NovelToon NovelToon
Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: sendi andriyani

Novel ini mengandung bawang🤧 siapkan tissu terlebih dahulu.

"Pernikahan kita terjadi karena kesalahan, jadi jangan berharap aku akan mencintaimu!" Dimas Fahrian.

"Aku memang bukan istri Dimas, tapi akulah yang selalu Dimas prioritaskan!" Sila Derkain.

"Akulah istri rasa simpanan." Renata Lusiana.

"Dan aku yang akan meratukan mu, Renata!" Reza Argantara.

Pernikahan yang terjadi karena kesalahan satu malam yang mengharuskan Dimas menikahi Renata tanpa rasa cinta, karena hati nya telah berpaut pada wanita lain.

Apakah Renata bisa mempertahankan rumah tangga nya bersama Dimas atau memilih pergi dan membangun hidup baru dengan orang baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sendi andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 IRS

Renata menyandarkan dagu nya di pundak Reza dengan nyaman, pria itu juga tak keberatan, yang ada malah dia kesenangan karena bisa berdekatan dengan Renata selama beberapa hari ini.

Reza tersenyum manis hingga mata nya menyipit, suatu kebahagiaan yang tak bisa di jelaskan dengan kata-kata bisa berboncengan motor dengan gadis secantik Renata.

"Re, disana banyak jajanan, mau jajan dulu?" Tanya Dimas, Renata melirik banyak sekali gerobak penjual makanan, seketika jiwa penggemar cemilan nya meronta.

"Nanti aja pulangnya, Za. Malu sama Mommy kalo aku jajan dulu." Jawab Renata.

"Ngapain malu, Mommy gak gitu kok. Kalo mau kita berhenti dulu,"

"Nanti aja pulang nya." Kekeh Renata, Reza pun menurut dan tetap melajukan motor nya dengan kecepatan sedang. Tentunya dia tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk berdekatan dengan Renata, selama masih bisa pelan, kenapa harus kenceng bawa motor nya kan? Mungkin itulah isi dalam pikiran seorang Reza.

Tak lama, motor yang di kendarai Reza masuk ke sebuah perumahan kawasan elit, pagar-pagar tinggi menjulang, Renata sampai di buat melongo melihat rumah-rumah mewah di tempat ini. Dia berpikir, kira-kira bagaimana rumah Reza? Apa mewah juga, seketika dia merasa insecure. Apalagi dia hanya memakai pakaian sederhana, seadanya saja.

Reza berhenti di depan gerbang tinggi berwarna hitam, dia membunyikan klakson dan tak lama datanglah satpam penjaga rumah itu dengan berlari tergopoh, membukakan gerbang.

"Terimakasih Mang."

"Sama-sama Tuan muda." Jawab satpam itu, dia tersenyum saat melihat gadis mungil yang di bonceng oleh Reza.

"Tuan muda bawa cewek, calon nya kali ya. Manis banget," puji Mang Satya, dia satpam yang sudah bekerja belasan tahun di rumah keluarga Argantara.

Reza memarkir motor nya di parkiran, Renata turun dan mengedarkan pandangan nya ke. sekeliling tempat yang terasa sangat asing baginya. Dia tak menyangka kalau rumah Reza ternyata sebesar dan seluas ini.

"Za.."

"Iya, kenapa Re?" Tanya Reza setelah membuka helm nya.

"Gue mau pulang aja ya, malu."

"Malu kenapa lagi, Renata? Kepalang tanggung udah disini juga, ayo masuk." Ajak Reza sambil menarik tangan Renata.

"Za, gue malu. Mana penampilan gue kayak gini." Reza berbalik dan menatap Renata yang jelas sekali nampak tak percaya diri.

"Terus kalo penampilan Lo kek gini kenapa? Jangan gitu, Mommy bukan tipe orang yang suka beda-bedain orang kok, ayo masuk Mommy udah nungguin di dalem." Ajak Reza lagi, kali ini Renata hanya menurut dan berjalan pelan di belakang Reza.

Sampai di dalam, Renata semakin di buat menganga saja saat melihat barang-barang mewah di dalam nya. Dia benar-benar tak menyangka kalau Reza punya rumah sebesar ini, aihh dia merasa malu.

"Sudah pulang, Nak?" Sapa seseorang dari tangga, membuat Renata mendongak menatap wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik itu berjalan pelan mendekat ke arah mereka, seketika jantung Renata terasa berhenti berdetak.

"Sudah Mom."

"Wahh bawa temen nya, siapa dia?" Tanya Mariska, ibu kandung Reza.

"Ini Renata Mom, yang Reza ceritain kemarin itu lho." Jawab Reza, Renata hanya tersenyum kecil. Karena dia benar-benar gugup saat ini, dan Mariska tahu itu.

"Ohh ini Rere ya, kenalin saya Mariska. Panggil Mommy juga ya." Mariska mengulurkan tangan nya pada Renata, dan gadis itu langsung menerima nya dengan tangan dingin dan berkeringat.

"Wahh kamu gugup ya Nak? Sudah, jangan gugup. Ayo duduk," Ajak Mariska ramah sambil menarik tangan Renata.

Gadis itu berbalik dan menatap Reza, pria itu tersenyum. Benar, yang di katakan Reza benar adanya. Orang tua nya bukan tipe yang suka membeda-bedakan orang berdasarkan penampilan nya. Justru malah sebaliknya, Mariska lebih suka gadis sederhana dan seperti nya dia akan menyukai Renata juga.

Apalagi setelah mendengar cerita dari sang putra yang selalu memuji kalau Renata itu baik, perhatian dan gadis yang lembut juga penyayang.

"Mom, ini kue bolu buatan Renata lho. Khusus buat Mommy," Reza meletakan dua box berisi kue bolu buatan Renata di depan Mommy nya.

"Wahh serius? Kamu kalo mau kesini gak usah repot-repot, pake buatin Mommy bolu gini. Tapi makasih ya, kamu cantik sekali." Puji Mariska sambil membuka satu box dan berniat mencicipi kue buatan Renata.

"Hanya kue bolu saja Mom, tak repot kok soalnya udah hobi." Jawab Renata sambil tersenyum manis.

"Mommy cobain ya."

"Iya silahkan Mom, semoga suka ya." Ucap Renata, sebenarnya dia dag dig dug saat melihat Mariska mulai memakan kue buatan nya, dia khawatir kalau dia tak menyukai rasanya.

"Rasanya enak, gak terlalu manis. Makasih ya udah buatin Mommy kue, Papi pasti suka nih." Celetuk Mariska membuat Renata memucat, Papi katanya? Dia bersyukur karena bertemu dengan Mariska dan perkataan Reza benar, lalu bagaimana dengan Papi nya. Tiba-tiba saja hatinya berdebar tak karuan saat ini.

"Papi pulang gitu Mom?" Tanya Reza, pria itu baru saja keluar dari kamar nya setelah mengganti pakaian nya dengan pakaian santai, celana pendek selutut dan kaos oblong berwarna hitam.

"Iya, sekarang lagi di jalan. Rere kamu tunggu sampai Papi nya Reza pulang ya, biar sekalian dia ketemu kamu."

"I-iya Mom." Gugup Renata membuat Mariska terkekeh.

"Gak usah gugup Cantik, Papi gak nyeremin kok." Goda Mariska membuat Renata tersenyum di paksakan.

"Eehh iya Mom." Jawab Renata lagi.

"Mommy mau ke belakang dulu, masak buat makan malam. Kalian ngobrol aja dulu," Pamit Mariska, Reza mengangguk lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan Renata.

"Reza, kenapa gak bilang kalo rumah Lo segede ini sih? Tau gitu gue pake baju yang lebih pantesan dikit." Gerutu Renata dengan mata yang mendelik ke arah Reza. Tapi pria itu malah cengengesan.

"Emang yang Lo pake sekarang gak pantes ya?"

"Bukan gitu Za, tapi ini baju seadanya. Gue asal ngambil aja dari lemari."

"Gak usah berlebihan Re, gak baik. Ini aja udah bagus kok, Lo keliatan cantik pake baju gini." Jawab Reza serius.

"Gak usah ngegombal, gak mempan sama gue Reza, gue udah biasa di gombalin buaya darat."

"Dihh siapa yang gombal? Fakta lho ini." Ucap Reza sambil mengambil satu iris kue dari dalam box dan memakan nya.

"Emang gue cantik ya Za? Perasaan gue B aja."

"Cantik dong, karena Lo perempuan." Cetus Reza membuat Renata cemberut.

"Dihh bibir nya kek bebek." Ledek Reza membuat Renata kesal dan memilih menyusul Mariska ke dapur.

"Loh mau kemana Re?"

"Nyusulin Mommy, mau ngadu!" Ketus nya sambil celingukan mencari arah ke dapur.

"Belok kanan Re, bukan belok kiri kalo mau ke dapur." Peringat Reza saat melihat Renata kebingungan memilih jalan antara kanan dan kiri.

"Lagi masak apa Mom?" Tanya Renata, membuat Mariska hampir saja terlonjak saking kaget nya.

"Kamu ini bikin Mommy kaget tau gak, astaga."

"Hehe, maafin Rere Mom." Sesal Renata sambil cengengesan.

"Iya gapapa kok, Mommy mau masak sup iga." Jawab Mariska.

"Rere bantu ya Mom."

"Gak usah, kamu tamu disini masa terjun ke dapur sih."

"Rere hobi masak kok, jadi boleh ya Mom?" Bujuk Renata, akhirnya Mariska mengizinkan.

"Kamu kupas kentang, terus di potong kotak-kotak ya."

"Syiap Mom." Jawab Renata, dia mulai mengambil pisau dan mengupas kulit kentang dengan hati-hati, lalu memotong nya dadu dengan cekatan.

Mariska tersenyum, dia membayangkan akan bahagia nya dia jika punya menantu seperti Renata. Tak seperti tamu pada umumnya, dia bahkan langsung terjun ke dapur untuk membantu.

"Temenan sama Reza udah lama, Nak?" Tanya Mariska.

"Sejak kuliah aja Mom, dua tahunan." Jawab Renata.

"Reza sering cerita sama Mommy, katanya kamu baik, perhatian, lembut juga. Mommy jadi penasaran seperti apa sih Renata itu, sampai Reza yang gak pernah cerita apa-apa tentang gadis lain, tapi dia cerita tentang kamu. Benar aja, selain cantik kamu juga baik."

"Aaahh Reza terlalu berlebihan Mom, Rere gak gitu kok, biasa aja." Sangkal Renata sambil tersenyum kecil, membuat Mariska juga menyunggingkan senyum manis nya. Ternyata dia juga rendah hati, gadis di depan nya paket komplit.

"Soalnya baru kali ini Reza deket sama cewek, apalagi sampe di bawa ke rumah. Kamu yang pertama, Nak."

"Seriusan Mom?" Tanya Renata, agak sedikit tak percaya pada perkataan Mommy Mariska, setahunya Reza itu seperti buaya yang sering tebar pesona kesana kemari, tapi ternyata fakta nya dia tak begitu.

"Iya Nak, Mommy seriusan." Renata hanya menanggapi nya dengan senyuman manis. Hingga tak terasa, masakan pun sudah siap.

Renata membantu Mariska menata makanan di meja, tentunya dengan Reza yang diam-diam memperhatikan interaksi antara Mommy nya dan Renata, dalam sekejap mata keduanya menjadi akrab.

"Papi pulang.." Suara berat datang dari arah ruang tamu, Argantara pria berusia 65 tahun itu berjalan dengan senyuman yang merekah indah. Dia adalah suami Mariska yang berarti dia ayah kandung dari Reza.

"Eehh Papi, udah pulang Pi? Apa kabar?" Tanya Reza sambil mencium tangan Papi nya dengan takzim.

"Wah anak bujang Papi makin lama makin ganteng aja, Papi baik-baik saja." Jawab Argantara, dia baru saja pulang dari perjalanan bisnis ke luar negeri.

"Iya dong, siapa dulu Papi nya." Jawab Reza, tak lama Mariska datang dengan senyuman manis di bibirnya.

"Papi udah pulang ya," Mariska juga melakukan hal yang sama, mencium tangan Suaminya dengan takzim.

"Udah Mi, siapa itu?" Tanya Argan saat melihat Renata berjalan pelan mendekat ke arah mereka.

"Itu Renata Pi, temen Reza." Jawab Mariska. Renata meraih tangan Argan dan mengecup nya juga.

"Selamat malam Om." Sapa nya ramah.

"Malam Nak, kamu cantik ya. Anak kita sudah bisa memilih wanita cantik ternyata." Sindir Argan, membuat Reza tersenyum bangga.

Renata memperhatikan wajah Argan dan Reza, keduanya sangat mirip. Reza berasal dari keluarga yang sempurna dan hangat, jelas saja berbeda jauh dengan nya, yang sudah kehilangan kedua orang tua nya saat dia masih kecil.

....

🌷🌷🌷🌷

1
🧟‍♂️🧟‍♂️
gk masuk di akall
🧟‍♂️🧟‍♂️
lagian udah bunting, malah sibuk kelonan mulu kek orang kalainan
Mmh Alfatih
kapan gol nya Thor ko belom ada manis manis nya sih
Mmh Alfatih
ngiler thoooor klw lihat yg bening kinclong amat tuh eza
Mmh Alfatih
pingin ikutan ngehajar di padimas sama sipancasila Thor ..ikutan ngebejek
Mmh Alfatih
horeeee Eza datang ....plong aku seneng deh thor
Mmh Alfatih
ya ampuun itu ulat pucuk uget uget mana berbulu lagi malah dtng ke kontrakan ..itu di padimas malah diem Bae ..kenapa ga di ulek re dua dua nya di cobek
Mmh Alfatih
siken nya juga tolok kaya ga ada cewek lain aja ..lobang udah longgar masih aja demen
Mmh Alfatih
mampus loh mamam tuh sambel goreng kentang sampai mencreert/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Mmh Alfatih
dasar maniak turun nya si bima saksena sama kaya bapanya kan hayper sek
Mmh Alfatih
pingin ngebejek aku sama si bolu padimas itu ih
Istrinya Jungkook🌻: tapi visualnya Mingyuuu😭
total 1 replies
Mmh Alfatih
dasar padimas kupret..dpt karma mampus loh kena HIV Thor dasar biaya darat ga ckup apem sama lobang satu
Mmh Alfatih
sakit hatiku Thor lihat Reza ..ga adil author mah ah. nangis saya Thor buat Eza /Sob//Sob//Sob/
Mmh Alfatih
aku ga rela Thor klw si padi mas dikasih keperawanan Rere ..kasih ke Reza aja dong ..kasih su padi mas bekasan aja ..ga adil Thor ..sioadibmas .ah cocok nya sama barang bekas
Mmh Alfatih
keturunan bima ..bima kan hayper sek ..jadi nurun sama anaknya ..klw Renata kan turunan ibunya
Mmh Alfatih
jangan sampai Rena nikah sama si padimas thot
Mmh Alfatih
gantengan Reza lah droada padimas
Mmh Alfatih
hadir lagi Thor dikaryamu yg ke lima yg aku baca ..pokonya mantap semua ceritanya ..suka banget deh ...lanjuuut Thor
Noerlina Akbar
Biasa
Noerlina Akbar
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!