NovelToon NovelToon
AKU YANG DIPANDANG HINA

AKU YANG DIPANDANG HINA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:617.6k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Dimata publik, kehidupan wanita bernama Ayunda sangatlah sempurna. Karir cemerlang, ekonomi mapan, paras cantik jelita dengan senyum menawan.

Namun dibalik itu semua, Ayunda memeluk lara seorang diri. Dipaksa bertanggung jawab atas dosa tidak pernah dilakukannya.

Sedari kecil, hidup Ayunda bak di neraka, diperlakukan semena-mena, haknya sebagai seorang anak dirampas.

Ketika dewasa, sekuat tenaga dia menyembunyikan identitasnya, serta melakukan hal besar demi memperjuangkan masa depan yang hampir direnggut paksa.

Rahasia apa yang coba disembunyikan oleh Ayunda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter : 15

“Indahnya mimpi ini,” gumamnya lanjut kembali memejamkan mata. Ayunda menyamankan posisi duduk setengah membungkuk, separuh wajahnya terbenam pada bantal.

Bunyi ketukan kembali terdengar, membuat si wanita jauh dari kata rapi itu menggeliat pelan, sangat berusaha membuka mata terasa berat.

‘Yun! Ayunda bangun!’ jeritan hati Yusniar tentu tidak dapat di dengar. Dia seperti patung, tak berani bergerak selain bola mata melototi wanita masih belum sadar akan situasi.

Sambil menahan rasa pegal pada leher, sedikit pusing, Ayunda memicingkan mata, kepalanya mendongak rendah, dan ya … yang dilihatnya adalah pria berkemeja sulur hitam, rambut tersisir rapi, tengah berdiri sambil bersedekap tangan.

Kemudian Ayunda menoleh pelan, bertemu tatap dengan netra mirip ikan melotot milik Yusniar.

Tuk … tuk … tuk ….

“Pak Iyan berdiri di sana, kenapa suara ketukan terdengar di depan?” suara hatinya lolos.

Iyan mengepalkan tangan, menggigit punggung jari jempolnya agar tidak terbahak-bahak.

‘Sadar Yunda! Habislah kita!’ Yusniar mencoba mengode, tapi sayangnya Ayunda masih linglung.

“Buatkan saya teh. Sekarang!”

Hah! Bak burung Hantu, Ayunda menoleh cepat sampai kepalanya terasa berdenyut. “Sekarang? Bukannya Tuan lagi di Malaysia?”

Hahahaha ….

Iyan terpingkal-pingkal, terlebih melihat wajah cengo Ayunda. Dia pun bergegas pergi.

Daksa Wangsa menatap dalam-dalam, andai saja Ayunda dalam keadaan sepenuhnya sadar, dapat dipastikan tidak berani saling pandang.

Tanpa menjawab, pria berkemeja hitam, celana licin senada, melangkah lebar menuju ruangannya.

“Tamat kita! Sadar, Yunda, sadar!!!” Yusniar gemas sekali, di guncangnya lengan wanita masih menatap punggung sang bos sebelum tertelan pintu tertutup.

Ayunda menyeka air liur di sudut bibir, melototkan mata, lalu menggeleng cepat. “Tadi itu nyata gak sih, Mbak?”

“Lihat kalender di depanmu yang dilingkari coba!” pintanya setengah memekik.

“Jumat, tanggal 25 … hari ini, ‘kan?” layaknya orang mulai sadar, perasaannya panik seketika.

“Ini masih hari yang sama, pas aku minta izin tidur, Mbak?”

“Ya masih! Buruan kamu masuk ke ruang tuan Daksa, Yunda!” Yusniar berdiri, menarik tangan Ayunda.

“Tunggu dulu, ini jam berapa, Mbak?” Punggungnya terasa kaku kala dia berdiri.

“Pukul 10 lewat 45 menit, Yunda. Tolong kerjasamanya cantik!” ia setengah histeris.

“Sejak kapan tuan Daksa minta dibuatkan teh di siang hari, Mbak?!” Ayunda ikutan memekik, sepenuhnya sudah sadar.

“Sejak memergoki kamu molor, aku nonton drakor pas di jam kantor! Habislah kita!” Yusniar kehilangan ketenangannya.

“Terus aku harus gimana, Mbak? Ayo kita hadapi sama-sama.” Ia gantian menarik lengan rekannya.

“Yang diminta masuk cuma kamu! Udah sana!” Yusniar mundur, lalu mendorong punggung Ayunda.

“Mbak, apa aku bisa lebih memalukan dari ini?” tanyanya sembari menyisir rambut dengan jemari.

“Ini yang paling memalukan.” Yusniar masih terus mendorong Ayunda.

Dengan bertelanjang kaki, rambut tergerai kusut, blouse dikeluarkan dari rok, Ayunda melangkah linglung.

Nyaris dirinya terjatuh dikarenakan langkah terhambat rok ketat.

“Benar adanya kalau hari apes memang gak ada di kalender. Bisa-bisanya disaat seperti ini aku malah pakek rok span.” Ayunda menarik bawahan sebetis sampai batas lutut agar tidak menghalangi langkahnya.

Tidak perlu mengetuk pintu karena terbuka sedikit, ia langsung masuk, tergesa-gesa ke pantry tanpa berani melirik sang tuan duduk di sofa, bukan pada singgasananya.

“Teh, teh apa yang bisa buat orang amnesia? Biar tuan Daksa melupakan hal memalukan tadi?” sembari menyeduh, ia meracau.

Kala selesai, dibawanya secangkir teh diletakkan pada baki.

“Ini, Tuan.” Ayunda menaruh piring pipih ke dekat bos nya.

Sangat elegan gaya pria tengah bersilang kaki, mengangkat tangkai cangkir porselen. Mencicipi sedikit air coklat pekat, lalu mengembalikan ke atas piring. “Minuman apa yang kamu buat ini?”

Mata Ayunda berkedip-kedip, tatapan berpindah dari wajah berhidung mancung lalu ke gelas. ‘Apa salah ya? Kan kemarin itu mbak Niar bilang tuan Daksa mau minum teh tawar.’

“Ganti, buat yang baru,” katanya tegas, mimik serius.

“Baik, Tuan.” Ayunda ambil cangkir tadi, dan ditaruh dalam nampan masih dia pegang.

Pada percobaan kedua, Ayunda menyeduh teh campur madu. Bergegas diberikan ke tuannya.

“Kamu coba, biar tahu dimana letak kurangnya!”

Cepat-cepat Ayunda mengambil sendok di meja pantry, lalu berlari kecil dan langsung berlutut di depan meja rendah, ia coba teh baru dicicipi sedikit. Lidahnya mencecap. “Ternyata kurang manis, saya tambah madu ya, Tuan?”

“Saya tidak lagi mau minum teh madu. Buat rasa lainnya, sesuai suasana hati saya,” katanya sambil merentangkan kedua tangan pada kepala sofa.

Sejenak Ayunda terpaku, tapi bergegas bangkit kembali ke pantry.

“Siapapun tolong bisiki aku – kasih tahu saat ini suasana tuan Daksa itu apa?” gerutunya mulai frustasi.

Teh yang ke tiga, kembali disajikan, dan mulai dicicipi.

“Saya sedang tidak sakit tenggorokan, teh ini lebih cocok untukmu.”

Ayunda mendekap nampan persegi, dia berlutut, memberanikan diri memandang wajah terpahat tanpa cacat. “Tuan, sebenarnya minuman apa yang Anda inginkan? Saya menyerah. Tidak bisa menebak suasana hati, Tuan.”

Daksa Wangsa melirik puncak kepala Ayunda yang rambutnya kusut. “Segelas jus jeruk segar, boleh juga.”

‘Boleh mengumpat gak sih?!’ batinnya luar biasa kesal, tapi bibirnya tersenyum lebar. “Baik, Tuan.”

Ayunda kembali ke pantry – mengambil alat peras jeruk, lalu buah segar yang tersedia dalam lemari pendingin minimalis. “Setelah tiga gelas baru dia ngomong mau minum apa? Hebat sekali memang tuan kita itu.”

Sembari memotong buah, lalu meremasnya, mulut Ayunda terus bergerak-gerak. “Salah makan atau apa tu orang? Masa cuma karena aku ketiduran, dia jadi menyebalkan. Dasar kekanakan!”

“Eh, sebenarnya aku yang kelewatan sih, jam kerja, mana masih pagi, malah molor,” akhirnya dia sadar diri.

“Kamu lagi olahraga mulut?”

“Hah, apa?!” Ayunda menatap lurus, tuan Daksa masih duduk di posisi semula. Perlahan kepala mendongak. ‘Dia gak lagi ngintip lewat cctv itu ‘kan?’

“Sebentar lagi jadi, Tuan!” serunya, tanpa membereskan peralatan kotor langsung membawa satu gelas jus jeruk segar.

Daksa Wangsa meneguk minuman berwarna oranye itu, kemudian berkata santai. “Kamu boleh keluar! Perbaiki penampilan itu. Perusahaan saya tidak merekrut karyawan bak preman.”

Betapa malunya Ayunda, enggan permisi lalu berlari keluar. Cepat-cepat menuruni undakan tangga pendek.

“Mbak, kenapa kamu gak bilang kalau tuan Daksa pulang?!” tanyanya dengan nada setengah kesal.

“Mana aku tahu, Yunda. Tahu-tahu udah nongol aja dia,” jawab Yusniar apa adanya.

“Kan bisa cek nomor penerbangan pesawatnya,” katanya masih belum puas.

“Kamu gak lupa kan kalau tuan Daksa itu punya jet pribadi?”

“Mbak, gak cek cctv kantor?”

“Mana inget, Yunda. Aku tadi fokus nonton drama romantis,” akunya jujur.

“Orang kaya mah gitu, seenaknya saja. Pak satpam juga, bisa-bisanya diam, biasanya dia pro ke kita.” Ayunda menyambar tas makeup, lalu memakai flat shoes. “Aku ke toilet sebentar, Mbak.”

“Ya sana.” Yusniar juga masih dalam keadaan shock, baru kali ini kepergok oleh pemilik perusahaan.

Sisa hari itu, Ayunda pergunakan semaksimal mungkin menghindari bertemu dengan Daksa Wangsa. Ia juga melewatkan jam makan siang, cuma mengunyah buah Apel pemberian Yusniar.

.

.

“Ini peran penggantinya datang. Jangan sungkan-sungkan menggunakan jasa dia, wajib totalitas! Biar hasilnya sempurna.”

.

.

Bersambung.

1
sryharty
ngatain diri sendiri wooooy
Mudahlia Fitha
/Puke//Puke//Puke//Puke/
Mudahlia Fitha
ya kyak diri mu yg bgaikan rubah
Mudahlia Fitha
tepat sekali 🤣🤣🤣
aliifa afida
ndak papa binar.. bikin apa apa aja sembarang.. nanti lawanmu daksa.. bukan lagi ayunda... selamat menikmati kehidupan yg dag dig dug derr kalo kamu berani macem2 sama ayunda😄😄😄
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
lah kau orgtuanya geblek!!!
Watiningsih
mimpi apa kamu semalam ayun dalam satu hari bisa bertemu 3 orang penyumbang lara ati, tapi ada hikmahnya sih kamu jadi inget suamimu, akhirnya hatimu luluh jg mau tinggal bareng suamimu. Adik tiri ayun sepertinya sedang sakit, rona wajah pucat. kayaknya suami nadira orangnya baik
🌷💚SITI.R💚🌷
ya Allah,,sekalinya ketemu orang² dzolim berbarengan..ya Allah smg yinda kuat
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
astaga bapak tirinya y. mana masih gagah pisan katanya. kyknya baik y orgnya
Humay Uum
bentar lagi kalian akan hancur semuay ayo daksa hempaskan Meraka 👊🏻dan nadira tunggu balsanmu 😡
nunik rahyuni
untuk nadira cukup dg pertemuan ini biarkan dia dg pikiranya..silahkan nikmati kebahagian dg kelg mu ada saat nya smua terbongkar dan kau dicampakkan
nunik rahyuni
alhamdulullah ...sedikit lega yg penting b8sa lolos dan selamat dlu.urussn yg lain biar daksa yg menangani..g masalah klo pernikahamya terbongkar..itu malah bagus lg.....selama dlm dekapan daksa yg lain nya g akan bisa menyentuh lg.
dan dg mata yg lebar mereka bisa melihat betspa daksa sangat mencintai dan memuja ayunda di banding safira yg cantuknya g ada seujung kuku yunda
Arin
Mungkin sudah saatnya terbongkar hubungan Daksa dan Ayunda..... Biar para benalu sesungguhnya melek matanya. Orang yang dianggap benalu itu siapa???? 😁😁😁
Nadira lupa dengan anak sendiri yang sengaja dia buang. Demi kebahagiaan dirinya sendiri. Nyesek banget Ayunda pastinya
Zeliii... S
kamu belum tau seperti apa istrimu dimasa lalu... kau tertipu Dante...!!!
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
si Nadira kebanyakan pake topeng itu ...gak tau aja Ayunda sapa bisa sport jantung loh kalo tau mah 🤣

binar emang jalang awas pasti aja hancur dia
Zeliii... S
Semoga segera terbongkar semua kebusukan mu dimasa lalu..!!!
Zeliii... S
Kenapa gak Terima diperlakukan begitu...???
Zeliii... S
kaget ya ko mirip kamu... ya iyalah wong dia anak yg kau jual & tinggalkan...!!!
Sugiharti Rusli
jadi penasaran langkah apa yang akan Daksa ambil kalo pada akhirnya dia harus menghadapi ketiga keluarga sekaligus dan sekaligus ayahnya yah sekarang kala status dirinya dan Ayunda segera terbongkar,,,
Zeliii... S
Harus itu... jangan kau tiru Sifat jahat Nadira...!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!