsel aku rusak karena teman-teman kelasku bang.” Mata Fius mulai berkaca-kaca.

Hologram muncul lagi.

...[Fius berkata jujur!]...

Ken menepuk-nepuk punggung Fius. 

“Di sekolah aku di bully bang. Mereka bilang aku anak pel*cur.” Fius mulai menangis.

“Nggak usah didengarkan yang begitu Us, kamu harus kuat.”

“Ibu kandungku pergi saat aku masih sekolah dasar, lalu bapak menikah lagi. Setelah ibu kandungku pergi dari rumah, bapak menjadi orang yang berbeda, dia menjadi galak dan sering menyiksaku.”

Hologram muncul lagi.

...[Fius berkata jujur!]...

Sistem pendeteksi perasaan masih aktif.

Ken merasa kasihan pada Fius, namun dia juga tidak bisa berbuat lebih untuk Fius.

“Kapanpun kamu butuh teman untuk cerita hubungi abang ya Us.”

Fius mengangguk sambil menyeka air matanya.

“Sekarang dihabiskan makannya.”

Setelah selesai makan Ken tidak lupa memberi Fius uang untuk disimpan sendiri, dia juga berpesan pada Fius jika membutuhkan uang jangan segan meminta pada dirinya. Ken melanjutkan pengiriman barang.

Ken menghentikan motornya saat lampu lalu lintas berubah menjadi merah.

Hologram muncul.

...[Selamat reward tambahan (10 juta) karena sudah berbuat baik tanpa pamrih telah berhasil masuk ke akun anda. Teruslah berbuat baik tanpa pamrih.]...

“Ternyata masih dapat? Kenapa tadi pagi nggak dapat reward tambahan ya? Kan aku udah donasi di mushola?” Ken masih saja memikirkan kenapa dia tidak padat reward atas perbuatannya tadi pagi.

TIIIIIIIIIIN…

Karena fokus dengan pikiranya sendiri Ken tidak sadar lampu sudah berubah menjadi hijau. Ken langsung tancap gas.

Hari sudah mulai gelap, Ken berhenti di sebuah masjid untuk menunaikan shalat maghrib.

“Hmm.. karena banyak berhenti paketnya masih lumayan banyak padahal sudah jam segini? Mana aku belum sempat ke panti asuhan untuk melakukan misi, duh..” Ken kembali mengirim barang hingga pukul sembilan malam.  

“Masih ada delapan paket lagi, tapi aku harus cari panti asuhan untuk berdonasi menyelesaikan misi hari ini.

Ken mencari panti asuhan terdekat, dia mencari melalui internet. Tak jauh dari tempatnya berhenti ternyata ada sebuah panti asuhan. Ken perg ke panti asuhan tersebut.

“Assalamualaikum.” Ken masuk ke gerbang panti asuhan yang tidak dikancing.

“Waalaikumsalam.” Seorang wanita paruh baya berkerudung keluar menyambut Ken.

“Permisi bu, maaf apa benar ini panti asuhan kasih ibu?” Ken berbasa basi, padahal di gerbang sudah terpampang plakat besar nama panti asuhan itu.

“Itu mas.” Wanita itu menunjuk plakat.

Ken tersenyum salah tingkah, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Gini bu, sebenarnya saya datang untuk berdonasi. Boleh minta nomor reke–” Belum selesai Ken bicara wanita itu langsung mengajak Ken masuk ke panti asuhan.

Ken tidak bisa menolaknya, walaupun sebenarnya dia ingin menolak karena tidak ingin berlama-lama disitu, masih ada paket yang harus dikirim.

“Neng.. tolong buatkan teh hangat ya.” Wanita itu berbicara pada seseorang di dalam.

“Maaf mas sampai belum perkenalkan diri. Saya Santi, saya istri dari bapak Darma pendiri panti asuhan ini.” Santi memperkenalkan dirinya.

“Saya Ken Shankara bu.” Ken memperkenalkan diri.

“Kalau begitu bisa isi data ini mas.” Santi menyodorkan secarik kertas formulir donatur tetap.

Ken menelan ludahnya, dia tidak berniat menjadi donatur tetap tetapi dia juuga tidak enak menolaknya. Ken terpaksa menulis formulir itu, namun dia terhenti saat seorang gadis berjilbab yang manis keluar membawa baki yang berisi teh hangat.

“Silahkan diminum.” Gadis itu memberikan segelas teh hangat.

“Oh.. iya terima kasih.” Ken memandang wajah gadis manis itu.

“Ini anak saya mas namanya Humaira.” Santi mengenalkan gadis itu.

“Oh.. iya bu.”

“Ini Ken neng, calon donatur tetap disini.”

Ken hanya tersenyum kaku mendengar kata-kata yang Santi pakai untuk mengenalkan dirinya pada Humaira.

“Subhanallah, terima kasih mas.” Humaira berterima kasih sambil tersenyum lalu menunduk lagi.

“Hmm.. sama-sama.” 

“Kalau begitu saya masuk dulu, silhakan dilanjut pembicaraannya dengan ibu.” Humaira masuk ke dalam.

“Ehmm..” Santi berdehem karena Ken terlihat terpesona dengan anaknya.

“Emm.. bapak Dani dimana bu?” Ken mencari pembahasan untuk menutupi salah tingkahnya.

“Dani siapa ya mas?” Santi bingung.

“Emm.. suami ibu.”

“Oh.. Darma mas, bukan Dani.”

“Maaf bu, saya memang suka lupa nama orang apalagi baru kenal.”

Santi tersenyum, dia tahu Ken salah tingkah. “Diminum lho mas Ken teh hangat buatan anak saya.”

“Terima kasih bu, maaf malah jadi merepotkan.” Ken menyeruput teh hangat, rasanya nikmat. Entah karena dia haus atau karena dia sudah terpesona dengan sanga pembuat teh.

“Mau apa hayo kok mencari suami saya? Jangan bilang mau melamar anak saya ya mas?” Santi menggoda Ken.

“Uhuk.. uhuk… uhuk..” Ken tersedak

Bersambung...

1
Tahir Note
terus batangan emasnya di kemanakan
Kurniawan Khang
MC masih polos.pdhal udh dikasih contoh
Kanda Prabu
Dipikir pikir percuma dpt uang banyak dan mudah tp GK bisa punya keluarga sendiri,cerita author ini rada rada membagongkan
Kanda Prabu
Emang bodoh s bgt sih MC nya,sudah tau yg berbuat jahat dia knp GK diputus ajh kontrak kerjanya keliatan begonya 🤦
Budiarto Taman Roso
baru ini ada kisah sistem yg mc nya goblok.. dah lah cukup.. erosi gue
Budiarto Taman Roso
emas hibah dikemanain.. lupa nih author nya... novel sendiri ditulis sendiri ... kreak banget lu thor
Budiarto Taman Roso
guoblok .. kan ada emas dari pak lambang... koq malah ngasi tau kacamata nya .. guoblok blok blok
Jung kookie😘😘🥰
knapa nggak dberitahu aja soal emas nya yg di dapat dri hibah itu..jadi nggak perlu certa soal kaca mata nya../Doubt/
Ryuda
iya bikin usaha kek ..kan dpt air ajaib tuh bisa bikin usaha skincare
Ryuda
bikin usaha aja dri duit yg di dapat biar yg lain ga curiga ...gmn sih ini ceritanya mc nya rada2
Max Dillon
mc naif adalah org bodoh.. spoil mood nak terus baca mc bodoh
Putra_Andalas
Dan cerita inipun berakhir tdk memuaskan pemirsa...
Putra_Andalas
nombok 100 juta donk..
Putra_Andalas
dpet reward mulu tapi gk jelas ada berapa TOTAL SALDO nya.... hadeewhh 😵
Putra_Andalas
sekali² dijabarkan udah brpa TOTAL SALDO , ini terima duit mulu tpi gk tau udah berapa banyak...gk jelas jadinya 😵
Putra_Andalas
sblum scrool ke bawah :

jawabannya HURUP "i"
Putra_Andalas
ada brpa emang SALDO nya...kog gk pernah di jelasin TOTAL nya brapa !??
Putra_Andalas
(selisih 6 thn)**
Putra_Andalas
nanggung amat ngasihnya...buletin aja 500 rebu ,lebih manis liatnya 😁
Rainbow Scorpion Venom
Dewi Kwan im nggak tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!