Rizky Adhitya adalah seorang penulis novel miskin yang hidupnya penuh kegagalan karena karyanya selalu ditolak. Namun, takdir berubah saat ia terbangun di dalam tubuh seorang Antagonis kaya raya dengan nama yang sama di dunia novel buatannya sendiri. Alih-alih mengikuti alur asli yang menakdirkannya mati mengenaskan di tangan sang protagonis, Rama Wijaya, Rizky memilih untuk menikmati kehidupan mewahnya dengan santai.
Berbekal "System Menghamburkan Uang" dan Kartu Hitam Tanpa Batas, Rizky yang kini berkepribadian periang mulai melakukan aksi gila. Ia membeli perusahaan penerbitan hanya untuk mencetak novel-novel lamanya yang dulu ditolak, hingga menggunakan artefak legendaris seharga triliunan hanya sebagai pengganjal pintu kantor asistennya, Rafa Ariyanto.
Aksi "trolling" finansial ini menghancurkan reputasi Rama, sang hero munafik yang kehilangan semua panggungnya. Sementara itu, tunangannya, Aprillia Rahma, yang semula sangat membencinya, mulai jatuh hati pada sosok Rizky yang baru
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Futami Rizuryu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Karakter Baru - "The Fixer" dan Kontrak Pengkhianatan
Di sebuah sudut kota yang tidak terjangkau oleh kemilau lampu Menara Adhitya, suasana terasa dingin dan lembap. Di dalam sebuah gudang tua yang tersembunyi di balik kawasan industri yang nyaris bangkrut, Rama Wijaya duduk dengan wajah yang tertutup bayangan. Setelah diusir dari hotel miliknya sendiri dan dilarang menyentuh air mineral sekalipun di perjamuan bisnis, harga diri Rama sudah tidak lagi berada di titik nadir—itu sudah terkubur di bawah tanah.
"Aku tidak punya pilihan lain," bisik Rama dengan suara serak. "Jika dunia bisnis legal sudah dibeli olehnya, maka aku akan menghancurkannya dari kegelapan."
Di depannya, duduk seorang pria dengan jaket kulit hitam yang tampak usang namun fungsional. Pria itu memiliki bekas luka tipis di dagunya dan mata yang tajam seperti elang. Ia adalah Bara Ksatria, yang dikenal di dunia bawah tanah dengan julukan "The Fixer". Bara bukan sekadar peretas; ia adalah pengatur masalah yang bisa melenyapkan jejak digital maupun fisik seseorang dengan bayaran yang sangat mahal.
"Targetnya adalah Adhitya Group?" tanya Bara dengan suara berat. "Anda tahu siapa yang Anda lawan, Rama? Rizky Adhitya baru saja membeli sebuah bank hanya untuk membekukan saldo seseorang minggu lalu. Melawan dia adalah bunuh diri finansial."
"Aku akan membayarmu dengan sisa emas batangan yang kusimpan dari proyek teknologi hijauku," jawab Rama sambil menyodorkan sebuah tas kecil. "Sabotase server utama Adhitya Group. Matikan seluruh sistem transaksi mereka. Aku ingin melihat sultan itu panik saat kartu hitamnya tidak bisa digunakan untuk membeli kopi sekalipun."
Bara menatap emas itu, lalu menyeringai. "Kesepakatan tercapai. Besok pagi, imperium digital Adhitya akan menjadi abu."
Sementara itu, di lantai teratas Menara Adhitya yang kini lantainya dilapisi marmer yang diimpor dari kawah gunung berapi aktif agar tetap hangat secara alami, Rizky Adhitya sedang asyik bermain dart menggunakan anak panah yang ujungnya terbuat dari berlian biru. Setiap kali anak panahnya mengenai sasaran, sebuah mesin otomatis akan menjatuhkan uang tunai seratus ribu rupiah ke lantai hanya untuk membuat suara "kerisik" yang menurut Rizky menenangkan telinga.
Tiba-tiba, layar biru transparan muncul di depan matanya dengan nada "Ding!" yang sangat energetik.
[Ding! Ancaman Terdeteksi!] [Skill Aktif 'Deteksi Musuh' Teraktivasi secara Otomatis!] [Deskripsi: Seseorang sedang merencanakan sabotase tingkat tinggi terhadap infrastruktur digital Adhitya Group dalam radius 10 km.]. [Lokasi Target: Gudang Industri Sektor 7. Karakter: Bara Ksatria (The Fixer).] [Misi Mendadak: Temui 'The Fixer' dan tunjukkan padanya bahwa loyalitas memiliki label harga yang jauh lebih menarik daripada dendam!]
Rizky tertawa terbahak-bahak hingga anak panah berliannya meleset dan mengenai pot bunga antik dari dinasti Ming. "Hahaha! Sabotase server? Rama, Rama... imajinasimu benar-benar seperti draf novel gagal yang pernah kubuang karena terlalu klise!".
Ia segera berputar menuju Rafa Ariyanto yang sedang sibuk menghitung biaya perawatan jerapah Jojo yang baru saja meminta diet salad dari sayuran yang hanya tumbuh di bawah sinar bulan.
"Rafa! Ambil jaket kasmirku! Kita akan pergi ke tempat yang kumuh," seru Rizky dengan gaya periang yang tak terbendung.
"Tuan Muda... kita baru saja memesan koki dari Mars untuk makan malam," rintih Rafa sambil memegangi kepalanya yang berdenyut. "Ke tempat kumuh? Apakah Anda ingin membeli tempat pembuangan sampah lagi?".
"Bukan, Rafa! Kita akan membeli seorang 'Fixer'! Ayo, siapkan koper berisi uang tunai yang paling berat yang bisa kamu angkut!"
Bara Ksatria sedang mematangkan virus algoritmanya di depan tujuh layar monitor di gudang gelap itu saat pintu baja raksasa di belakangnya tiba-tiba terbuka dengan dentuman keras. Bukannya pasukan elit, yang masuk adalah seorang pemuda tampan dengan setelan jas berwarna kuning mentari yang sangat cerah, diikuti oleh seorang asisten kacamata yang tampak ingin menangis.
"Wah, tempat ini aromanya sangat 'pahlawan yang terdesak', ya?" ujar Rizky sambil menutup hidungnya dengan sapu tangan sutra.
Bara segera berdiri, tangannya merogoh ke balik jaket. "Siapa kamu? Bagaimana kamu bisa menemukan tempat ini?"
"Aku? Aku adalah pemilik gedung yang kamu tempati ini... setidaknya sejak lima menit yang lalu saat aku di perjalanan kemari," jawab Rizky santai sambil duduk di atas tumpukan ban bekas yang ditutupi oleh jas mahalnya. "Rafa, berikan dia kontraknya."
Rafa melangkah maju dengan gemetar, menyodorkan sebuah dokumen emas. "Tuan Bara Ksatria... Tuan Muda Rizky tidak ingin memenjarakan Anda. Beliau justru merasa sistem keamanan pesta ulang tahun Jojo si jerapah minggu depan membutuhkan sentuhan 'ahli bawah tanah' seperti Anda.".
Bara mengernyitkan dahi. "Apa? Pesta jerapah? Aku adalah peretas terbaik di Asia Tenggara! Rama Wijaya membayarku dengan emas untuk menghancurkan kalian!"
Rizky tertawa periang sambil melempar sebuah koper ke arah Bara. Koper itu terbuka, memperlihatkan tumpukan uang dolar yang masih baru dan sebuah Kartu Hitam cadangan.
"Rama membayarmu dengan emas? Berapa? Satu kilo? Dua kilo?" Rizky melambaikan tangannya seolah itu adalah remah roti. "Bara, dengarkan aku. Menghancurkan serverku itu membosankan. Tapi, menjaganya agar tidak diganggu oleh nyamuk-nyamuk seperti Rama sambil aku menggajimu seratus miliar rupiah per bulan sebagai 'Konsultan Keamanan Pesta'... itu baru namanya seni!"
Bara Ksatria terdiam. Matanya menatap tumpukan uang yang nilainya ribuan kali lipat dari apa yang ditawarkan Rama. Sebagai pria yang hidup di dunia bawah tanah, ia tahu bahwa loyalitas adalah komoditas. Namun, label harga yang diberikan Rizky bukan lagi komoditas—itu adalah bentuk penghinaan terhadap kemiskinan.
"Seratus... miliar?" suara berat Bara bergetar.
"Dan itu baru gaji pokok," tambah Rizky sambil mengedipkan mata. "Jika kamu bisa menceritakan semua rencana Rama kepadaku sekarang, aku akan membelikanmu sebuah server pribadi di atas kapal pesiar yang akan selalu berlayar di perairan internasional agar kamu tidak bisa disentuh hukum mana pun."
Bara Ksatria tidak butuh waktu lama untuk berpikir. Ia segera menjatuhkan perangkat peretasnya, berlutut dengan satu kaki di depan Rizky—sebuah gestur tunduk yang mutlak.
"Tuan Muda Rizky... Rama Wijaya adalah orang yang sangat bodoh karena mencoba melawan matahari dengan korek api," ujar Bara dengan nada pengabdian yang tiba-tiba. "Dia berencana menyabotase server Anda jam dua pagi nanti, lalu menggunakan sisa hartanya untuk menyewa tentara bayaran guna mencuri kembali Medali Keberuntungan yang Anda jadikan ganjal pintu itu.".
Rizky menepuk punggung Bara dengan akrab. "Bagus! Rafa, catat itu. Rama ingin mencuri ganjal pintu kita? Hahaha! Berikan dia akses masuk yang mudah. Aku ingin dia tertangkap kamera CCTV sedang mencoba mencuri barang yang sedang diduduki oleh Jojo!"
[Ding! Misi Berhasil: Rekrutmen Fixer Sukses!] [Anda telah menghamburkan uang untuk mengubah musuh menjadi sekutu paling setia!] [Hadiah: Poin Hedon +150.000 dan Skill 'Mata Sultan' (Dapat melihat saldo bank dan rahasia terdalam siapa pun yang Anda tatap)!].
Rizky berjalan keluar dari gudang itu dengan langkah ringan. "Rafa! Pesan sepuluh truk pizza untuk semua orang di lingkungan kumuh ini! Aku sedang merasa sangat dermawan karena baru saja mendapatkan 'hiu' baru untuk koleksiku!"
Rafa hanya bisa menghela napas panjang sambil menghitung saldo yang berkurang drastis namun segera melonjak kembali karena efek 'Tangan Midas'. "Tuan Muda... saya rasa Rama Wijaya akan segera menjadi pahlawan pertama dalam sejarah yang dikalahkan oleh sikat gigi dan pesta jerapah...".
Di dalam gudang yang kini terang benderang oleh cahaya masa depan yang kaya, Bara Ksatria mulai mengetik ulang kodenya—bukan untuk menghancurkan Rizky, melainkan untuk memastikan bahwa setiap gerakan Rama Wijaya akan menjadi tontonan komedi pribadi bagi sang Sultan Antagonis yang paling bahagia di dunia.