Menikahi Pria Posesif dan Arogan membuatnya ingin melarikan diri. Terpaksa menikah kontrak demi membayar ganti rugi.
Dalam perjalanan pernikahan kontrak malah sang pria jatuh hati dan membuatnya hamil.
Ikuti kisah selanjutnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mona Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Pagi harinya, demam Bulan sudah turun, dia bangun sebelum bosnya. Dia mengenakan dress pendek berwarna putih. Mereka akan pergi ke pantai hari ini.
Richard membuka matanya saat tirai jendela dibuka oleh Bulan. Matahari menembus kaca dari luar dan bahkan membuat baju Bulan menjadi transparan.
Pemandangan indah didalam baju itu, membuat Richard tertegun. Baru kali ini Bulan memakai gaun seksi dan membuatnya tidak tampak seperti seorang pelayan.
Richard menatap dada yang sedikit montok terbungkus dengan gaun sedikit renda diatasnya. Kaki jenjang Bulan terlihat begitu jenjang dan mulus.
Matahari membuat kulit Bulan semakin mengkilap dan bercahaya. Hal itu terjadi karena, dulu Bulan adalah seorang artis, sehingga dia sering melakukan perawatan kulit.
Dan sekarang, karena dia tinggal didalam bersama Richard, maka warna kulitnya menjadi semakin putih.
Bulan menoleh dan Richard langsung memalingkan wajahnya.
"Aku akan mandi sekarang," kata Richard lalu pergi kekamar mandi.
Didalam kamar mandi ada kaca lebar didepannya. Dia bertelanjang dada dan hanya mengenakan handuk saja. Dia menatap dadanya dan tiba-tiba terlintas tubuh indah Bulan yang tadi tanpa sengaja dilihatnya.
"Sial! Kenapa aku melihatnya..." Gumam Richard sendirian.
Richard keluar dari kamar mandi dan Bulan sedang merapikan ranjangnya. Badannya membungkuk dan rok bagian bawah terangkat hingga keatas pahanya.
Lagi-lagi Richard tertegun didepan kamar mandi. Dia menatap Bulan sambil menelan salivanya. Dia adalah pria yang sering berganti pasangan. Hal itu dia lakukan sejak dia tinggal diluar negeri.
Kali ini dia tidak bisa menahan diri lagi. Dia berjalan dan mendekati Bulan.
Sesuatu didalam handuk itu sudah mengeras sejak dia masuk kedalam kamar mandi.
Richard mendekati Bulan lalu memeluknya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Bulan kaget karena tiba-tiba Richard memeluknya.
"Aku...aku..." Tiba-tiba Richard membalikkan tubuh Bulan dengan tenaganya yang kuat. Langsung mencium bibirnya tanpa Bulan bisa mengelak, karena semua terjadi sangat cepat.
"Lepaskan aku!" Teriak Bulan dan berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Richard yang sudah dikuasai nafsu.
"Ehhmmm..." Richard tidak peduli Bulan terus meronta. Satu tangan Richard menarik kedua tangan Bulan dan menggenggamnya dengan erat.
Bulan tetap meminta tapi Richard lebih kuat darinya.
Richard mencium bibir dan turun ke lehernya.Dari ceruk lehernya dan berpindah kedekat telinganya.
Dia menggigit telinga itu dengan lembut membuat Bulan merasakan sensasi dari balik gaunnya.
Perlahan tangan Richard masuk kedalam gaun dan meremas dadanya. Bulan melenguh saat merasakan setiap sentuhan Richard. Meski begitu, Bulan berusaha menolak semua ini, sayangnya tenaganya tidaklah sebanding dengan kekuatan Richard.
Akalnya masih sadar, jika pernikahan ini hanya sandiwara. Maka dia tetap berusaha meronta dan keluar dari cengkeraman Richard.
Namun kali ini Richard benar-benar sudah mabuk kepayang dan tidak bisa mengendalikan dirinya.
Dia lagi-lagi mengunci bibir Bulan dan meluma*nya dengan lembut.
Kali ini Richard mendorong Bulan keranjang dan mencengkeram dua tangan Bulan dengan kuat. Dia lalu menarik celana bulan dan menatap bukit indah yang sangat terawat dengan baik.
Richard sungguh tidak menduga jika ternyata Bulan merawat dua buah serta satu bukit itu dengan sangat baik.
Dia tidak menunggu lama, dia segera melepaskan handuknya dan bibir masih meluma* bibir Bulan, hingga bulan tidak bisa berteriak dan berbicara padanya.
Setelah handuk itu terlepas, Bulan merasakan sesuatu sudah masuk ke sana. Airmatanya tidak terbendung lagi dan dia menangis.
Richard yang sudah terbakar oleh nafsu tidak peduli dengan airmata Bulan. Dia tetap melakukan gerakan naik turun dan sedikit menggoyangkan pinggulnya hingga dia merasa puas.
Setelah puas, dia terkulai diatas tubuh Bulan.
Hiks hiks....Bulan menangis karena menjadi pelampiasan nafsu bosnya yang melakukan nikah kontrak denganya.
Richard melepaskan tangannya dan memakai handuknya. Dia lalu menutupi tubuh Bulan dengan selimut.
"Kita tidak akan pergi kemanapun..." kata Richard lalu berbaring disebelah Bulan.
Bulan menangis sambil meremas selimut yang menutupinya.
"Aku mengubah kesepakatan. Karena semua sudah terjadi, aku akan bertanggung jawab," kata Richard.
Hiks, hiks, bulan masih menangis.
"Jangan menangis, aku berjanji akan memperlakukanmu dengan baik mulai hari ini. Aku juga tidak akan menyebutmu pelayan. Kau harusnya senang, sekarang aku akan membuat kau menjadi istri yang sesungguhnya,"
Bulan masih menangis sesenggukan.
"Aku bilang diam, kau membuatku merasa bersalah jika kau menangis terus seperti itu. Lagian ini bukan seratus persen kesalahanku. Kau memakai gaun itu, dan membuat aku tidak bisa menahan diriku lagi...."
Dasar pria brengsek! Bahkan saat dia melakukan kesalahan, dia tetap menyalahkan orang lain, maki Bulan dalam hati.
"Diamlah, tubuhmu sangat indah, aku menyukai nya..." kata Richard lalu mencium kening Bulan.
"Terimakasih..." kata Richard lalu dia tertidur disamping Bulan.
Bulan tetap menangis dengan tertahan dan tak berdaya, semua benar-benar telah terjadi begitu cepat.
Ini salahku, aku seharusnya tahu hal seperti ini bisa terjadi, dia adalah pria arogan dan pria hidung belang. Kenapa aku tidak melarikan diri saja?
wah sekertaris nya gak tau diri, ,, ada rasa sm richard.... dan mandang rendah bulan. ...
Jangan lupa mampir di novel ku juga ya~ Judulnya cinta kedua
Terimakasih🤗