Pria itu benar-benar tidak menyangka jika satu malam itu berhasil membuat Vior mengandung anaknya.
Pernikahan yang didasari atas kesalahan apakah akan bertahan lama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ding-dong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengalaman pertama!
Seorang Prince seumur hidup tidak pernah pegang yang namanya pohon mangga, kini harus mencari pohon mangga yang berbuah untuk dia panjat, Prince sudah membeli buah rambutan yang bisa didapatkan dengan mudah di supermarket, lalu kini Prince tinggal mencari buah mangga yang menggantung di pohonnya.
Mengendarai mobil di malam hari saat pukul tujuh malam, sudah hampir dua jam Prince mencari pohon mangga yang berbuah tapi tidak dia temukan, hampir menyerah tapi sekali lagi Prince ingat jika dia mencari buah mangga muda ini demi calon anaknya.
Pencarian Prince tidak sia-sia, dia menghentikan mobil di tepi jalan lalu berhenti saat melihat pohon mangga yang cukup tinggi itu sedang berbuah, pemilik pohon mangga itu terlihat sedang duduk di teras rumah dan Prince tebak jika rumah itu adalah milik seorang perwira tentara pagarnya saja sudah kentara loreng-loreng.
"Permisi Pak," sapa Prince dari luar pagar, seekor anjing langsung menggonggong membuat Prince nyaris berlari terbirit-birit.
Orang yang dipanggil Prince berdiri berjalan menghampiri dengan hanya memakai singlet putih dan sarung yang melilit di pinggang.
"Nyari siapa?" suaranya sangat garang, Prince bergidik ngeri, tapi dia ingat jika istri dan calon anaknya sedang menunggu dia pulang dengan membawa mangga.
Gonggongan hewan peliharaan membuat bising telinga Prince, dengan berani Prince menatap pria yang ada di depannya ini.
"Maaf Pak mengganggu waktunya, saya sudah dua jam muter-muter ke sana kemari buat nyari mangga muda tapi nggak dapat-dapat, kebetulan buah mangganya bapak berbuah, apa boleh saya minta beberapa biji?" tanya Prince sopan.
"Kamu kan bisa beli,"
"Kalau begitu saya beli sama pohonnya boleh Pak?" kata Prince yang tidak paham dengan maksud dari pemilik pohon mangga itu.
"Malam-malam begini mau mangga muda, itu di pinggir jalan sana banyak kenapa minta yang di pohon?" suaranya sama sekali tidak ramah.
Prince meringis, dia menatap buah mangga yang bergelantungan itu, apa dia harus menyerah saja yah? tapi tidak! sekali lagi Prince ingat permintaan Vior.
"Istri saya lagi ngidam Pak, dia mau mangga muda kalau saya yang petik langsung dari pohonnya, boleh ya Pak? masa bapak tega sih sama bayi yang belum lahir? nanti kalau udah lahir ngeces terus gimana Pak?" Prince memohon dengan wajah yang tentu saja tetap terlihat sopan.
Lelaki yang diajak bicara oleh Prince diam, lalu membuka pagar rumahnya dan membiarkan Prince masuk.
"Ya udah sana petik aja kasihan istri kamu udah nungguin di rumah," tiba-tiba suaranya melembut dan mempersilakan Prince untuk memanjat pohon mangga.
Saat sudah berhadapan dengan pohon mangga, Prince garuk kepala, dia tidak bisa memanjat pohon ini, gimana caranya dia petik mangganya coba?
Mengambil nafas dalam lalu membuangnya sekilas, Prince memegang batang pohon mangga itu untuk berusaha memanjatnya, jika bukan karena Vior dan calon anaknya itu sepertinya Prince nggak akan pernah mendapatkan pengalaman manjat pohon malam-malam begini.
Hampir setengah jam Prince berusaha memanjat dengan susah payah akhirnya dia berhasil sampai di atas pohon dengan nafas kembang kempis, pemilik mangga menggeleng-geleng melihat Prince seperti pencuri mangga.
Kerja keras Prince terbayar saat dia sudah memetik tiga buah mangga, senyum mengembang di bibir Prince, Vior pasti senang kalau tahu kerja kerasnya sampai kayak gini, beberapa saat kemudian Prince baru sadar dia melihat ke bawah di mana dia tidak tahu bagaimana caranya turun.
"Pak tolongin Pak, ini gimana saya turunnya," seru Prince, hewan peliharaan kembali menggonggong.
Tidak lama si pemilik mangga datang dengan membawa tangga, Prince pun bisa turun dengan mudah.
"Terima kasih Pak, maaf banget udah ngerepotin malam-malam begini," kata Prince.
"Kamu pasti cinta banget sama istri kamu, ya udah sana balik, anak sama istrimu pasti udah nungguin tuh," ucap bapak itu.
Cinta? Prince belum sepenuhnya yakin apa dia mencintai Vior, dia berusaha seperti ini karena permintaan dari calon anaknya.
"Sekali lagi terima kasih mangganya, kalau boleh ini saya beli, berapa yah pak?" tanya Prince.
"Bawa pulang aja gratis," jawab si pemilik pohon mangga.
Prince tersenyum menjabat tangan pemilik mangga sekilas sebelum pamit pulang.
Di rumah terlihat Vior sudah menantikan Prince pulang, melihat penampilan Prince yang kusut sana-sini tidak Vior pedulikan yang Vior pedulikan hanya buah mangga dan rambutan di tangan Prince.
"Aaaa manggaku datang," katanya antusias, Vior mengambil pisau buah lalu mengupas kulit mangga dengan santai mengabaikan Prince yang penampilannya acak-acakan karena naik pohon mangga tadi, bahkan kaos yang dipakai Prince robek di bagian punggung ketika tersangkut oleh dahan pohon.
Penampilan Prince lebih mirip seperti orang gila, belum lagi rambut yang terdapat daun kering nyangkut di sana.
Tapi melihat Vior yang sudah anteng memakan buah yang dia bawakan tadi membuat Prince menyunggingkan senyum, usahanya petik mangga malam-malam tidak sia-sia setelah melihat raut wajah kebahagiaan Vior.
Prince duduk di depan Vior memperhatikan betapa lahapnya Vior makan mangga muda seperti sedang makan ayam goreng.
"Seenak itu yah?" tanya Prince, dia tidak ikut makan tapi giginya sudah ngilu semua.
Namun Vior mengangguk antusias.
"Enak banget, aku nggak tahu kalau mangga muda bisa seenak ini, kamu tadi pasti kesusahan pas metiknya, ini kayak ada bau-bau kerja keras buat metik," jawab Vior, mulutnya yang mungil itu menguncup, pipinya mengembung karena terlalu banyak mangga yang dimasukkan.
Mengemaskan sekali, Prince menepuk-nepuk rambut Vior.
"Kamu mau juga?" Vior menawarkan potongan mangga, Prince akan menolak tapi Vior sudah menjejalkan potongan mangga itu ke mulut Prince.
Terpaksa Prince menggigit mangga tersebut, masamnya tidak ketulungan, Prince menahan asam dari mangga muda, Prince membuang mangga yang baru satu kali dia gigit di mulutnya.
"Kayak gini kamu bilang enak? woah orang hamil emang nggak bisa diprediksi emang," Prince geleng-geleng kepala sedangkan Vior sudah tertawa.
"Ini beneran enak loh, lihat nih aku udah habis satu, masa Pak Prince satu potongan kecil aja bilangnya nggak enak," Vior memamerkan betapa enaknya mangga muda di depan Prince, ludah Prince membanjiri mulutnya melihat Vior yang dengan santai melahap mangga asam tersebut.
Bergidik. Prince berdiri lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri ketika dia menatap wajahnya di cermin kamar mandi tiba-tiba.
"Aaaaaa...."
Vior berjingkrak kaget, dia berdiri lalu menghampiri Prince.
"Pak Prince ada apa Pak?" panggil Vior.
Prince menatap wajahnya di pantulan cermin.
"Ini beneran aku bukan sih?" sambil menepuk-nepuk wajahnya sendiri.
"Pak Prince," panggil Vior dari luar pintu kamar mandi.
Prince mencabut daun kering yang nyangkut di kepalanya, lalu membuka pintu di mana Vior menatapnya khawatir.
"Nggak apa-apa, kamu lanjut makan mangga aja," lalu pintu kembali tertutup, Prince menatap wajahnya di cermin sambil geleng-geleng.
"Seumur-umur baru manjat pohon mangga sekalinya pulang udah kaya Tarzan," Prince membersihkan rambutnya lebih dulu dari rumah laba-laba dan daun kering, setelahnya dia pun mandi dan menghampiri Vior.
Takjub saat melihat istrinya sudah menghabiskan tiga buah mangga yang Prince petik tadi, kini Vior sedang memakan buah rambutan tanpa sedikitpun melirik ke arah Prince, kepala Prince menggeleng dia berjalan menuju walk in closet sambil mengacak rambutnya yang basah agar cepat kering.
Kayaknya bakalan panjang nih urusan sama ibu hamil, batin Prince.
makan tuu cinta, mamposss sekalian sorry thor aq kesel sama si prince
next Thor,,,