NovelToon NovelToon
Bukan Istana Impian

Bukan Istana Impian

Status: tamat
Genre:Poligami / Romansa / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:216.2k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Irwansyah adalah suami dari Rela Ambarita, anak didik dari ayah Azizah. Dia seorang penyayang dan penyabar. Rumah tangganya yang harmonis jadi hancur, saat dia minta izin untuk menikahi Azizah atas permintaan gurunya. Azizah, seorang guru PAUD dan guru mengaji, harus kehilangan rahimnya karena menderita kanker rahim. Tunangannya meninggalkan dia, setelah tahu tidak akan bisa memberikan keturunan.
Mama Fatonah yang merupakan ibu kandung Irwansyah menolak keras permintaan putranya itu.
Kebaikan hati Rela, memberikan izin pada Irwansyah untuk menikahi Azizah setelah mengetahui kisah pilu hidup gadis sholeha itu.
Tekanan batin Rela dan Azizah rasakan saat mulai kedatangan Tante Rose di rumah mereka, yang suka mengadu domba dan menyebarkan gosip.
Akankah kehidupan rumah tangga mereka bahagia di tengah-tengah gunjingan para tetangga?
Apakah Irwansyah akan mempertahankan keduanya atau melepas salah satunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Fitnah Yang Disebarkan

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.

***

Bab 14

Semua pekerjaan rumah kini dikerjakan oleh Azizah dan Irwansyah karena Rela harus istirahat total. Kadang Mama Fatonah juga ikut membantu pekerjaan yang ringan. Ukasyah dan Oliv juga ikut membantu, mereka menyapu halaman dan menyiram tanaman.

Semua senang dengan kehamilan ketiga Rela ini. Kehadiran anggota keluarga baru membuat semua orang tidak sabar. Bahkan Irwansyah dan Azizah sudah menyiapkan keperluan untuk bayi. Setiap Mama Fatonah membuat makanan yang bagus untuk ibu hamil dan janin, dibantu oleh Azizah.

Hanya satu orang yang tidak suka dengan keadaan di rumah itu. Dia adalah Tante Rose. Wanita itu sangat kesal karena semua orang memperhatikan keadaan Rela. Sementara itu, keberadaan dirinya diabaikan.

Sifat buruk yang dimiliki oleh Tante Rose membuatnya suka menebar fitnah di lingkungan rumah mereka. Dia akan bercerita hal yang penuh dusta kepada para warga komplek.

"Apa? Jadi, pak Irwansyah dan keluarganya memperlakukan Jeng Rose dengan buruk!" Salah seorang wanita berbaju hitam langsung memberikan respon setelah Tante Rose bercerita.

"Aku tidak menyangka kalau mereka seperti itu?" lanjut seorang wanita paruh baya yang memakai baju berwarna merah.

"Benar. Setahu aku mereka itu orang-orang yang baik dan ramah," timpal wanita berbaju biru sambil menatap ke arah Tante Rose dengan tatapan kasihan.

"Kalian itu jangan salah. Mereka melakukan itu hanya untuk pencitraan saja. Mereka ingin terlihat baik di mata orang lain. Tapi, mereka itu tidak punya hati pada saudaranya sendiri," ujar Tante Rose sangat menyakinkan dengan memasang mimik sendu.

"Jeng Rose, jangan sedih. Yakinlah kalau Tuhan itu tidak tidur. Semua perbuatan mereka pada Jeng Rose pasti akan mendapat balasan yang setimpal," ucap wanita berbaju hitam sambil memegang tangan Tante Rose dengan penuh perasaan simpatik padanya.

"Aamiin," balas Tante Rose sambil mengusap matanya. Entah untuk apa karena tidak ada air mata atau debu di netranya itu.

"Aku hanya sakit hati saja sama Kak Fatonah. Padahal dulu kedua orang tuaku yang sudah membesarkan dan mengurus dirinya sampai dia menikah. Tapi, aku yang sedang mengalami kesulitan saat ini, diabaikan olehnya," lirih Tante Rose sambil menutup mukanya dengan menggunakan kedua telapak tangannya.

"Yang sabar, ya. Semoga Bu Fatonah segera dibukakan hatinya," kata wanita berbaju merah.

"Ya, aku hanya bisa bersabar akan perlakuan mereka kepada aku," balas Tante Rose lalu memeluk wanita berbaju merah itu.

"Begitu lapangnya hati Jeng Rose. Kenapa tidak pindah atau mengontrak saja?" tanya wanita berbaju biru.

"Semua uang aku habis oleh suami aku untuk usahanya. Aku juga sempat minta tolong pada Irwan untuk meminjamkan uang sebesar lima juta. Tetapi, dia tidak kasih. Malah Rela bilang, kalau aku butuh uang jadi saja pembantu di rumahnya, nanti akan dikasih uang tiap bulannya," jawab Tante Rose.

"Apa? Semua penghuni rumah itu sudah melakukan penindasan terhadap Anda. Ini harus dilaporkan pada Pak RT, agar bisa ditindak lanjut," ujar wanita berbaju hitam.

"Aku penasaran hal ini dari dulu, kenapa pak Irwansyah mau menikahi Bu Azizah?" tanya wanita berbaju merah dan kedua wanita lainnya juga ikut penasaran ingin tahu.

"Itu karena Irwansyah selingkuh dengan Azizah. Kalian tidak tahu kalau Azizah di lingkungan rumahnya itu dipanggil pelakor karena dia suka menggoda laki-laki yang sudah punya istri," bisik Tante Rose seolah takut terdengar oleh orang lain.

"Apa? Bukannya bu Azizah itu guru PAUD dan guru mengaji di sekolah Tahfiz!" pekik wanita berbaju biru sambil mengangakan mulut dan matanya terbelalak.

"Hai, yang salah itu bukan guru PAUD atau guru Mengaji, tapi orangnya. Azizah pastinya mencari laki-laki kaya dengan wajah tampan dan masih muda," bantah Tante Rose.

"Oh, iya. Aku juga tahu, dulu bu Azizah beberapa kali dilabrak oleh wanita yang mengaku istri dari laki-laki yang sudah digoda oleh bu Azizah," lanjut wanita berbaju hitam yang pernah mendengar gosip-gosip yang dulu pernah ramai.

"Astaga, aku tidak percaya ini! Dia itu berpenampilan layaknya muslimah terhoramat, tutur katanya lemah lembut, dan sering menyapa duluan dan senyum ramah sering menghiasi wajahnya. Ternyata di itu …." Wanita berbaju merah tampak kecewa.

***

Beberapa hari ini Irwansyah lebih banyak tinggal di rumah daripada di toko. Dia lebih suka menemani Rela dan memanjakan istri pertamanya itu. 

Azizah juga merelakan waktu giliran dirinya dengan Irwansyah untuk Rela yang sering mengalami gangguan tidur saat malam hari. Jadi, harus ada orang yang menemaninya. Bagi, Azizah hanya mendapatkan perhatian dari suaminya walau hanya sebentar saja sudah membuatnya senang.

"Iza, maaf, ya. Kita bulan ini tidak bisa pergi menginap di rumah orang tua kamu," ucap Irwansyah saat mendatangi Azizah di kamarnya yang sedang bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.

"Tidak apa-apa, Bang. Sekarang kesehatan mbak Rela lebih penting. Kalau menginap di rumah bapak kapanpun juga bisa," balas Azizah sambil memeluk tubuh Irwansyah. Hanya melakukan hal seperti ini sudah membuatnya senang.

"Terima kasih, Iza. Kamu adalah wanita baik. Aku bersyukur bisa menjadi suami kamu," kata Irwansyah sambil mengusap kedua pipi Azizah dengan jempolnya.

Keduanya saling menatap dan perlahan saling mendekat. Sentuhan lembut di bibir membuat keduanya bisa saling menyalurkan perasaan mereka.

Azizah yang semakin agresif memberikan ciuman mesra dan panas kepada suaminya. Tentu saja Irwansyah menerimanya dengan senang hati.

"Bang, sentuh aku," bisik Azizah dengan lirih. Tidak menyalurkan hasrat selama satu minggu ini membuat Azizah menginginkan suaminya.

"Tiga puluh menit lagi sekolah akan masuk, tidak akan keburu," balas Irwansyah dengan pelan.

"Bang~," rengek Azizah dengan kerlingan mata yang nakal.

Irwansyah pun tidak bisa menolak keinginan istri keduanya itu. Mereka pun bercinta dengan durasi waktu sekitar 15 menit. Meski begitu sudah membuat Azizah bahagia.

Irwansyah pun mengantarkan anak dan istri keduanya ke sekolah menggunakan motor agar bisa cepat sampai. Untungnya mereka sampai tepat waktu meski Irwansyah mendapat omelan dari Oliv.

***

Sementara itu, tanpa Azizah ketahui kalau saat ini banyak orang tua murid sedang mengadukan dirinya kepada pihak sekolah. Mereka ingin memberhentikan dirinya jadi guru di sana.

"Pak Kepala Sekolah, kami ingin ibu Azizah diberhentikan dari guru PAUD ini!" titah salah seorang wali murid yang mendatangi kantor kepala sekolah.

"Iya. Kami tidak mau kalau anak-anak dididik oleh guru yang tidak baik akhlaknya itu," lanjut orang tua murid lainnya.

"Benar. Berhentikan saja guru seperti itu! Bisa-bisa nanti anak-anak kita ketularan kelakuannya seperti dia," ujar wanita yang berpenampilan make up tebal.

***

Akankah Azizah diberhentikan dari sekolah sebagai guru? Tunggu kelanjutannya, ya!

Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh. Cus meluncur ke karyanya.

1
kurnia rahayu
👍👍👍♥️♥️♥️🙏🙏🙏
Rismawati Damhoeri
baik sih, tpi jangan bermesraan di depan madu dong,,,
Rismawati Damhoeri
masa uang belanja sama?, rela punya 2 anak sementara Azizah nggak ada, nggak gitu juga adil dong....
Hera sasuwe
👍👍
Nur Halima
Luar biasa
لا تفوت أي رجل
di mana pun kita tingal, klo di dekat kita ada orang seperti tante rose, akan terkena dampaknya juga🤦🏼‍♀️
لا تفوت أي رجل
iblis dalam bentuk tante rose🤭😁
لا تفوت أي رجل
kenapa gak di usir saja tante tak tau diri itu😁
لا تفوت أي رجل
sepertinya mulai menabur fitna nie tante rose 🤭😁
لا تفوت أي رجل
tante ros tamu tapi sadar tempat
falea sezi
lagian azizah dripada jd pelakor cari duda lah yg uda punya anak hoyy lu egois dasar
falea sezi
cerai aja rela irwan egois
falea sezi
andai qm g di madu rela qm sih nyari penyakit
Omha Achun
Luar biasa
Sanatun Eka Ayu Aprilya
karena sejatinya rumah tangga jika ada pihak lain yg ikut tinggal d dalam rumah, baik orang tua,mertua kerabat itu tidak baik.
.
dan, praktisi poligami di anjurkan unt menempatkan isteri2 mereka di tempat tinggal yg berbeda, jika memungkinkan jangan satu wilayah..
.
Rurin Astiar
Luar biasa
🌸 Sunshine 🌸: Terima kasih, Kak. Sudah baca karya aku
total 1 replies
Awi Awok
😂😂😎 fuuul saya ketipu
Silvi Vicka Carolina
kayaknya semuanya mangkel ama azizah
kimiatie
sebuah cerita penuh air mata Dan sangat bagus dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan ini
🌸 Sunshine 🌸: Terima kasih, Kak 🥰
total 1 replies
kimiatie
😭😭😭😭 sedinya Thor...sudah 2 Kali rela masuk wad tanpa suami
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!