kau begitu arogan mengaku kalau dirimu mencintaiku, maafkan aku, tolong jangan tinggalkan aku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keynza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Dua hari kemudian situasi sudah aman Rendra dan Tania kembali ke Jakarta mengurungkan niat nya untuk berlibur.
Sementara Tomi di kediaman kedatangan seorang tamu, yang mengejutkan. Mobil mewah itu memasuki gerbang kediaman Wiratama. Terdengar suara Bell's Bibi pun berlari kecil membuka pintu.
Cklek! bibi memutar kunci pintu lalu pintu pun terbuka lebar.
"Selamat siang..., Anda cari siapa Nona?" tanya Bibi melihat Jesika berdiri di depan pintu dengan penampilan seksi di buat-buat
"Apa Rendra nya ada?" jawab Jesika menanyakan Rendra
"Siapa yang datang Bi?" saut Tomi sambil menuruni tangga rumah nya.
Tap...Tap...Tap..
"Den Rendra tuan Besar, permisi Tuan besar" jawab Bibi lalu bibi melangkah pergi setelah Tomi datang
"Hemm" Tomi menganggukkan kepalanya memberikan kode Bibi agar meninggalkan Tomi.
Jesika mengerutkan keningnya. Seperti aku mengenal bapak tua ini tapi dimana?. Batin Jesika sambil mengingat pertemuan nya dengan Tomi
"Silahkan masuk, Kita bicara di dalam?" Kata Tomi mempersilahkan Jesika masuk.
"Silahkan di minum Non" ucap bibi datang membawa minuman di nampan
Mau apa dia kesini dia pasti akan mengganggu Rendra, apa yang di sukai Rendra wanita seperti dia, tidak ada pantas-pantas nya, pakaian pun seperti kurang bahan. gumam Tomi sambil melihat Jesika dari atas sampai bawah
"kamu sudah tahu Rendra punya istri?" tanya Tomi
Astaga! ini Om yang pernah memboking ku malam itu., jadi dia orang tua Rendra?. batin Jesika
"Sudah Om" jawab Jesika menundukkan kepalanya
"Tatap saya, apa kau mengingatku?" tanya Tomi menatap tajam Jesika
"Sudah Om" jawab lagi Jesika
Tomi tersenyum sinis terhadap Jesika" kalau sudah tahu Rendra sudah punya istri untuk apa kamu datang kemari mencari Rendra?" tanya Tomi melipatkan kakinya
"Om aku mencintai anak Om kita saling mencintai apa aku salah?, datang untuk menemui pacarku."
"Hahaha, tertawa Tomi, pacar! apa kamu pantas untuk bersanding dengan putra ku?, aku tidak pernah melarang putra ku berhubungan dengan wanita mana pun, kalau itu pantas untuk dia, saya sudah mencicipi tubuh mu, apa masih pantas?, menikah dengan putra ku sementara putraku sudah beristri, lebih cantik lebih terhormat lebih menjaga kehormatannya." Ucap Tomi tegas
"Mungkin dia lebih segala-galanya karena dia memiliki keluarga yang mampu sementara aku, kalau tidak melayani Om om bagaimana dengan biaya kuliah ku Om?" jawab Jesika tidak mau kalah.
"Otak mu picik! masih banyak pekerjaan yang lain tidak harus menjual tubuh kamu ke semua pengusaha dengan harga tinggi." ungkap Tomi
"Saya minta kamu jangan pernah ganggu Rendra lagi, sekarang kamu keluar dari rumah ku" Usir Tomi
"Ijinkan aku bertemu dengan Rendra Om sekali ini saja aku perlu bicara"
"Rendra tidak ada di rumah, sebaiknya kamu pergi sebelum saya minta satpam mengusir kamu"
"Saya hamil Om..," Ucap Jesika
"Kamu hamil!?" Saut Rendra yang baru saja datang memasuki rumah nya.
"Rendra, Tania kamu tidak apa-apa Nak? Untung lah kalian selamat, Dady sudah mencari kalian tapi Dady tidak menemukan kalian."
"Iya dad kita baik-baik saja, Dad ini ada apa? aku dengar dia Hamil? siapa yang menghamilinya?"
"Rendra, tolong aku aku hamil anak"
baru kata anak ucapan terpotong oleh Tomi." Kamu pergi sekarang!"
Tania bingung siapa yang sudah menghamili Jesika, Tania menatap Rendra, Rendra mengangkat kedua bahunya
"Pengawal usir dia!" perintah Tomi
"Baik tuan besar" Jawab pengawal sambil menarik tangan Jesika dengan paksa
"Rendra...! Rendra!" teriak Jesika
"Rendra kamu masuk, urus istrimu, biar Dady yang urus mantan pacar kamu itu"
Tania dikamar menangis Ia mengira Rendra yang sudah menghamili Jesika. Rendra datang menyentuh punggung Tani yang sedang tengkurap menangis.
"Percaya lah aku tidak melakukan apa pun dengan Jesika, setelah aku kembali ke Jakarta dalam satu tahun itu aku tidak pernah bertemu Jesika bagaimana aku bisa menghamili dia" ungkap Rendra
"Tapi kenapa dia bisa hamil?" kata Tania
"Dia kan cewek wajar lah hamil, tapi bukan aku yang menghamili dia" Jawab Rendra
Hiks...Hiks...Hiks. nangis Tania
"Bagaimana kalau kita ke Jerman? kita kan belum pernah bulan madu sampai sekarang hamil" Ucap Rendra
"Seriusan" kata Tania
"Iya lah serius, soal dia hamil ngapain kita pusing, biar dia urus sendiri" Ujar Rendra tak perduli dengan Jesika
"Kamu Mas nggak sakit hati Jesika hamil?" tanya lagi Tania
"Untuk apa sakit hati? aku sudah punya istri yang cantik pintar masak, pengertian lalu apa lagi yang aku cari, tapi awas kamu dekat-dekat dengan Romi" ancam Rendra yang tidak ingin Tania semakin dekat dengan Romi
"Cemburu ya, Romi kan baik Soleh dan juga rajin"
Brak!
Rendra membanting remote televisi.
"Ih..., bercanda aku kan sayang sama kamu" kata Tania
Apa benar yang di katakan Tania, Romi emang rajin dan juga rajin solat. batin Rendra
Sementara Tomi menekan tegas Jesika. Dia harus mengaku siapa yang sudah menghamili dia, nggak mungkin saya kejadian itu sudah lama. Gumam Tomi mengusap wajah nya.
Buat pusing saja wanita ****** satu ini!.
Tomi merogoh sakunya mengambil ponsel miliknya. Lalu Ia menghubungi salah satu dokter kepercayaan nya.
...----------------...
terimakasih