NovelToon NovelToon
I Love You, My Hot Uncle

I Love You, My Hot Uncle

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Anak Yatim Piatu / Tamat
Popularitas:126.2k
Nilai: 5
Nama Author: Senja Kelabu

Karena sebuah sumpah Dany Admaja harus merawat putri sahabatnya yang meninggal karena kecelakaan mobil. Dany merawat Alena yang baru berusia delapan tahun dan menganggapnya seperti keponakannya karena kala itu Dany sudah berusia 28 tahun namun sepuluh tahun kemudian, Alena tumbuh menjadi gadis cantik yang mulai membuat hati Dany bergetar dan sialnya, gadis itu membuka seluruh pakaiannya untuk menggodanya. Apakah Dany Admaja akan tergoda dengan rayuan putri sahabatnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja Kelabu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Patah Hati

Alena berlari keluar dari restoran, padahal dia sudah mengumpulkan keberanian untuk menyatakan perasaannya tapi kata-kata yang dilontarkan oleh Dany benar-benar sudah membuatnya patah hati.

Dia sangat ingin tahu, apakah Dany menolaknya benar-benar karena tanggung jawab dan janjinya selama ini ataukah karena dia akan menikahi calon istrinya? Sekalipun dia ingin tahu tapi dia tidak berani bertanya karena mana pun jawaban yang akan diberikan oleh Dany, dia tahu hanya kekecewaan saja yang akan dia dapatkan.

..."Alena, tunggu!" Dany meraih tangan Alena dan menahannya....

..."Lepas, Om. Malam ini Alena mau menginap di rumah Rishka!" pinta Alena....

..."Tidak, OM tidak akan mengijinkan Alena pergi dengan keadaan Alena yang seperti ini!" tolak Dany....

..."Kenapa, Om? Apa karena tanggung jawab Om Dany pada Alena? Apa karena sumpah Om pada Papa Alena?" Alena memandanginya dengan air mata mengalir....

..."Kita bahas di rumah ya, tidak enak membahasnya di sini! Kita dilihat banyak orang!" pinta Dany....

Alena tidak menjawab karena mereka memang menjadi pusat perhatian.

..."Ayo kita pulang!" Dany menarik tangannya pergi menuju mobil....

..."Kenapa, Om? Apa Om masih mengira Alena anak delapan tahun yang Om bawa pulang dulu?" tanya Alena....

..."Udah Om bilang bahas di rumah, Alena!" Dany membuka pintu mobil dan mendorong Alena masuk ke dalam....

..."Om tinggal jawab aja, apa susahnya?" Alena benar-benar kesal....

Dany tidak mempedulikannya, mobil dibawa dengan kecepatan tinggi. Alena diam saja di perjalanan tapi perasaan yang dia rasakan sungguh menyesakkan dada.

..."Om, jawab Alena dengan benar. Apa Om benar-benar tidak menganggap Alena spesial?" ...

Dany menghela napas, dia kira sudah selesai tapi ternyata tidak. Sepertinya Alena tidak akan berhenti sampai dia menjawab semua pertanyaannya.

..."Sudah Om katakan tidak boleh, Alena. Kau tanggung jawab Om sejak awal, Om selalu menganggapmu seperti keponakan Om yang manis, tidak lebih!" semoga dengan perkataan ini membuat Alena mengerti dan tidak mengharapkan apa pun lagi....

..."Bullshit! Om Dany selalu menganggap Alena masih kecil dan selalu menganggap Alena sebagai tanggung jawab. Alena bagaikan beban untuk Om Dany. Apakah Om Dany tidak menikah sampai sekarang karena hal ini ataukah karena Om akan menikahi wanita yang dijodohkan dengan Om?"...

..."Kamu ngomong apa sih? Om ngak ngerti!!" ...

..."Ngak usah sok tidak mengerti, Om. Orang dewasa memang sulit untuk jujur!" ucap Alena dengan nada kesal....

..."Kok jadi kamu sih yang kesal? Emangnya omongan Om salah ya?" Dany jadi tidak mengerti....

..."Alena benci sama Om!" ...

Alena keluar dari mobil setelah mereka tiba. Pintu mobil ditutup dengan kencang dan setelah itu dia masuk ke dalam rumah sambil menangis. Dia sudah menahan air matanya sedari tadi tanpa mau memperlihatkannya pada Dany tapi sekarang dia sudah tidak bisa menahan air matanya lagi.

Dany kembali menghela napas, dia sungguh tidak suka hubungan mereka jadi seperti itu. Dia juga tidak suka perasaan yang ada di hati Alena. Seharusnya perasaan itu tidak boleh ada di hati Alena.

Alena masuk ke dalam kamarnya dan menangis terisak. Patah hati terasa sangat menyakitkan. Padahal ini cinta pertamanya, dia langsung ditolak begitu saja. Sekarang dia jadi menyesal karena telah mengungkapkannya. Seharusnya dia tidak mengatakan perasaannya dengan terburu-buru.

..."Alena, kamu ngak nangis 'kan?" tanya Dany sambil mengetuk pintu....

..."Ngak usah sok baik! Alena bukan anak kecil lagi yang akan menangis hanya karena patah hati!" teria Selena sambil menghapus air matanya....

..."Tidak seharusnya perasaan itu ada, Alena. Seharusnya kau tahu jika Om menyayangimu seperti keponakan Om yang manis."...

..."Alena tidak mau menjadi keponakan Om yang manis!" teriak Alena lagi....

Dany menghela napas, sebaiknya dia tidak membahas hal ini lagi. Alena akan lupa dengan sendirinya dan hubungan mereka akan menjadi kembali membaik.

..."Ya udah, Om tinggal. Jangan tidur terlalu malam ntar sakit."...

..."Pergi sana, ngak usah sok perhatian!" teriak Alena lagi....

Dany tersenyum, mungkin Alena sedang datang bulan atau dia lelah dengan tugas kampus sehingga membuatnya seperti itu. Semoga saja besok keadaannya sudah kembali seperti biasanya sehingga mereka tidak seperti hari ini.

Alena masih menangis di dalam kamar, make up yang dia kenakan di hapus dengan asal-asalan. Bulu mata palsu dicabut, eyeliner jadi luntur akibat air mata. Semua yang dia lakukan hari ini sia-sia, dia sudah berusaha tapi Dany menganggapnya seorang anak kecil saja, tidak lebih.

Teriakan Alena terdengar di kamar mandi. Malam ini dia ingin menumpahkan kesedihannya lalu melupakannya tapi perasaan yang dia rasakan saat ini, sulit diungkapkan dengan kata-kata. Apakah dia harus menyerah pada cinta pertamanya?

Tidak, dia tidak boleh kalah sebelum berperang. Dia harus berusaha mendapatkan hati Dany. Sejak dulu Dany memang tidak pernah dekat dengan wanita mana pun, dia juga pria normal. Jika selama ini Dany menganggapnya sebagai beban dan tanggung jawab maka mulai sekarang akan dia tunjukkan bahwa dia sudah dewasa dan sudah bisa hidup mandiri tapi sebelum itu, ada hal yang ingin dia pastikan.

Dia harus melakukan hal itu agar dia bisa mengambil keputusan yang tepat untuk dirinya sendiri.

Alena menghapus air matanya, menangis tidak akan menyelesaikan masalah. Dari pada membuang waktu untuk menangis, lebih baik dia melakukan sesuatu yang akan menentukan keputusannya.

Sebuah koper dikeluarkan, Alena mengambil semua barang-barang yang dia miliki dan memasukkannya ke dalam koper. Setelah selesai koper itu diletakkan di sisi ranjang. Alena mengambil baju terbaiknya, malam ini atau tidak sama sekali.

Jika memang hubungan mereka harus hancur, biarlah hancur. Lagi pula dia merasa jika dia tidak sanggup untuk melihat wajah Dany lagi. Tidak saja besok, dia juga merasa tidak akan bisa bertemu dengan Dany untuk hari-hari berikutnya.

..."Maafkan Alena, Om. Alena terpaksa melakukan hal ini agar Alena tahu keputusan apa yang harus Alena ambil nantinya." ucapnya pelan....

Di dalam kamarnya, Dany tidak tahu apa yang sedang direncanakan oleh Alena apalagi dia menganggap Alena sedang labil saja. Karena sudah malam dan sudah mengantuk, lampu pun dimatikan, Dany meletakkan ponselnya dan berbaring.

Dia sangat ingin memejamkan mata tapi pikirannya justri tertuju pada Alena. Dia sangat ingin tahu apa yang Alena lakukan saat ini. Rasanya ingin keluar untuk melihat, tapi sebaiknya besok saja. Dia akan bangun lebih pagi untuk melihat keadaannya.

Selimut ditarik, Dany memilih tidur tapi tidak dengan Alena. Gadis itu masih terjaga karena dia sedang menunggu waktu yang tepat untuk melakukan rencana gilanya. Semoga saja berhasil dan ketika waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Alena keluar dari kamarnya dan melangkah mengendap menuju kamar Dany.

Dia sangat gugup dan juga takut. Apa tindakan yang dia lakukan saat ini sudah benar?

1
YaN Nie
Baguuuuussssss, 👍
Elly Rasmanawati
nangissss......
Nurma Yani
👍
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
nurul nazmi
bagus.. ceritanya ga terlalu bertele tele
Queen Mother
😂😂
Queen Mother
Ayam kali bertelor 😂😂
Queen Mother
🤣🤣
Queen Mother
Paan tuh?
Queen Mother
Wkwkwkwk
Queen Mother
Perkasa sekali sampe” retak ponselnya krn digenggam
Queen Mother
Mungkin maksud nulisnya “ kamu “ ya, Thor
Queen Mother
Naah mantap tuh!!👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
Queen Mother
Pasti seperti nenek sihir atw nenek lampir atw jangan” jadi Nenek gayung 🤣🤣
Queen Mother
Jangan PERCAYA dgn mulut manis tapi berbisa
Queen Mother
Sepertinya ini adalah ular berbulu 😂😂
Queen Mother
Bagoooosss Dany 💪🏻👍🏻
Queen Mother
Naah iya bener tuh, bingung jadinya? Harusnya panggil nenek sihir aja 😂😂😂
Queen Mother
Naah ini lagi si hot cream 😂😂
Queen Mother
Hahahahaha… balsem geliga dibawa” 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!