"Menikahlah denganku!" ulang Nasya untuk ketiga kalinya.
Perselingkuhan sang kekasih membuatnya terpaksa menyeret pria asing untuk menikah dengannya. Perjanjian di buat di malam pernikahan mereka.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Simak disini ya!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neerja_A-Roh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
"Ka, aku mau pulang ke rumah kamu saja." ucap Chyra, pada sore hari dimana sang surya akan segera tenggelam dan dirinya sudah di perbolehkan pulang, setelah hampir 3 minggu mendapat perawatan di rumah sakit.
Tentu saja itu hal yang sangat mengejutkan, permintaan Chyra terasa berat bagi Arka.
"Tidak bisa!" tegas Arka.
"Arka!" bentak Aisha dan ibunya Chyra bersamaan.
"Keadaan putriku baru saja pulih! Kau ingin membuatnya sakit lagi?! Ini semua juga terjadi gara-gara dirimu! Jadi, selama aku pergi, kau yang harus bertanggung jawab atas keadaannya sampai dia sembuh!" bentak wanita yang terkenal dengan sebutan Amalia itu, model terkenal se-Asia tenggara.
Menunduk, tak dapat melawan lagi. Arka memilih diam saja, kemudian berbalik dan melangkah. Berhenti sebelum melewati batas pintu masuk.
"Aku menunggu di mobil," ucapnya tanpa melirik lagi ke belakang.
Kemudian meninggalkan area dalam rumah sakit, mengeluarkan ponselnya ketika sudah berada di dalam mobil.
"Nasya, boleh aku minta tolong padamu?" ucapnya pada ponsel yang teleponnya tersambung dengan Nasya di rumah orang tuanya.
"Tolong persiapkan kamar tamu, Chyra akan tinggal di rumah Papa dan Mama, bersama... Kita." ucap Arka.
Setelah kalimat terakhir, ia segera memutuskan sambungan teleponnya. Hatinya merasa iba dan tidak enak, melibatkan Nasya pada situasi seperti ini.
Bukankah aku sebagai suami sangat-sangat terpandang buruk? Melibatkan istriku dalam masalah masa lalu yang harusnya aku selesaikan sendiri.
...****************...
Tangis sesenggukan keluar, dengan tubuh terguncang-guncang Nasya melangkah menuju kamar tamu.
"Kenapa sesakit ini? Padahal Arka itu hanya pria asing yang aku tarim dalam kehidupan pernikahan!" gumam Nasya.
Nasya memasuki kamar mandi, membasuh wajahnya yang kuyu dengan mata sembab.
Membereskan kamar tamu, memasangkan sprai, kemudian membersihkan debunya dengan sapu. Sesuai perintah yang di berikan Arka. Setelah selesai, ia memilih masuk ke kamar Arka yang menjadi kamarnya juga.
Beberapa saat terdiam, hingga terbesit dalam niatnya untuk kembali saja ke rumah orang tuanya.
Nasya melangkah ke pojok kamar, mengambil kopernya dan memasukan pakaian yang tergantung rapi di dalam lemari ke dalam koper.
Tak lupa, sebelum pergi meninggalkan rumah Nasya menulis sebuah catatan dan menempelnya di lemari Arka.
Aku pulang ke rumah orang tuaku,
terima kasih sudah menerimaku sebagai istrimu.
Melangkahkan kaki ke pintu utama yang berjarak hanya beberapa meter tempatnya berdiri terasa berat. Hingga suara deru mesin mobil membuat Nasya berlari kembali ke kamar, memasukan pakaian beserta koper ke dalam lemari. Selain itu, kertas catatan yang di tempel di raihnya di r*masnya hingga tak berbentuk lalu di buang ke dalam tempat sampah.
Kembali berlari secepat mungkin, hingga napasnya terengah-engah saat membukakan pintu utama.
"Selamat datang," sambut Nasya tak lupa di sertai senyuman.
Namun, tak di gubris dan di pedulikan Chyra yang menerobos masuk begitu saja. Amalia tersenyum mengejek melihat adegan itu.
Berbeda dengan ketiga orang yang sudah Nasya kenali. Aisha memeluk Nasya.
"Terima kasih, Sayang! Maaf merepotkanmu dalam hal yang bukan urusanmu!" ucap Aisha tak enak hati, sambil melepaskan pelukannya.
"Tidak apa-apa, Ma." Nasya hanya memberikan senyuman manisnya, bersikap seolah dirinya tidak tersakiti. Tanpa di sadari rasa sakit itu ada, namun belum jelas bagi Nasya.
Giliran Ananda yang masuk, ia mengusap puncak kepala Nasya. "Kamu sudah seperti putri di rumah ini, jangan mau jika nanti seseorang menjajahmu, anakku!" Nasya mengangguk patuh.
Saat tiba giliran Arka, ia tersenyum tipis pada Nasya. Meraih tangannya, menggenggam keduanya. Kehangatan di rasakan Nasya ketika jemarinya sudah bersarang dalam genggaman Arka.
"Maaf,"
"Ya,"
"Ka!"
...----------------...
Di sambung lagi nanti malam, ya. Baru bisa up, mati lampu, gangguan jaringan.
dan ingat mau balas dendam